14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 16, 2025
in Budaya
Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025

Arja RRI di PKB 2025

Mungkin saja Rekasadana (Pergelaran) Arja RRI Reborn dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 menjadi sangat spesial bagi pengunjung ajang seni tahunan itu. Sebab, jauh jam sebelum pentas, penonton yang hadir sudah memadati tempat duduk di Kalangan Ayodya Taman Budaya Provinsi Bali itu. Bisa saja, orang-orang yang hadir itu memang penggemar arja atau penganggum Arja RRI yang sudah terkenal sejak dulu itu. Maka tak salah, tempat pementasan berbentuk presenium itu penuh dengan pengunjung, Selasa 15 Juli 2025.

Orang-orang yang hadir, memang sudah mengetahui kalau yang tampil malam itu adalah penari-penari baru, sehingga membuatnya penasara. Bagamana tarinya, tembangnya, vokalnya serta alur cerita yang disampiakan, semua itu diharapkan tak beda jauh dengan Arja RRI yang dulu itu. Benar saja, Komunitas Seni Keluarga Kesenian Bali RRI Denpasar yang berada di Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, memang memiliki ruh yang tak jauh beda dengan penari-penari arja sebelumnya. Setiap tohoh yang ngelembar (masuk stage dengan menari dan menyanyi) selalu mendapat tepuk tangan dari penonton.

Arja RRI di PKB 2025

Sekaa Arja Sundara Citta RRI Denpasar malam itu menampilkan pertunjukan arja bertajuk “Sungu Mawungu”. Para pemain atas panduan sang sutradara berhasil menyajikan kemasan seni pertunjukan yang penuh pesan, disamping menghibur, sehingga penampilannya di PKB XLVII ini seakan menjadi bukti masyarakat bali memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian seni arja di tengah masyarakat modern.

Sutradara sekaligus penggagas pertunjukan, I Gusti Made Sumadi mengatakan, kisah yang diangkat menggambarkan intrik dalam Kerajaan Jenggala menjelang penobatan raja baru, yang penuh lika-liku akibat sakit misterius calon permaisuri. Dengan alur yang padat dan sarat makna, pertunjukan ini membawa pesan spiritual tentang keselarasan dan pembersihan unsur negatif dari alam semesta.

Pertunjukan ini bagian dari upaya menjaga eksistensi seni arja, yang sudah menjadi ikon siaran budaya RRI Denpasar setiap Minggu pukul 10.00–12.00 di Pro 4 Budaya RRI Denpasar. Lalu, pemilihan judul “Sungu Mawungu” selaras dengan tema PKB tahun ini Jagat Kerthi Lokahita Samudaya. “Sungu itu adalah salah satu alat dalam ritual keagamaan yang dipercaya mampu menetralisir pengaruh negatif di alam semesta,” jelasnya.

Pementasan ini diperkuat oleh 12 penari dan 12 penabuh, yang telah berlatih sejak Januari 2025. Untuk menjaga kepercayaan masyaralat pecinta seni, komunitas seni ini melakukan latihan dengan intensif. “Latihan secara intensip baru bisa kami lakukan sekitar sebulan penuh karena sebagian pemain juga terlibat dalam produksi kesenian lain,” ucapnya.

Sumadi berharap agar PKB terus menjadi ruang penting untuk menggali potensi budaya yang mungkin selama ini tersembunyi. “PKB ini tempat membangkitkan kembali seni-seni yang jadi mutiara terpendam. Harapannya, ke depan lebih banyak lagi kreativitas baru muncul dari akar tradisi kita sendiri,” pungkasnya.

Arja RRI di PKB 2025

Arja ini berawal dari permintaan Rakyat Kerajaan Jenggala, Putra Jenggala agar secepatnya dinobatkan menjadi Raja, Akhirnya dia menikahi Diah Komala Sari dari kerajaa Daha, tapi sayang, Diah komala sari tiba-tiba jatuh sakit, menyebabkan penobatan Raja tertunda.
Dengan datangnya Diah Mahesti dari kerajaan Pejarakan yang melayani Diah komala Sari saat sakit,, rakyat meminta Raja untuk jangan menunda lagi penobatan Raja, dengan menikahi Diah Mahesti,mengingat Diah Komala Sari tidak kunjung sembuh.

Saat Hari Penobatan Raja telah tiba, sesuai tradisi di Kerajaan Jenggala, diawali dengan membunyikan Sungu yang menandakan penobatan Raja yang baru.Saat Sungu dibunyikan, suaranya menggelegar,yang membuat Diah Mahesti (Calon Ratu) berteriak histeris, dia gak mampu menahan sakit dan panas karena suara sungu itu, dan saat bersamaan Galuh, tanpa sadar, dia terbangun dan berlari datang ke tempat upacara penobatan raja dalam keadaan sehat seperti sedia kala. Akhirnnya terbongkar, penyebab sakitnya Diah Komala Sari adalah Ibu Suri Kerajaan Pejarakan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Bungah dan Cekatan, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Kuta Selatan, Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025
Sesama Denpasar, Angklung Brahmara Sini dan Angklung Jaya Suara Mabarung di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya-karya Pelegongan Maestro Wayan Lotring di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: arjadramatari arjakesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

Next Post

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails
Next Post
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co