13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
June 30, 2025
in Esai
Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Trowulan, sebuah daerah di Mojokerto, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Namun, benarkah anggapan ini sepenuhnya berdasar pada fakta sejarah? Ataukah sebenarnya hanya warisan tafsir masa kolonial yang diterima begitu saja tanpa kajian kritis?

SELAMA lebih dari satu abad, Trowulan telah dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang disebut-sebut menguasai Nusantara. Dalam buku pelajaran hingga narasi wisata sejarah, Trowulan menjadi simbol kejayaan masa silam. Pandangan ini diperkuat oleh survei kolonial sejak zaman Raffles dan rekonstruksi visual oleh Maclaine Pont yang menafsirkan teks Nagarakretagama ke dalam bentuk kota. Sejak saat itu, narasi Trowulan sebagai Wilwatikta menjadi kepercayaan umum.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah sejarawan dan arkeolog mulai mempertanyakan akurasi klaim tersebut. Ketika teks kuno, temuan arkeologi, dan cerita masyarakat dibandingkan, muncul keraguan: apakah benar Trowulan adalah pusat Majapahit, ataukah kita hanya mewarisi narasi yang dibentuk dari luar?

Apa yang Dikatakan Kitab-Kitab Kuno?

Dua naskah kuno sering dijadikan rujukan dalam menelusuri letak ibu kota Majapahit adalah Pararaton dan Kakawin Nagarakretagama. Menariknya, keduanya menyimpan isyarat yang justru tidak sejalan dengan identifikasi Trowulan.

Dalam Pararaton, dikisahkan bahwa Raden Wijaya membuka hutan bernama Tarik, dibantu orang-orang Madura untuk mendirikan pusat kekuasaan yang kelak disebut Majapahit. Lokasi Hutan Tarik ini diyakini berada di dekat muara Sungai Brantas, sedangkan Trowulan terletak jauh dari muara dan lebih masuk ke pedalaman. Hal ini menimbulkan keraguan geografis bahwa jika pendirian Majapahit bermula di Tarik, mungkinkah Trowulan yang justru lebih jauh dari sungai besar menjadi pusat pertamanya?

Sementara itu, Nagarakretagama karya Mpu Prapanca memuat uraian rinci mengenai tata letak ibu kota Majapahit, seperti letak keraton (pura), kompleks para bangsawan (kuwu), hingga pusat kekuasaan Bhre Daha dan Hayam Wuruk. Namun, deskripsi tersebut sulit dipadankan dengan kondisi fisik Trowulan saat ini. Misalnya, tidak disebutkan keberadaan Kolam Segaran atau kanal-kanal besar yang kini ditemukan di Trowulan. Padahal Mpu Prapanca dikenal teliti dalam mendeskripsikan tempat-tempat penting.

Ketidaksesuaian antara teks kuno dan temuan arkeologis ini membuat banyak peneliti mulai mempertanyakan: apakah Wilwatikta yang dimaksud dalam Nagarakretagama benar-benar merujuk pada Trowulan, atau justru pada lokasi lain yang hingga kini belum pasti?

Jejak Arkeologi di Tanah Trowulan

Secara arkeologis, Trowulan memang menyimpan banyak temuan penting. Ekskavasi Maclaine Pont pada 1920-an dan penelitian lanjutan menunjukkan adanya permukiman besar. Kanal-kanal, fondasi bata, dan struktur pemukiman kuno ditemukan berserakan di kawasan ini.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti pasti mengenai letak keraton Majapahit. Tidak ada struktur istana, gerbang utama, atau titik pusat kekuasaan yang dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Lapisan tanah di Trowulan bahkan menunjukkan tumpang tindih dari masa berbeda, seolah kota ini dibangun ulang di atas bekas pemukiman lama. Bahkan yang lebih mencolok, tidak ada satu pun prasasti dari era Majapahit yang menyebut nama “Trowulan” sebagai ibu kota.

Nama Trowulan sendiri baru populer setelah survei Wardenaar pada 1815 dan publikasi Raffles dalam The History of Java. Artinya, klaim ini mungkin merupakan hasil penafsiran kolonial daripada keterangan dari masa Majapahit itu sendiri.

Suara dari Situs: Tradisi Lisan di Candi Gentong

Pada Sabtu, 10 Mei 2025, telah diwawancarai seorang juru kunci di Candi Gentong, salah satu situs penting di Trowulan. Dia menyampaikan bahwa selama ini, masyarakat kerap mengaitkan Candi Gentong dan Candi Brahu sebagai bagian dari rangkaian ritual kematian dengan Gentong sebagai tempat pemandian jenazah, Brahu sebagai tempat pembakaran. Hal inid dikarenakan pernah ditemukan sisa abu di dalamnya.

Namun, ketika ditanya apakah itu fakta yang pasti, juru kunci Candi Gentong hanya tersenyum dan menjawab, “Sejarah itu bisa diubah oleh siapa saja. Tidak ada yang tahu pasti. Bisa jadi kenyataannya tidak seperti itu.”

Menurutnya, hubungan antara Candi Gentong dan Brahu hanyalah kemungkinan, bukan kesimpulan mutlak. Dia juga menyebut bahwa wilayah sekitar Candi Gentong sudah menjadi permukiman sebelum masa Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa Trowulan memang penting, tapi belum tentu sebagai pusat pemerintahan. Bisa jadi hanya kawasan ritual atau elite yang berdiri berdampingan dengan pusat kerajaan di tempat lain.

Candi Gentong dan Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Lantas, Perlukah Kita Meninjau Ulang Sejarah Majapahit?

Trowulan jelas merupakan situs penting dalam sejarah Jawa Timur, dengan berbagai peninggalan arkeologis yang menunjukkan adanya kehidupan budaya yang maju pada masa lampau. Meski begitu, klaim bahwa Trowulan adalah ibu kota Majapahit sejauh ini masih bersifat interpretatif. Tidak ada prasasti yang menyebut nama Trowulan, dan narasi dari Pararaton maupun Nagarakretagama tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi geografis dan tata ruang yang ditemukan di sana. Bahkan, konstruksi narasi ini banyak dipengaruhi oleh sudut pandang kolonial yang dimulai sejak masa Raffles dan Maclaine Pont.

Karena itu, penting bagi kita untuk meninjau ulang sejarah Majapahit secara lebih kritis dan terbuka. Tradisi lisan dari masyarakat lokal, seperti yang disampaikan juru kunci Candi Gentong, mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya milik dokumen resmi, tetapi juga tersimpan dalam ingatan kolektif yang sering terabaikan. Pendekatan sejarah inklusif yang menggabungkan data arkeologis, teks kuno, dan narasi lokal, akan membuka jalan menuju pemahaman yang lebih utuh dan adil terhadap masa lalu.

Sumber Pustaka:

  • Agus Munandar. (2010). Ibukota Majapahit: Masa Jaya dan Pencapaian. Jakarta: Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Indonesia.go.id. (2021). Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit? Diakses dari: https://indonesia.go.id/kategori/komoditas/1350/trowulan-adalah-ibu-kota-majapahit
  • iNews Mojokerto. (2022). Trowulan Bisa Jadi Bukan Ibukota Majapahit, 4 Data Ini Jadi Alasan. Diakses dari: https://mojokerto.inews.id/read/135224/trowulan-bisa-jadi-bukan-ibukota-majapahit-4-data-ini-jadi-alasan
  • Kompasiana. (2022). Prasasti Pembakaran Mayat di Candi Brahu Kabupaten Mojokerto. Diakses dari: https://www.kompasiana.com/titinyulianingsih8954/62b2a925a0cdf86342656d35/
  • Radarmajapahit.jawapos.com. (2023). Mengeksplorasi Sejarah Candi Gentong, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Masa Kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Diakses dari: https://radarmajapahit.jawapos.com/darmo-corner/2295913799/
  • Wibowo, A.S. (n.d.). Nagarakretagama dan Trowulan. Diakses dari Repositori Kemdikbud: https://repositori.kemdikbud.go.id/9924/
  • Wawancara Juru Kunci Candi Gentong, Trowulan, Mojokerto pada 10 Mei 2025.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT
Ulang Tahun Majapahit ke-727
Bhatara Majapahit = Bhatara Wisnu (?) – Catatan Harian Sugi Lanus
Tags: Jawa TimurMajapahitMojokertosejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?

Next Post

Teman Datang, Teman Pergi

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Teman Datang, Teman Pergi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co