2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sampah, Protes, dan Hak Suara Warga: Belajar Dari Protes Supir Pengangkut Sampah

J. Savitri by J. Savitri
August 11, 2025
in Esai
Sampah, Protes, dan Hak Suara Warga: Belajar Dari Protes Supir Pengangkut Sampah

Ilustrasi tatkala.co

“Sampah bikin sendiri, selesaikan sendiri. Jangan suruh orang yang urus. Saya punya sampah saya kirim ke rumahmu, mau?”

Begitu pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster ketika merespon belasan motor pengangkut sampah yang terparkir di sekitar Kantor Gubernur Bali. Aksi ini dilakukan oleh supir motor cikar (moci) pengangkut sampah setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penutupan TPA Suwung, dimulai dengan pelarangan sampah organik mulai tanggal 1 Agustus 2025. Pengelola sampah kebingungan; siapa yang harus memilah sampah yang sudah tercampur? Kemana sampah organik harus dibuang?

Secara sadar mereka mengakui bahwa aksi ini adalah bentuk protes–sebuah ekspresi yang sangat umum dilakukan dalam sistem masyarakat demokratis. Melaluinya, publik dapat menyampaikan aspirasi, kritik, atau perbedaan pendapat.

Pada dasarnya, protes merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang, khususnya melalui kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Dari sini masyarakat punya kesempatan untuk menyampaikan keluhan, menentang peraturan yang tidak adil, meminta pertanggungjawaban dari para penyelenggara negara, serta mendorong perubahan sosial yang positif.

Protes, dari yang melibatkan kekerasan sampai yang bersifat damai, telah mengantarkan banyak kelompok di dunia menuju perubahan sistemik. Sebagai contoh, di Indonesia, Perang Diponegoro, Serangan 10 November, Bandung Lautan Api, hingga Puputan Margarana merupakan bentuk protes dengan cara kekerasan atau melalui serangan bersenjata. Aksi seperti ini terjadi karena penindasan yang dilakukan oleh penguasa (dalam hal ini pemerintah kolonial) terhadap rakyat. Misalnya, pemerintah kolonial sering mengeluarkan kewajiban pajak tinggi dan memberatkan tanpa jaminan kehidupan yang baik untuk rakyat.

Melalui pelajaran sejarah, kita mengenal peristiwa-peristiwa tersebut sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan. Disadari atau tidak, aksi protes yang seringkali melibatkan kekerasan telah mengantarkan kita pada kebebasan atas penindasan secara langsung oleh bangsa Eropa di masa kolonial.

Aksi protes kerap muncul saat publik merasakan ketidak adilan. Dari India, Mahatma Gandhi memperkenalkan pada dunia sebuah metode aksi massa tanpa kekerasan yang berhasil memicu gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan sehingga mengantarkan negaranya pada kemerdekaan di tahun 1947. Aksi yang dikenal sebagai peaceful protest, adalah aksi damai tanpa kekerasan yang dilakukan dengan tujuan menyuarakan pesan, mengambil perhatian dan menuntut perubahan. Ekspresinya bisa bermacam-macam, mulai dari pawai protes atau aksi long march, mogok makan, pemasangan spanduk atau mural di tempat-tempat strategis, teater jalanan, upacara sakral, hingga boikot yang saat ini sering terjadi.

Oleh karena itu, aksi yang dilakukan supir moci pengangkut sampah bisa masuk ke dalam kategori aksi damai. Sebagai penyelenggara negara dengan sistem pemerintahan demokrasi, Pemprov Bali harusnya senang dan mengapresiasi kelompok pengelola sampah atas partisipasi publiknya. Tidak ada yang lebih buruk dari masyarakat yang apatis dan tidak mau tahu urusan politik. Dengan kritik yang disampaikan, pemerintah punya kesempatan untuk terus mengembangkan institusi dan pelayanannya. Jika membayahakan siapapun, mengapa harus menghindar dari kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik?

Gubernur Koster atau pejabat lainnya tidak perlu mengambil hati atas aksi yang dilakukan di kantor pemerintahan, apalagi jika itu adalah respons terhadap kebijakan. Aksi seperti ini adalah wujud kritik terhadap penyelengaraan negara dan/atau kapasitas pemimpin. Jika pemimpin diibaratkan orang tua dan rakyat adalah anaknya justru baik ketika sang anak menyuarakan kekecewaannya; yang mengkhawatirkan adalah jika mereka acuh tak peduli. Pemerintah seharusnya merespon dengan mengajak masyarakat berdialog dan mendengarkan aspirasinya.

Jika Pemprov Bali telah mengeluarkan kebijakan yang dibarengi dengan sosialisasi, aksi para pengangkut sampah justru bisa dijadikan momen refleksi; apakah metode tersebut sudah tepat sasaran? Jangan-jangan pendekatan yang dilakukan belum menyentuh akar permasalahannya.

Dengan perencanaan yang matang, pemerintah dapat menyusun strategi pengelolaan sampah yang efektif. Contohnya sudah banyak di luar sana. Proses perencanaan ini bisa dimulai dengan mengundang stakeholder terkait untuk berdiskusi tentang akar permasalahan sampah dan merencanakan solusi yang realistis dijalankan. Supir pengangkut sampah dapat menjadi kontributor paling penting sebab pengalamannya langsung dalam mengurus sampah.

Selanjutnya, sangat wajib dilibatkan dan diminta pertanggung jawabannya: perusahaan-perusahaan yang terus memproduksi dan meraup keuntungan besar dari penjualan secara besar-besaran produk berkemasan sekali pakai yang saat ini sampahnya memenuhi hampir setiap sudut pandang mata.[T]

Penulis: J. Savitri
Editor: Adnyana Ole

Mengelola Sampah Berbasis Sumber, Seperti Mengelola Tinja
Bali, Pemimpin, Sampah dan “Campah”
Sampah, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola : Belajar dari Oshaki Jepang
Tags: balidaur ulang sampah plastikSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik

Next Post

Kemerdekaan yang Mendidik: Menyongsong Indonesia Emas dengan Jiwa Taman Siswa

J. Savitri

J. Savitri

Penyuka martabak dan senang belajar, sesekali menyanyi. Saat ini sedang menimba ilmu di Bali Utara

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Kemerdekaan yang Mendidik: Menyongsong Indonesia Emas dengan Jiwa Taman Siswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co