4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Road To Singaraja Literary Festival  2025:  Membangun Kota yang Berpikir dengan Festival yang Intim

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 12, 2025
in Khas
Road To Singaraja Literary Festival  2025:  Membangun Kota yang Berpikir dengan Festival yang Intim

Diskusi "Menghidupkan Kota Melalui Festival" di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025 | Foto: tatkala.co/Son

ADA banyak cara membayangkan sebuah kota. Membayangkannya sebagai deretan mall dan lampu-lampu terang tapi bukan terang gaduh seperti lampu odong-odong, atau membayangkannya sebagai sebuah ruang di mana gagasan dan kegelisahan punya tempat untuk dirayakan.

Itulah kalimat pembuka dari diskusi “Menghidupkan Kota Melalui Festival” di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025. Diskusi yang merupakan rangkaian dari program Road to Singaraja Literary Festival (SLF) 2025 menghadirkan tiga pembicara, yakni Made Adnyana Ole sebagai pendiri SLF dan pendiri tatkala.co, Kadek Sonia Piscayanti sebagai pendiri dan direktur SLF, dan Kardian Narayana sebagai pendiri Komunitas Singaraja Menonton dan manajer produksi SLF.

Sebelum bicara festival, Dinda Yudia, moderator, melempar kail pertanyaan, “Bagaimana kita semestinya mengimajinasikan sebuah kota, khususnya Singaraja?

Adnyana Ole mengawali dengan pandangan imajinasi tentang kota terbentuk dari riwayatnya. Untuk Singaraja, jejaknya sebagai bekas ibu kota Sunda Kecil di era kolonial meninggalkan imajinasi kuat tentang kota tua yang ramai dan menjadi pusat peradaban. Tapi ada imajinasi yang mendambakan Singaraja menjadi “New York” mini, penuh dengan mall, bioskop, dan gemerlap lampu. Di sisi lain, ada imajinasi yang merindukan Singaraja sebagai kota tua yang ramah, yang merawat bangunan kolonial dan sejarahnya.

“Kota dibangun dengan imajinasi kita, pemerintah punya imajinasi sendiri, pengusaha punya imajinasi lain, dan kita-kita ini punya imajinasi yang berbeda. Mana yang lebih kuat, itu yang akan bertahan,” ujarnya.

Diskusi “Menghidupkan Kota Melalui Festival” di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025 | Foto: tatkala.co/Son

Sonia Piscayanti menawarkan perspektif yang lebih personal dan intim. Baginya, kota adalah definisi yang diciptakan oleh setiap individu di dalamnya. Sebagai seorang pegiat bahasa dan sastra, ia mengimajinasikan Singaraja sebagai kota yang berpikir (a thinking city), di mana diskusi dan puisi bertebaran di jalan-jalan.

“Saya tidak mau Singaraja itu tertidur dan menjadi kota yang malas berpikir,” tegas Sonia. Baginya, SLF adalah upaya untuk membangunkan kota dari kemalasan berpikir dan memperbarui definisinya agar tidak tinggal menjadi sebuah nama.

”SLF lahir dari ketakutan itu. Kami ingin membangunkan Singaraja dari tidurnya,” tambah pendiri Mahima Institute Indonesia ini.

Sementara itu, Kardian Narayana, Founder Singaraja Menonton, mengimajinasikan Singaraja sebagai kota yang nyaman untuk berkarya. Kenyamanan ini bukan berarti sepi, tapi sebuah ruang kondusif untuk berpikir, berdiskusi, dan berproduksi.

”Bagaimana kota ini tetap sunyi, tapi secara ekonominya bertumbuh, orang-orangnya bertumbuh,” paparnya, merujuk pada potensi Singaraja menjadi lokasi produksi film yang menarik sineas luar, seperti halnya Thailand.

Lalu, di mana peran festival dalam pertarungan imajinasi kota ini?

”Yang salah dari pikiran kita dalam membuat festival itu adalah menciptakan kerumunan,” kritik Ole. Menurutnya, festival adalah momen yang sengaja diciptakan sebagai etalase untuk memamerkan kekayaan dan potensi dari tema festival tersebut. Ia harus didasari oleh sebuah konsep dan kurasi yang ketat, ketimbang hanya mengikuti selera pasar.

Made Adnyana Ole | Foto: tatkala.co/Son

“Festival itu momen untuk menawarkan hal sehari-hari yang biasa kita lakukan atau bahkan yang tidak biasa kita lakukan, lalu kita kumpulkan menjadi satu di momen itu,” katanya. Menurutnya, momen tersebut menjadi wadah untuk merangkum dan merayakan segala upaya kreatif, upaya mempertahankan hidup, hingga usaha melestarikan tradisi dan kebiasaan.

Sonia Piscayanti menegaskan, sebuah festival merupakan panggung untuk menyuarakan gagasan ke khalayak yang lebih luas. Singaraja Literary Festival (SLF), secara khusus, menjadikan naskah-naskah lontar dari Gedong Kirtia sebagai jiwanya. Keunikan inilah yang menjadi pembeda sekaligus tawaran Singaraja kepada dunia.

“Kita ada kalau kita berbeda. Keunikan SLF adalah bagaimana ia mengambil lontar sebagai soul dari sastranya,” ungkap Sonia.

Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co/Son

Dinda Ayudia | Foto: tatkala.co/Son

Kardian Narayana | Foto: tatkala.co/Son

Menurutnya, visi ini merupakan upaya untuk meneguhkan posisi Singaraja sebagai tuan rumah bagi kekayaan intelektualnya sendiri. Selama ini yang terjadi para peneliti justru harus ke Eropa untuk mendalami khazanah lontar Bali.

“Miris rasanya ketika kita harus belajar lontar ke Eropa. Mimpi kami adalah suatu saat orang dari seluruh dunia akan datang ke Singaraja untuk belajar lontar,” imbuhnya.

Baginya, SLF bukanlah proyek sesaat. Dengan kecintaan yang mendalam pada sastra, tema-tema SLF telah dirancang untuk sepuluh tahun ke depan. “Ini adalah proyek jangka panjang yang lahir dari kecintaan pada sastra,” katanya.

Kardian menambahkan dari sisi produksi, festival yang berkualitas akan memberikan dampak nyata. “Di festival seperti ini, kita bisa intimate. Bisa bertemu produser, bisa belajar hal baru seperti SLF tahun lalu. Itu ilmu yang bisa didapat, kalau kamu serius mengikuti SLF dari hari pertama sampai terakhir, saya yakin kamu jadi pintar,” guraunya, yang disambut tawa hadirin.

Dampak yang Tak Berhenti di Tiga Hari

Ole memastikan dengan penegasan bahwa SLF adalah upaya nyata untuk mengisi julukan Singaraja sebagai Kota Pendidikan dan Kota Kreatif. ”Manfaatnya harus diambil. Kami menyediakan ruang, pembicara, dan gagasan,” ungkapnya.

SLF hadir berlangsung tiga hari (25-27 Juli 2025) ini tidak berhenti menjadi seremoni sesaat. Setelah festival, nyawanya terus dijaga lewat kegiatan Rabu Puisi, diskusi buku sepanjang tahun. ”Ini adalah upaya untuk terus menyebarkan virus literasi dan menjaga agar festival tidak padam setelah tiga hari perayaan,” tambahnya.

Foto bersama usai diskusi | Foto: tatkala.co/Son

Dampak nyata dipaparkan oleh Sonia. Ia dengan bangga menyebut bagaimana penulis Henry Manampiring terinspirasi menulis puisi pertamanya setelah datang ke SLF. Bagaimana festival ini melahirkan buku-buku baru dan menggerakkan jejaring penulis hingga tingkat Asia Pasifik. ”Semua yang datang di SLF tahun ini, kita memiliki alasan yang sangat kuat mengapa mereka hadir,” katanya.

Dari sisi produksi, Kardian menjelaskan bagaimana SLF mengajarkan timnya untuk lebih menghargai ruang dan sejarah. Mendesain panggung di Sasana Budaya yang merupakan cagar budaya menuntut timnya berpikir kreatif tanpa merusak estetika warisan masa lalu.

”Mendesain di Sasana Budaya itu berat. Kalau kamu jatuhin satu ukiran aja, ya kalau kita diproses secara hukum, kena kita nih,” ucapnya. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
The Singaraja Literary Festival wakes Bali up with a roar


Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024

Tags: festivalKotasastraSingarajaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI DIRUSAK JADI KANDANG BEBEK

Next Post

Bajak, Bijak, Bajik dalam Pariwisata

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Bajak, Bijak, Bajik dalam Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co