“Mission Sacree” dan Puisi yang Terjangkau

UNGKAPAN “penyair yang berumah di angin” dari WS Rendra menciptakan jarak antara puisi dengan kenyataan jadi semakin jauh. Meskipun kalimat itu diucapkannya dalam konteks tugas-tugas para cendekia untuk menjamin obyektivitas, tetapi tanpa disadarinya telah mendorong penyair berada di menara gading. Begitu pula dengan karya-karyanya, lantaran ditulis dari atas angin, maka makin jauhlah ia dari kenyataan. … Continue reading “Mission Sacree” dan Puisi yang Terjangkau