12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Komang Sujana by Komang Sujana
August 17, 2025
in Khas
Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Peraih hadiah sastra Rancage

SASTRA daerah terus dibicarakan. Di kampus, di sekolah, di komunitas sastra, di ruang seminar, di balai banjar, di warung atau kedai kopi, dan di mana saja, sastra daerah—memiliki kekayaan nilai yang tak ternilai—tiada henti diapresiasi dalam berbagai bentuk kegiatan. Termasuk di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, Rabu, 13 Agustus 2025, digelar acara Seminar Kesusastraan Daerah dengan tema “Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah”. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé untuk membumikan sastra daerah—mendekatkan karya sastra daerah kepada masyarakat luas khususnya warga sekolah.

Kiri-kanan: Darpan Ariawinangun, Dr. Herawati, S.S., M.A., Komang Sujana (penulis), dan Udo Z. Karzi | foto: Dok. penulis

Seminar ini dilatarbelakangi oleh ruang hidup sastra di sekolah yang sempit dan redup. Padahal bahasa, aksara, dan sastra daerah diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah. Mengapa pembelajaran sastra daerah dikatakan cenderung normatif dan tidak produktif? Jawaban inilah yang coba digali oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé dengan mengajak peserta seminar yang terdiri atas guru, dosen, pegiat literasi, penulis sastra daerah, dan mahasiswa untuk merefleksi pembelajaran sastra daerah di sekolah selama ini.

Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra

Udara Bandung pagi itu cukup dingin. Tetapi berkat dimoderatori oleh Darpan Ariawinangun—peraih hadiah Sastera Rancagé tahun 2009 untuk sastera Sunda—jalannya seminar dan diskusi tetap berlangsung hangat.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, memaparkan tentang pentingnya sastra daerah sebagai sarana pengenalan dan implementasi nilai kearifan lokal individu dan masyarakat. Sastra daerah yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya sebagai sarana untuk memahami identitas budaya.

Sebagai upaya mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat telah memiliki beberapa produk unggulan, seperti Sirung Basa (Pusat Data Digital Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat), Kang Agam (Kamus Daring Audio Bergambar Tiga Bahasa), Bengkel Carpon Sunda dan Penerjemahan Cerita Dwibahasa.

Herawati mengajak peserta seminar khususnya guru-guru agar lebih aktif memanfaatkan layanan produk digital yang disediakan oleh Balai Bahasa di provinsi masing-masing maupun Kemendikdasmen, seperti SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), misalnya, untuk media dan sumber belajar di sekolah.

Kolaborasi dan Konsistensi

Kegiatan apresiasi sastra dapat menguatkan ekosistem sastra daerah di sekolah. Menurut Sapardi Djoko Damono, apresiasi sastra terdiri atas karya sastra, sastrawan, dan pembaca. Masalahnya saat ini adalah karya sastra daerah tak sampai kepada pembaca dalam hal ini siswa. Tak salah jika Udo Z. Karzi, narasumber yang juga penerima hadiah sastera Rancagé 2025 untuk sastera Lampung, menagih aksi nyata pemerintah daerah dalam mendukung distribusi buku sastra daerah yang merata di sekolah.

Penyebaran buku sastra daerah, menurut Taufik Faturohman, penulis sastra Sunda dan pengelola penerbitan buku Geger Sunten, dapat dilakukan dengan melibatkan penerbit buku sastra daerah. Dalam sesi diskusi ia menceritakan kesulitan memperoleh naskah buku sastra daerah yang akan diterbitkan. Ia pun berharap Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama menerbitkan naskah-naskah hasil sayembara. Dengan menggandeng penerbit, menurutnya dapat mempermudah akses pembaca terhadap sastra daerah serta membantu mempromosikan kekayaan nilai karya sastra kepada khalayak.

Suasana seminar di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung | Foto: Dok. penulis

Selain itu, menurut saya sekolah juga sebaiknya aktif menggandeng komunitas sastra, pegiat sastra, dan sastrawan untuk penguatan literasi sastra daerah di sekolah. Dengan pengalaman kreatif, kehadiran praktisi sastra atau sastrawan masuk sekolah akan memberikan warna tersendiri sehingga pelajaran sastra menjadi lebih aplikatif.

Kegiatan kesastraan di sekolah yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan tidak hanya bermanfaat untuk siswa, juga guru. Sebab menurut Sapardi, agar apresiasi sastra di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka guru harus menjadi “rekan yang lebih tua”. Guru disarankan tidak membatasi ruang tafsir dan ekspresi siswa terhadap karya sastra yang dibaca sehingga apresiasi sastra berlangsung dengan kritis dan dinamis. Maka dari itu, guru pun sudah seharusnya akrab dengan sastra melalui terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kesastraan baik di dalam dan di luar sekolah.

Pada kesempatan itu, saya bersyukur turut diberikan kesempatan belajar dan berbagi cerita. Tak banyak yang saya sampaikan. Pengalaman saya di bidang sastra dan pembelajaran sastra daerah baru seumur jagung. Dalam segala keterbatasan itu, saya mencoba berbagi tentang pendekatan diferensiasi yang pernah saya implementasikan dalam pembelajaran sastra Bali di ruang kelas.

Pendekatan diferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan dengan minat, kesiapan belajar, dan profil belajar siswa. Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra memungkingkan siswa untuk mengonstruksi pengetahuan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan menampilkan apa yang telah ia pelajari dalam berbagai bentuk. Seperti, teks puisi, cerita, gambar, komik, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan bercerita.

Hadiah Sastera Rancagé

Selesai seminar dilanjutkan dengan Pemasrahan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2025. Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah ini sejak tahun 1989. Tahun ini adalah penghargaan yang ke-37 kalinya. Penerima hadiah Sastra Rancagé tahun ini yakni Hidayat Soesanto (sastera Sunda), St. Sri Emyani (sastera Jawa), Udo Z Karzi (sastera Lampung), Panusunan Simanjuntak (sastera Batak), dan satu penghargaan jasa diberikan kepada Us Tiarsa. Suatu keberuntungan saya turut menerima Rancagé untuk sastera Bali. Semoga amanah ini dapat saya tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan berkelanjutan.

Penerima Hadiah Sastera Rancagé | Foto: Dok. penulis

Penghargaan ini digagas oleh Ajip Rosidi—sastrawan dan budayawan Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Kebudayaan Rancagé. Sastera daerah tetap berdenyut hingga saat ini tentu salah satunya berkat perjuangan Beliau menjaga nafas sastera daerah melalui Yayasan Kebudayaan Rancagé.

“Kalau kita kehilangan bahasa Ibu, lidah kita yatim piatu,” kata M. Aan Mansyur dalam sebuah diskusi sastra.

Perjuangan Ajip Rosidi patut dijadikan inspirasi. Sekecil apapun hal-hal baik untuk pelestarian dan pengembangan sastra daerah perlu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan bahasa daerah, bahasa Ibu, sehingga lidah mereka tidak yatim piatu. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Puisi-puisi Komang Sujana | Di Binar Matamu
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter
Tags: bandungHadiah Rancagesastra balisastra daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Next Post

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme -- Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co