24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pram dan Ragam Caranya Bercerita — Dari Pameran “Pram-Bhuwana-Patra: Earth and Humanity” di ISI Bali

Ayu Diah Purnamadewi by Ayu Diah Purnamadewi
August 14, 2025
in Ulas Rupa
Pram dan Ragam Caranya Bercerita — Dari Pameran “Pram-Bhuwana-Patra: Earth and Humanity” di ISI Bali

Pram dan Ragam Caranya Bercerita -- Dari Pameran "Pram-Bhuwana-Patra: Earth and Humanity" di ISI Bali

ANGIN semilir Selasa sore, 29 Juli 2025, mengantarkan saya menghadiri pameran seni di Gedung Nata-Citta ISI Bali. Pameran Bali Bhuwana Rupa yang bertajuk Pram-Bhuwana-Patra: Earth and Humanity adalah sebuah pameran yang diadakan untuk memperingati seratus tahun kelahiran dari seorang sastrawan yaitu Pramoedya Ananta Toer 1925-2006. Pameran ini dibuat untuk menyuarakan pesan dari sastra Pram melalui berbagai media seni.

Pameran ini bekerja sama dengan Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) dan Korea-Indonesia Center (KIC). Kerja sama ini melibatkan lintas negara yang menggabungkan seni, budaya, dan sosial di setiap negaranya. Dalam pameran dengan kurator Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana dengan Jeon Dongsu dan Warih Wisatsana ini menampilkan 63 karya dari seniman negeri kita dan seniman lintas negara yang ikut bekerjasama dalam pameran ini.

Sekitar pukul 18.00 pameran ini dibuka dengan sambutan hangat dan pidato dari perwakilan penyelenggara dan kurator. Diresmikan dengan pemotongan pita pada pintu masuk pameran dan beberapa orang mendokumentasikan momen tersebut.

Suasana saat pertama kali saya memasuki ruang pameran yang saya lihat adalah begitu banyak karya menarik yang membingungkan pandangan saya harus mulai melihat darimana dulu. Suasana yang ramai, dipenuhi oleh mahasiswa, seniman, penikmat seni, bahkan dosen pun turut hadir ke acara itu. Melihat tata letak display yang dibuat serapi dan semenarik mungkin, diperindah dengan sorotan lampu yang menyinari karya. Ruangan yang luas membuat saya merasa bebas menjelajahi setiap karya-karya yang dipajang.

Dalam pameran ini saya melihat bagaimana sastrawan Pram menyikapi kritik sosial pada waktunya. Isu-isu politik, dan kemanusiaan, semuanya dituliskan pada karya Pram. Bahkan beberpa karyanya sempat dilarang pada masanya karena dianggap menyebarkan paham komunis. Namun dalam kesempatan ini kita dapat melihat bagaimana permasalahan sosial dapat dilihat dari berbagai negara. Saat memperhatikan karya-karya dari berbagai seniman, dapat saya lihat berbagai macam keunikan dari ide yang disampaikan. Karya yang dipajang memiliki begitu banyak makna yang dapat disampaikan, seperti bagaimana Pram menuliskan isu-isu yang ada pada karyanya.

Momen menarik saat saya melihat banyak orang berkumpul disatu sudut ruangan, memperhatikan sebuah layar yang berisikan wawancara antara Pramoedya Ananta Toer bersama bersama Prof. Koh Young Hun, seorang Indonesianis dari Korea Selatan yang telah lama meneliti karya-karya dari Pram. Suasana hangat meliputi ruangan, melalui video wawancara ini dapat dimengerti kita tidak hanya sekadar menontonnya begitu saja, tapi bagaimana kita menyelami gagasan tentang kebebasan berpikir, martabat kemanusiaan, serta keberanian untuk berdialog dengan Sejarah.

Saat menyusuri setiap sudut ruangan suasana yang dirasakan cukup berbeda, karena cerita yang dibawa setiap seniman yang begitu beragam. Dalam pameran ini media yang ditampilkan tidak hanya lukisan, namun ada berbagai macam, seperti fotografi, busana, dan instalasi.

Pada saat menangkap gambar sebuah karya pandangan saya tertuju tepat pada sebuah lukisan abstrak milik Nengah Wirakesuma, Earth Coral. Lukisan dengan tampilan abstraknya yang dibuat dengan media cat minyak pada kanvas putih dengan bingkai coklat. Warna coklat, kuning, oranye dan merah yang digunakan pada lukisan itu memberi kesan yang hangat. Diperindah menggunakan lis berwarna coklat muda yang membuat lukisan terasa minimalis dan gambar di tengahnya tetap menonjol.

Lukisan itu sekilas tidak memiliki bentuk, tetapi saat saya memandang lebih lama saya teringat pada ekosistem bawah laut, yaa, itu seperti karang laut yang sudah lama terendam asinnya air laut. Warnanya yang indah memberikan kehangatan seperti hangatnya hubungan manusia dan alam jika manusia tidak merusaknya. Karya ini bisa juga sebagai gambaran bagaimana seharusnya manusia menjaga alamnya dengan lebih baik. Warna putih yang tersisa pada kanvas mengartikan sisa dan harapan yang diberikan untuk tetap menjaga hubungan antara  dua makhluk hidup tersebut.

Ada juga karya yang membuat saya berhenti sejenak dan melihat, begitu unik karya ini. Sebuah karya instalasi Neomesolitikum karya dari Ni Komang Atmi Kristia Dewi. Dibuat dengan media gerabah, cermin, dan batu pantai. Gerabah yang di cat biru dan di beri gambaran manusia purba, di dalam gerabah itu ditempelkan sebuah cermin bulat dan diberi sepotong batu-batu pantai kecil. Jarang saya melihat karya seperti itu, terlihat begitu unik di mata saya. K

arya itu membuat saya bingung, apa sih makna dari instalasi ini, apa seniman mau kita berpikir? Apa kita bagian dari cerita manusia purba itu? Tapi setelah diamati dan dipikir, kehidupan zaman dulu begitu alami dan asri, tidak ada sampah dan alam masih sehat. Karya ini menyadarkan saya bahwa zaman telah berubah, dan kita tetap harus tetap menjaga dan mewarisi bagaimana nenek moyang kita seperti gambaran manusia purba tersebut menjaga alamnya tetap utuh.

Selain karya-karya yang tadi ada juga karya dari seniman korea Joo Yong Seoung yang menampilkan karya fotografinya dengan judul The Day After-Whitout Us #2. Memperlihatkan seorang perempuan yang tengah merenung di sebuah ruangan, pandangannya keluar arah jendela seakan-akan kesedihannya begitu melarut dibenaknya. Sentuhan warna yang buat hangat dan dramatis membuat pesan foto ini cepat tersampaikan ke penonton. Cahaya yang masuk dari arah luar jendela memancarkan nuansa melankolis, seolah membawa saya ikut ke dalam kepedihan yang dirasakan setelah tidak ada lagi kebersamaan yang menemaninya.

Semua karya pada pameran ini memiliki pesan dan makna yang kuat, begitu juga dengan ide yang di kembangkan seniman kedalam karyanya. Pameran ini sangat Istimewa karena dialog antara lintas negara dapat dipertemukan pada kesempatan ini. Tidak hanya sekedar melihat karya, namun dari sinilah saya belajar bagaimana cara mengembangkan ide dengan bebas dan bagaimana cara memaknai sebuah karya.

Saya merasa bahwa setiap seniman berusaha memberikan sudut pandang mereka terhadap tema besar dengan sastrawan Pram ini agar bisa dikembangkan ke dalam karyanya. Pameran ini menjadikan terhubungnya jembatan masa lalu dan masa kini, perubahan yang terjadi begitu cepat. Kesempatan pada pameran ini mampu mengkritik langsung tentang krisis lingkungan, isu kontemporer, dan ketimpanga sosial. [T]

Penulis: Ayu Diah Purnamadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
Titik dan Garis Ni Nyoman Sani
Psikologi Humanistik Polenk
Tags: ISI BaliPameran Seni RupaPramoedya Ananta ToerSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agni Ariatama Pentaskan “Mānuṣa Bhīma – Pakeliran 369”: Inovasi Estetika Kesadaran Vibrasi Semesta dalam Disertasi Penciptaan Seni ISI Bali

Next Post

Strategi Apik Warga Baduy Dalam :  Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [2]

Ayu Diah Purnamadewi

Ayu Diah Purnamadewi

Siswa SMK Negeri 1 Sukawati jurusan seni lukis, saat ini tengah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Ruang Antara Studio| Gurat Institute.

Related Posts

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

by I Wayan Westa
February 22, 2026
0
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

INI mobil kayu, mirip Ferrari, kendaraan tercepat di lintas darat. Dipajang di Labyrinth Art  Galleri Nuanu, Tabanan. Di ruang pameran...

Read moreDetails

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

by Agung Bawantara
February 19, 2026
0
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Pameran Foto MAGIC IN THE WAVEFotografer : Made Bagus IrawanKurator : Ni Komang ErvianiProduser : Rofiqi HasanPameran. : 18 –...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Strategi Apik Warga Baduy Dalam :  Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [2]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co