4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengobatan dalam Teks Lama dan Baru, dari Wahyu ke Kedokteran Berbasis Bukti dan Genomik

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 20, 2025
in Esai
Pengobatan dalam Teks Lama dan Baru, dari Wahyu ke Kedokteran Berbasis Bukti dan Genomik

Putu Arya Nugraha

SANGAT menarik membahas konsep pengobatan dari era ke era. Apalagi saat konsep pengobatan yang telah berkembang di masa lampau, masih eksis keberadaannya di masa kini. Tentu saja menjadi sebuah isyarat, untuk kita tetap memberi rasa hormat kepada setiap ide yang telah membawa spirit penyembuhan umat manusia. Tidak begitu saja menafikan konsep lama yang tradisional lalu mendewa-dewakan konsep baru yang modern dan canggih. Meskipun tampak sangat jelas ada perbedaan konsep pengobatan dalam teks lama dan baru, namun sesungguhnya banyak sekali bukti-bukti kesamaan pada dimensinya yang lain.

Bukti-bukti arkeologi prasejarah bangsa Peru misalnya, ditemukan tengkorak manusia berlubang-lubang yang oleh para ahli dipercaya sebagai tindakan pengobatan yang di era modern ini dikenal sebagai trepanasi. Trepanasi, adalah prosedur medis–dulu mungkin mistis–dengan melubangi tulang tengkorak manusia, yang saat ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan di bawah tulang tengkorak yang sangat membahayakan otak. Tekanan tersebut mungkin disebabkan oleh penumpukan cairan seperti darah, biasanya pada pasien stroke atau cedera atau dapat juga penumpukan nanah bahkan udara.

Praktek trepanasi di masa lampau pun diketahui telah dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa, Afrika Utara, Asia, Tahiti, New Zealand, dan Amerika Selatan. Hal mendasar yang kemudian kita ketahui menjadi perbedaan dari tindakan trepanasi di masa lampau dan kedokteran modern saat ini adalah apa yang disebut sebagai patofisiologi.

Patofisiologi adalah lmu yang mempelajari tentang perubahan fungsi tubuh yang abnormal akibat penyakit, cedera, atau kondisi lain. Ini adalah gabungan dari patologi (studi tentang penyakit) dan fisiologi (studi tentang fungsi tubuh normal). Patofisiologi membantu memahami bagaimana penyakit berkembang, bagaimana tubuh bereaksi terhadapnya, dan bagaimana hal itu memengaruhi fungsi tubuh.

Konsep lama yang mendasari tindakan trepanasi di atas adalah adanya roh jahat yang masuk ke dalam tubuh manusia dan menyerang kepalanya. Sehingga timbul gejala-gejala seperi nyeri kepala, kejang-kejang bahkan penurunan kesadaran. Saat ini, gejala-gejala tersebut persis merupakan gejala pada pasien stroke. Maka dalam hal trepanasi, konsep lama dan baru sama pada cara namun berbeda pada konsep penyebab. Bagaimanapun juga, baik dari bukti-bukti arkelogis prasejarah tersebut maupun situasi pada saat ini, pasien telah banyak diselamatkan dengan tindakan trepanasi.

Dalam tradisi penyembuhan masyarakat Bali masa lampau, disebutkan dalam lontar, Budha Kecapi  adalah seorang balian yang sangat ahli dan bijaksana, memiliki pengetahuna yang sangat luas dalam pengobatan. Ia memperoleh pengetahuan dan keterampilannya tersebut, berkat usaha keras dan keteguhanya dalam menggelar tapa, brata, yoga, dan samadhi di kuburan. Sebuah perjuangan dan ketekunan yang juga di era modern ini harus dilalui oleh para calon dokter sebelum meraih sarjana profesi dokter, dokter ahli (spesialis) bahkan konsultan (subspesialis.)

Jika ingin meraih gelar dokter konsultan atau subspesialis, seorang peserta didik perlu waktu paling sedikit 12 tahun dengan berbagai tugas yang tak mudah. Maka jika kurun waktu 12 tahun tempaan kawah candradimuka itu dijalani dengan baik, maka seperti Budha Kecapi, seorang dokter pun layak mendapat anugerah dari Bhatara Hyang Dini Dalem atau Durga.

Budha Kecapi tak hanya ahli dan terampil dalam mengobati. Ia pun diketahui sangat menekankan aspek etik dalam melayani orang sakit. Hal mana yang di era modern ini pun kerap menjadi sorotan. Aspek etik telah mengangkat setinggi-tingginya harkat, baik praktisi penyembuhan di masa lampau maupun para dokter di masa kini, jauh di atas sembuh atau tidak dan selamat atau meninggal pasien yang dirawat.

Sangat menarik juga, dalam lontar yang sama, disinggung ramalan penyakit yang diderita oleh pasien. Apakah memiliki peluang yang besar untuk sembuh, kecil atau bahkan akan meninggal dalam waktu dekat. Dalam praktek kedokteran modern, konsep ini dikenal sebagai prognosis. Keduanya sangat menekankan aspek etik dalam hal ini. Sejauh mana upaya yang akan kita lakukan, seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan prognosis penyakit yang diderita pasien.

Oleh karena konsep pengobatan di masa lampau lebih dipengaruhi oleh keyakinan para tabib, shaman atau balian, maka metode terapi yang diterapkan bentuknya unik dan praktisi penyembuh berperan dominan, sepenuhnya menentukan dalam praktek pengobatan tersebut. Kontras dengan konsep masa kini yang mengharuskan penerapan praktek kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine.)

Pengobatan atau tindakan medis apa pun yang akan diterapkan kepada para pasien wajib sudah melalui suatu penelitian klinis dengan berbagai tingkatan bukti. Semakin kuat dan luas bukti yang telah diverifikasi, maka semakin kuat rekomendasinya untuk pasien. Rekomendasi semakin lemah jika hanya berbasis pengalaman empirik, apalagi hanya atas keyakinan seorang ahli (expert opinion.) Dengan rekomendasi terkuat sekalipun, saat ini seorang pasien tetap memiliki otonomi untuk menentukan keputusan medisnya, ia berhak menolak, bahkan setelah dokter menjelaskan dengan benar terkait penyakit dan pengobatan yang ditawarkan (informed concent.)

Kini, pengobatan modern belum cukup didasarkan hanya pada kedokteran berbasis bukti. Semakin diketahui, setiap individu memiliki keunikan yang rupanya juga dapat memberi pengaruh kepada respon terapi yang diberikan. Dikenal sebagai sistem genomik. Setiap orang, keluarga, suku, ras atau bangsa memiliki untaian genetik atau pembawa sifat yang berbeda-beda. Secara rasional akan memengaruhi zat obat yang bekerja di dalam tubuhnya.

Maka pengetahuan genomik ini mengantarkan terapi modern akan semakin presisi. Jejak-jejak arkeologis di Peru, lontar Budha Kecapai adalah kebijaksanaan di masa lampau, dan sejarah yang dihormati sesungguhnya adalah penyembuh masa depan bumi. [T] 

  • Artikel akan disampaikan dalam acara Singaraja Literary Festival (SLF), 25-27 Juli 2025 di Singaraja, Bali

Penulis: Putu Arya Nugraha
Editor: Adnyana Ole

Darma Kosmik “Usada Budha Kecapi”
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Road To Singaraja Literary Festival  2025:  Membangun Kota yang Berpikir dengan Festival yang Intim
Tags: buda kecapidokterDokter Arya Nugrahamedispengobatanpengobatan tradisionalSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Koruptor Apakah ODGJ?

Next Post

“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra

"Tarian Bumi" dan Kuasa Teori Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co