3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Komang Sujana by Komang Sujana
August 17, 2025
in Khas
Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Peraih hadiah sastra Rancage

SASTRA daerah terus dibicarakan. Di kampus, di sekolah, di komunitas sastra, di ruang seminar, di balai banjar, di warung atau kedai kopi, dan di mana saja, sastra daerah—memiliki kekayaan nilai yang tak ternilai—tiada henti diapresiasi dalam berbagai bentuk kegiatan. Termasuk di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, Rabu, 13 Agustus 2025, digelar acara Seminar Kesusastraan Daerah dengan tema “Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah”. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé untuk membumikan sastra daerah—mendekatkan karya sastra daerah kepada masyarakat luas khususnya warga sekolah.

Kiri-kanan: Darpan Ariawinangun, Dr. Herawati, S.S., M.A., Komang Sujana (penulis), dan Udo Z. Karzi | foto: Dok. penulis

Seminar ini dilatarbelakangi oleh ruang hidup sastra di sekolah yang sempit dan redup. Padahal bahasa, aksara, dan sastra daerah diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah. Mengapa pembelajaran sastra daerah dikatakan cenderung normatif dan tidak produktif? Jawaban inilah yang coba digali oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé dengan mengajak peserta seminar yang terdiri atas guru, dosen, pegiat literasi, penulis sastra daerah, dan mahasiswa untuk merefleksi pembelajaran sastra daerah di sekolah selama ini.

Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra

Udara Bandung pagi itu cukup dingin. Tetapi berkat dimoderatori oleh Darpan Ariawinangun—peraih hadiah Sastera Rancagé tahun 2009 untuk sastera Sunda—jalannya seminar dan diskusi tetap berlangsung hangat.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, memaparkan tentang pentingnya sastra daerah sebagai sarana pengenalan dan implementasi nilai kearifan lokal individu dan masyarakat. Sastra daerah yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya sebagai sarana untuk memahami identitas budaya.

Sebagai upaya mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat telah memiliki beberapa produk unggulan, seperti Sirung Basa (Pusat Data Digital Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat), Kang Agam (Kamus Daring Audio Bergambar Tiga Bahasa), Bengkel Carpon Sunda dan Penerjemahan Cerita Dwibahasa.

Herawati mengajak peserta seminar khususnya guru-guru agar lebih aktif memanfaatkan layanan produk digital yang disediakan oleh Balai Bahasa di provinsi masing-masing maupun Kemendikdasmen, seperti SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), misalnya, untuk media dan sumber belajar di sekolah.

Kolaborasi dan Konsistensi

Kegiatan apresiasi sastra dapat menguatkan ekosistem sastra daerah di sekolah. Menurut Sapardi Djoko Damono, apresiasi sastra terdiri atas karya sastra, sastrawan, dan pembaca. Masalahnya saat ini adalah karya sastra daerah tak sampai kepada pembaca dalam hal ini siswa. Tak salah jika Udo Z. Karzi, narasumber yang juga penerima hadiah sastera Rancagé 2025 untuk sastera Lampung, menagih aksi nyata pemerintah daerah dalam mendukung distribusi buku sastra daerah yang merata di sekolah.

Penyebaran buku sastra daerah, menurut Taufik Faturohman, penulis sastra Sunda dan pengelola penerbitan buku Geger Sunten, dapat dilakukan dengan melibatkan penerbit buku sastra daerah. Dalam sesi diskusi ia menceritakan kesulitan memperoleh naskah buku sastra daerah yang akan diterbitkan. Ia pun berharap Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama menerbitkan naskah-naskah hasil sayembara. Dengan menggandeng penerbit, menurutnya dapat mempermudah akses pembaca terhadap sastra daerah serta membantu mempromosikan kekayaan nilai karya sastra kepada khalayak.

Suasana seminar di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung | Foto: Dok. penulis

Selain itu, menurut saya sekolah juga sebaiknya aktif menggandeng komunitas sastra, pegiat sastra, dan sastrawan untuk penguatan literasi sastra daerah di sekolah. Dengan pengalaman kreatif, kehadiran praktisi sastra atau sastrawan masuk sekolah akan memberikan warna tersendiri sehingga pelajaran sastra menjadi lebih aplikatif.

Kegiatan kesastraan di sekolah yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan tidak hanya bermanfaat untuk siswa, juga guru. Sebab menurut Sapardi, agar apresiasi sastra di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka guru harus menjadi “rekan yang lebih tua”. Guru disarankan tidak membatasi ruang tafsir dan ekspresi siswa terhadap karya sastra yang dibaca sehingga apresiasi sastra berlangsung dengan kritis dan dinamis. Maka dari itu, guru pun sudah seharusnya akrab dengan sastra melalui terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kesastraan baik di dalam dan di luar sekolah.

Pada kesempatan itu, saya bersyukur turut diberikan kesempatan belajar dan berbagi cerita. Tak banyak yang saya sampaikan. Pengalaman saya di bidang sastra dan pembelajaran sastra daerah baru seumur jagung. Dalam segala keterbatasan itu, saya mencoba berbagi tentang pendekatan diferensiasi yang pernah saya implementasikan dalam pembelajaran sastra Bali di ruang kelas.

Pendekatan diferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan dengan minat, kesiapan belajar, dan profil belajar siswa. Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra memungkingkan siswa untuk mengonstruksi pengetahuan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan menampilkan apa yang telah ia pelajari dalam berbagai bentuk. Seperti, teks puisi, cerita, gambar, komik, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan bercerita.

Hadiah Sastera Rancagé

Selesai seminar dilanjutkan dengan Pemasrahan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2025. Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah ini sejak tahun 1989. Tahun ini adalah penghargaan yang ke-37 kalinya. Penerima hadiah Sastra Rancagé tahun ini yakni Hidayat Soesanto (sastera Sunda), St. Sri Emyani (sastera Jawa), Udo Z Karzi (sastera Lampung), Panusunan Simanjuntak (sastera Batak), dan satu penghargaan jasa diberikan kepada Us Tiarsa. Suatu keberuntungan saya turut menerima Rancagé untuk sastera Bali. Semoga amanah ini dapat saya tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan berkelanjutan.

Penerima Hadiah Sastera Rancagé | Foto: Dok. penulis

Penghargaan ini digagas oleh Ajip Rosidi—sastrawan dan budayawan Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Kebudayaan Rancagé. Sastera daerah tetap berdenyut hingga saat ini tentu salah satunya berkat perjuangan Beliau menjaga nafas sastera daerah melalui Yayasan Kebudayaan Rancagé.

“Kalau kita kehilangan bahasa Ibu, lidah kita yatim piatu,” kata M. Aan Mansyur dalam sebuah diskusi sastra.

Perjuangan Ajip Rosidi patut dijadikan inspirasi. Sekecil apapun hal-hal baik untuk pelestarian dan pengembangan sastra daerah perlu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan bahasa daerah, bahasa Ibu, sehingga lidah mereka tidak yatim piatu. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Puisi-puisi Komang Sujana | Di Binar Matamu
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter
Tags: bandungHadiah Rancagesastra balisastra daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Next Post

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme -- Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co