24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sampah, Protes, dan Hak Suara Warga: Belajar Dari Protes Supir Pengangkut Sampah

J. Savitri by J. Savitri
August 11, 2025
in Esai
Sampah, Protes, dan Hak Suara Warga: Belajar Dari Protes Supir Pengangkut Sampah

Ilustrasi tatkala.co

“Sampah bikin sendiri, selesaikan sendiri. Jangan suruh orang yang urus. Saya punya sampah saya kirim ke rumahmu, mau?”

Begitu pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster ketika merespon belasan motor pengangkut sampah yang terparkir di sekitar Kantor Gubernur Bali. Aksi ini dilakukan oleh supir motor cikar (moci) pengangkut sampah setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penutupan TPA Suwung, dimulai dengan pelarangan sampah organik mulai tanggal 1 Agustus 2025. Pengelola sampah kebingungan; siapa yang harus memilah sampah yang sudah tercampur? Kemana sampah organik harus dibuang?

Secara sadar mereka mengakui bahwa aksi ini adalah bentuk protes–sebuah ekspresi yang sangat umum dilakukan dalam sistem masyarakat demokratis. Melaluinya, publik dapat menyampaikan aspirasi, kritik, atau perbedaan pendapat.

Pada dasarnya, protes merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang, khususnya melalui kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Dari sini masyarakat punya kesempatan untuk menyampaikan keluhan, menentang peraturan yang tidak adil, meminta pertanggungjawaban dari para penyelenggara negara, serta mendorong perubahan sosial yang positif.

Protes, dari yang melibatkan kekerasan sampai yang bersifat damai, telah mengantarkan banyak kelompok di dunia menuju perubahan sistemik. Sebagai contoh, di Indonesia, Perang Diponegoro, Serangan 10 November, Bandung Lautan Api, hingga Puputan Margarana merupakan bentuk protes dengan cara kekerasan atau melalui serangan bersenjata. Aksi seperti ini terjadi karena penindasan yang dilakukan oleh penguasa (dalam hal ini pemerintah kolonial) terhadap rakyat. Misalnya, pemerintah kolonial sering mengeluarkan kewajiban pajak tinggi dan memberatkan tanpa jaminan kehidupan yang baik untuk rakyat.

Melalui pelajaran sejarah, kita mengenal peristiwa-peristiwa tersebut sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan. Disadari atau tidak, aksi protes yang seringkali melibatkan kekerasan telah mengantarkan kita pada kebebasan atas penindasan secara langsung oleh bangsa Eropa di masa kolonial.

Aksi protes kerap muncul saat publik merasakan ketidak adilan. Dari India, Mahatma Gandhi memperkenalkan pada dunia sebuah metode aksi massa tanpa kekerasan yang berhasil memicu gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan sehingga mengantarkan negaranya pada kemerdekaan di tahun 1947. Aksi yang dikenal sebagai peaceful protest, adalah aksi damai tanpa kekerasan yang dilakukan dengan tujuan menyuarakan pesan, mengambil perhatian dan menuntut perubahan. Ekspresinya bisa bermacam-macam, mulai dari pawai protes atau aksi long march, mogok makan, pemasangan spanduk atau mural di tempat-tempat strategis, teater jalanan, upacara sakral, hingga boikot yang saat ini sering terjadi.

Oleh karena itu, aksi yang dilakukan supir moci pengangkut sampah bisa masuk ke dalam kategori aksi damai. Sebagai penyelenggara negara dengan sistem pemerintahan demokrasi, Pemprov Bali harusnya senang dan mengapresiasi kelompok pengelola sampah atas partisipasi publiknya. Tidak ada yang lebih buruk dari masyarakat yang apatis dan tidak mau tahu urusan politik. Dengan kritik yang disampaikan, pemerintah punya kesempatan untuk terus mengembangkan institusi dan pelayanannya. Jika membayahakan siapapun, mengapa harus menghindar dari kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik?

Gubernur Koster atau pejabat lainnya tidak perlu mengambil hati atas aksi yang dilakukan di kantor pemerintahan, apalagi jika itu adalah respons terhadap kebijakan. Aksi seperti ini adalah wujud kritik terhadap penyelengaraan negara dan/atau kapasitas pemimpin. Jika pemimpin diibaratkan orang tua dan rakyat adalah anaknya justru baik ketika sang anak menyuarakan kekecewaannya; yang mengkhawatirkan adalah jika mereka acuh tak peduli. Pemerintah seharusnya merespon dengan mengajak masyarakat berdialog dan mendengarkan aspirasinya.

Jika Pemprov Bali telah mengeluarkan kebijakan yang dibarengi dengan sosialisasi, aksi para pengangkut sampah justru bisa dijadikan momen refleksi; apakah metode tersebut sudah tepat sasaran? Jangan-jangan pendekatan yang dilakukan belum menyentuh akar permasalahannya.

Dengan perencanaan yang matang, pemerintah dapat menyusun strategi pengelolaan sampah yang efektif. Contohnya sudah banyak di luar sana. Proses perencanaan ini bisa dimulai dengan mengundang stakeholder terkait untuk berdiskusi tentang akar permasalahan sampah dan merencanakan solusi yang realistis dijalankan. Supir pengangkut sampah dapat menjadi kontributor paling penting sebab pengalamannya langsung dalam mengurus sampah.

Selanjutnya, sangat wajib dilibatkan dan diminta pertanggung jawabannya: perusahaan-perusahaan yang terus memproduksi dan meraup keuntungan besar dari penjualan secara besar-besaran produk berkemasan sekali pakai yang saat ini sampahnya memenuhi hampir setiap sudut pandang mata.[T]

Penulis: J. Savitri
Editor: Adnyana Ole

Mengelola Sampah Berbasis Sumber, Seperti Mengelola Tinja
Bali, Pemimpin, Sampah dan “Campah”
Sampah, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola : Belajar dari Oshaki Jepang
Tags: balidaur ulang sampah plastikSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik

Next Post

Kemerdekaan yang Mendidik: Menyongsong Indonesia Emas dengan Jiwa Taman Siswa

J. Savitri

J. Savitri

Penyuka martabak dan senang belajar, sesekali menyanyi. Saat ini sedang menimba ilmu di Bali Utara

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Kemerdekaan yang Mendidik: Menyongsong Indonesia Emas dengan Jiwa Taman Siswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co