23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendakian ke Pucak Mangu, Napak Tilas Leluhur dan Syukur atas Anugerah Alam

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 1, 2025
in Tualang
Pendakian ke Pucak Mangu, Napak Tilas Leluhur dan Syukur atas Anugerah Alam

Foto bersama di puncak Mangu

PEMERINTAH telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD sebagai langkah strategis untuk mendorong belanja negara yang lebih produktif, akuntabel, dan tepat sasaran. Kebijakan ini berdampak langsung pada dunia pendidikan, di mana berbagai daerah mulai menerapkan pembatasan terhadap kegiatan seremonial yang bersifat konsumtif, seperti studi tour ke luar kota, perayaan wisuda dari jenjang SD hingga SMA/SMK, serta graduation atau ulang tahun sekolah yang melibatkan penyanyi profesional atau DJ.

Di tengah perubahan arah kebijakan tersebut, SMK Negeri 1 Petang menjawab tantangan dengan cara yang kreatif dan bermakna. Sekolah menyelenggarakan kegiatan pendakian ke Pura Luhur Pucak Mangu sebagai bagian dari acara ramah-tamah warga sekolah bersama siswa baru pasca Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini bukan hanya menjadi alternatif rekreasi sehat dan murah, tetapi juga menjadi sebuah perjalanan spiritual, edukatif, dan ekologis.

Sebelum melakukan pendakian, seluruh peserta mengawali dengan melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Tinggan. Di sana seluruh peserta memohon anugrah dan kekuatan agar bisa melakukan pendakian dengan selamat. Setelah selesai persembahyangan, baru dilanjutkan dengan perjalanan menelusuri hutan dengan semak dan pepohonan yang besar-besar.

Puncak Mangu, menjulang setinggi 2.096 mdpl juga memiliki nama lain Gunung Catur. Kata “Catur” dalam bahasa Sanskerta berarti “empat”, merujuk pada posisi gunung ini yang secara spiritual berada di poros tengah empat penjuru mata angin (catur loka pala), serta menjadi titik penting bagi ekosistem alam Bali. Selain itu, ada pula yang menyebutnya gunung Catur karena merupakan gunung tertinggi keempat di Bali. Dalam tradisi Bali, gunung adalah tempat suci, dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan leluhur. Oleh karena itu, menjaga kesuciannya adalah kewajiban spiritual dan moral.

Sembanhyang bersama di Pura Pucak Mangu | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Pendakian ini menjadi napak tilas spiritual para leluhur yang dengan kejernihan jnana membangun tempat suci di puncak hutan dan tebing. Di tengah jalur menanjak, para peserta—guru, pegawai, dan siswa kelas X, XI, dan XII—menapaki bukan hanya tanah dan bebatuan, tetapi juga kesadaran akan kebesaran alam dan pentingnya pelestarian. Di puncak gunung, berdiri dalam sunyi Pura Luhur Pucak Mangu yang suci. Dari puncak, peserta disuguhi panorama memesona: Danau Beratan di kejauhan, udara bersih yang menyegarkan, dan lereng hijau yang meneduhkan jiwa.

Saat berada di Puncak Mangu, pendaki mendapatkan daya tarik tersendiri. Selain pelinggih yang sakral, juga adalah hadirnya kerumuman monyet yang nakal dan lucu. Mereka selalu setia menunggu dan jumlahnya semakin banyak manakala ada pengunjung yang datang dan mencapai puncak. Mereka itu kumpulan monyet-monyet lapar. Mereka selalu memanfaatkan kelengahan pendaki lalu mencuri barang bawaan pendaki dan dibawanya lari ke semak-semak. Di balik itu, mereka sungguh merupakan suaka margasatwa yang memiliki nilai penting secara ekologis.

Perjalanan yang mengasyikkan menuju pucak Mangu | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, pendaki juga bisa melihat dari dekat  pohon-pohon besar dan langka yang mungkin telah berumur ratusan tahun. Alam gunung juga lebih lengkap ketika terdengar suara-suara burung langka yang nyaris tidak ditemukan lagi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hawa yang sangat sejuk, menjadikan suasana itu mengundang kontemplasi dan rasa syukur atas anugerah Tuhan melalui ciptaan-Nya.

Yang lebih penting, pendakian ini tidak lepas dari praktik tanggung jawab ekologis. Saat perjalanan turun, setiap peserta diwajibkan memungut sampah plastik yang tercecer di sepanjang jalur pendakian dan membawanya ke tempat sampah yang tersedia di bawah, di pinggir hutan. Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan sebuah bentuk pendidikan karakter yang mengajarkan bahwa menjaga kesucian tempat suci adalah tanggung jawab bersama. Sementara alam bukanlah objek eksploitasi melainkan ruang sakral yang harus dirawat.

Kegiatan ini adalah hasil inisiatif OSIS SMKN 1 Petang, yang secara sadar tidak memilih kegiatan mahal dan seremonial, tetapi merancang acara berbasis alam yang sederhana, sehat, hemat, dan sarat makna. Di tengah wacana pelarangan studi tour yang berbiaya besar, kegiatan seperti ini menjadi contoh bahwa pembelajaran kontekstual dan nilai-nilai luhur bisa diajarkan secara menyenangkan tanpa harus memberatkan biaya orang tua.

Bersih-bersih sampah di puncak | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari kalangan guru, pegawai, dan siswa, kegiatan ini selain mempererat solidaritas antargenerasi di sekolah, juga memperkuat spiritualitas siswa. Siswa tidak sekadar berjalan kaki menuju puncak, tetapi juga belajar menyatu dengan alam, menghargai warisan budaya, serta menumbuhkan empati terhadap lingkungan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu membutuhkan gedung mewah dan anggaran besar. Alam adalah ruang belajar terbuka yang menyembuhkan, dan perjalanan adalah sarana pendidikan karakter. Semoga kegiatan seperti ini menjadi tradisi baru dalam dunia pendidikan, di mana sekolah tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan manusia yang sadar, peduli, dan bersyukur atas karunia kehidupan. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis I WAYAN YUDANA

  • BACA JUGA:
Mendaki Malam Menemu Pagi di Pucak Mangu, Gunung Catur, Badung…
Raka Sutama, Kegembiraan Usai Pilpres, Bayar Kaul dengan Mendaki 5 Gunung
“Aguron-guron”, Pendidikan sebagai Perjalanan Suci di Bali
Tags: Pura Pucak ManguSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Next Post

Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran

Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co