26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 13, 2025
in Esai
Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Ilustrasi tatkala.co

Pati

Pati adalah nama sebuah wilayah di Jawa.

Pati dalam bahasa Indonesia berarti esensial dari sesuatu sama dengan les pada unsur material/ kayu, mani/mustika pada unsur cair , cahaya/nur pada unsur api. Pati bersifat netral. Dalam ranah jasmani dan rohani, maknanya bisa terbaik, pati dalam rohani, dianggap mati bagi yang jasmani, mati bagi yang jasmani dianggap mati bagi yang rohani. Pati dalam penguatan maknanya sering ditambahkan kata sari (esensi bunga) sehingga menjadi saripati.

Sesuatu itu, bisa material, spiritual dan paduan material spiritual. Sebutan saripati lebih mengarah pada sesuatu yang bersifat material-spiritual, yang hidup, nampak dan bisa dirasakan oleh indria.

Esensi yang netral, yang tidak hidup/tidak bergerak, tenang, (degdeg dalam bahasa Bali) dianggap telah sampai, mencapai tujuan (kebahagian lahir). Pencapaian dari esensi yang hidup disebut harmonis, bisa bermakna merdeka, bebas, menang, wijaya.

Proses pencapaian ini dimulai dari usaha lahir batin sehingga menjadi “sida”, harmoni “sada”, sakti/berkekuatan ” sidi”, berguna dan bermakna “sadu’.

Bupati

Ada proses (lahir batin) yang harus dilakukan oleh yang hidup untuk sampai pada kondisi merdeka, menang dll, yang disebut moksa
(kebahagiaan lahir batin)

Seorang manusia, sebagai mahluk hidup, adalah juga mikrokosmos (semesta kecil/buana alit) yang terdiri dari 5 unsur (material padat, material cair, api/panas/temperatur, udara dan ruang kosong/akasa, variasi dan turunannya).
Kelima unsur, variasi dan turunannya juga ada di luar diri manusia/mahluk hidup dalam makrokosmos/buana agung.

Seorang manusia yang menyadari keberadaannya sebagai mahluk di bumi yang memiliki badan kasar (stula sarira), badan halus (suksma sarira) dan badan penyebab (roh/atma), secara alamiah akan belajar tentang sesuatu yang dirasakan dan dipikirkannya. Seperti halnya seorang bayi yang baru lahir yang lapar, menangis, lalu mencoba menggapai puting susu ibunya.

Perjalanan hidup manusia sebagai mikrokosmos yang berhadapan dengan mikrokosmos lain dan makrokosmos dengan segala variasi dan turunannya, akan memberinya pelajaran. Pelajaran bisa didapatkan kalau mau belajar.

Seorang bayi belajar mengenali, memahami unsur material pada tubuhnya, agar bisa merangkak, dan berdiri.

Unsur material mudah kenali karena bisa dicerap panca indria. Tanah adalah unsur material makrokosmos mudah kenali, dan dipahami, karena bersifat relatif tetap dan diam.

Seorang manusia yang belajar dan telah mendapat pengetahuan tentang dirinya sendiri dan mendapatkan esensi dari perjalanan hidupnya, dikatakan sada, netral/bebas/merdeka.

Dalam sejarah peradaban manusia, pada masa awal, budaya sebagai hasil dari budi (jiwa, dan pikiran yang didayakan) lahir dan tercipta dari hubungan manusia dengan alam. Alam dan unsur-unsurnya dimanfaatkan sebagai cermin/alat refleksi bagi manusia.

Cermin yang diam dan tidak bergerak adalah tanah, maka ditanamilah tanah, sehingga menumbuhkan pohon-pohon yang berguna bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Pengelolaan atas tanah menghasilkan berbagai tumbuhan yang mengandung berbagai unsur dan esensinya atau pati.

Mungkin itu sebabnya jaman dahulu di Indonesia, Bali yang bisa menguasai, penguasa tanah, disebut bupati (bhu berarti tanah).

Konsep menguasai sejajar dengan menakluklan/memenangkan atas sesuatu atau salah satu unsur, misalnya tanah, air, api, udara, dan akasa. Usaha penaklukan sehingga mendapatkan kemenangan dalam laku spiritual salah satunya adalah tapa/brata pati geni (mematikan api/nafsu dalam diri) , dalam tradisi Hindu di Bali usaha sejenis ini dilakukan saat upacara Nyepi yang disebut mati geni, api, lelungaan(bepergian), wawalungaan (hiburan).

Pemimpin

Pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah seseorang yang membimbing atau memimpin sesuatu.

Sesuatu itu bersifat material, spiritual dan gabungan antara material-spiritual, diri, manusia, kelompok manusia dalam hubungannya dengan tempat, ruang, waktu, kondisi dan situasi.

Pemimpin dalam negara Republik Indonesia dipilih dan ditetapkan berdasarkan sistem politik yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Yang direalisasikan dalam bentuk Pemilihan Umum.

Pemimpin adalah yang terpilih dengan suara terbanyak, yang dihitung berdasarkan perolehan lewat kartu suara.

Cermin

Pemimpin tugasnya memimpin manusia, dipilih dengan suara yang dihasilkan oleh manusia tetapi kemudian direfleksikan lewat kartu suara (terbuat dari kertas, dicoblos langsung). Lalu bisakah kartu suara dipakai sebagai alat bercermin untuk merefleksikan manusia yang akan dipimpinnya? Kartu suara adalah buatan manusia bukan alam, bersifat imitasi, proses pembuatan, pengumpulan, penghitungann dan penetapannya berhadapan dengan ruang dan waktu, sangat mudah direkayasa, tak bisa dan tak layak sebagai cermin.

Perkembangan pengetahuan dalam sistem politik dengan alat kartu suara bisa sebagai repleksi jika dilakukan pada pemilihan pemimpin yang dibuka secara langsung di hadapan pemilih dalam ruang dan waktu yang terbatas.

Manusia jaman dahulu bercermin pada alam, agar bisa memimpin dirinya dan orang lain, seseorang biasanya akan bercermin terlebih dahulu pada dirinya, pada unsur alam pada diri, sebelum bisa bercermin pada orang lain yang akan dipimpinnya.

Cermin sebagai refleksi diri, bermanfaat untuk memantulkan diri jiwa-raga bagi seseorang yang sadar ” tidak tidur’ agar bisa mengenali diri sejatinya sebagai jiwa-raga, sebagai pemimpin.

Pemimpi

Mimpi adalah rangkaian pikiran, emosi, dan sensasi yang terjadi secara tidak sadar saat seseorang tidur.

Mimpi adalah sesuatu gambaran (pikiran, kata-kata, perbuatan yang bersifat spirit) tidak nyata tidah bisa dilihat didengar, dicium, disentuh dan dicecap oleh panca idria.
Gambaran yang bersifat tidak nyata juga biasa dialaami oleh orang yang ada dalam kondisi masuk (mabuk alkohol, masuk zat adiktif dan mabuk pikiran).
Jika mabuk dari unsur luar, mudah dikenali, mabuk pikiran (merasa paling: berdaya, berupa, berkuasa, berarta, berarti, berguna, dan bermakna) berbahaya bagi dirinya dan orang lain. Karena tak tahu, tak sadar diri sedang mabuk, tapi orang luarlah yang tahu dan sadar seseorang itu sedang mabuk, sehingga hidupnya tak ubahnya sebagai mimpi. Mabuknya akan semakin menjadi-jadi saat ada orang yang tahu, tetapi tidak mengingatkan/ menyadarkannya dari tidur panjangnya, dari mimpi-mimpi indahnya.

Orang yang hidupnya hanya mempercayai, hanya mau melihat bayangan-bayangan yang tak kasad mata, yang tak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata disebut pemimpi.

Saya berharap jika suatu saat saya ada dalam kondisi mimpi dan tak bangun-bangun, semoga ada seseorang yang bisa dengan sekuat tenaga membangunkan, karena konon seorang pemimpi sulit dibangunkan, walau gempa dan dunia runtuh. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan
Manusia, Karya, Tulisan, Penderitaan dan Kebahagiaan
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tags: bupatipemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teringat Ibu, Teringat Kutukan

Next Post

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co