24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
June 30, 2025
in Esai
Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Trowulan, sebuah daerah di Mojokerto, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Namun, benarkah anggapan ini sepenuhnya berdasar pada fakta sejarah? Ataukah sebenarnya hanya warisan tafsir masa kolonial yang diterima begitu saja tanpa kajian kritis?

SELAMA lebih dari satu abad, Trowulan telah dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang disebut-sebut menguasai Nusantara. Dalam buku pelajaran hingga narasi wisata sejarah, Trowulan menjadi simbol kejayaan masa silam. Pandangan ini diperkuat oleh survei kolonial sejak zaman Raffles dan rekonstruksi visual oleh Maclaine Pont yang menafsirkan teks Nagarakretagama ke dalam bentuk kota. Sejak saat itu, narasi Trowulan sebagai Wilwatikta menjadi kepercayaan umum.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah sejarawan dan arkeolog mulai mempertanyakan akurasi klaim tersebut. Ketika teks kuno, temuan arkeologi, dan cerita masyarakat dibandingkan, muncul keraguan: apakah benar Trowulan adalah pusat Majapahit, ataukah kita hanya mewarisi narasi yang dibentuk dari luar?

Apa yang Dikatakan Kitab-Kitab Kuno?

Dua naskah kuno sering dijadikan rujukan dalam menelusuri letak ibu kota Majapahit adalah Pararaton dan Kakawin Nagarakretagama. Menariknya, keduanya menyimpan isyarat yang justru tidak sejalan dengan identifikasi Trowulan.

Dalam Pararaton, dikisahkan bahwa Raden Wijaya membuka hutan bernama Tarik, dibantu orang-orang Madura untuk mendirikan pusat kekuasaan yang kelak disebut Majapahit. Lokasi Hutan Tarik ini diyakini berada di dekat muara Sungai Brantas, sedangkan Trowulan terletak jauh dari muara dan lebih masuk ke pedalaman. Hal ini menimbulkan keraguan geografis bahwa jika pendirian Majapahit bermula di Tarik, mungkinkah Trowulan yang justru lebih jauh dari sungai besar menjadi pusat pertamanya?

Sementara itu, Nagarakretagama karya Mpu Prapanca memuat uraian rinci mengenai tata letak ibu kota Majapahit, seperti letak keraton (pura), kompleks para bangsawan (kuwu), hingga pusat kekuasaan Bhre Daha dan Hayam Wuruk. Namun, deskripsi tersebut sulit dipadankan dengan kondisi fisik Trowulan saat ini. Misalnya, tidak disebutkan keberadaan Kolam Segaran atau kanal-kanal besar yang kini ditemukan di Trowulan. Padahal Mpu Prapanca dikenal teliti dalam mendeskripsikan tempat-tempat penting.

Ketidaksesuaian antara teks kuno dan temuan arkeologis ini membuat banyak peneliti mulai mempertanyakan: apakah Wilwatikta yang dimaksud dalam Nagarakretagama benar-benar merujuk pada Trowulan, atau justru pada lokasi lain yang hingga kini belum pasti?

Jejak Arkeologi di Tanah Trowulan

Secara arkeologis, Trowulan memang menyimpan banyak temuan penting. Ekskavasi Maclaine Pont pada 1920-an dan penelitian lanjutan menunjukkan adanya permukiman besar. Kanal-kanal, fondasi bata, dan struktur pemukiman kuno ditemukan berserakan di kawasan ini.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti pasti mengenai letak keraton Majapahit. Tidak ada struktur istana, gerbang utama, atau titik pusat kekuasaan yang dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Lapisan tanah di Trowulan bahkan menunjukkan tumpang tindih dari masa berbeda, seolah kota ini dibangun ulang di atas bekas pemukiman lama. Bahkan yang lebih mencolok, tidak ada satu pun prasasti dari era Majapahit yang menyebut nama “Trowulan” sebagai ibu kota.

Nama Trowulan sendiri baru populer setelah survei Wardenaar pada 1815 dan publikasi Raffles dalam The History of Java. Artinya, klaim ini mungkin merupakan hasil penafsiran kolonial daripada keterangan dari masa Majapahit itu sendiri.

Suara dari Situs: Tradisi Lisan di Candi Gentong

Pada Sabtu, 10 Mei 2025, telah diwawancarai seorang juru kunci di Candi Gentong, salah satu situs penting di Trowulan. Dia menyampaikan bahwa selama ini, masyarakat kerap mengaitkan Candi Gentong dan Candi Brahu sebagai bagian dari rangkaian ritual kematian dengan Gentong sebagai tempat pemandian jenazah, Brahu sebagai tempat pembakaran. Hal inid dikarenakan pernah ditemukan sisa abu di dalamnya.

Namun, ketika ditanya apakah itu fakta yang pasti, juru kunci Candi Gentong hanya tersenyum dan menjawab, “Sejarah itu bisa diubah oleh siapa saja. Tidak ada yang tahu pasti. Bisa jadi kenyataannya tidak seperti itu.”

Menurutnya, hubungan antara Candi Gentong dan Brahu hanyalah kemungkinan, bukan kesimpulan mutlak. Dia juga menyebut bahwa wilayah sekitar Candi Gentong sudah menjadi permukiman sebelum masa Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa Trowulan memang penting, tapi belum tentu sebagai pusat pemerintahan. Bisa jadi hanya kawasan ritual atau elite yang berdiri berdampingan dengan pusat kerajaan di tempat lain.

Candi Gentong dan Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Lantas, Perlukah Kita Meninjau Ulang Sejarah Majapahit?

Trowulan jelas merupakan situs penting dalam sejarah Jawa Timur, dengan berbagai peninggalan arkeologis yang menunjukkan adanya kehidupan budaya yang maju pada masa lampau. Meski begitu, klaim bahwa Trowulan adalah ibu kota Majapahit sejauh ini masih bersifat interpretatif. Tidak ada prasasti yang menyebut nama Trowulan, dan narasi dari Pararaton maupun Nagarakretagama tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi geografis dan tata ruang yang ditemukan di sana. Bahkan, konstruksi narasi ini banyak dipengaruhi oleh sudut pandang kolonial yang dimulai sejak masa Raffles dan Maclaine Pont.

Karena itu, penting bagi kita untuk meninjau ulang sejarah Majapahit secara lebih kritis dan terbuka. Tradisi lisan dari masyarakat lokal, seperti yang disampaikan juru kunci Candi Gentong, mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya milik dokumen resmi, tetapi juga tersimpan dalam ingatan kolektif yang sering terabaikan. Pendekatan sejarah inklusif yang menggabungkan data arkeologis, teks kuno, dan narasi lokal, akan membuka jalan menuju pemahaman yang lebih utuh dan adil terhadap masa lalu.

Sumber Pustaka:

  • Agus Munandar. (2010). Ibukota Majapahit: Masa Jaya dan Pencapaian. Jakarta: Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Indonesia.go.id. (2021). Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit? Diakses dari: https://indonesia.go.id/kategori/komoditas/1350/trowulan-adalah-ibu-kota-majapahit
  • iNews Mojokerto. (2022). Trowulan Bisa Jadi Bukan Ibukota Majapahit, 4 Data Ini Jadi Alasan. Diakses dari: https://mojokerto.inews.id/read/135224/trowulan-bisa-jadi-bukan-ibukota-majapahit-4-data-ini-jadi-alasan
  • Kompasiana. (2022). Prasasti Pembakaran Mayat di Candi Brahu Kabupaten Mojokerto. Diakses dari: https://www.kompasiana.com/titinyulianingsih8954/62b2a925a0cdf86342656d35/
  • Radarmajapahit.jawapos.com. (2023). Mengeksplorasi Sejarah Candi Gentong, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Masa Kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Diakses dari: https://radarmajapahit.jawapos.com/darmo-corner/2295913799/
  • Wibowo, A.S. (n.d.). Nagarakretagama dan Trowulan. Diakses dari Repositori Kemdikbud: https://repositori.kemdikbud.go.id/9924/
  • Wawancara Juru Kunci Candi Gentong, Trowulan, Mojokerto pada 10 Mei 2025.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT
Ulang Tahun Majapahit ke-727
Bhatara Majapahit = Bhatara Wisnu (?) – Catatan Harian Sugi Lanus
Tags: Jawa TimurMajapahitMojokertosejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?

Next Post

Teman Datang, Teman Pergi

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Teman Datang, Teman Pergi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co