2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Komang Sujana by Komang Sujana
August 17, 2025
in Khas
Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Peraih hadiah sastra Rancage

SASTRA daerah terus dibicarakan. Di kampus, di sekolah, di komunitas sastra, di ruang seminar, di balai banjar, di warung atau kedai kopi, dan di mana saja, sastra daerah—memiliki kekayaan nilai yang tak ternilai—tiada henti diapresiasi dalam berbagai bentuk kegiatan. Termasuk di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, Rabu, 13 Agustus 2025, digelar acara Seminar Kesusastraan Daerah dengan tema “Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah”. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé untuk membumikan sastra daerah—mendekatkan karya sastra daerah kepada masyarakat luas khususnya warga sekolah.

Kiri-kanan: Darpan Ariawinangun, Dr. Herawati, S.S., M.A., Komang Sujana (penulis), dan Udo Z. Karzi | foto: Dok. penulis

Seminar ini dilatarbelakangi oleh ruang hidup sastra di sekolah yang sempit dan redup. Padahal bahasa, aksara, dan sastra daerah diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah. Mengapa pembelajaran sastra daerah dikatakan cenderung normatif dan tidak produktif? Jawaban inilah yang coba digali oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé dengan mengajak peserta seminar yang terdiri atas guru, dosen, pegiat literasi, penulis sastra daerah, dan mahasiswa untuk merefleksi pembelajaran sastra daerah di sekolah selama ini.

Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra

Udara Bandung pagi itu cukup dingin. Tetapi berkat dimoderatori oleh Darpan Ariawinangun—peraih hadiah Sastera Rancagé tahun 2009 untuk sastera Sunda—jalannya seminar dan diskusi tetap berlangsung hangat.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, memaparkan tentang pentingnya sastra daerah sebagai sarana pengenalan dan implementasi nilai kearifan lokal individu dan masyarakat. Sastra daerah yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya sebagai sarana untuk memahami identitas budaya.

Sebagai upaya mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat telah memiliki beberapa produk unggulan, seperti Sirung Basa (Pusat Data Digital Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat), Kang Agam (Kamus Daring Audio Bergambar Tiga Bahasa), Bengkel Carpon Sunda dan Penerjemahan Cerita Dwibahasa.

Herawati mengajak peserta seminar khususnya guru-guru agar lebih aktif memanfaatkan layanan produk digital yang disediakan oleh Balai Bahasa di provinsi masing-masing maupun Kemendikdasmen, seperti SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), misalnya, untuk media dan sumber belajar di sekolah.

Kolaborasi dan Konsistensi

Kegiatan apresiasi sastra dapat menguatkan ekosistem sastra daerah di sekolah. Menurut Sapardi Djoko Damono, apresiasi sastra terdiri atas karya sastra, sastrawan, dan pembaca. Masalahnya saat ini adalah karya sastra daerah tak sampai kepada pembaca dalam hal ini siswa. Tak salah jika Udo Z. Karzi, narasumber yang juga penerima hadiah sastera Rancagé 2025 untuk sastera Lampung, menagih aksi nyata pemerintah daerah dalam mendukung distribusi buku sastra daerah yang merata di sekolah.

Penyebaran buku sastra daerah, menurut Taufik Faturohman, penulis sastra Sunda dan pengelola penerbitan buku Geger Sunten, dapat dilakukan dengan melibatkan penerbit buku sastra daerah. Dalam sesi diskusi ia menceritakan kesulitan memperoleh naskah buku sastra daerah yang akan diterbitkan. Ia pun berharap Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama menerbitkan naskah-naskah hasil sayembara. Dengan menggandeng penerbit, menurutnya dapat mempermudah akses pembaca terhadap sastra daerah serta membantu mempromosikan kekayaan nilai karya sastra kepada khalayak.

Suasana seminar di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung | Foto: Dok. penulis

Selain itu, menurut saya sekolah juga sebaiknya aktif menggandeng komunitas sastra, pegiat sastra, dan sastrawan untuk penguatan literasi sastra daerah di sekolah. Dengan pengalaman kreatif, kehadiran praktisi sastra atau sastrawan masuk sekolah akan memberikan warna tersendiri sehingga pelajaran sastra menjadi lebih aplikatif.

Kegiatan kesastraan di sekolah yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan tidak hanya bermanfaat untuk siswa, juga guru. Sebab menurut Sapardi, agar apresiasi sastra di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka guru harus menjadi “rekan yang lebih tua”. Guru disarankan tidak membatasi ruang tafsir dan ekspresi siswa terhadap karya sastra yang dibaca sehingga apresiasi sastra berlangsung dengan kritis dan dinamis. Maka dari itu, guru pun sudah seharusnya akrab dengan sastra melalui terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kesastraan baik di dalam dan di luar sekolah.

Pada kesempatan itu, saya bersyukur turut diberikan kesempatan belajar dan berbagi cerita. Tak banyak yang saya sampaikan. Pengalaman saya di bidang sastra dan pembelajaran sastra daerah baru seumur jagung. Dalam segala keterbatasan itu, saya mencoba berbagi tentang pendekatan diferensiasi yang pernah saya implementasikan dalam pembelajaran sastra Bali di ruang kelas.

Pendekatan diferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan dengan minat, kesiapan belajar, dan profil belajar siswa. Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra memungkingkan siswa untuk mengonstruksi pengetahuan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan menampilkan apa yang telah ia pelajari dalam berbagai bentuk. Seperti, teks puisi, cerita, gambar, komik, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan bercerita.

Hadiah Sastera Rancagé

Selesai seminar dilanjutkan dengan Pemasrahan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2025. Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah ini sejak tahun 1989. Tahun ini adalah penghargaan yang ke-37 kalinya. Penerima hadiah Sastra Rancagé tahun ini yakni Hidayat Soesanto (sastera Sunda), St. Sri Emyani (sastera Jawa), Udo Z Karzi (sastera Lampung), Panusunan Simanjuntak (sastera Batak), dan satu penghargaan jasa diberikan kepada Us Tiarsa. Suatu keberuntungan saya turut menerima Rancagé untuk sastera Bali. Semoga amanah ini dapat saya tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan berkelanjutan.

Penerima Hadiah Sastera Rancagé | Foto: Dok. penulis

Penghargaan ini digagas oleh Ajip Rosidi—sastrawan dan budayawan Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Kebudayaan Rancagé. Sastera daerah tetap berdenyut hingga saat ini tentu salah satunya berkat perjuangan Beliau menjaga nafas sastera daerah melalui Yayasan Kebudayaan Rancagé.

“Kalau kita kehilangan bahasa Ibu, lidah kita yatim piatu,” kata M. Aan Mansyur dalam sebuah diskusi sastra.

Perjuangan Ajip Rosidi patut dijadikan inspirasi. Sekecil apapun hal-hal baik untuk pelestarian dan pengembangan sastra daerah perlu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan bahasa daerah, bahasa Ibu, sehingga lidah mereka tidak yatim piatu. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Puisi-puisi Komang Sujana | Di Binar Matamu
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter
Tags: bandungHadiah Rancagesastra balisastra daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Next Post

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme -- Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co