2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Permainan Tradisional Bali: Mejaran-jaranan, Lomba Tajog, Deduplak dan Terompah di Jantra Tradisi Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 4, 2025
in Panggung
Permainan Tradisional Bali: Mejaran-jaranan, Lomba Tajog, Deduplak dan Terompah di Jantra Tradisi Bali

Lomba tajog dalam jantra Tradisi Bali

Jantra Tradisi Bali ke-5 yang berisi permainan tradisional Bali serangkaian dengan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 diwarnai dengan semangan anak-anak muda. Ratusan anak-anak muda terlibat dalam kegiatan permainan dan olahraga tradisional yang berlangsung di sebelah timur Lapangan Timur UPTD. Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Jumat 4 Juli 2025. Jantra ini diawali dengan Murtirupa (Demonstrasi) Mejaran-jaranan yang dilakukan oleh Komunitas Permainan Tradisional Banyuning, Kabupaten Buleleng. Setelah itu, semangat para duta kabupaten dan kota di Bali mengikuti Lomba Tajog, Deduplak dan Terompah.

Kabid Tradisi dan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana mengatakan, Jantra hari ini, selain melombakan olahraga tradisional, juga diisi dengan murtirupa demontrasi kepada Kelompok Jaran Jaranan dari Buleleng. Permaian tadisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. “Pelaksanannya terkait dengan Perda 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayan, sehingga di dalam Jantra Tradisi Bali itu ada olahraga tradisional, pemainan rakyat, pengetahuan tradisional dan pengobatan tradisional,” jelasnya.

Tujuan kegiatan ini, untuk memupuk rasa persaudaraan, menyama braya, saling membantu secara gotong royong dan bertanggung jawab, khususnya bagi generasi muda yang ikut dalam tim lomba ini. Sementara untuk demonstrasi, besok juga menghadirkan permainab tradisional “Megandu” dari Kabupaten Tabanan yang juga telah ditatapkan sebagai WBTB Indonesia. “Kegiatan ini sesungguhnya untuk mendapatkan ruh bergembira, mencari teman, melesrarikan permainan lewat kegembiraan dan nyama braya, baru kemudian prestasi,” sebut Ida Bagus Alit Suryana.

Mejaran-jaranan

Pelaksanaan Jantra Tradisional tahun 2025 ini, sangat antusias kabupaten dan kota untuk mengirim pesertanya. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kali ini pesertanya semakin banyak dan lebih meriah. Hal itu, larena mereka telah merasakan manfaat olahraga tradisional ini dalam memupuk rasa kebersamaan, gotong royong di kalangan generasi muda. “Di dalam Jantra ini ada banyak kegiatan. Sebelumnya telah melaksankan lomba membuat layang-layang, dekorasi pintu depan, kali ini olahraga tradisional dan berikutnya serasahen pada tanggal 8 dan 9 Juli,” pungkasnya.

Kepala Bidang Tradisi dan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ni Nyoman Indrawati mengatakan, untuk lomba Jantra Tradisional Bali tahun ini, Pemerintah Kabupaten Badung mengikuti semua materi. Untuk hari ini mengikuti 3 katagori lomba, seperti Tajog putra, deduplak putra dan terompah putri. Sementara, untuk besok mengikuti lomba hadang putri. “Kami sudah melakukan persiapa sejak awal, karena kegiatan ini sangat penting bagi perkembangan anak,” ucapnya.

Jantra ini diawali dari Komunitas Permainan Tradisional Banyuning melakukan demonstrasi Mejaran-jaranan yang melibatkan anak-anak muda, sebagai pendukung penuh semangat memperagakan setiap peran yang ada dalam warisan leluhur itu. Permainan ini diawali dengan menentukan 2 kelompok, masing masing kelompok terdiri 8 orang antara lain 1 orang sebagai penunggang, dan 2 orang sebagai kuda. Sementara 2 orang sebagai pelana dan 3 orang pelindung di bagian belakang. Selanjutnya, permainan Mejaran Jaranan ini dipimpin oleh satu orang sebagai wasit.

“Permainan ini membutuhkan ketangkasan dan kecerdikan bagi si penunggang karena mereka akan melakukan Gulat (mejengke) di atas kuda, dan pemenangnya ditentukan berdasarkan posisinya pada saat bergulat, kalau posisi dibawah berarti kalah, dan kalau posisi di atas berarti menang,” kata Komonitas Paermainan Tradisional Banyuning, Nyoman Mulyawan.

Mejaran jaranan merupakan permainan tradisional khas Desa Banyuning yang dilaksanakan setelah pelaksanaan piodalan Ageng di Pura Gede Pemayun pada hari Bude Kliwon Ugu. Selama 5 hari berbagai jenis permainan akan di lakukan di madya mandala dan di nista mandala. “Permainan Mejaran Jaranan ini bisa dilakukan dari berbagai kalangan, mulai dari anak anak, remaja, hingga orang dewasa,” ucapnya.

Deduplak

Mulyawan mengatakan, permainan Mejaran Jaranan ini berawal dari persiapan pelaksanaan piodalan ageng di Pura Gede Pemayun banjar banyuning tengah desa adat banyuning, persiapan piodalan ageng biasanya memakan waktu cukup panjang antara sebulan sampai dua bulan. Mulai dari ngayah mereresik, perbaikan sarana dan prasarana upakara yang dilaksanakan secara gotong royong yang lebih sering disebut ngayah.

Kegiatan ngayah di Pura Gede Pemayun terkadang tidak menentu kadang pagi, siang, sore dan bahkan bisa sampai mekemit (tidur di pura). Pada sore dan malam hari inilah parmainan tradisi ini dilakukan oleh anak anak, teruna-teruni, dan yang sudah dewasa ikut juga melakukannya. Di Pura Gede Pemayun tempat barmain atau mepelalian dilakukan di madya mandala (jabe tengah ) untuk orang dewasa dan di nista mandala ( jabe sisi ) untuk anak anak.

Permainan yang dilakukan mulai dari meselodor-selodoran, sepur-mundur, mecolekan sirah, tempeng gandong, batu tumpuk lima, meunti untian, serta mejaran jaranan. Permaiann itu kebanyakan dilakukan oleh para remaja dan dewasa. “Permainan mejaran jaran itu permainan yang menitik beratkan pada keseimbang, ketangkasan dan kecerdikan penunggang melihat situasi lawan,” ungkap Memet, sapaan akrabnya.

Namun, permainan ini juga memiliki resiko yang sangat tinggi, kemungkinan jatuh merupakan resiko yang paling tinggi oleh karena itu diusahakan permainan ini dilakukan pada tempat yang tidak membahayakan seperti di lapangan padang rumput atau lapangan bartanah liat.

Lomba tajog

Pada tahun 90 -an permainan ini jarang dilakukan setelah halaman madya mandala dan nista mandala Pura Gede Pemayun dipasangi paving blok dengan alasan agar warga yang datang melakukan persembahyang tidak kotor karena lumpur pada musim penghujan. “Permainan yang masih dilakukan saat itu adalah permainan sepur mundur dan mepantigan (bergulat) endut atau lumpur,” kenangnya.

Mengingat, permainan mejaran jaranan ini memiliki berbagai manfaat, Memet kemudian mulai menghidupkan kembali. Mejaran jaranan kemudian mendapatkan undangan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bangli untuk ikut memeriahkan HUT Kabupaten Bangli tahun 2017 dalam bentuk seni pertunjukan dengan memakai iringan Bleganjur. Setelah itu di tampilkan lagi pada acara HUT Kota Singaraja. “Pada tahun 2018 permainan tradisinal Mejaran-jaranan di daftarkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB),” sebutnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Adu Cakap Membuat Layangan Bebean dalam Jantra Tradisi Bali
Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali
Anak-anak Main Gender Wayang: Tak Sekadar Cepat, Tapi juga Kuasai Spirit Gending
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025
Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Tags: Jantra Tradisi Balipermainan anak-anakpermainan tradisional anak-anakpermainan tradisional Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Next Post

Dolanan Kidal Kidul yang Jenaka dari Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Sudha Wirad, Kabupaten Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Dolanan Kidal Kidul yang Jenaka dari Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Sudha Wirad, Kabupaten Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025

Dolanan Kidal Kidul yang Jenaka dari Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Sudha Wirad, Kabupaten Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co