23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
June 30, 2025
in Esai
Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Trowulan, sebuah daerah di Mojokerto, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Namun, benarkah anggapan ini sepenuhnya berdasar pada fakta sejarah? Ataukah sebenarnya hanya warisan tafsir masa kolonial yang diterima begitu saja tanpa kajian kritis?

SELAMA lebih dari satu abad, Trowulan telah dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang disebut-sebut menguasai Nusantara. Dalam buku pelajaran hingga narasi wisata sejarah, Trowulan menjadi simbol kejayaan masa silam. Pandangan ini diperkuat oleh survei kolonial sejak zaman Raffles dan rekonstruksi visual oleh Maclaine Pont yang menafsirkan teks Nagarakretagama ke dalam bentuk kota. Sejak saat itu, narasi Trowulan sebagai Wilwatikta menjadi kepercayaan umum.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah sejarawan dan arkeolog mulai mempertanyakan akurasi klaim tersebut. Ketika teks kuno, temuan arkeologi, dan cerita masyarakat dibandingkan, muncul keraguan: apakah benar Trowulan adalah pusat Majapahit, ataukah kita hanya mewarisi narasi yang dibentuk dari luar?

Apa yang Dikatakan Kitab-Kitab Kuno?

Dua naskah kuno sering dijadikan rujukan dalam menelusuri letak ibu kota Majapahit adalah Pararaton dan Kakawin Nagarakretagama. Menariknya, keduanya menyimpan isyarat yang justru tidak sejalan dengan identifikasi Trowulan.

Dalam Pararaton, dikisahkan bahwa Raden Wijaya membuka hutan bernama Tarik, dibantu orang-orang Madura untuk mendirikan pusat kekuasaan yang kelak disebut Majapahit. Lokasi Hutan Tarik ini diyakini berada di dekat muara Sungai Brantas, sedangkan Trowulan terletak jauh dari muara dan lebih masuk ke pedalaman. Hal ini menimbulkan keraguan geografis bahwa jika pendirian Majapahit bermula di Tarik, mungkinkah Trowulan yang justru lebih jauh dari sungai besar menjadi pusat pertamanya?

Sementara itu, Nagarakretagama karya Mpu Prapanca memuat uraian rinci mengenai tata letak ibu kota Majapahit, seperti letak keraton (pura), kompleks para bangsawan (kuwu), hingga pusat kekuasaan Bhre Daha dan Hayam Wuruk. Namun, deskripsi tersebut sulit dipadankan dengan kondisi fisik Trowulan saat ini. Misalnya, tidak disebutkan keberadaan Kolam Segaran atau kanal-kanal besar yang kini ditemukan di Trowulan. Padahal Mpu Prapanca dikenal teliti dalam mendeskripsikan tempat-tempat penting.

Ketidaksesuaian antara teks kuno dan temuan arkeologis ini membuat banyak peneliti mulai mempertanyakan: apakah Wilwatikta yang dimaksud dalam Nagarakretagama benar-benar merujuk pada Trowulan, atau justru pada lokasi lain yang hingga kini belum pasti?

Jejak Arkeologi di Tanah Trowulan

Secara arkeologis, Trowulan memang menyimpan banyak temuan penting. Ekskavasi Maclaine Pont pada 1920-an dan penelitian lanjutan menunjukkan adanya permukiman besar. Kanal-kanal, fondasi bata, dan struktur pemukiman kuno ditemukan berserakan di kawasan ini.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti pasti mengenai letak keraton Majapahit. Tidak ada struktur istana, gerbang utama, atau titik pusat kekuasaan yang dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Lapisan tanah di Trowulan bahkan menunjukkan tumpang tindih dari masa berbeda, seolah kota ini dibangun ulang di atas bekas pemukiman lama. Bahkan yang lebih mencolok, tidak ada satu pun prasasti dari era Majapahit yang menyebut nama “Trowulan” sebagai ibu kota.

Nama Trowulan sendiri baru populer setelah survei Wardenaar pada 1815 dan publikasi Raffles dalam The History of Java. Artinya, klaim ini mungkin merupakan hasil penafsiran kolonial daripada keterangan dari masa Majapahit itu sendiri.

Suara dari Situs: Tradisi Lisan di Candi Gentong

Pada Sabtu, 10 Mei 2025, telah diwawancarai seorang juru kunci di Candi Gentong, salah satu situs penting di Trowulan. Dia menyampaikan bahwa selama ini, masyarakat kerap mengaitkan Candi Gentong dan Candi Brahu sebagai bagian dari rangkaian ritual kematian dengan Gentong sebagai tempat pemandian jenazah, Brahu sebagai tempat pembakaran. Hal inid dikarenakan pernah ditemukan sisa abu di dalamnya.

Namun, ketika ditanya apakah itu fakta yang pasti, juru kunci Candi Gentong hanya tersenyum dan menjawab, “Sejarah itu bisa diubah oleh siapa saja. Tidak ada yang tahu pasti. Bisa jadi kenyataannya tidak seperti itu.”

Menurutnya, hubungan antara Candi Gentong dan Brahu hanyalah kemungkinan, bukan kesimpulan mutlak. Dia juga menyebut bahwa wilayah sekitar Candi Gentong sudah menjadi permukiman sebelum masa Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa Trowulan memang penting, tapi belum tentu sebagai pusat pemerintahan. Bisa jadi hanya kawasan ritual atau elite yang berdiri berdampingan dengan pusat kerajaan di tempat lain.

Candi Gentong dan Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Lantas, Perlukah Kita Meninjau Ulang Sejarah Majapahit?

Trowulan jelas merupakan situs penting dalam sejarah Jawa Timur, dengan berbagai peninggalan arkeologis yang menunjukkan adanya kehidupan budaya yang maju pada masa lampau. Meski begitu, klaim bahwa Trowulan adalah ibu kota Majapahit sejauh ini masih bersifat interpretatif. Tidak ada prasasti yang menyebut nama Trowulan, dan narasi dari Pararaton maupun Nagarakretagama tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi geografis dan tata ruang yang ditemukan di sana. Bahkan, konstruksi narasi ini banyak dipengaruhi oleh sudut pandang kolonial yang dimulai sejak masa Raffles dan Maclaine Pont.

Karena itu, penting bagi kita untuk meninjau ulang sejarah Majapahit secara lebih kritis dan terbuka. Tradisi lisan dari masyarakat lokal, seperti yang disampaikan juru kunci Candi Gentong, mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya milik dokumen resmi, tetapi juga tersimpan dalam ingatan kolektif yang sering terabaikan. Pendekatan sejarah inklusif yang menggabungkan data arkeologis, teks kuno, dan narasi lokal, akan membuka jalan menuju pemahaman yang lebih utuh dan adil terhadap masa lalu.

Sumber Pustaka:

  • Agus Munandar. (2010). Ibukota Majapahit: Masa Jaya dan Pencapaian. Jakarta: Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Indonesia.go.id. (2021). Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit? Diakses dari: https://indonesia.go.id/kategori/komoditas/1350/trowulan-adalah-ibu-kota-majapahit
  • iNews Mojokerto. (2022). Trowulan Bisa Jadi Bukan Ibukota Majapahit, 4 Data Ini Jadi Alasan. Diakses dari: https://mojokerto.inews.id/read/135224/trowulan-bisa-jadi-bukan-ibukota-majapahit-4-data-ini-jadi-alasan
  • Kompasiana. (2022). Prasasti Pembakaran Mayat di Candi Brahu Kabupaten Mojokerto. Diakses dari: https://www.kompasiana.com/titinyulianingsih8954/62b2a925a0cdf86342656d35/
  • Radarmajapahit.jawapos.com. (2023). Mengeksplorasi Sejarah Candi Gentong, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Masa Kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Diakses dari: https://radarmajapahit.jawapos.com/darmo-corner/2295913799/
  • Wibowo, A.S. (n.d.). Nagarakretagama dan Trowulan. Diakses dari Repositori Kemdikbud: https://repositori.kemdikbud.go.id/9924/
  • Wawancara Juru Kunci Candi Gentong, Trowulan, Mojokerto pada 10 Mei 2025.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT
Ulang Tahun Majapahit ke-727
Bhatara Majapahit = Bhatara Wisnu (?) – Catatan Harian Sugi Lanus
Tags: Jawa TimurMajapahitMojokertosejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?

Next Post

Teman Datang, Teman Pergi

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Teman Datang, Teman Pergi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co