24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
in Panggung
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

Pementasan teater Jungut Sari di Bulan bahasa Bali 2026

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok itu Nyoman Santosa tertidur. Sementara di tengah-tengah panggung, terpasang layar, lalau pada layar itu diputar gambar-gambar videe tentang aktivitas siswa yang sedang kengikuti aktivitas di sekolah. Ternyata Nyoman Santosa sedang bermimpi. Ia mimpi bersekolah untuk menggapai cita-citanya menjadi guru.

Tayangan video itu pun meredup, Nyoman Santosa terbangun. Musik mulai dimainkan dengan perlahan dan lembut. Nyoman Santosa memanggil ibunya, Mén Madu. Kepada sang ibu ia bercerita tentang mimpinya menjadi seorang guru.

Ibunya tampak bersedih. Ia meminta Nyoman Santosa mengurungkan niatnya, dan tetap tinggal di desa menjaga ternak dan sawah yang ditinggalkan ayahnya. Nyoman Santosa tak mengihiraukan, ia meninggalkan ibunya. Ia bertekad untuk tetap bersekolah. 

Itulah kisah awal sasolahan (pertunjukan) Drama Bali Modern berjudul “Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang” serangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Selasa 10 Pebruari 2026.

Drama berdurasi sekitar satu jam itu disajikan oleh  Teater Jungut Sari berkolaborasi dengan Taksu Bhuana. Kisah itu diangkat dari novel karya Djelantik Santha, yang kemudian sebagai garapan seni pertunjukan dengan nuansa-nuansa baru, kekinian, mengibur, dan membuat penonton hanyut dalam kisah itu.

Drama itu berkisah tentang jalinan cinta Nyoman Santosa, Made Arini dan Gusti Ayu Jinar. Kisah cinta yang begitu dekat dengan hati penonton itu disukung oleh permainan para aktor-aktor muda, yang mampu memerankan setiap tokoh yang mereka bawakan di atas panggung dengan begitu apik sekaligus wajar.

Meski pendukung drama Bali modern ini tergolong masih muda, karena didukung siswa SMA Negeri 1 Sukawati, namun semua pemain tampak lihai membeberkan kisah yang sarat pesan itu.

Penonon memenuhi hampir semua kursi di gedung pertunjukan modern itu. Mereka tampak menikmati kisah cinta yang disampaikan di atas panggung. Terkadang, beberapa di antaranya tampak sedih, apalagi kisah cinta Nyoman Santosa itu berakhir tragis. Terkadang mereka tertawa karena adegan itu dikemas kekinian, lucu dan menghibur.

Tokoh Nyoman Santosa yang aktif di sekolahnya, bertemu dengan Made Arini teman masa kecil dulu. Kisah pertemuannya itu mirip kisah dalam Drama Korea, di mana Santosa dan Arini berjalan mundur lalu bertabrakan, dan buku yang dipegang Arini jatuh. Arini dan Santosa bersama-sama jongkok mengambil buku itu. Penonton bertepuk tangan menyaksikan adegan itu. 

Di sisi, kisah cinta Nyoman Santosa dan Gusti Ayu Jinar juga juga dilukiskan secara menarik di atas panggung. Apalagi, cerita itu menyinggung soal kasta. Cinta mereka punya sekat, yakni kasta, sehingga kisah cinta mereka penuh dengan perimbangan.

Selain soal cinta, kisah ini sesungguhnya punya pesan utama tentang bagaimana seseorang, dengan penuh perjuangan, bertekad untuk menggapai cita-cita. Nyoman Santosa bercita-cita menjadi seoarang guru, dan meski melewati berbagai rintangan, tekadnya tetap kuat untuk mewujudkan cita-citanya. Ia akhirnya lulus di SGB dan SGA yang akhirnya sukses menjadi guru.

“Proses pengalihwahanan dari novel ke drama menjadi sebuah tantangan. Karena dari 10 bab kemudian dikemas menjadi drama modern dengan durasi waktu 45 menit atau 1 jam,” kata Kadek Wahyu Ardi Putra yang bertindak sebagai pembina, sutradara dan penulis naskah pada pertunjukan itu.

Meski harus dipotong sana-sini, Wahyu Ardi mengatakan pertunjukan itu tetap harus mempertahankan kompleksitas cerita sebagaimana tertulis dalam novelnya. Ia kemudian melakukan siasat dengan memainkan simbol-simbol pada adegan tertentu, dan tetap mempertahankan cerita dari awal sampai akhir sesuai dengan cerita dalam novel.

“Kami tetap membawakan komplik cinta dua kali ditinggal mati untuk mendapatkan lebur ajur itu,” kata Wahyu Ardi.

Meski mengangkat kisah cinta Nyoman Santosa yang tragis, namun kisah itu disajikan secara biasa tanpa upaya berlebihan untuk mengeksploitasi kesedihan. Ceritanya mengalir seperti yang ada dalam teks novel. Tidak ada pesan yang disampaikan secara vulgar. Justru pesan itu ada ketika adegan seorang yang rakus dengan membabat hutan untuk ditenamin sawit. Banjir itu menghanyutkan rumah dan memakan korban, termasuk Gusti Ayu Jinar, pacar Nyoman Santosa.

“Dalam drama ini, kami hanya menekankan keseriusan Nyoman Santosa belajar untuk menjadi seorang guru,” papar Wahyu Ardi.

Wahyu Ardi mengatakan, kegigihan seseorang untuk menjadi seoarang guru dengan keadaan ekonomi yang kurang dan  di tengah kesedihan karena ditinggal keluarganya, juga digarap dengan serius di atas panggung. “Kerja keras dan kegigihan menjadi seorang guru memang digarap dengan serius agar pesannya bisa sampai ke penonton,” kata Wahyu Ardi.

Kisah-kisah percintaan dalam drama ini, sangat dekat dengan kehidupan anak-anak muda masa kini. Misal seseorang ditinggal mati, konflik kasta, dan lainnya, yang kemudian digarap dengan menawarkan nilai-nilai positif untuk bisa menjadi refleksi bagi anak-anak muda masa kini. “Pesan yang kami sampaikan kepada anak-anak muda kini, bisa menyikapi segala permasalahan secara positif, jangan sampai putus asa, apalagi memutuskan untuk melakukan ulah pati,” kata Wahyu Ardi. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026TeaterTeater Jungut Sari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memaknai Kawitan di Tengah Kota

Next Post

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

Catatan Seorang Pembaca atas 'Epigram 60' Karya Joko Pinurbo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co