7 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Titik dan Garis Ni Nyoman Sani

Savitri Sastrawan by Savitri Sastrawan
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Titik dan Garis Ni Nyoman Sani

Lingga Yoni 2 (2025) Karya Ni Nyoman Sani

  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

TITIK. Garis.

Dua hal yang hari ini luput menjadi esensi dari mempelajari seni rupa. Pun luput dalam melihat sebuah gambar visual yang terus bertumpuk terlihat di layar keseharian. Dunia visual kita sudah banyak berubah dan pesat di ambang 15 tahun terakhir. Terlihat anak muda yang baru duduk di bangku kuliah sering tidak bisa menjawab dan tidak ingat apa saja unsur-unsur seni rupa. Seakan tidak diingat bahwa garis, titik, bidang membentuk apa yang mereka lihat sebagai karya seni rupa.

Salah satu perupa yang menelusuri kembali unsur-unsur seni rupa ini adalah perempuan perupa Ni Nyoman Sani. Ia telah menelusuri cara berkarya yang bersifat art therapy sejak pandemi 2020.

Diawali dengan karya-karya yang sifatnya seperti sket, ia menelusuri goresan garis menggunakan tinta pada kertas-kertas kecil berwarna kuning, jingga dan putih. Sket itu datang dari hasil pengamatan sekitar Sanur maupun secara abstrak, sebuah refleksi me-Nyepi di tahun baru Saka—di mana perputaran bulan terjadi, bulan baru muncul, tahun baru datang. Hasil sket itu ia lekatkan dalam satu kanvas dan menjadi karya yang ia namakan “Meditative Series”.

Seakan saat itu Sani kembali ke titik nol, tidak saja dalam berkarya dengan teknik membuat garis saja tetapi juga ke sebuah unsur seni yang esensial. Dari sini berkembanglah karya-karya lain yang berbasis suatu unsur seni rupa lagi: titik. Seperti karyanya berisikan titik-titik putih yang berjudul “Tranquility”.

Lingga Yoni #2 (2025) karya Ni Nyoman Sani

Titik putih yang dibuat menggunakan cat akrilik itu menjadi art therapy juga untuknya. Dan lagi-lagi berbasis sekitaran Sanur dimana ia mengambil gambar-gambar bayangan berjalan di pantai. Ia merefleksikan kembali dalam bentuk yang paling sederhana, menghasilkan kreasi yang abstrak namun sungguh bermakna.

Kedua seri karya di atas membawa kita berefleksi, karya-karya ekspresif abstrak yang sungguh tenang. Ada ajakan untuk merasakan ketenangan dalam seri karya ini serta membawa kita untuk memahami kembali kesederhanaan melalui unsur titik dan garis.

Metode berkarya ini lalu berlanjut dalam kekaryaan Sani sampai hari ini. Selama membuat karya yang berbasis titik, ia tidak luput tetap mengembangkan karya yang berbasis garis.

Di pameran ini (paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri”), Sani menghadirkan karya periode garis yang ia buat menggunakan cat akrilik dan juga teknik cetak. Dengan garis ia menghadirkan bentuk-bentuk yang kita kenal dan bisa juga asing dengannya.

Lingga Yoni #3 (2025) karya Ni Nyoman Sani

Karya “Entrance” ia sebut sebagai “karya periode garis yang membentuk sebuah metafora bentuk bagian tubuh perempuan”. Sani menyebutkan makna dari karya ini begitu beragam untuknya,

…memiliki makna lautan kehidupan yang penuh kelembutan, kekuatan, dan juga merupakan sumber kehidupan, yang penuh kemampuan untuk menciptakan, melindungi dan merawat kehidupan.

Sedangkan “Lingga Yoni” merupakan simbolisasi dari 2 (dua) energi, begitu juga energi dan ruang, yang ia lihat sebagai “keselarasan dan keseimbangan pemeliharaan kehidupan.”

Garis Sani berkembang, tidak lagi menghadirkan sesuatu yang abstrak tetapi mulai masuk pada simbolisasi serta metafora. Ada suatu proses yang bertahap yang ingin Sani hadirkan, sebagaimana art therapy dapat menjadi cara dalam menghadapi kehidupan secara bertahap juga. Ada sebuah pengingat di antara bahwa hidup mungkin penuh keriuhan, tetapi seni dapat hadir sebagai bagian dari ketenangan.

The Portal (2024) karya Ni Nyoman Sani

Tidak itu saja, seni bisa hadir sebagai metode penyembuhan, secara perlahan dan tidak tergesa-gesa. Ditambah dalam Buda Kecapi yang menjadi tema kali ini, merupakan pengingat bahwa dalam penyembuhan tidak saja secara fisik tetapi juga secara aktivasi energi dalam diri manusia, terutama memohon penyembuhan terhadap Kadapat atau Bija Aksara yang telah menemani kita dari dalam kandungan sampai di kehidupan.

Mengutip penjelasan Dewa Gde Purwita kepada kawan-kawan Gurat Institute, bahwa Panca Aksara dan Panca Brahma yang “secara spesifik dapat dipecah dan diringkas menempati organ-organ tubuh dan arah mata angin” bisa “mendapatkan harmonisasi oleh Budakacapi tentu melalui samadhi/tapa/yoga” untuk meraih fokus pada Panca Tatagatha.” Ini bersambung dengan  kekaryaan Sani yang kali ini menghadirkan harmonisasi organ tubuh—keselarasan, keseimbangan, serta merawat kehidupan.

Maka, kesabaran dalam mengaktivasi energi dan ruang, yang tercerminkan dalam karya-karya Sani ini, kiranya bisa menjadi sebuah wadah untuk berkaca bersama. Melihat kembali bagaimana garis tidak hanya penting dikenal menjadi unsur seni rupa tetapi juga bagian yang vital dalam art therapy. Juga, kembali menggores unsur seni rupa secara sederhana bukanlah suatu kemunduran, tetapi kesempatan untuk mengembangkan diri secara bertahap lagi.[T]

Penulis: Savitri Sastrawan
Editor: Jaswanto

Psikologi Humanistik Polenk
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
Tags: KuratorialPameran Seni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Psikologi Humanistik Polenk

Next Post

Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana

Savitri Sastrawan

Savitri Sastrawan

Suka menyebut dirinya seorang Bali nomaden dan pekerja lepas di seni dan bahasa. Ia meyakini seni dan bahasa merupakan metode dekonstruksi dan kolaborasi dalammengeksplor kemungkinan-kemungkinan antar disiplin. Intinya, ingin menjadi orang interdisipliner yang bisa mengapresiasi segala hal dalam berkebudayaan.

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana

Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co