3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teman Datang, Teman Pergi

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 30, 2025
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

“Kemarin dan esok
adalah hari ini/Bencana dan keberuntungan
sama saja/Langit di luar/
Langit di badan/Bersatu dalam jiwa.”

PETIKAN sajak WS Rendra ini mengajak kita melihat hidup secara lebih utuh dan tenang. Ia mengingatkan bahwa dalam hidup tak perlu ada yang berlebihan—baik saat kita dilahirkan, ketika sedang hidup, maupun ketika akhirnya berpulang. Seseorang yang masih kita jumpai kemarin, bisa jadi hari ini sudah tiada. Itulah hidup. Dan itulah kuasa Tuhan.

Kami biasa menyapanya dengan nama Pak Yong. Seorang lelaki asal Jawa berusia 62 tahun. Ia pekerja konstruksi. Sejak pandemi, ia dan rekan-rekannya bolak-balik Jawa-Bali untuk mengerjakan proyek-proyek bangunan di Tibubeneng, Badung, yang lebih dikenal publik sebagai kawasan Canggu.

Pak Yong dikenal baik dan ringan tangan. Salah satu kebiasaannya yang paling melekat dalam ingatan kami adalah saat ia membelikan segelas kopi hangat dalam gelas plastik kepada teman-temannya di toko bangunan tempatnya bekerja, setiap sore menjelang matahari tenggelam.

Kebetulan tunangan saya bekerja di toko bangunan itu. Maka setiap kali saya menjemputnya pulang kerja, saya juga kerap bertemu Pak Yong. Dari situlah saya mengenalnya. Obrolan kami awalnya ringan, tapi berangsur hangat. Saya sempat memberikan beberapa buku, termasuk karya saya sendiri. Dan saya baru tahu, ternyata ia menyukai membaca.

Namun tak ada yang bisa menunda takdir. Sekitar sebulan lalu, Pak Yong meninggal dunia. Kejadiannya begitu tiba-tiba. Seusai makan siang, dalam posisi duduk, ia terlihat sesak napas. Teman-temannya segera membawanya ke rumah sakit, tetapi belum sampai di tujuan, ia telah mengembuskan napas terakhir.

Pemilik toko tempatnya bekerja langsung bergerak cepat. Ia mengurus pemulasaran, menghubungi keluarga Pak Yong di Jawa, hingga memastikan jenazah dipulangkan dengan baik. Kami semua berduka. Tak menyangka akan kehilangan seseorang yang selama ini hadir sederhana, tapi menghangatkan.

Kami kini hanya bisa mengenang kebersamaan kami. Menyimpan kenangan akan tawa-tawanya. Dan tentu, memanjatkan doa-doa diam untuknya. Semoga ia tenang dan diterima dengan damai di sisi Tuhan.

Teman Datang

Kadang, alam semesta mempertemukan manusia bukan secara kebetulan, tetapi untuk menyampaikan pesan. Kehadiran Pak Yong mengajarkan bahwa keramahan, bahkan kepada orang baru, adalah bentuk cinta yang paling dasar.

Ia tak menunggu kaya untuk bisa memberi. Satu gelas kopi hangat cukup untuk menunjukkan bahwa kita bisa saling peduli. Dalam kesederhanaan itulah, hubungan antar manusia bisa terjalin. Tanpa perlu embel-embel status, latar belakang, agama, ataupun suku.

Namun, pada zaman sekarang—ketika banyak hal dihitung dengan kalkulasi untung rugi—kebaikan sering kali justru dicurigai. Kita bertanya dalam hati: “Apa maunya dia?” “Punya agenda tersembunyi?” Bahkan ada saja yang mengaitkan kebaikan dengan motif agama atau ideologi.

Seperti petikan lagu Iksan Skuter yang populer: “Bahkan mencintai kini dicurigai”. Kita terbiasa hidup dalam tembok curiga, membatasi rasa percaya. Individualisme perlahan menggantikan semangat kasih sayang, gotong royong, dan tepa selira yang dahulu menjadi napas hidup bersama.

Lebih menyedihkan lagi, kadang kita menjalin hubungan hanya karena perhitungan pribadi. Apa manfaat berteman dengannya? Bisa bantu apa? Kalau tidak bisa memberi keuntungan, buat apa dipertahankan? Pertemanan pun menjadi transaksi. Bukan lagi soal rasa.

Teman Pergi

Ketika hal itu terjadi, bukan mustahil seorang teman akan pergi. Ia merasa hanya dijadikan alat. Dibutuhkan saat kita perlu, dilupakan ketika ia yang membutuhkan kita.

Saya pun pernah mengalami retaknya hubungan pertemanan. Salah satu sebab paling umum: uang. Ini topik yang sering sensitif. Kita kadang terpaksa meminjam uang karena keadaan. Tapi saat tidak bisa mengembalikannya sesuai janji, itulah awal mula keretakan itu.

Sering kita bilang “meminjam”, tapi dalam hati berharap si pemberi lupa. Atau memang kita yang sengaja melupakan. Ini bukan soal nominal, tapi soal komitmen.

Ketika janji tak ditepati, kepercayaan pun runtuh. Lalu perlahan, teman kita menjauh. Tidak lagi membalas pesan. Tidak mengangkat telepon. Kita pun mulai sadar betapa berharganya kehadirannya saat ia sudah tiada.

Penyesalan itu datang terlambat. Tapi begitulah hidup. Hukum sebab-akibat bekerja dengan rapi. Kita menuai apa yang pernah kita tabur.

Dalam tradisi agama sebuah agama, salah satu hal penting yang diumumkan saat seseorang meninggal dunia adalah: apakah almarhum atau almarhumah masih memiliki utang. Hal ini biasanya disampaikan sebelum upacara pemakaman. Tujuannya jelas—agar tidak ada yang memberatkan perjalanan ruh menuju keabadian.

Jika ada utang, keluarga mendiang bisa mengusahakan untuk membayar. Sebab, menyelesaikan urusan dunia membantu ruh yang berpulang kembali kepada Sang Pencipta dengan damai.

Demikianlah. Teman datang membawa cahaya, pergi meninggalkan bayangan panjang kenangan. Dan kita yang ditinggalkan hanya bisa belajar dari pertemuan dan kepergian itu. Semoga kita bisa menjadi teman yang lebih hangat, yang tidak hanya baik saat butuh, tapi juga hadir ketika dibutuhkan. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Penyair Memanfaatkan Pengalaman
Kita Semua Berdagang
Ibu Menemaniku Saat Skizofrenia Mendera
Pekerja Anak Dalam Kenangan
“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Tags: filosofirenunganteman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Next Post

Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi — Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi — Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Pertama Kali, Dua Mahasiswa UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi -- Terbitkan Buku Cerpen dan Buku Berita Kisah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co