3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
in Panggung
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali, Selasa 17 Pebruari 2026, dimeriahkan dengan banyak pendatang baru. Artinya, ada sebuah penggenerasian dari lomba-lomba sebelumnya. Memang, ada beberapa pesereta yang sudah pernah ikut lomba, tetapi dari 8 peserta yang tampil pada lomba hari pertama itu didominasi wajah-wajah baru.

Apakah kehadiran pemain-pemain baru itu bisa dikatakan lomba musikalisasi tahun ini mengalami peningkatan?

Dewan Juri, I Ketut Mandala Putra mengatakan, peserta lomba musikalisasi kali ini memang bermunculan pemain-pemain dan semangat baru. Tetapi, dari sekian peserta yang tampil hari ini, kreativitas mereka agak kurang jika dibandingkan dengan peserta lomba sebelunnya. Jika dulu, banyak peserta yang menampilkan kreativitas dalam pengolah aransemen, termasuk penggunaan ala-alat music, namun kali ini biasa-biasa saja.

Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Dulu, banyak peserta yang memasukkan alat musik baru, yakni dari daerah lain di Indonesia. Sebut misalnya sitar, alat musik dari Sunda yang hadir pada lomba sebelumnya. Bahkan, ada yang memanfaatkan kacang ijo dimasukkan ke dalam tas plastik, sehingga suara yang ditimbulkan sangat beda. Mereka menemukan nuansa musik baru yang dapat memberi warna dari karya musik puisi itu. “Kreativitas peserta sebelumnya lebih kelihatan,” ucap Mandala.

Peserta lomba musikalisasi tahun ini tetap ada kreativitasnya, tetapi kurang berani. Hal itu bisa dilihat dari penggunaan alat musik yang lumrah atau biasa-biasa. Termasuk aransemennya, yang lebih mengaraha kepada lagu pop. Hal itu memang sering terjadi. “Padahal, dari pengalaman sebelumnya hal itu sudah sering menjadi bahan koreksi dewan juri sebelum-sebelumnya,” paparnya.

Ada pula yang pemahaman puisinya yang kontradiktif. Puisinya yang sesungguhnya mengandung pemahaman yang mendalam, dan kontemplasi, namun musik dan aransemennya justru agak gaduh, dan tidak melahirkan suatu keheningan. “Lawat salah satu karya sastra berbahasa Bali yang ditulis sastrawan Ida Bagus Pawanasuta itu kan maknanya ke dalam, tetapi aransemennya malah ke luar, sehingga tidak menimbulam suara yang hening,” imbuhnya.

Walau demikian, Mandala mengapresiasi pada salah satu peserta menambahkan aranseman yang agak berbeda. Mereka memainkan alat gamelan tidak dipukul, tetapi memainkan bilah bilah kayu itu, sehingga menimbulkan suara baru. “Ada pula yang memainkan gitar dengan nada yang tidak digesek, melainkan dimaikan dengan memantulkan senar, sehingga menimbulkan efek suara yang berbeda.

Mandala juga mengaku senang, ketika satu peserta yang menampilkan suara suling, sehingga jiwanya dapat sekali. Suling dengan Puisi Lawat itu tampak harmoni, dan puisinya nyambung. Ada pula peserta yang menampilkan aransemen yang bagus, penghayatan puisisnya jelas, harmonisasi puisisnya ada, dan terpenting kualitas vokalnya. “Ada peserta yang pemakaian vocalnya tidak nyambung. Mereka ingin memanfaatkan suara vocal 1, 2 dan 3, tetapi malah tidak kelihatan. Suaranya, sama semua,” ujarnya.

Juri lainnya, I Komang Darmayuda mengatakan, kreteria Lomba Musikalisasi tahun ini hampir sama dengan kreteria sebelumnya, yakni originalitas dari pada aransemen, memadukan dengan alat musik, menggarap puisi menjadi sebuah lagu, penataan harmonisasinya, kualitas vokal dan penampilan secara keseluruhan. “Peserta tahun ini ada suatu perubahan, yakni hadirnya kaum milenial,” ujarnya.

Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Kehadiran anak-anak setingkat SMP ini sungguh mengejutkan. Terlibatnya mereka, merupakan suatu upaya untuk melestarikan bahasa Bali ketingkat yang lebih anak-anak. Kesempatan ini bisa mengulik bahasa Bali, mempelajari, dan memahami Bahasa Bali secara sungguh sungguh. “Sebab, puisi yang mereka bawakan adalah karya sastrawan yang penggunaan bahasa Bali yang sangat bagus,” tegas dosen ISI Bali itu.

Karena itu, ajang lomba musikalisasi ini menjadi kesempatan bagi anak-anak khususnya yang baru hadir, untuk memahami bahasa Bali melalui bait-bait lagu. Terlebih, puisi wajib yang menyajikan Bahasa Bali yang sempurna, sehingga para peserta dapat menjadi pembelajaran. “Buktinya, ada yang sudah menemukan makna atau pesan dari pada puisi Lawat tersebut. Sementara puisi kedua mereka bebas memilih. Boleh diciptakan sendiri atau yang sudah ada, namun sesuai tema Bulan Bahasa Bali,” imbunya.

Menariknya, pendatang baru itu sudah mampu menyajikan olah musik dengan rasanya mereka sendiri. Jika pada pada lomba sebelumnya lebih banyak menggunakan modus minor, tetapi kali ini ada yang menggunakan pentatonik, sesuai dengan puisi Bali. Beberapa peserta ada yang memasukan nada selendro dan pelog yang menarik dan dapat memberikan warna. “Penggunaan gamelan itu bagus sekali, karena mengangkat puisi bahasa Bali sangat identik dengan instrument yang mereka pakai,” paparnya.

Selain itu, kualitas vokal dan harmonisasinya sudah ada yang dapat. “Memang berat, musikalisasi puisi itu harus sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar lewat. Kelihatan sekali, kalau mereka tidak memahami puisi, hanya mengena musiknya saja. Itu mungkin kendalanya,” sebut Komang Darmayuda seraya berharap kedepan lebih banyak generai muda ikut dalam ajang ini, sehingga puisi bahasa Bali itu tak hanya dipahami dari segi bahasa, tetapi juga makna intisari dari bahasa Bali itu. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026musikmusikalisasi puisiPuisipuisi musik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suara-Suara Muda Menggema di Panggung KAC VI: Lomba Menyanyi Solo Pop Bali SMP Se-Bali yang Penuh Antusiasme

Next Post

Ramadhan: Madarasah Tazkiyatun Nafs yang Terlupa?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

Ramadhan: Madarasah Tazkiyatun Nafs yang Terlupa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co