2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
in Panggung
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata tajam namun teduh. Di belakangnya, videotron menampilkan nama yang sarat makna: Dhanwantari. Pada Jumat, 13 Februari 2026, tepat di puncak peringatan Hari Ulang Tahun SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) ke-17, tarian itu resmi diluncurkan.

Tari Dhanwantari lahir dari kesadaran akan pentingnya simbol. Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd., melihat bahwa di usia ke-17, sekolah yang berdiri sejak 2009 di bawah naungan Yayasan Bali Medika Denpasar itu membutuhkan ikon yang merepresentasikan jati dirinya. Selama ini, sekolah-sekolah di Bali lazim memiliki tari maskot sebagai identitas artistik yang melekat pada setiap perayaan dan momentum penting. Sementara Kesbam belum memilikinya.

Ia menginisiasi proses panjang penciptaan tari maskot dengan seleksi yang tidak mudah. Koreografer dan komposer dari berbagai kabupaten dipertimbangkan. Setelah melalui berbagai perhitungan, pilihan jatuh kepada dua seniman dari Gianyar: I Komang Adi Pranata, S.Pd., M.Sn. atau akrab disapa Mang Adi sebagai koreografer, dan I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. atau akrab disapa Yancul (Wayan Muncul) yang juga pengajar di Kesbam sebagai komposer.

Di antara para penari, dari kiri ke kanan: I Wayan Agus Suardiana Putra (Komposer), I Komang Rika Adi Putra (Kepala Sekolah), & I Komang Adi Pranata (Koreografer)│Foto: Dok. Mang Adi

Pemilihan nama Dhanwantari bukan tanpa alasan. Dalam khazanah Hindu, Dhanwantari dikenal sebagai awatara Dewa Wisnu yang membawa kesehatan dan pengobatan. Ia muncul dalam kisah pengadukan lautan susu (Samudramanthana), ketika para dewa dan asura mencari amrta ─ air suci kehidupan. Dari pusaran samudra itu, Dhanwantari tampil membawa kendi berisi amrta serta ramuan obat. Sejak saat itu, ia dihormati sebagai pembawa ilmu pengobatan, pencetus ilahi Ayurveda, dan tabib para dewa.

Filosofi inilah yang menjadi ruh tarian. Dalam konteks sekolah kesehatan, Dhanwantari bukan sekadar figur mitologis, melainkan simbol cita-cita. Ia melambangkan penyatuan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kasih sayang ─ tiga hal yang menjadi fondasi tenaga kesehatan. Menjaga keseimbangan pikiran, jiwa, dan raga. Menjaga diri sendiri, sekaligus peduli pada orang lain.

Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

Bagi I Komang Adi Pranata alias Mang Adi, proses menerjemahkan filosofi itu ke dalam gerak adalah tantangan sekaligus kehormatan. Koreografer yang dikenal lewat Komunitas Manubada dan berbagai karyanya di event-event besar itu mengaku merasakan kesan mendalam selama proses penciptaan.

“Saya merasa sangat berkesan, senang, dan berbahagia bisa terlibat dalam proses ini. Semoga karya ini benar-benar bisa menjadi identitas yang kuat bagi SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar,” ujarnya.

Ia menggarap Tari Dhanwantari sebagai tarian putri dengan karakter agung dan mulia. Gerakannya tegas namun tetap anggun, memancarkan wibawa tanpa kehilangan kelembutan. Ada simbolisasi membawa kendi, meracik ramuan, hingga gestur memberi berkah ─ semua dirangkai dalam struktur koreografi yang dinamis, tetapi tidak terlampau rumit agar memungkinkan dipelajari oleh siswa Kesbam lainnya.

Menariknya, menurut Mang Adi, hampir tidak ada kendala berarti selama proses kreatifnya. “Semua berjalan dengan santai, asyik, dan seru,” katanya. Kolaborasi antara dirinya dan komposer berlangsung cair. Diskusi-diskusi kecil mengalir tanpa beban, tetapi tetap fokus pada satu tujuan: melahirkan karya monumental yang membumi dan mudah diwariskan.

Mang Adi membantu persiapan Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

Di sisi musikal, I Wayan Agus Suardiana Putra alias Yancul menghadapi tantangan tersendiri. Ia menyadari bahwa gending tari maskot ini bukan sekadar musik pengiring, melainkan penopang karakter.

“Saya turut merasa bangga dipilih sebagai komposer Tari Dhanwantari, karena dapat berkontribusi untuk kemajuan KESBAM dan meninggalkan kenangan hidup atas nama saya di sini,” tuturnya.

Namun kebanggaan itu dibarengi kehati-hatian. Ia memikirkan secara matang komposisi yang tepat. “Gending tarinya harus bagus, nyaman ditarikan, dan mudah dipelajari oleh siswa Kesbam,” katanya. Sebagai pengajar di sekolah tersebut, ia memahami betul kemampuan dan kebutuhan siswa.

Mang Adi membantu persiapan Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

Ada satu momen unik dalam proses penciptaan musiknya. Untuk pertama kalinya, Yancul menggunakan MIDI (Musical Instrument Digital Interface) dengan bantuan I Putu Widatama sebagai penerjemah di aplikasi DAW (Digital Audio Workstation). Jika biasanya ia harus mengoordinasikan puluhan penabuh untuk menghasilkan sebuah garapan, kini cukup satu ‘penabuh digital’.

“Biasanya susah mengurus penabuh yang berjumlah puluhan orang untuk membuat karya. Sekarang cukup satu orang ‘penabuh digital’ sudah bisa membuat karya tabuh. Secara kasar, komposisi ini rampung dalam empat kali pertemuan. Total enam kali pertemuan termasuk rekaman instrumen suling dan proses mixing & mastering.” ungkapnya.

Bagi Yancul, ini adalah karya gending tari maskot pertamanya. Nilai emosionalnya tak bisa diabaikan. Ia menyebut keterlibatannya sebagai bagian dari sejarah sekolah tempatnya bekerja. Ia juga mengaku bangga dapat berkolaborasi dengan koreografer profesional seperti I Komang Adi Pranata.

Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

 

Proses kreatif di balik layar tak kalah menarik. Lima penari terpilih melalui seleksi ketat, di antaranya Bunga Lestari, Ni Luh Putu Nindy Pratiwi, Gusti Ayu Semara Dewi, Ni Kadek Anintya Kusuma, dan Ni Luh Nagita Putri. Mereka menjadi penari pertama yang menarikan Dhanwantari.

Bunga Lestari mengaku bangga dipercaya menjadi penari maskot perdana. “Setelah melalui proses seleksi yang diikuti banyak peserta, saya dipercaya untuk menjadi penari maskot ini. Menjadi kehormatan tersendiri bagi saya,” katanya.

Namun kehormatan itu dibayar dengan disiplin. Selama kurang lebih dua bulan, mereka berlatih hingga malam. Rasa lelah dan badan pegal menjadi teman sehari-hari. “Bukan perjalanan yang mudah. Kami berlatih hingga malam, melewati rasa lelah dan badan yang terasa sakit hampir setiap hari. Tapi semua terbayar ketika akhirnya kami bisa menarikan maskot ini untuk pertama kalinya,” ujar Bunga.

Justru di tengah kelelahan itu, kekompakan tumbuh. Dari awalnya canggung, perlahan mereka saling menguatkan. Ikatan tim terbentuk bukan hanya lewat gerakan yang seragam, tetapi juga rasa percaya satu sama lain.

Tari Dhanwantari│Foto: Dok. Mang Adi

 

Ni Luh Nagita Putri merasakan hal serupa. Ia menyebut pengalaman ini sebagai momen yang sangat berharga. “Saya sangat senang, bangga, dan bersyukur diberi kepercayaan menjadi penari pertama dalam tarian ini. Bagi saya, pengalaman ini tidak hanya menambah keterampilan menari, tetapi juga melatih rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kekompakan,” tuturnya.

Menurut Nagita, keunikan Tari Dhanwantari terletak pada gerakan yang memiliki ciri khas dan memberi ruang ekspresi pada setiap penari. Meski koreografi telah ditata, setiap individu tetap menghadirkan warna.

“Setiap penari memiliki gaya dan ekspresi yang membuat tarian ini lebih hidup dan dinamis. Gerakan-gerakan cepat yang cukup ekstrem justru menjadi pemacu semangat.” katanya.

Penari Dhanwantari bersama I Komang Adi Pranata (Koreografer)│Foto: Dok. Mang Adi

 

Peluncuran Tari Dhanwantari pada HUT Kesbam ke-17 menjadi momen simbolik. Di panggung itu, para penari tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga menegaskan arah dan karakter sekolah lewat tarian. SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar yang dikenal sebagai salah satu sekolah kesehatan terkemuka di Bali dengan akreditasi A, dengan empat jurusan ─ Keperawatan dan Caregiving, Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknologi Laboratorium Medik, serta Manajemen Perkantoran (Rumah Sakit) ─ kini memiliki identitas artistik atas visi dan misinya.

Tari Dhanwantari secara tersirat menjadi simbolis perjalanan siswa Kesbam. Mereka datang sebagai remaja yang belajar, ditempa disiplin dan ilmu. Kelak, mereka diharapkan menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga berkarakter dan penuh empati. Seperti Dhanwantari yang membawa amrta, mereka diharapkan membawa ‘air kehidupan’ bagi masyarakat ─ dalam bentuk pelayanan, kepedulian, dan pengabdian.

Di usia ke-17 tahun, yang kerap dimaknai sebagai fase kedewasaan, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar menandai langkahnya dengan sebuah karya. Tari Dhanwantari bukan sekadar koreografi yang ditarikan di panggung-panggung seremoni. Ia adalah pernyataan nilai dan penanda identitas.

Nilai tentang ilmu yang tidak boleh terlepas dari moral. Tentang kesehatan yang bukan hanya urusan fisik, tetapi juga jiwa. Tentang sekolah yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk manusia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana

Tags: kesenian baliseni tariSMK Kesehatan Bali Medikatari kebesaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co