6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 2, 2025
in Panggung
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

MENJELANG pukul 19.15, Jumat, 1 Agustus 2025, suasana di kawasan Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) mulai berubah. Seusai pertunjukan di Giri Stage, penonton perlahan berdatangan, mencari tempat duduk terbaik untuk menikmati penampilan selanjutnya. Di antara gemericik air sungai dan redup cahaya lampu taman, atmosfer terasa teduh dan intim, layaknya sebuah ruang dengar terbuka yang mengajak siapa pun untuk larut dalam ketenangan.

Di atas panggung kecil yang sederhana, dua sosok bersiap dengan tenang. Mereka tak membawa banyak peralatan, hanya saksofon dan kontrabas. Tapi dari kedua instrumen itu, mengalir alunan nada yang merasuk pelan, sekaligus memukau. Duo itu adalah Jazz Steps, kelompok jazz asal Vietnam yang dikenal karena eksplorasi mereka pada improvisasi dengan sentuhan musik rakyat Vietnam.

Tanpa banyak basa-basi, mereka memulai pertunjukan. Musik mereka seolah berbicara lebih dari cukup. Setiap nada yang dimainkan Quyen Thien Dac pada saksofonnya, selaras menyatu dengan petikan kontrabas dari Dao Minh Pha. Penonton terdiam, larut dalam pertunjukan yang tak mengandalkan gimmick panggung, melainkan kejujuran musikalitas.

Penampilan Jazz Steps di UVJF 2025 bersama Yuri Mahatma (gitar) dan Gustu Brahmanta (drum) │Foto: tatkala.co/Dede

Jazz Steps adalah proyek musik yang dibangun atas semangat ‘jazz untuk semua’. Mereka ingin membawa jazz keluar dari ruang-ruang konser formal ataupun kelas elit, membawanya ke komunitas-komunitas lokal, hingga ke masyarakat pelosok yang tak bisa menikmati musik jazz. Tanpa panggung tinggi, tanpa sekat antara pemain dan penonton. Musik, bagi mereka, harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dari desa hingga sekolah, dari taman kota hingga festival lintas budaya, seperti Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF).

Mengutip dari situs Daidoanket, Quyen Thien Dac adalah putra dari pemain saksofon legendaris Vietnam, Quyen Van Minh. Ia mulai belajar klarinet sejak usia 11 tahun di Konservatori Musik Hanoi, lalu beralih ke saksofon di bawah bimbingan langsung ayahnya. Pada tahun 1995, ia menjadi musisi termuda yang pernah tampil bersama Orkes Simfoni Nasional Vietnam.

Namun, tak hanya memainkan jazz bergaya Barat, Quyen Thien Dac juga mengeksplorasi dan menyerap unsur musik tradisional Vietnam ke dalam karyanya. Ia meneliti berbagai instrumen dan gaya lokal seperti musik tuồng, chèo, dan kèn khas daerah pegunungan untuk menciptakan identitas jazz yang ‘berbahasa Vietnam’. Baginya, jazz adalah ‘kunci pembuka ruang-ruang kreatif baru’. Ia ingin membawa jazz lebih dekat ke masyarakat, bukan hanya di konser resmi, tetapi juga di ruang publik, sekolah, hingga permukiman, agar semua orang bisa merasakan semangat jazz.

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Dao Minh Pha adalah pemain kontrabas dan pendidik yang punya semangat sosial kuat. Dikutip dari Tienphong, ia pernah mengajar anak-anak tunanetra di panti sosial di Ho Chi Minh City. Pada tahun 2018, Dao Minh Pha bahkan sempat berencana melakukan tur keliling desa-desa menggunakan mobil jeep bersama Jazz Steps, membawakan musik secara langsung ke komunitas-komunitas terpencil. Selain itu, ia juga dikenal lewat proyek uniknya, yaitu pembuatan piringan hitam solo jazz untuk kontrabas.

Sejak awal, Quyen Thien Dac dan Dao Minh Pha membangun Jazz Steps bukan hanya sebagai proyek musik, tapi juga sebagai gerakan budaya kecil: membawa jazz ke ruang-ruang yang lebih hidup, tak terduga, dan tak terjamah musik jazz.

Jazz Steps hadir untuk siswa di Tuong Duong, Nghe An │ Sumber foto: situs Tienphong

Penampilan mereka malam itu di UVJF 2025 membuktikan bahwa musik bisa melampaui batas bangsa dan budaya. Setiap kali satu lagu selesai dimainkan, riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton memenuhi Subak Stage. Beberapa tampak berseru saat mendengar nada-nada minor yang terselip dalam rangkaian nada yang dimainkan. Jazz Steps tampil efisien dan fokus, tanpa banyak basa-basi, mereka membiarkan musik yang berbicara.

“Tampil di sini (UVJF) adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Semoga ke depannya kami bisa berpartisipasi kembali di tahun-tahun berikutnya,” ujar Dao Minh Pha, saat ditemui seusai pertunjukan.

Quyen Thien Dac menambahkan, eksistensi jazz di Vietnam tak jauh berbeda dengan di Indonesia. “Di sana belum terlalu banyak peminatnya, tapi ada klub-klub dan komunitas yang membuat jazz tetap bertahan dan hidup.”

Menurut Yuri Mahatma ─ gitaris jazz sekaligus co-founder UVJF, kehadiran perdana Jazz Steps ini adalah salah satu hal yang spesial dari perhelatan UVJF 2025. “Selain mainnya unik dan asyik, mereka di Vietnam juga aktivis jazz. Jadi mereka memperjuangkan jazz di sana. Sama lah perjuangannya, ada chemistry yang berkaitan dengan semangat festival ini.”

Dari kiri ke kanan: Yuri Mahatma, Dao Minh Pha, Quyen Thien Dac, Gustu Brahmanta│Foto: tatkala.co/Dede

Ia menambahkan, ekosistem jazz di Vietnam serupa dengan di Indonesia: hidup dari cafe ke cafe, hotel ke hotel, tapi tetap disokong komunitas. Menariknya, baik Quyen Thien Dac maupun Dao Minh Pha juga aktif sebagai dosen atau pengajar musik di suatu institusi pendidikan di Vietnam. Jadi, bisa dikatakan, musik sudah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Yuri Mahatma juga sempat berkolaborasi di atas panggung bersama Jazz Steps, ditemani Gustu Brahmanta (drummer sekaligus perkusionis asal Bali). Meski tanpa latihan sebelumnya, kolaborasi itu tetap mengalir mulus. “Tadi luar biasa, mereka asyik. Dan, nggak ada latihan sama sekali,” ujarnya sembari tertawa ringan.

Malam itu, di UVJF 2025, Jazz Steps bukan hanya menampilkan musik, mereka juga membawa misi, semangat, dan harapan. Bahwa jazz, dengan segala improvisasinya masih bisa menyentuh hati dan menyatukan banyak suara. Dari Vietnam sampai Ubud, untuk dunia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Dialog dalam Nada di Panggung Lintas Benua
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Lampion-lampion Harapan dari Nara Devintha dan Nadin di UVJF 2024
Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”
Tags: festival musik jazzjazzmusikmusik jazzUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelusuri “Jejak Sunyi-Petualangan Puitis” Umbu Landu Paranggi dari Karya-karyanya

Next Post

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co