12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemerdekaan yang Mendidik: Menyongsong Indonesia Emas dengan Jiwa Taman Siswa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
August 11, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

TAHUN ini, Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-80. Sebuah usia yang matang untuk sebuah bangsa, yang seharusnya tak lagi disibukkan dengan pertanyaan tentang apa arti kemerdekaan, tetapi sudah menjejakkan langkah pasti untuk memastikan setiap rakyatnya hidup dalam kemerdekaan sejati.

Tema peringatan tahun ini—”Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”—bukanlah sekadar slogan seremonial. Ia adalah visi kolektif yang seharusnya diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menyentuh akar persoalan bangsa. Dan jika kita jujur melihat ke dalam, maka sistem pendidikan nasional adalah salah satu akar yang paling menentukan apakah kita benar-benar bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju—atau hanya tampak demikian dari luar.

Pendidikan Nasional: Cermin dari Kemerdekaan Sejati

Pendidikan bukan sekadar urusan kurikulum, akreditasi, atau indeks PISA. Pendidikan adalah proses pembentukan manusia merdeka. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada 1922, pendidikan dimaknai sebagai jalan untuk memerdekakan manusia Indonesia dari penindasan, kebodohan, dan ketergantungan. Filosofi “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” bukan hanya prinsip kepemimpinan, tetapi jantung dari visi pendidikan Indonesia yang humanis, nasionalis, dan berakar pada kebudayaan sendiri.

Namun, yang terjadi selama ini adalah pendekatan teknokratis yang terlalu sering menempatkan pendidikan dalam logika industri dan pasar. Anak-anak dipacu untuk lulus, bukan untuk tumbuh. Guru dinilai dari angka kredit, bukan dari kebermaknaan perannya. Sekolah lebih banyak mengejar ranking, bukan menciptakan ruang aman untuk bertanya, bermimpi, dan berbuat.

Di sinilah kita membutuhkan kemerdekaan kedua: kemerdekaan dalam pendidikan.

Menjemput Indonesia Emas 2045 dari Taman yang Sederhana

Jika pemerintah serius menuju Indonesia Emas 2045—yang dicita-citakan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia—maka kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa sistem pendidikan kita berpihak kepada anak, bukan kepada pasar. Kita harus kembali ke semangat Taman Siswa, di mana pendidikan adalah taman yang menyuburkan potensi setiap manusia, bukan ladang produksi yang menyeragamkan mereka.

Dalam filosofi Taman Siswa, pendidikan tidak memisahkan antara akal, rasa, dan karsa. Tidak ada dikotomi antara ilmu dan moral, antara logika dan kebudayaan. Murid dididik untuk mencintai tanah air, memahami dirinya, menghormati sesama, dan berani berpikir merdeka. Inilah bekal sejati menuju kedaulatan.

Jika ini dihidupkan kembali dalam sistem nasional—melalui kurikulum, pelatihan guru, sistem evaluasi, hingga pendanaan yang berbasis kesetaraan dan keberpihakan—maka mimpi tentang bangsa yang bersatu dan berdaulat akan semakin nyata. Maka kesejahteraan rakyat tak lagi sebatas statistik, melainkan tampak dari anak-anak yang bahagia belajar, pemuda yang mampu berkarya, dan warga yang terlibat aktif dalam pembangunan berbasis nilai dan kearifan lokal.

Bersatu, Berdaulat, dan Maju dari Ruang Kelas

Terlalu sering kita mendambakan kemajuan dari teknologi, industri, dan investasi luar negeri. Padahal, kemajuan yang sesungguhnya lahir dari ruang-ruang kelas yang menyemai pemikiran kritis, dari guru-guru yang dihormati bukan karena gelarnya, tapi karena keikhlasannya, dari sekolah-sekolah yang bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tapi rumah bagi tumbuhnya karakter bangsa.

Indonesia tidak akan benar-benar berdaulat jika sistem pendidikannya masih tunduk pada standar global yang tidak kontekstual. Indonesia tidak akan benar-benar sejahtera jika generasinya kehilangan kepercayaan diri untuk menjadi dirinya sendiri. Dan Indonesia tidak akan benar-benar maju jika tidak memerdekakan kembali cara mendidik bangsanya.

Taman Siswa bukanlah romantisme masa lalu. Ia adalah masa depan pendidikan Indonesia—jika kita punya keberanian untuk kembali kepada akar, dan membangunnya dengan semangat zaman.

Penutup :

Di usia ke-80 ini, mari kita rayakan kemerdekaan bukan hanya dengan bendera dan lagu, tetapi dengan komitmen untuk membebaskan pendidikan dari segala bentuk kolonialisme baru: angka, sertifikasi, dan mekanisme teknokratis yang lupa pada ruh pendidikan itu sendiri. Karena hanya dengan pendidikan yang membebaskan dan membudayakan, kita bisa benar-benar bersatu, berdaulat, rakyatnya sejahtera, dan Indonesia-nya maju. [T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
ROJALI dan ROHANA di Pusat Perbelanjaan Bernama Ekonomi
Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana
Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?
Saat Dunia Kian Pintar, Tapi Nurani Kian Pudar
Tidak Ada Definisi untuk Anak Pertama Saya
PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga
Tags: HUT Kemerdekaan RIkemerdekaanPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah, Protes, dan Hak Suara Warga: Belajar Dari Protes Supir Pengangkut Sampah

Next Post

Menghapus Stigma Anak Muda Bali Apatis

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Menghapus Stigma Anak Muda Bali Apatis

Menghapus Stigma Anak Muda Bali Apatis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co