23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengambil Api Literasi dari Gayatri Mantram  — Catatan untuk Singaraja Literary Festival 2025

Putu Ayu Sunia Dewi by Putu Ayu Sunia Dewi
July 29, 2025
in Esai
Mengambil Api Literasi dari Gayatri Mantram  — Catatan untuk Singaraja Literary Festival 2025

Putu Ayu Sunia Dewi

Om Bhur Bhuvaḥ Suvaha,Tat-savitur Vareñyaṃ Bhargo Devasya Dheemahi Dhiyo Yonaḥ Prachodayāt

TULISAN ini saya buat sebagai perenungan spiritual yang bisa dinikmati lintas kalangan sekaligus  sebagai apresiasi terhadap Singaraja Literary Festival (SLF) 2025 yang sudah memilih saya menjadi salah satu dari sepuluh peserta terpilih untuk mengikuti risidensi penulisan festival 2025 di SLF 2025.

Tentunya keikutsertaan saya sebagai penulis pemula yang masih harus terus belajar ini semakin memantik motivasi pribadi untuk terus-menerus berkarya dan berjejaring dengan lingkungan yang mendukung kerja-kerja dibidang literasi.

Sebagai umat Hindu, siapa yang tidak asing dengan gayatri matram yang memiliki arti kurang lebih seperti ini “Om, kami memuja cahaya suci Sang Matahari yang maha terpuji Brahman Yang Maha Esa yang bersemayam dalam tiga alam, bumi sebagai dunia yang ada, atmosfer sebagai dunia yang nyata, dan surga sebagai dunia kebahagiaan; Ia (Tuhan) yang menjadi sumber kesadaran, kreativitas, dan kebijaksanaan; semoga Dia (Tuhan) menerangi akal budi kita dan menuntun pikiran kita ke jalan kebenaran”.

Mantra yang pertama kali tercatat dalam Rig Veda dengan bahasa Sanskerta dari 2500 hingga 3500 tahun yang lalu itu merupakan mantra yang amat penting dalam ritus agama  Hindu diseluruh dunia karena dianggap sebagai Ibu segala mantra bahkan dianggap esensi dari ajaran weda. 

Oleh Karena derajat keutamaannya, menurut saya Matram gayatri sama seperti Al-Fatihah di Islam, Om mani padme hum di Budha, atau Doa bapak kami di Katolik yang selalu diucapkan setiap hari oleh penganut Agama Hindu yang melaksanakan ritus sembahyang tiga kali sehari  untuk memohon ketenangan pikiran, kebangkitan cahaya batin, dan kekuatan konsentrasi yang menjadi tiga manfaat utama dari matram gayatri.

Dalam konteks Ashtanga yoga yang dikembangkan oleh Yogacarya Sri K. Pattabhi Jois berdasarkan teks klasik Yoga Sutras karya Patanjali, bahkan Gayatri mantram berfungsi sebagai landasan spiritual yang mengaktualisasikan prinsip inti Yoga Sutras Patanjali menuju kepada tahapan dharana (konsentrasi) dan dhyana (meditasi) yang kegunaannya untuk  meningkatkan yama (etika diri), niyama (disiplin pribadi), asana (postur tubuh), pranayama (pengendalian napas), pratyahara (penarikan indra), dharana (konsentrasi), dhyana (meditasi), dan samadhi (kesadaran penuh) agar tubuh dapat bersih secara fisik, mental, dan spiritual.

Koneksi Gayatri mantram dan  Dewi Gayatri

Gayatri mantram memiliki  ikatan kuat secara filosofis, spiritual, dan simbolis terhadap Dewi Gayatri yang dipuja sebagai “Ibu dari Weda” (Veda Mata) karena diyakini telah mengandung dan melahirkan seluruh pengetahuan suci dalam kitab Weda.

Secara ikonografi, Dewi Gayatri  digambarkan dengan lima kepala yang memiliki rona berbeda yaitu mutiara, koral, emas, nilam safir, dan putih yang pada  kesepuluh tangannya, yang digambarkan pula posisi yang berada diantara Abhaya Mudra (gestur pemberi perlindungan) dan Varada Mudra (gestur pemberi anugerah).

Dewi Gayatri  juga memegang senjata-senjata milik Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang masing-masing memiliki pemaknaan sebagai metafora perjalanan spiritual manusia dari ankusha (tusuk gajah) yang maknanya  menjinakkan pikiran liar; pasha (cambuk) yang bermakna disiplin batin; kapala (mangkuk tengkorak) yang bermakna pengingat kefanaan duniawi;  gada (pentungan) yang bermakna penghancur kegelapan avidya (kebodohan); shankha (sangkakala)  yang bermakna penyeru kebenaran kosmis;  chakra (cakram) yang bermakna pemutus belenggu karma;  dan sepasang padma (teratai) yang mekar  sebagai  singasana yang bermakna sebagai kebijaksanaan lahiriah (apara vidya) dan spiritual (para vidya).

Sementara lima kepalanya terkait dengan harmoni antara dimensi internal manusia (mikrokosmos) dan struktur alam semesta (makrokosmos) yang sekaligus menyingkap kesatuan sakral antara diri individu (atman) dan alam semesta (brahman).

Makna dari  lima kepalanya  mencakup panca prana (energi penting kehidupan) dalam tingkatan mikrokosmos yang terdiri Prana Vayu (penyerapan napas), Apana Vayu (pengeluaran energi), Samana Vayu (pencernaan), Udana Vayu (ekspresi), dan Vyana Vayu (sirkulasi) yang identik dengan  fungsi fisiologis dan kesadaran manusia. Serta lima unsur Dasar Alam Semesta (Panca Maha Bhuta) yang terdiri dari Akasha (eter/ruang), Vayu (udara), Agni (api), Jala (air), dan Prithvi (bumi) yang merupakan fondasi material seluruh realitas fisik.

Di antara semua dewi, Gayatrilah  satu-satunya dewi yang memiliki Tri-Netra atau tiga mata seperti Dewa Siwa sekaligus perwujudan dari tiga sifat dewi utama yaitu Lakshmi yang identik dengan kekayaan, Saraswati yang identik dengan pengetahuan, dan Kali yang identik dengan kekuatan perubahan (Transformasi).

Api Literasi dalam mantram gayatri

Meskipun tidak secara tersurat menyebut harus membaca atau Iqro  sebagaimana surat al-alaq dalam ajaran islam, namun mantram gayatri sebagaimana pengambaran dewi gayatri sebenarnya mengajarkan dimensi triadik  yang mengintegrasikan  antara pikiran, ucapan, dan tindakan kedalam praktik spiritual yang disebut sebagai  “Trikarana Suddhi” yaitu kesucian dan keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai fondasi untuk kemajuan fisik, batin, dan spiritual yang memaparkan kesepadanan dengan proses literasi

Dalam praksisnya agar kita memilki keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan itu maka  kita perlu  menghindari pikiran yang buruk,  penglihatan yang buruk, pendengaran yang baru, pembicaraan yang buruk, tindakan yang buruk, dan melaksanakan perintah Tuhan yang kesemuanya membutuhkan pengetahuan yang mau tidak mau atau suka tidak suka, harus kita raih melalui proses literasi

Apalagi setiap tahun di Bali, khususnya bagi penganut Hindu selalu merayakan hari saraswati yang ritusnya berupa menyucikan semua alat-alat belajar termasuk buku untuk memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah.

Namun dalam ajaran Hindu,  untuk  meraih pengetahuan menuju kecerdasan intelektual, penguatan kemauan dan karakter, serta menyentuh dimensi emosional atau  rasa kemanusiaan sebagaimana kata Tan Malaka diperlukan proses yang holistik yang menggabungkan penyucian diri, disiplin, ketekunan belajar, dan ketulusan hati karena pengetahuan sejati (Vidya) hanya bisa diraih melalui Shuddhi (pensucian pikiran dan hati dari nafsu, ego, serta prasangka), diikuti oleh Brahmacharya (pengendalian diri dan penghematan energi untuk fokus belajar), Svadhyaya (belajar mandiri dan refleksi mendalam), serta Abhyasa (latihan tekun dan pengulangan terus-menerus) yang kemudian diperkuat dengan Samyoga (menghubungkan berbagai cabang ilmu) dan Dhāraṇā (konsentrasi penuh), sambil selalu dilandasi Bhakti (pengabdian yang tulus terhadap ilmu) dan Dhyana (meditasi untuk kejernihan batin)

Oleh karena itu, dari refleksi yang penulis sudah jabarkan tadi, Mantram gayatri sudah mengajarkan kita agar terus menyalakan api literasi yang tidak terlepas dari dari persoalan iman.

 Terkait iman ini seorang Pendeta Kristen bernama Dr. Tri Budhi Sastrio pernah menuliskan jika “dijaman ini banyak yang mengatakan jamannya orang-orang edan, Tetapi yang namanya iman, berkembang bak cendawan di musim hujan. Memang ada banyak kejadian-kejadian mengerikan terlihat di jalan-jalan,Atau bahkan di perkantoran-perkantoran, hanya saja yang lebih mengerikan  Biasanya terjadi jauh di dalam relung-relung kesadaran nurani dan pikiran, Karena disinilah biasanya hampir semua mufakat dan niat jahat dimatangkan, Membutakan nurani dan kesadaran, dan bahkan yang lebih mengkhawatirkanBenteng terakhir peradaban yang namanya iman, perlahan-lahan disirnakan, Hanya pada ini jaman yang namanya iman tetap dikatakan makin menawan”.

Dalam berliterasi kita memang memerlukan iman agar tajamnya pengetahuan bisa selaras dengan nasehat “Yan sira landep aywa kanti natoni, yan sira pinter aywa sira minteri~Jika engkau tajam jangan sampai melukai, jika engkau pintar jangan sampai memperdayai.”

Praksis literasi perlu kita hidupkan mencakup budaya menulis, membaca, dan berdiskusi yang bermanfaaat apalagi  di zaman yang dikategorikan oleh banyak kalangan sudah memasuki zaman edan atau dalam teologi Hindu disebut  zaman Kali Yuga (zaman kegelapan)  dimana  logika dan nurani berada di senjakala ,  kebenaran bisa diganti dengan kesalahan,  keadilan bisa diganti dengan penindasan, kebaikan bisa diganti dengan kejahatan,  validitas sebuah argumen bisa diganti dengan agitasi dan propaganda , dan kebohongan yang digemakan berulang menjadi makanan sehari-hari, dalam kondisi yang sedemikian maka tidak ada jalan lain hanya lewat literasilah kita melawannya. [T]

Penulis: Putu Ayu Sunia Dewi
Editor: Adnyana Ole

Artikel ditulis serangkaian acara Singaraja Literary Festival (SLF), 25-27 Juli 2025 di Singaraja, Bali. Ditulis oleh penulis yang lolos open call residensi penulis festival di Singaraja Literary Festival 2025

  • BACA JUGA:
Jagat Batin Bali dalam Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi
“Mission Sacree” dan Puisi yang Terjangkau
Buku Saya, Islam Noah, dan Lontar Husada Sasak
“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra
Pengobatan dalam Teks Lama dan Baru, dari Wahyu ke Kedokteran Berbasis Bukti dan Genomik
Darma Kosmik “Usada Budha Kecapi”
(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan
Tags: Singaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Nyoman Manda, Penerima Bali Jani Nugraha: Menulis 80 Judul Buku dan Penggagas Majalah Sastra Bali Modern

Next Post

Musik dan Tari untuk Putu Bawa Samar Gantang di Festival Seni Bali Jani 2025

Putu Ayu Sunia Dewi

Putu Ayu Sunia Dewi

Mahasiswa S2 di dua perguruan tinggi yaitu Politeknik Negeri Bali mengambil konsentrasi bisnis digital dan Inti International College Malaysia mengambil jurusan informasi teknologi. Saat ini terlibat aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia sebagai ketua departemen sumber daya manusia PPI TV . Penulis dapat dihubungi di putuayusuniadewi@gmail.com

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Musik dan Tari untuk Putu Bawa Samar Gantang di Festival Seni Bali Jani 2025

Musik dan Tari untuk Putu Bawa Samar Gantang di Festival Seni Bali Jani 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co