2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Komang Sujana by Komang Sujana
August 17, 2025
in Khas
Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung

Peraih hadiah sastra Rancage

SASTRA daerah terus dibicarakan. Di kampus, di sekolah, di komunitas sastra, di ruang seminar, di balai banjar, di warung atau kedai kopi, dan di mana saja, sastra daerah—memiliki kekayaan nilai yang tak ternilai—tiada henti diapresiasi dalam berbagai bentuk kegiatan. Termasuk di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, Rabu, 13 Agustus 2025, digelar acara Seminar Kesusastraan Daerah dengan tema “Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah”. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé untuk membumikan sastra daerah—mendekatkan karya sastra daerah kepada masyarakat luas khususnya warga sekolah.

Kiri-kanan: Darpan Ariawinangun, Dr. Herawati, S.S., M.A., Komang Sujana (penulis), dan Udo Z. Karzi | foto: Dok. penulis

Seminar ini dilatarbelakangi oleh ruang hidup sastra di sekolah yang sempit dan redup. Padahal bahasa, aksara, dan sastra daerah diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah. Mengapa pembelajaran sastra daerah dikatakan cenderung normatif dan tidak produktif? Jawaban inilah yang coba digali oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé dengan mengajak peserta seminar yang terdiri atas guru, dosen, pegiat literasi, penulis sastra daerah, dan mahasiswa untuk merefleksi pembelajaran sastra daerah di sekolah selama ini.

Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra

Udara Bandung pagi itu cukup dingin. Tetapi berkat dimoderatori oleh Darpan Ariawinangun—peraih hadiah Sastera Rancagé tahun 2009 untuk sastera Sunda—jalannya seminar dan diskusi tetap berlangsung hangat.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, memaparkan tentang pentingnya sastra daerah sebagai sarana pengenalan dan implementasi nilai kearifan lokal individu dan masyarakat. Sastra daerah yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, menurutnya sebagai sarana untuk memahami identitas budaya.

Sebagai upaya mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat telah memiliki beberapa produk unggulan, seperti Sirung Basa (Pusat Data Digital Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat), Kang Agam (Kamus Daring Audio Bergambar Tiga Bahasa), Bengkel Carpon Sunda dan Penerjemahan Cerita Dwibahasa.

Herawati mengajak peserta seminar khususnya guru-guru agar lebih aktif memanfaatkan layanan produk digital yang disediakan oleh Balai Bahasa di provinsi masing-masing maupun Kemendikdasmen, seperti SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), misalnya, untuk media dan sumber belajar di sekolah.

Kolaborasi dan Konsistensi

Kegiatan apresiasi sastra dapat menguatkan ekosistem sastra daerah di sekolah. Menurut Sapardi Djoko Damono, apresiasi sastra terdiri atas karya sastra, sastrawan, dan pembaca. Masalahnya saat ini adalah karya sastra daerah tak sampai kepada pembaca dalam hal ini siswa. Tak salah jika Udo Z. Karzi, narasumber yang juga penerima hadiah sastera Rancagé 2025 untuk sastera Lampung, menagih aksi nyata pemerintah daerah dalam mendukung distribusi buku sastra daerah yang merata di sekolah.

Penyebaran buku sastra daerah, menurut Taufik Faturohman, penulis sastra Sunda dan pengelola penerbitan buku Geger Sunten, dapat dilakukan dengan melibatkan penerbit buku sastra daerah. Dalam sesi diskusi ia menceritakan kesulitan memperoleh naskah buku sastra daerah yang akan diterbitkan. Ia pun berharap Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama menerbitkan naskah-naskah hasil sayembara. Dengan menggandeng penerbit, menurutnya dapat mempermudah akses pembaca terhadap sastra daerah serta membantu mempromosikan kekayaan nilai karya sastra kepada khalayak.

Suasana seminar di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung | Foto: Dok. penulis

Selain itu, menurut saya sekolah juga sebaiknya aktif menggandeng komunitas sastra, pegiat sastra, dan sastrawan untuk penguatan literasi sastra daerah di sekolah. Dengan pengalaman kreatif, kehadiran praktisi sastra atau sastrawan masuk sekolah akan memberikan warna tersendiri sehingga pelajaran sastra menjadi lebih aplikatif.

Kegiatan kesastraan di sekolah yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan tidak hanya bermanfaat untuk siswa, juga guru. Sebab menurut Sapardi, agar apresiasi sastra di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka guru harus menjadi “rekan yang lebih tua”. Guru disarankan tidak membatasi ruang tafsir dan ekspresi siswa terhadap karya sastra yang dibaca sehingga apresiasi sastra berlangsung dengan kritis dan dinamis. Maka dari itu, guru pun sudah seharusnya akrab dengan sastra melalui terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kesastraan baik di dalam dan di luar sekolah.

Pada kesempatan itu, saya bersyukur turut diberikan kesempatan belajar dan berbagi cerita. Tak banyak yang saya sampaikan. Pengalaman saya di bidang sastra dan pembelajaran sastra daerah baru seumur jagung. Dalam segala keterbatasan itu, saya mencoba berbagi tentang pendekatan diferensiasi yang pernah saya implementasikan dalam pembelajaran sastra Bali di ruang kelas.

Pendekatan diferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan dengan minat, kesiapan belajar, dan profil belajar siswa. Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra memungkingkan siswa untuk mengonstruksi pengetahuan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan menampilkan apa yang telah ia pelajari dalam berbagai bentuk. Seperti, teks puisi, cerita, gambar, komik, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan bercerita.

Hadiah Sastera Rancagé

Selesai seminar dilanjutkan dengan Pemasrahan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2025. Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah ini sejak tahun 1989. Tahun ini adalah penghargaan yang ke-37 kalinya. Penerima hadiah Sastra Rancagé tahun ini yakni Hidayat Soesanto (sastera Sunda), St. Sri Emyani (sastera Jawa), Udo Z Karzi (sastera Lampung), Panusunan Simanjuntak (sastera Batak), dan satu penghargaan jasa diberikan kepada Us Tiarsa. Suatu keberuntungan saya turut menerima Rancagé untuk sastera Bali. Semoga amanah ini dapat saya tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan berkelanjutan.

Penerima Hadiah Sastera Rancagé | Foto: Dok. penulis

Penghargaan ini digagas oleh Ajip Rosidi—sastrawan dan budayawan Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Kebudayaan Rancagé. Sastera daerah tetap berdenyut hingga saat ini tentu salah satunya berkat perjuangan Beliau menjaga nafas sastera daerah melalui Yayasan Kebudayaan Rancagé.

“Kalau kita kehilangan bahasa Ibu, lidah kita yatim piatu,” kata M. Aan Mansyur dalam sebuah diskusi sastra.

Perjuangan Ajip Rosidi patut dijadikan inspirasi. Sekecil apapun hal-hal baik untuk pelestarian dan pengembangan sastra daerah perlu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan bahasa daerah, bahasa Ibu, sehingga lidah mereka tidak yatim piatu. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Puisi-puisi Komang Sujana | Di Binar Matamu
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter
Tags: bandungHadiah Rancagesastra balisastra daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Next Post

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme — Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Merawat Lingkungan, Pariwisata dan Bayang-bayang Orientalisme -- Catatan Pentas “Rahasia Bapak” karya Dhira Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co