2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Ajaib, Kata-Kata yang Menyembuhkan, dan Jiwa yang Bertumbuh —  Refleksi dari Pengunjung Singaraja Literary Festival 2025

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
July 29, 2025
in Esai
Kisah Ajaib, Kata-Kata yang Menyembuhkan, dan Jiwa yang Bertumbuh —  Refleksi dari Pengunjung Singaraja Literary Festival 2025

Dewa Rhadea

MATAHARI Singaraja siang itu begitu menyengat. Langit nyaris tak menyisakan bayang. Namun di dalam aula tempat berlangsungnya Singaraja Literary Festival 2025 di hari kedua, 26 Juli 2025, udara terasa sejuk. Bukan karena pendingin ruangan, tapi karena kata-kata, kisah, dan semangat yang mengalir dari dua sosok perempuan inspiratif: Dewi ‘Dee’ Lestari dan Ratih Kumala.

Hari itu sesi diskusi bertema “Kisah-Kisah Ajaib dan Menyembuhkan,” dan benar-benar terasa sebagai perayaan jiwa dan kata. Dee Lestari mengingatkan para penulis—terutama yang masih ragu untuk mulai—bahwa karya terbaik bukanlah yang sempurna, tapi yang selesai. Fokuslah dulu untuk menyelesaikan tulisan, bukan terlalu lama tenggelam dalam riset. Ratih Kumala menyambung dengan satu pesan penting: tulislah yang otentik, jangan khawatir soal “gaya menulis” yang khas. Gaya akan datang seiring jam terbang.

Keduanya sepakat bahwa status “bestseller” bukanlah tujuan utama dalam menulis, melainkan bonus. Proses menulis sendiri adalah pengalaman ajaib, karena dalam proses itulah emosi terdalam, bawah sadar, dan kenangan masa lalu bisa bangkit dan memberi makna baru.

Saya merasakan keajaiban itu secara personal. Saat saya berbagi bahwa saya sedang menulis buku berjudul AUTIS ITU R.O.M.A.N.T.I.S., kisah 15 tahun saya mendampingi putra saya Gangga yang berada dalam spektrum autisme, Dewi ‘Dee’ Lestari memberikan apresiasi yang membuat hati saya bergetar. Ia menyebut judul itu jeli, dan mengatakan secara intuitif bahwa saya punya potensi sebagai penulis berbakat. Itu bukan sekadar pujian. Itu semacam afirmasi—yang menyembuhkan.

Di sesi selanjutnya, masih di arena Singaraja Literary Festival, ada diskusi “Sajak-Sajak yang Menyembuhkan” bersama Henry Manampiring, Sintha Febriany, dan Putu Fajar Arcana. Diskusi itu membuka lagi satu dimensi penting dari menulis: penyembuhan jiwa. Banyak audiens membagikan pengalaman bahwa puisi yang mereka tulis muncul dari luka batin. Ada yang menulis sajak saat dalam tekanan mental berat, dan merasa sedikit demi sedikit sembuh. Kata-kata menjadi pelarian, dan kemudian menjadi cahaya.

Saya menangkap sebuah mata rantai penting: ketika tubuh sakit, kita bisa mencari dokter. Tapi ketika jiwa yang sakit—luka, trauma, kehilangan—maka puisi dan tulisan bisa menjadi penolong. Terapi. Kata-kata yang terucap dari hati bisa menyembuhkan hati.

Dan dalam konteks yang lebih luas, pengalaman ini membuat saya bertanya: mengapa acara seperti ini masih jarang didukung secara serius oleh negara? Bukankah pendidikan literasi dan seni adalah fondasi dari bangsa yang berkarakter dan berempati?

Laporan PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD, dengan posisi ke-62 dari 81 negara. Sementara itu, data dari Kemendikbudristek tahun 2023 menunjukkan masih rendahnya kemampuan calistung anak-anak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Buleleng yang mana di tingkat SD mencapai lebih dari 800 siswa dan lebih dari 400 siswa di tingkat SMP dimana para siswa dan siswi belum lancar hingga belum mampu membaca, menulis dan menghitung. Ini bukan hanya soal kurikulum, tapi soal pendekatan.

Pendekatan berbasis seni bisa menjadi kunci. Menurut Howard Gardner (1983) dengan teori Multiple Intelligences-nya, ada banyak bentuk kecerdasan, salah satunya adalah musikal, spasial, dan kinestetik—semua terkait dengan seni. Anak yang kurang kuat di kecerdasan verbal bisa berkembang melalui medium seni, yang justru membantu mereka memahami bahasa dan simbol secara lebih alami. ArtsEdSearch (2020)di Amerika Serikat mencatat bahwa anak-anak yang dikenalkan pada seni sejak dini—entah itu musik, gambar, tari, atau drama—menunjukkan peningkatan kemampuan literasi, kosakata, dan kemampuan bercerita. Mereka menjadi lebih percaya diri dan ekspresif dalam mengungkapkan pikiran.

Sebuah studi di Frontiers in Education (2025) menemukan bahwa metode narrative drawing—menggambar yang disertai bercerita—mampu membantu anak usia 5–6 tahun memahami struktur bahasa dan mengembangkan literasi dini. Di Inggris, program pembelajaran Shakespeare oleh Royal Shakespeare Company meningkatkan kemampuan bahasa anak SD sebesar 24%. Seni, secara empiris, telah terbukti mendorong literasi.

Semua fakta dan pengalaman ini menyatu menjadi keyakinan saya: jika kita ingin
 anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga utuh jiwanya, maka pendidikan seni dan literasi harus menjadi jantung dari pendidikan sejak usia dini. Bayangkan jika di Buleleng kita berani memasukkan literasi dan seni sebagai pilar utama di PAUD dan TK. Anak-anak akan belajar menulis sambil menggambar, membaca sambil bermain peran, dan memahami emosi lewat musik dan cerita.

Untuk itu, saya ingin menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten Buleleng agar lebih totalitas dan berani berinvestasi pada pendidikan seni dan literasi sebagai dasar pembangunan manusia. Tidak cukup hanya mengizinkan acara seperti Singaraja Literary Festival berlangsung, tetapi harus ada komitmen kebijakan konkret: mendukung secara anggaran, menyertakan program seni dalam kurikulum PAUD dan TK termasuk penguatannya secara keberlanjutan di tingkat SD, serta menciptakan ruang kolaborasi antara seniman, pendidik, dan komunitas.

Singaraja telah memulai langkah yang indah. Tapi untuk menjadi gerakan yang berdampak luas dan berkelanjutan, dibutuhkan keberanian struktural dari Pemerintah Daerah. Buleleng bisa menjadi model nasional dalam mengintegrasikan seni dan literasi ke dalam pendidikan anak usia dini, membuktikan bahwa kita tidak hanya membangun gedung dan jalan, tapi juga membangun jiwa dan imajinasi generasi masa depan.

Saya percaya bahwa literasi adalah benih, seni adalah air, dan kasih adalah cahaya yang akan membuat karakter anak-anak kita tumbuh dengan indah. Dan saya percaya, Gangga pun suatu hari nanti akan menemukan cara berbahasa—entah lewat puisi, gambar, atau pelukan kecil yang penuh makna.

Terima kasih, Singaraja Literary Festival 2025.

Terima kasih atas cahaya kata dan rasa yang dibawa oleh Mbak Dewi ‘Dee’ Lestari, Ratih Kumala, Shinta Febriany, Mas Henry Manampiring dan Bli Putu Arcana, serta para penulis hebat lainnya.

Catatan Penutup:

“Kisah yang menyembuhkan, tak selalu harus sempurna.
Tapi harus sungguh-sungguh dari hati.”

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengambil Api Literasi dari Gayatri Mantram  — Catatan untuk Singaraja Literary Festival 2025
Jagat Batin Bali dalam Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi
“Mission Sacree” dan Puisi yang Terjangkau
Buku Saya, Islam Noah, dan Lontar Husada Sasak
“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra
Pengobatan dalam Teks Lama dan Baru, dari Wahyu ke Kedokteran Berbasis Bukti dan Genomik
Tags: Singaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewa Nyoman Sarjana, Penerima Bali Jani Nugraha: Penulis Sastra Bali Modern dari Tabanan

Next Post

Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Gubernur Koster Berkomitmen Menambah Anggaran PKB dan FSBJ Tahun 2026, Karena Seni Budaya Jadi Penopang Pariwisata dan Ekonomi Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co