23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teman Datang, Teman Pergi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 30, 2025
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

“Kemarin dan esok
adalah hari ini/Bencana dan keberuntungan
sama saja/Langit di luar/
Langit di badan/Bersatu dalam jiwa.”

PETIKAN sajak WS Rendra ini mengajak kita melihat hidup secara lebih utuh dan tenang. Ia mengingatkan bahwa dalam hidup tak perlu ada yang berlebihan—baik saat kita dilahirkan, ketika sedang hidup, maupun ketika akhirnya berpulang. Seseorang yang masih kita jumpai kemarin, bisa jadi hari ini sudah tiada. Itulah hidup. Dan itulah kuasa Tuhan.

Kami biasa menyapanya dengan nama Pak Yong. Seorang lelaki asal Jawa berusia 62 tahun. Ia pekerja konstruksi. Sejak pandemi, ia dan rekan-rekannya bolak-balik Jawa-Bali untuk mengerjakan proyek-proyek bangunan di Tibubeneng, Badung, yang lebih dikenal publik sebagai kawasan Canggu.

Pak Yong dikenal baik dan ringan tangan. Salah satu kebiasaannya yang paling melekat dalam ingatan kami adalah saat ia membelikan segelas kopi hangat dalam gelas plastik kepada teman-temannya di toko bangunan tempatnya bekerja, setiap sore menjelang matahari tenggelam.

Kebetulan tunangan saya bekerja di toko bangunan itu. Maka setiap kali saya menjemputnya pulang kerja, saya juga kerap bertemu Pak Yong. Dari situlah saya mengenalnya. Obrolan kami awalnya ringan, tapi berangsur hangat. Saya sempat memberikan beberapa buku, termasuk karya saya sendiri. Dan saya baru tahu, ternyata ia menyukai membaca.

Namun tak ada yang bisa menunda takdir. Sekitar sebulan lalu, Pak Yong meninggal dunia. Kejadiannya begitu tiba-tiba. Seusai makan siang, dalam posisi duduk, ia terlihat sesak napas. Teman-temannya segera membawanya ke rumah sakit, tetapi belum sampai di tujuan, ia telah mengembuskan napas terakhir.

Pemilik toko tempatnya bekerja langsung bergerak cepat. Ia mengurus pemulasaran, menghubungi keluarga Pak Yong di Jawa, hingga memastikan jenazah dipulangkan dengan baik. Kami semua berduka. Tak menyangka akan kehilangan seseorang yang selama ini hadir sederhana, tapi menghangatkan.

Kami kini hanya bisa mengenang kebersamaan kami. Menyimpan kenangan akan tawa-tawanya. Dan tentu, memanjatkan doa-doa diam untuknya. Semoga ia tenang dan diterima dengan damai di sisi Tuhan.

Teman Datang

Kadang, alam semesta mempertemukan manusia bukan secara kebetulan, tetapi untuk menyampaikan pesan. Kehadiran Pak Yong mengajarkan bahwa keramahan, bahkan kepada orang baru, adalah bentuk cinta yang paling dasar.

Ia tak menunggu kaya untuk bisa memberi. Satu gelas kopi hangat cukup untuk menunjukkan bahwa kita bisa saling peduli. Dalam kesederhanaan itulah, hubungan antar manusia bisa terjalin. Tanpa perlu embel-embel status, latar belakang, agama, ataupun suku.

Namun, pada zaman sekarang—ketika banyak hal dihitung dengan kalkulasi untung rugi—kebaikan sering kali justru dicurigai. Kita bertanya dalam hati: “Apa maunya dia?” “Punya agenda tersembunyi?” Bahkan ada saja yang mengaitkan kebaikan dengan motif agama atau ideologi.

Seperti petikan lagu Iksan Skuter yang populer: “Bahkan mencintai kini dicurigai”. Kita terbiasa hidup dalam tembok curiga, membatasi rasa percaya. Individualisme perlahan menggantikan semangat kasih sayang, gotong royong, dan tepa selira yang dahulu menjadi napas hidup bersama.

Lebih menyedihkan lagi, kadang kita menjalin hubungan hanya karena perhitungan pribadi. Apa manfaat berteman dengannya? Bisa bantu apa? Kalau tidak bisa memberi keuntungan, buat apa dipertahankan? Pertemanan pun menjadi transaksi. Bukan lagi soal rasa.

Teman Pergi

Ketika hal itu terjadi, bukan mustahil seorang teman akan pergi. Ia merasa hanya dijadikan alat. Dibutuhkan saat kita perlu, dilupakan ketika ia yang membutuhkan kita.

Saya pun pernah mengalami retaknya hubungan pertemanan. Salah satu sebab paling umum: uang. Ini topik yang sering sensitif. Kita kadang terpaksa meminjam uang karena keadaan. Tapi saat tidak bisa mengembalikannya sesuai janji, itulah awal mula keretakan itu.

Sering kita bilang “meminjam”, tapi dalam hati berharap si pemberi lupa. Atau memang kita yang sengaja melupakan. Ini bukan soal nominal, tapi soal komitmen.

Ketika janji tak ditepati, kepercayaan pun runtuh. Lalu perlahan, teman kita menjauh. Tidak lagi membalas pesan. Tidak mengangkat telepon. Kita pun mulai sadar betapa berharganya kehadirannya saat ia sudah tiada.

Penyesalan itu datang terlambat. Tapi begitulah hidup. Hukum sebab-akibat bekerja dengan rapi. Kita menuai apa yang pernah kita tabur.

Dalam tradisi agama sebuah agama, salah satu hal penting yang diumumkan saat seseorang meninggal dunia adalah: apakah almarhum atau almarhumah masih memiliki utang. Hal ini biasanya disampaikan sebelum upacara pemakaman. Tujuannya jelas—agar tidak ada yang memberatkan perjalanan ruh menuju keabadian.

Jika ada utang, keluarga mendiang bisa mengusahakan untuk membayar. Sebab, menyelesaikan urusan dunia membantu ruh yang berpulang kembali kepada Sang Pencipta dengan damai.

Demikianlah. Teman datang membawa cahaya, pergi meninggalkan bayangan panjang kenangan. Dan kita yang ditinggalkan hanya bisa belajar dari pertemuan dan kepergian itu. Semoga kita bisa menjadi teman yang lebih hangat, yang tidak hanya baik saat butuh, tapi juga hadir ketika dibutuhkan. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Penyair Memanfaatkan Pengalaman
Kita Semua Berdagang
Ibu Menemaniku Saat Skizofrenia Mendera
Pekerja Anak Dalam Kenangan
“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Tags: filosofirenunganteman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Next Post

Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi — Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi — Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi -- Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co