13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 13, 2025
in Esai
Pati, Bupati, Pemimpin, Cermin, dan Pemimpi

Ilustrasi tatkala.co

Pati

Pati adalah nama sebuah wilayah di Jawa.

Pati dalam bahasa Indonesia berarti esensial dari sesuatu sama dengan les pada unsur material/ kayu, mani/mustika pada unsur cair , cahaya/nur pada unsur api. Pati bersifat netral. Dalam ranah jasmani dan rohani, maknanya bisa terbaik, pati dalam rohani, dianggap mati bagi yang jasmani, mati bagi yang jasmani dianggap mati bagi yang rohani. Pati dalam penguatan maknanya sering ditambahkan kata sari (esensi bunga) sehingga menjadi saripati.

Sesuatu itu, bisa material, spiritual dan paduan material spiritual. Sebutan saripati lebih mengarah pada sesuatu yang bersifat material-spiritual, yang hidup, nampak dan bisa dirasakan oleh indria.

Esensi yang netral, yang tidak hidup/tidak bergerak, tenang, (degdeg dalam bahasa Bali) dianggap telah sampai, mencapai tujuan (kebahagian lahir). Pencapaian dari esensi yang hidup disebut harmonis, bisa bermakna merdeka, bebas, menang, wijaya.

Proses pencapaian ini dimulai dari usaha lahir batin sehingga menjadi “sida”, harmoni “sada”, sakti/berkekuatan ” sidi”, berguna dan bermakna “sadu’.

Bupati

Ada proses (lahir batin) yang harus dilakukan oleh yang hidup untuk sampai pada kondisi merdeka, menang dll, yang disebut moksa
(kebahagiaan lahir batin)

Seorang manusia, sebagai mahluk hidup, adalah juga mikrokosmos (semesta kecil/buana alit) yang terdiri dari 5 unsur (material padat, material cair, api/panas/temperatur, udara dan ruang kosong/akasa, variasi dan turunannya).
Kelima unsur, variasi dan turunannya juga ada di luar diri manusia/mahluk hidup dalam makrokosmos/buana agung.

Seorang manusia yang menyadari keberadaannya sebagai mahluk di bumi yang memiliki badan kasar (stula sarira), badan halus (suksma sarira) dan badan penyebab (roh/atma), secara alamiah akan belajar tentang sesuatu yang dirasakan dan dipikirkannya. Seperti halnya seorang bayi yang baru lahir yang lapar, menangis, lalu mencoba menggapai puting susu ibunya.

Perjalanan hidup manusia sebagai mikrokosmos yang berhadapan dengan mikrokosmos lain dan makrokosmos dengan segala variasi dan turunannya, akan memberinya pelajaran. Pelajaran bisa didapatkan kalau mau belajar.

Seorang bayi belajar mengenali, memahami unsur material pada tubuhnya, agar bisa merangkak, dan berdiri.

Unsur material mudah kenali karena bisa dicerap panca indria. Tanah adalah unsur material makrokosmos mudah kenali, dan dipahami, karena bersifat relatif tetap dan diam.

Seorang manusia yang belajar dan telah mendapat pengetahuan tentang dirinya sendiri dan mendapatkan esensi dari perjalanan hidupnya, dikatakan sada, netral/bebas/merdeka.

Dalam sejarah peradaban manusia, pada masa awal, budaya sebagai hasil dari budi (jiwa, dan pikiran yang didayakan) lahir dan tercipta dari hubungan manusia dengan alam. Alam dan unsur-unsurnya dimanfaatkan sebagai cermin/alat refleksi bagi manusia.

Cermin yang diam dan tidak bergerak adalah tanah, maka ditanamilah tanah, sehingga menumbuhkan pohon-pohon yang berguna bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Pengelolaan atas tanah menghasilkan berbagai tumbuhan yang mengandung berbagai unsur dan esensinya atau pati.

Mungkin itu sebabnya jaman dahulu di Indonesia, Bali yang bisa menguasai, penguasa tanah, disebut bupati (bhu berarti tanah).

Konsep menguasai sejajar dengan menakluklan/memenangkan atas sesuatu atau salah satu unsur, misalnya tanah, air, api, udara, dan akasa. Usaha penaklukan sehingga mendapatkan kemenangan dalam laku spiritual salah satunya adalah tapa/brata pati geni (mematikan api/nafsu dalam diri) , dalam tradisi Hindu di Bali usaha sejenis ini dilakukan saat upacara Nyepi yang disebut mati geni, api, lelungaan(bepergian), wawalungaan (hiburan).

Pemimpin

Pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah seseorang yang membimbing atau memimpin sesuatu.

Sesuatu itu bersifat material, spiritual dan gabungan antara material-spiritual, diri, manusia, kelompok manusia dalam hubungannya dengan tempat, ruang, waktu, kondisi dan situasi.

Pemimpin dalam negara Republik Indonesia dipilih dan ditetapkan berdasarkan sistem politik yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Yang direalisasikan dalam bentuk Pemilihan Umum.

Pemimpin adalah yang terpilih dengan suara terbanyak, yang dihitung berdasarkan perolehan lewat kartu suara.

Cermin

Pemimpin tugasnya memimpin manusia, dipilih dengan suara yang dihasilkan oleh manusia tetapi kemudian direfleksikan lewat kartu suara (terbuat dari kertas, dicoblos langsung). Lalu bisakah kartu suara dipakai sebagai alat bercermin untuk merefleksikan manusia yang akan dipimpinnya? Kartu suara adalah buatan manusia bukan alam, bersifat imitasi, proses pembuatan, pengumpulan, penghitungann dan penetapannya berhadapan dengan ruang dan waktu, sangat mudah direkayasa, tak bisa dan tak layak sebagai cermin.

Perkembangan pengetahuan dalam sistem politik dengan alat kartu suara bisa sebagai repleksi jika dilakukan pada pemilihan pemimpin yang dibuka secara langsung di hadapan pemilih dalam ruang dan waktu yang terbatas.

Manusia jaman dahulu bercermin pada alam, agar bisa memimpin dirinya dan orang lain, seseorang biasanya akan bercermin terlebih dahulu pada dirinya, pada unsur alam pada diri, sebelum bisa bercermin pada orang lain yang akan dipimpinnya.

Cermin sebagai refleksi diri, bermanfaat untuk memantulkan diri jiwa-raga bagi seseorang yang sadar ” tidak tidur’ agar bisa mengenali diri sejatinya sebagai jiwa-raga, sebagai pemimpin.

Pemimpi

Mimpi adalah rangkaian pikiran, emosi, dan sensasi yang terjadi secara tidak sadar saat seseorang tidur.

Mimpi adalah sesuatu gambaran (pikiran, kata-kata, perbuatan yang bersifat spirit) tidak nyata tidah bisa dilihat didengar, dicium, disentuh dan dicecap oleh panca idria.
Gambaran yang bersifat tidak nyata juga biasa dialaami oleh orang yang ada dalam kondisi masuk (mabuk alkohol, masuk zat adiktif dan mabuk pikiran).
Jika mabuk dari unsur luar, mudah dikenali, mabuk pikiran (merasa paling: berdaya, berupa, berkuasa, berarta, berarti, berguna, dan bermakna) berbahaya bagi dirinya dan orang lain. Karena tak tahu, tak sadar diri sedang mabuk, tapi orang luarlah yang tahu dan sadar seseorang itu sedang mabuk, sehingga hidupnya tak ubahnya sebagai mimpi. Mabuknya akan semakin menjadi-jadi saat ada orang yang tahu, tetapi tidak mengingatkan/ menyadarkannya dari tidur panjangnya, dari mimpi-mimpi indahnya.

Orang yang hidupnya hanya mempercayai, hanya mau melihat bayangan-bayangan yang tak kasad mata, yang tak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata disebut pemimpi.

Saya berharap jika suatu saat saya ada dalam kondisi mimpi dan tak bangun-bangun, semoga ada seseorang yang bisa dengan sekuat tenaga membangunkan, karena konon seorang pemimpi sulit dibangunkan, walau gempa dan dunia runtuh. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Manusia, Sakit, Obat dan Pengobatan
Manusia, Karya, Tulisan, Penderitaan dan Kebahagiaan
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tags: bupatipemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teringat Ibu, Teringat Kutukan

Next Post

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Seni untuk “Healing”: Pameran “Chromatica” Putu Fajar Arcana di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co