18 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana

Made Susanta Dwitanaya by Made Susanta Dwitanaya
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana

A Fish In Lotus (2025) karya Putu Fajar Arcana

  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

SENI lukis abstrak memiliki potensi untuk menciptakan ruang persepsi tanpa representasi, sebagai ekspresi batiniah perupa maupun pemirsa. Ia menolak dikurung oleh bahasa dan melepaskan diri dari representasi citra. Seni abstrak juga memiliki aspek sebagai ruang penyembuhan (healing), bahkan spiritualitas. Pendekatan ini melampaui interpretasi logis yang sering membatasi ekspresi batin dan justru mendorong katarsis serta kontemplasi.

Dengan karakteristiknya sebagai seni yang menampakkan aspek nonrepresentasional, seni abstrak menempati posisi khas dalam art healing karena memungkinkan munculnya ekspresi emosi terdalam tanpa batasan citra.

Carl Gustav Jung(1964) dalam Man and His Symbols menyatakan bahwa ketika seseorang menyentuh alam bawah sadar, ia akan berurusan dengan bentuk-bentuk simbolik maupun abstrak yang “bukan produk rasional, melainkan realitas yang hidup, yang mengekspresikan dinamika jiwa.”¹

The Dragon In Your Heart (2025) karya Putu Fajar Arcana

Pandangan ini tercermin kuat dalam karya-karya Putu Fajar Arcana, terutama lukisan The Dragon in Your Heart, yang “secara ritmis ingin menangkap kelebat-kelebat naga yang hidup di dalam hati kita semuanya.”²

Naga, selain menjadi mahkluk mitologis dalam berbagai kebudayaan di dunia seperti dalam kebudayaan Tiongkok dan Bali, dalam karya Putu  menjadi simbol arketipal dari kekuatan batin yang bersemayam di ruang psikis terdalam. Naga adalah simbol energi batiniah yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan oleh rasio, namun terasa hadir dan aktif dalam diri manusia.

Seni abstrak berpotensi sebagai art healing seperti yang  diungkapkan oleh Shaun McNiff (2004) , yang menyatakan bahwa “abstraksi mengundang citra dan sensasi penyembuhan untuk muncul.”³ Hal ini mengingatkan kita pada karya Putu Fajar Arcana berjudul Safe the Dragon, yang menampilkan abstraksi naga dengan gestur diagonal. Putu menyebutkan bahwa abstraksi naga ini bermanuver ke bumi sebagai pengingat akan perlunya menjaga keseimbangan batin di tengah arus kekuatan destruktif yang mengintai dari luar maupun dalam diri.⁴

Sedangkan dalam karya Dragon Fly, yang menghadirkan paduan warna hitam, putih, dan merah, hadir kekuatan simbolik dari mitos naga Tiongkok yang menggenggam bulan. Warna-warna tersebut dalam tradisi Bali adalah simbol Tri Datu, yang bermakna siklus kehidupan: Upti (penciptaan), Stiti (pemeliharaan), dan Pralina (peleburan).

Safe The Dragon (2025) karya Putu Fajar Arcana

Dragon Fly (2025) karya Putu Fajar Arcana

Melalui abstraksi warna dan gerak, memori kolektif itu disublimkan menjadi citra emosional yang membuka ruang penyembuhan baik kultural maupun personalbahwa segala yang terjadi di dunia ini digerakkan oleh tiga energi semesta yang tercermin dalam Tri Datu, representasi dari Tri Murti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Rudolf Arnheim ( 1954) dalam Art and Visual Perception menegaskan bahwa unsur-unsur visual seperti warna dan ritme membangkitkan respons emosional mendalam.⁵ Karya Light in the Black Night menghadirkan kekuatan visual semacam ini. Teknik penuangan dan tiupan warna menciptakan impresi gerak yang seolah dihidupkan oleh napas. Berpadu dengan warna Tri Datu (merah, hitam, putih)  di atas latar gelap dan gestur tuangan cat yang ekspresif, karya ini memberikan sensasi tersendiri tentang gerak, tentang daya yang menggetarkan di tengah kegelapan.

Berbicara tentang diri berarti berbicara tentang tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan. Maka berbicara tentang healing atau penyembuhan diri berarti membicarakan tentang keselarasan keduanya. Dalam khazanah Bali, harmoni ini terangkum dalam lontar Buda Kecapi, yang menekankan hubungan antara aksara, tubuh, dan alam semesta.

Light In The Black Night (2025) karya Putu Fajar Arcana

A Fish In Lotus (2025) karya Putu Fajar Arcana

A Fish In Lotus (2025) karya Putu Fajar Arcana

Aksara bukan hanya bentuk visual, tetapi juga energi suara dan kesadaran. Seperti dikatakan oleh Dewa Purwita, “Buda Kecapi menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara-aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi antara tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala.”⁶

Dalam konteks estetika, suara adalah elemen dalam musik; sedangkan dalam seni rupa abstrak, Wassily Kandinsky (1911) tokoh seni lukis, menganggap warna dan bentuk memiliki muatan musikal dan spiritual. Ia menulis: “Color is the keyboard, the eyes are the harmonies, the soul is the piano with many strings.”⁷ Maka tiap elemen visual dan bagaimana proses perupa mengartikulasikannya menjadi bagian dari proses penyembuhan dan pembangkitan kesadaran tentang daya hidup dalam diri.

Karya Angel in Your Mind menjelma seperti partitur kesadaran yang terpecah-pecah. Panel-panel yang terpecah seolah mewakili bagian jiwa yang tercerai-berai karena konflik batin, trauma, atau kegamangan pikiran. Namun, di sanalah letak proses penyembuhan itu dimulai: saat seseorang bersedia menyusun kembali serpihannya dengan kejernihan dan kesadaran sebagai “malaikat penyelamat.” “Keterbukaan pikiran dan kejernihan dalam mengambil keputusan akan membebaskan dari keterpecahan.”⁸

Putu menempatkan karyanya ini bukan hanya sebagai karya individual, tetapi juga interaktif. Ia menawarkan pengalaman batin kepada audiens melalui aktivitas merangkai keping-keping puzzle karyanya, mengajak mereka untuk larut dalam aktivitas tersebut dan menyusun kembali kepingan kepingan jiwa masing-masing.

Circle Of Love (2025) karya Putu Fajar Arcana

A Wild Of Love (2025) karya Putu Fajar Arcana

Dalam karya A Fish in Lotus Flower dan Circle of Love, Arcana mengangkat simbol lotus sebagai padma kebijaksanaan dan cinta. “Keping-keping bunga dan daunnya membentuk lingkaran yang menyerupai mandala.”⁹ Dalam A Wild of Love, mawar menjadi simbol cinta yang “penuh duri, yang bisa melukai siapa saja yang lalai dan tergesa-gesa.”¹⁰ melalui karya ini seperti mengingatkan kita tentang  kewaspadaan, mencintai dengan kehadiran, bukan dengan kelengahan dan pengabaian.

Melalui karya-karya yang dihadirkan Putu Fajar Arcana kita dapat melihat bagaimana seni lukis abstrak/abstraksi tidak kehilangan makna hanya karena karakteristiknya yang kian menjauh dari image–image representasional, dengan warna, komposisi, teknik , hingga simbol yang dihadirkan melalui abstraksi, justru memperluas cakrawala persepsi kita terhadap emosi, dan penyembuhan batiniah.

Putu Fajar Arcana mengabstraksi memori kolektif tentang mitologi, simbol, hingga ekspresi personal,  menjadi irama visual yang menggetarkan secara batiniah, namun tetap puitis secara visual. Dalam konteks karya karya Putu Fajar Arcana, seni abstrak tidak cukup lagi diurai dari aspek formalnya, bukan pula berhenti pada analisis atas style dari sekian banyak style dalam karya abstrak , tetapi jalan menuju pengenalan diri, pengobatan luka, dan penguatan jiwa.[T]

Notes:

1. Carl G. Jung, Man and His Symbols, Dell Publishing, 1964, hlm. 105.

2. Artist Statement Putu Fajar Arcana, untuk karya The Dragon in Your Heart, 2025.

3. Shaun McNiff, Art Heals: How Creativity Cures the Soul, Shambhala Publications, 2004, hlm. 87.

4. Artist Statement Putu Fajar Arcana, untuk karya Safe the Dragon, 2025.

5. Rudolf Arnheim, Art and Visual Perception: A Psychology of the Creative Eye, University of California Press, 1954, hlm. 125–132.

6. Dewa Purwita,  dalam Budakacapi,  Katalogus Pameran SLF 2025.  Buda Kecapi, Penjelajahan Kedalam Diri. Chapter 1.

7. Wassily Kandinsky, Concerning the Spiritual in Art, Dover Publications, 1911, hlm. 25.

8. Artist Statement Putu Fajar Arcana, untuk karya Angel in Your Mind, 2025.

9. Artist Statement Putu Fajar Arcana, untuk  karya Circle of Love, 2025.

10. Artist Statement Putu Fajar Arcana, untuk karya A Wild of Love, 2025.

Penulis: I Made Susanta Dwitanaya
Editor: Jaswanto

Titik dan Garis Ni Nyoman Sani
Psikologi Humanistik Polenk
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
Tags: KuratorialPameran Seni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Titik dan Garis Ni Nyoman Sani

Next Post

Di Garis Finish Mereka Disambut Seperti Pejuang — Cerita Lomba Gerak Jalan 17 KM Putri di Singaraja

Made Susanta Dwitanaya

Made Susanta Dwitanaya

Penulis dan kurator seni rupa. Lahir dan tinggal di Tampaksiring, Gianyar

Related Posts

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails
Next Post
Di Garis Finish Mereka Disambut Seperti Pejuang — Cerita Lomba Gerak Jalan 17 KM Putri di Singaraja

Di Garis Finish Mereka Disambut Seperti Pejuang -- Cerita Lomba Gerak Jalan 17 KM Putri di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co