4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Road To Singaraja Literary Festival  2025:  Membangun Kota yang Berpikir dengan Festival yang Intim

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 12, 2025
in Khas
Road To Singaraja Literary Festival  2025:  Membangun Kota yang Berpikir dengan Festival yang Intim

Diskusi "Menghidupkan Kota Melalui Festival" di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025 | Foto: tatkala.co/Son

ADA banyak cara membayangkan sebuah kota. Membayangkannya sebagai deretan mall dan lampu-lampu terang tapi bukan terang gaduh seperti lampu odong-odong, atau membayangkannya sebagai sebuah ruang di mana gagasan dan kegelisahan punya tempat untuk dirayakan.

Itulah kalimat pembuka dari diskusi “Menghidupkan Kota Melalui Festival” di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025. Diskusi yang merupakan rangkaian dari program Road to Singaraja Literary Festival (SLF) 2025 menghadirkan tiga pembicara, yakni Made Adnyana Ole sebagai pendiri SLF dan pendiri tatkala.co, Kadek Sonia Piscayanti sebagai pendiri dan direktur SLF, dan Kardian Narayana sebagai pendiri Komunitas Singaraja Menonton dan manajer produksi SLF.

Sebelum bicara festival, Dinda Yudia, moderator, melempar kail pertanyaan, “Bagaimana kita semestinya mengimajinasikan sebuah kota, khususnya Singaraja?

Adnyana Ole mengawali dengan pandangan imajinasi tentang kota terbentuk dari riwayatnya. Untuk Singaraja, jejaknya sebagai bekas ibu kota Sunda Kecil di era kolonial meninggalkan imajinasi kuat tentang kota tua yang ramai dan menjadi pusat peradaban. Tapi ada imajinasi yang mendambakan Singaraja menjadi “New York” mini, penuh dengan mall, bioskop, dan gemerlap lampu. Di sisi lain, ada imajinasi yang merindukan Singaraja sebagai kota tua yang ramah, yang merawat bangunan kolonial dan sejarahnya.

“Kota dibangun dengan imajinasi kita, pemerintah punya imajinasi sendiri, pengusaha punya imajinasi lain, dan kita-kita ini punya imajinasi yang berbeda. Mana yang lebih kuat, itu yang akan bertahan,” ujarnya.

Diskusi “Menghidupkan Kota Melalui Festival” di Kedai De Kakiang, Singaraja, Rabu malam, 10 Juli 2025 | Foto: tatkala.co/Son

Sonia Piscayanti menawarkan perspektif yang lebih personal dan intim. Baginya, kota adalah definisi yang diciptakan oleh setiap individu di dalamnya. Sebagai seorang pegiat bahasa dan sastra, ia mengimajinasikan Singaraja sebagai kota yang berpikir (a thinking city), di mana diskusi dan puisi bertebaran di jalan-jalan.

“Saya tidak mau Singaraja itu tertidur dan menjadi kota yang malas berpikir,” tegas Sonia. Baginya, SLF adalah upaya untuk membangunkan kota dari kemalasan berpikir dan memperbarui definisinya agar tidak tinggal menjadi sebuah nama.

”SLF lahir dari ketakutan itu. Kami ingin membangunkan Singaraja dari tidurnya,” tambah pendiri Mahima Institute Indonesia ini.

Sementara itu, Kardian Narayana, Founder Singaraja Menonton, mengimajinasikan Singaraja sebagai kota yang nyaman untuk berkarya. Kenyamanan ini bukan berarti sepi, tapi sebuah ruang kondusif untuk berpikir, berdiskusi, dan berproduksi.

”Bagaimana kota ini tetap sunyi, tapi secara ekonominya bertumbuh, orang-orangnya bertumbuh,” paparnya, merujuk pada potensi Singaraja menjadi lokasi produksi film yang menarik sineas luar, seperti halnya Thailand.

Lalu, di mana peran festival dalam pertarungan imajinasi kota ini?

”Yang salah dari pikiran kita dalam membuat festival itu adalah menciptakan kerumunan,” kritik Ole. Menurutnya, festival adalah momen yang sengaja diciptakan sebagai etalase untuk memamerkan kekayaan dan potensi dari tema festival tersebut. Ia harus didasari oleh sebuah konsep dan kurasi yang ketat, ketimbang hanya mengikuti selera pasar.

Made Adnyana Ole | Foto: tatkala.co/Son

“Festival itu momen untuk menawarkan hal sehari-hari yang biasa kita lakukan atau bahkan yang tidak biasa kita lakukan, lalu kita kumpulkan menjadi satu di momen itu,” katanya. Menurutnya, momen tersebut menjadi wadah untuk merangkum dan merayakan segala upaya kreatif, upaya mempertahankan hidup, hingga usaha melestarikan tradisi dan kebiasaan.

Sonia Piscayanti menegaskan, sebuah festival merupakan panggung untuk menyuarakan gagasan ke khalayak yang lebih luas. Singaraja Literary Festival (SLF), secara khusus, menjadikan naskah-naskah lontar dari Gedong Kirtia sebagai jiwanya. Keunikan inilah yang menjadi pembeda sekaligus tawaran Singaraja kepada dunia.

“Kita ada kalau kita berbeda. Keunikan SLF adalah bagaimana ia mengambil lontar sebagai soul dari sastranya,” ungkap Sonia.

Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co/Son

Dinda Ayudia | Foto: tatkala.co/Son

Kardian Narayana | Foto: tatkala.co/Son

Menurutnya, visi ini merupakan upaya untuk meneguhkan posisi Singaraja sebagai tuan rumah bagi kekayaan intelektualnya sendiri. Selama ini yang terjadi para peneliti justru harus ke Eropa untuk mendalami khazanah lontar Bali.

“Miris rasanya ketika kita harus belajar lontar ke Eropa. Mimpi kami adalah suatu saat orang dari seluruh dunia akan datang ke Singaraja untuk belajar lontar,” imbuhnya.

Baginya, SLF bukanlah proyek sesaat. Dengan kecintaan yang mendalam pada sastra, tema-tema SLF telah dirancang untuk sepuluh tahun ke depan. “Ini adalah proyek jangka panjang yang lahir dari kecintaan pada sastra,” katanya.

Kardian menambahkan dari sisi produksi, festival yang berkualitas akan memberikan dampak nyata. “Di festival seperti ini, kita bisa intimate. Bisa bertemu produser, bisa belajar hal baru seperti SLF tahun lalu. Itu ilmu yang bisa didapat, kalau kamu serius mengikuti SLF dari hari pertama sampai terakhir, saya yakin kamu jadi pintar,” guraunya, yang disambut tawa hadirin.

Dampak yang Tak Berhenti di Tiga Hari

Ole memastikan dengan penegasan bahwa SLF adalah upaya nyata untuk mengisi julukan Singaraja sebagai Kota Pendidikan dan Kota Kreatif. ”Manfaatnya harus diambil. Kami menyediakan ruang, pembicara, dan gagasan,” ungkapnya.

SLF hadir berlangsung tiga hari (25-27 Juli 2025) ini tidak berhenti menjadi seremoni sesaat. Setelah festival, nyawanya terus dijaga lewat kegiatan Rabu Puisi, diskusi buku sepanjang tahun. ”Ini adalah upaya untuk terus menyebarkan virus literasi dan menjaga agar festival tidak padam setelah tiga hari perayaan,” tambahnya.

Foto bersama usai diskusi | Foto: tatkala.co/Son

Dampak nyata dipaparkan oleh Sonia. Ia dengan bangga menyebut bagaimana penulis Henry Manampiring terinspirasi menulis puisi pertamanya setelah datang ke SLF. Bagaimana festival ini melahirkan buku-buku baru dan menggerakkan jejaring penulis hingga tingkat Asia Pasifik. ”Semua yang datang di SLF tahun ini, kita memiliki alasan yang sangat kuat mengapa mereka hadir,” katanya.

Dari sisi produksi, Kardian menjelaskan bagaimana SLF mengajarkan timnya untuk lebih menghargai ruang dan sejarah. Mendesain panggung di Sasana Budaya yang merupakan cagar budaya menuntut timnya berpikir kreatif tanpa merusak estetika warisan masa lalu.

”Mendesain di Sasana Budaya itu berat. Kalau kamu jatuhin satu ukiran aja, ya kalau kita diproses secara hukum, kena kita nih,” ucapnya. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
The Singaraja Literary Festival wakes Bali up with a roar


Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024

Tags: festivalKotasastraSingarajaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI DIRUSAK JADI KANDANG BEBEK

Next Post

Bajak, Bijak, Bajik dalam Pariwisata

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Bajak, Bijak, Bajik dalam Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co