2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
in Panggung
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

Pementasan teater Jungut Sari di Bulan bahasa Bali 2026

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok itu Nyoman Santosa tertidur. Sementara di tengah-tengah panggung, terpasang layar, lalau pada layar itu diputar gambar-gambar videe tentang aktivitas siswa yang sedang kengikuti aktivitas di sekolah. Ternyata Nyoman Santosa sedang bermimpi. Ia mimpi bersekolah untuk menggapai cita-citanya menjadi guru.

Tayangan video itu pun meredup, Nyoman Santosa terbangun. Musik mulai dimainkan dengan perlahan dan lembut. Nyoman Santosa memanggil ibunya, Mén Madu. Kepada sang ibu ia bercerita tentang mimpinya menjadi seorang guru.

Ibunya tampak bersedih. Ia meminta Nyoman Santosa mengurungkan niatnya, dan tetap tinggal di desa menjaga ternak dan sawah yang ditinggalkan ayahnya. Nyoman Santosa tak mengihiraukan, ia meninggalkan ibunya. Ia bertekad untuk tetap bersekolah. 

Itulah kisah awal sasolahan (pertunjukan) Drama Bali Modern berjudul “Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang” serangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Selasa 10 Pebruari 2026.

Drama berdurasi sekitar satu jam itu disajikan oleh  Teater Jungut Sari berkolaborasi dengan Taksu Bhuana. Kisah itu diangkat dari novel karya Djelantik Santha, yang kemudian sebagai garapan seni pertunjukan dengan nuansa-nuansa baru, kekinian, mengibur, dan membuat penonton hanyut dalam kisah itu.

Drama itu berkisah tentang jalinan cinta Nyoman Santosa, Made Arini dan Gusti Ayu Jinar. Kisah cinta yang begitu dekat dengan hati penonton itu disukung oleh permainan para aktor-aktor muda, yang mampu memerankan setiap tokoh yang mereka bawakan di atas panggung dengan begitu apik sekaligus wajar.

Meski pendukung drama Bali modern ini tergolong masih muda, karena didukung siswa SMA Negeri 1 Sukawati, namun semua pemain tampak lihai membeberkan kisah yang sarat pesan itu.

Penonon memenuhi hampir semua kursi di gedung pertunjukan modern itu. Mereka tampak menikmati kisah cinta yang disampaikan di atas panggung. Terkadang, beberapa di antaranya tampak sedih, apalagi kisah cinta Nyoman Santosa itu berakhir tragis. Terkadang mereka tertawa karena adegan itu dikemas kekinian, lucu dan menghibur.

Tokoh Nyoman Santosa yang aktif di sekolahnya, bertemu dengan Made Arini teman masa kecil dulu. Kisah pertemuannya itu mirip kisah dalam Drama Korea, di mana Santosa dan Arini berjalan mundur lalu bertabrakan, dan buku yang dipegang Arini jatuh. Arini dan Santosa bersama-sama jongkok mengambil buku itu. Penonton bertepuk tangan menyaksikan adegan itu. 

Di sisi, kisah cinta Nyoman Santosa dan Gusti Ayu Jinar juga juga dilukiskan secara menarik di atas panggung. Apalagi, cerita itu menyinggung soal kasta. Cinta mereka punya sekat, yakni kasta, sehingga kisah cinta mereka penuh dengan perimbangan.

Selain soal cinta, kisah ini sesungguhnya punya pesan utama tentang bagaimana seseorang, dengan penuh perjuangan, bertekad untuk menggapai cita-cita. Nyoman Santosa bercita-cita menjadi seoarang guru, dan meski melewati berbagai rintangan, tekadnya tetap kuat untuk mewujudkan cita-citanya. Ia akhirnya lulus di SGB dan SGA yang akhirnya sukses menjadi guru.

“Proses pengalihwahanan dari novel ke drama menjadi sebuah tantangan. Karena dari 10 bab kemudian dikemas menjadi drama modern dengan durasi waktu 45 menit atau 1 jam,” kata Kadek Wahyu Ardi Putra yang bertindak sebagai pembina, sutradara dan penulis naskah pada pertunjukan itu.

Meski harus dipotong sana-sini, Wahyu Ardi mengatakan pertunjukan itu tetap harus mempertahankan kompleksitas cerita sebagaimana tertulis dalam novelnya. Ia kemudian melakukan siasat dengan memainkan simbol-simbol pada adegan tertentu, dan tetap mempertahankan cerita dari awal sampai akhir sesuai dengan cerita dalam novel.

“Kami tetap membawakan komplik cinta dua kali ditinggal mati untuk mendapatkan lebur ajur itu,” kata Wahyu Ardi.

Meski mengangkat kisah cinta Nyoman Santosa yang tragis, namun kisah itu disajikan secara biasa tanpa upaya berlebihan untuk mengeksploitasi kesedihan. Ceritanya mengalir seperti yang ada dalam teks novel. Tidak ada pesan yang disampaikan secara vulgar. Justru pesan itu ada ketika adegan seorang yang rakus dengan membabat hutan untuk ditenamin sawit. Banjir itu menghanyutkan rumah dan memakan korban, termasuk Gusti Ayu Jinar, pacar Nyoman Santosa.

“Dalam drama ini, kami hanya menekankan keseriusan Nyoman Santosa belajar untuk menjadi seorang guru,” papar Wahyu Ardi.

Wahyu Ardi mengatakan, kegigihan seseorang untuk menjadi seoarang guru dengan keadaan ekonomi yang kurang dan  di tengah kesedihan karena ditinggal keluarganya, juga digarap dengan serius di atas panggung. “Kerja keras dan kegigihan menjadi seorang guru memang digarap dengan serius agar pesannya bisa sampai ke penonton,” kata Wahyu Ardi.

Kisah-kisah percintaan dalam drama ini, sangat dekat dengan kehidupan anak-anak muda masa kini. Misal seseorang ditinggal mati, konflik kasta, dan lainnya, yang kemudian digarap dengan menawarkan nilai-nilai positif untuk bisa menjadi refleksi bagi anak-anak muda masa kini. “Pesan yang kami sampaikan kepada anak-anak muda kini, bisa menyikapi segala permasalahan secara positif, jangan sampai putus asa, apalagi memutuskan untuk melakukan ulah pati,” kata Wahyu Ardi. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026TeaterTeater Jungut Sari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memaknai Kawitan di Tengah Kota

Next Post

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

Catatan Seorang Pembaca atas 'Epigram 60' Karya Joko Pinurbo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co