24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Ajaib, Kata-Kata yang Menyembuhkan, dan Jiwa yang Bertumbuh —  Refleksi dari Pengunjung Singaraja Literary Festival 2025

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
July 29, 2025
in Esai
Kisah Ajaib, Kata-Kata yang Menyembuhkan, dan Jiwa yang Bertumbuh —  Refleksi dari Pengunjung Singaraja Literary Festival 2025

Dewa Rhadea

MATAHARI Singaraja siang itu begitu menyengat. Langit nyaris tak menyisakan bayang. Namun di dalam aula tempat berlangsungnya Singaraja Literary Festival 2025 di hari kedua, 26 Juli 2025, udara terasa sejuk. Bukan karena pendingin ruangan, tapi karena kata-kata, kisah, dan semangat yang mengalir dari dua sosok perempuan inspiratif: Dewi ‘Dee’ Lestari dan Ratih Kumala.

Hari itu sesi diskusi bertema “Kisah-Kisah Ajaib dan Menyembuhkan,” dan benar-benar terasa sebagai perayaan jiwa dan kata. Dee Lestari mengingatkan para penulis—terutama yang masih ragu untuk mulai—bahwa karya terbaik bukanlah yang sempurna, tapi yang selesai. Fokuslah dulu untuk menyelesaikan tulisan, bukan terlalu lama tenggelam dalam riset. Ratih Kumala menyambung dengan satu pesan penting: tulislah yang otentik, jangan khawatir soal “gaya menulis” yang khas. Gaya akan datang seiring jam terbang.

Keduanya sepakat bahwa status “bestseller” bukanlah tujuan utama dalam menulis, melainkan bonus. Proses menulis sendiri adalah pengalaman ajaib, karena dalam proses itulah emosi terdalam, bawah sadar, dan kenangan masa lalu bisa bangkit dan memberi makna baru.

Saya merasakan keajaiban itu secara personal. Saat saya berbagi bahwa saya sedang menulis buku berjudul AUTIS ITU R.O.M.A.N.T.I.S., kisah 15 tahun saya mendampingi putra saya Gangga yang berada dalam spektrum autisme, Dewi ‘Dee’ Lestari memberikan apresiasi yang membuat hati saya bergetar. Ia menyebut judul itu jeli, dan mengatakan secara intuitif bahwa saya punya potensi sebagai penulis berbakat. Itu bukan sekadar pujian. Itu semacam afirmasi—yang menyembuhkan.

Di sesi selanjutnya, masih di arena Singaraja Literary Festival, ada diskusi “Sajak-Sajak yang Menyembuhkan” bersama Henry Manampiring, Sintha Febriany, dan Putu Fajar Arcana. Diskusi itu membuka lagi satu dimensi penting dari menulis: penyembuhan jiwa. Banyak audiens membagikan pengalaman bahwa puisi yang mereka tulis muncul dari luka batin. Ada yang menulis sajak saat dalam tekanan mental berat, dan merasa sedikit demi sedikit sembuh. Kata-kata menjadi pelarian, dan kemudian menjadi cahaya.

Saya menangkap sebuah mata rantai penting: ketika tubuh sakit, kita bisa mencari dokter. Tapi ketika jiwa yang sakit—luka, trauma, kehilangan—maka puisi dan tulisan bisa menjadi penolong. Terapi. Kata-kata yang terucap dari hati bisa menyembuhkan hati.

Dan dalam konteks yang lebih luas, pengalaman ini membuat saya bertanya: mengapa acara seperti ini masih jarang didukung secara serius oleh negara? Bukankah pendidikan literasi dan seni adalah fondasi dari bangsa yang berkarakter dan berempati?

Laporan PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD, dengan posisi ke-62 dari 81 negara. Sementara itu, data dari Kemendikbudristek tahun 2023 menunjukkan masih rendahnya kemampuan calistung anak-anak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Buleleng yang mana di tingkat SD mencapai lebih dari 800 siswa dan lebih dari 400 siswa di tingkat SMP dimana para siswa dan siswi belum lancar hingga belum mampu membaca, menulis dan menghitung. Ini bukan hanya soal kurikulum, tapi soal pendekatan.

Pendekatan berbasis seni bisa menjadi kunci. Menurut Howard Gardner (1983) dengan teori Multiple Intelligences-nya, ada banyak bentuk kecerdasan, salah satunya adalah musikal, spasial, dan kinestetik—semua terkait dengan seni. Anak yang kurang kuat di kecerdasan verbal bisa berkembang melalui medium seni, yang justru membantu mereka memahami bahasa dan simbol secara lebih alami. ArtsEdSearch (2020)di Amerika Serikat mencatat bahwa anak-anak yang dikenalkan pada seni sejak dini—entah itu musik, gambar, tari, atau drama—menunjukkan peningkatan kemampuan literasi, kosakata, dan kemampuan bercerita. Mereka menjadi lebih percaya diri dan ekspresif dalam mengungkapkan pikiran.

Sebuah studi di Frontiers in Education (2025) menemukan bahwa metode narrative drawing—menggambar yang disertai bercerita—mampu membantu anak usia 5–6 tahun memahami struktur bahasa dan mengembangkan literasi dini. Di Inggris, program pembelajaran Shakespeare oleh Royal Shakespeare Company meningkatkan kemampuan bahasa anak SD sebesar 24%. Seni, secara empiris, telah terbukti mendorong literasi.

Semua fakta dan pengalaman ini menyatu menjadi keyakinan saya: jika kita ingin
 anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga utuh jiwanya, maka pendidikan seni dan literasi harus menjadi jantung dari pendidikan sejak usia dini. Bayangkan jika di Buleleng kita berani memasukkan literasi dan seni sebagai pilar utama di PAUD dan TK. Anak-anak akan belajar menulis sambil menggambar, membaca sambil bermain peran, dan memahami emosi lewat musik dan cerita.

Untuk itu, saya ingin menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten Buleleng agar lebih totalitas dan berani berinvestasi pada pendidikan seni dan literasi sebagai dasar pembangunan manusia. Tidak cukup hanya mengizinkan acara seperti Singaraja Literary Festival berlangsung, tetapi harus ada komitmen kebijakan konkret: mendukung secara anggaran, menyertakan program seni dalam kurikulum PAUD dan TK termasuk penguatannya secara keberlanjutan di tingkat SD, serta menciptakan ruang kolaborasi antara seniman, pendidik, dan komunitas.

Singaraja telah memulai langkah yang indah. Tapi untuk menjadi gerakan yang berdampak luas dan berkelanjutan, dibutuhkan keberanian struktural dari Pemerintah Daerah. Buleleng bisa menjadi model nasional dalam mengintegrasikan seni dan literasi ke dalam pendidikan anak usia dini, membuktikan bahwa kita tidak hanya membangun gedung dan jalan, tapi juga membangun jiwa dan imajinasi generasi masa depan.

Saya percaya bahwa literasi adalah benih, seni adalah air, dan kasih adalah cahaya yang akan membuat karakter anak-anak kita tumbuh dengan indah. Dan saya percaya, Gangga pun suatu hari nanti akan menemukan cara berbahasa—entah lewat puisi, gambar, atau pelukan kecil yang penuh makna.

Terima kasih, Singaraja Literary Festival 2025.

Terima kasih atas cahaya kata dan rasa yang dibawa oleh Mbak Dewi ‘Dee’ Lestari, Ratih Kumala, Shinta Febriany, Mas Henry Manampiring dan Bli Putu Arcana, serta para penulis hebat lainnya.

Catatan Penutup:

“Kisah yang menyembuhkan, tak selalu harus sempurna.
Tapi harus sungguh-sungguh dari hati.”

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengambil Api Literasi dari Gayatri Mantram  — Catatan untuk Singaraja Literary Festival 2025
Jagat Batin Bali dalam Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi
“Mission Sacree” dan Puisi yang Terjangkau
Buku Saya, Islam Noah, dan Lontar Husada Sasak
“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra
Pengobatan dalam Teks Lama dan Baru, dari Wahyu ke Kedokteran Berbasis Bukti dan Genomik
Tags: Singaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewa Nyoman Sarjana, Penerima Bali Jani Nugraha: Penulis Sastra Bali Modern dari Tabanan

Next Post

Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co