25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

tatkala by tatkala
August 13, 2025
in Pameran
Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Putu Fajar Arcana bersama lukisannya

PENULIS Putu Fajar Arcana menggunakan aktivitas melukis sebagai metode healing bagi batinnya yang terluka. Tumpahan cat dan warna-warna yang berpendar di atas kanvas, telah membuatnya seperti memasuki alam meditasi. Proses melukis membimbingnya menjadi lebih rileks dan perlahan menemukan ketenteraman batin. Penulis senior itu kini siap memamerkan puluhan karya terbarunya. 

Lukisan-lukisan hasil healing selama 2 tahun terakhir ini, akan dipamerkan dalam A Solo Exhibition “Chromatica”, 17-21 Agustus 2025 di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta. Sedangkan pembukaan pameran akan digelar, Sabtu (16/8/2025), pukul 18.00 WIB, dan akan diisi dengan pertunjukan teater “Tubuh Bertumbuh: Dukkha-Daya-Cahaya”. Pameran ini dikuratori oleh Trianzani Sulshi, seorang arsitek muda yang banyak menjadi kurator dalam berbagai pameran dan pementasan seni.

Pentas teater akan menampilkan aktris Sha Ine Febriyanti, Joane Win, dan penari Try Anggara. Ketiganya akan berkolaborasi dengan memainkan naskah karya Angelina Arcana. Pertunjukan ini menggabungkan seni sastra, teater, tari, seni rupa. Pameran ini terselenggara berkat kerja sama Arcana Artworks, The Dharmawangsa, dan Bakti Budaya Djarum Foundation. Didukung juga oleh In-lite, Sango, dan Sababay.

Pelukis Putu Fajar Arcana sedang bekerja di Studio Arcana di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Lukisan-lukisannya diciptakan dari elemen-elemen seperti air, api, angin, cat, dan gas, yang merupakan elemen-elemen dasar dari alam semesta | Foto: Arcana Artwork

Menurut Project Manager Chromatica, Angelina Arcana, proyek seni ini memang berniat memadukan antara sastra, teater, tari, dan seni rupa. Meskipun, katanya, seni rupa akan menjadi presentasi yang paling menonjol.

“Kebetulan pelukisnya, selama masa Covid-19 mendalami teknik melukis fluid art, yang dianggap mampu mengalirkan kegundahan batinnya. Teknik ini sebenarnya seperti art moment, seni yang tidak bisa diduplikasi. Ia hanya terjadi pada momen tertentu dan karena itu sangat dekat dengan kondisi kebatinan senimannya,” ujar Angel, Selasa (12/8/2025) di Jakarta. 

Puluhan karya

Angel menambahkan pameran tunggal “Chromatica” Putu Fajar Arcana akan menampilkan 34 karya dalam periode dua tahun terakhir. Karya-karya terdahulu, yang ia kerjakan pada periode 2022-2023 tidak turut ditampilkan karena alasan teknis artistik.

“Kita akan tampilkan lukisan-lukisan yang diciptakan pada periode 2024 dan 2025, karena pada fase inilah pelukisnya merasa perlahan menuju kesembuhan dan menemukan jalan kesenirupaan yang berbeda,” kata Angel.

Putu Fajar Arcana, lahir di Negara, Bali tahun 1965. Putu lebih dikenal sebagai jurnalis dan penulis. Ia menjadi jurnalis harian Kompas Jakarta 1994-2022. Buku-buku tunggalnya diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas berupa novel, cerpen, puisi, drama, dan esai. Selama masa Covid-19 mendalami teknik melukis dutch pour dengan menggunakan alat-alat melukis tak biasa.

Ia kemudian memperkaya teknik ini dengan mengembangkan konsep melukis berdasarkan lima unsur alam: padat, cair, api, angin, dan gas. Pertama kali berpameran saat membantu para petani di Gianyar dengan mengikuti pameran Lukisan Bukan Pelukis (1999) di Bali Mangsi Denpasar. Kemudian menggelar pameran Mencuri Waktu (2000) di kantor Kompas Biro Denpasar, pameran seni rupa Lindu (2006) di Bentara Budaya Yogyakarta, Grateful Dead (2013) di Bentara Budaya Jakarta. Tahun 2024 dan 2025 menyumbangkan karya dalam lelang Sidharta Auctioneer Jakarta untuk mendukung Indonesian Dance Festival (IDF).

Foto: Putu Fajar Arcana bersama lukisan karyanya | Foto: Arcana Artwork

Menurut Putu Fajar Arcana, kata “chromatica” dinilai mampu mewakili pencariannya dalam dunia seni rupa. Warna-warna, sesungguhnya tercipta dari satu gelombang cahaya yang dipantulkan oleh sumber cahaya. “Ini hukum yang dicetuskan oleh Isaac Newton, di mana setiap warna tercipta tergantung dari panjang pendeknya gelombang,” ujar Putu.

Seniman yang kini bertransformasi dari penulis ke pelukis ini, menempatkan warna sebagai wujud nyata dari gelombang cahaya. “Dan warna itu terpadatkan lewat lukisan. Karena itu, lukisan bersumber dari cahaya yang dibutuhkan dalam proses healing,” katanya.

Saat melukis, Putu melakukan proses yang berbeda dibandingkan dengan proses melukis pada umumnya. Ia sama sekali tidak menggunakan kuas sebagai alat utama dalam melukis. Pelukis yang juga sutradara teater ini, menggunakan tiupan angin, panas api, dan tumpahan air untuk membentuk lapis demi lapis warna di atas kanvas.

Oleh sebab itu, ia menyebutnya karya-karyanya tercipta dengan mengeksplorasi elemen-elemen alam. “Dan itu sangatlah dekat dengan meditasi, di mana kita menyadari keberadaan kita sebagai makhluk di tengah-tengah semesta yang maha besar ini. Penyadaran diri ini penting dalam proses healing,” ujar Putu.

Hariadi Jasim dari The Dharmawangsa Jakarta berharap agar pameran “Chromatica” menjadi penanda bahwa hotel di wilayah selatan Jakarta itu, menjadi pusat pengembangan kebudayaan. “Hotel ini juga didesain dengan memadukan unsur-unsur budaya Jawa dan Barat. Semoga perpaduan itu menjadi rumusan penting dalam pencapaian kebudayaan modern Indonesia,” ujarnya.

Menurut Angel, selama pameran berlangsung akan digelar beberapa aktivitas seperti artist tour dan art for healing. Saat artist tour, pelukis akan menarasikan proses penciptaan pada setiap lukisan, termasuk berbagai pengalaman spiritual yang menyertainya. Para peserta aktivitas ini akan dijaring melalui akun Instagram: @arcanaartwoks. [T]

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Art Healing dan Seni Lukis Abstrak: Membaca Karya Putu Fajar Arcana
Titik dan Garis Ni Nyoman Sani
Psikologi Humanistik Polenk
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
Tags: JakartaPameran Seni RupaPutu Fajar ArcanaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Next Post

Wayan Balawan Gelar “Bali Banjar Music Festival 2025”: Kolaborasi Musik Tradisi-Modern Sebagai Jembatan Musik Lokal dan Internasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Wayan Balawan Gelar “Bali Banjar Music Festival 2025”: Kolaborasi Musik Tradisi-Modern Sebagai Jembatan Musik Lokal dan Internasional

Wayan Balawan Gelar "Bali Banjar Music Festival 2025": Kolaborasi Musik Tradisi-Modern Sebagai Jembatan Musik Lokal dan Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co