2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
June 30, 2025
in Esai
Benarkah Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?

Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Trowulan, sebuah daerah di Mojokerto, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Namun, benarkah anggapan ini sepenuhnya berdasar pada fakta sejarah? Ataukah sebenarnya hanya warisan tafsir masa kolonial yang diterima begitu saja tanpa kajian kritis?

SELAMA lebih dari satu abad, Trowulan telah dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang disebut-sebut menguasai Nusantara. Dalam buku pelajaran hingga narasi wisata sejarah, Trowulan menjadi simbol kejayaan masa silam. Pandangan ini diperkuat oleh survei kolonial sejak zaman Raffles dan rekonstruksi visual oleh Maclaine Pont yang menafsirkan teks Nagarakretagama ke dalam bentuk kota. Sejak saat itu, narasi Trowulan sebagai Wilwatikta menjadi kepercayaan umum.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah sejarawan dan arkeolog mulai mempertanyakan akurasi klaim tersebut. Ketika teks kuno, temuan arkeologi, dan cerita masyarakat dibandingkan, muncul keraguan: apakah benar Trowulan adalah pusat Majapahit, ataukah kita hanya mewarisi narasi yang dibentuk dari luar?

Apa yang Dikatakan Kitab-Kitab Kuno?

Dua naskah kuno sering dijadikan rujukan dalam menelusuri letak ibu kota Majapahit adalah Pararaton dan Kakawin Nagarakretagama. Menariknya, keduanya menyimpan isyarat yang justru tidak sejalan dengan identifikasi Trowulan.

Dalam Pararaton, dikisahkan bahwa Raden Wijaya membuka hutan bernama Tarik, dibantu orang-orang Madura untuk mendirikan pusat kekuasaan yang kelak disebut Majapahit. Lokasi Hutan Tarik ini diyakini berada di dekat muara Sungai Brantas, sedangkan Trowulan terletak jauh dari muara dan lebih masuk ke pedalaman. Hal ini menimbulkan keraguan geografis bahwa jika pendirian Majapahit bermula di Tarik, mungkinkah Trowulan yang justru lebih jauh dari sungai besar menjadi pusat pertamanya?

Sementara itu, Nagarakretagama karya Mpu Prapanca memuat uraian rinci mengenai tata letak ibu kota Majapahit, seperti letak keraton (pura), kompleks para bangsawan (kuwu), hingga pusat kekuasaan Bhre Daha dan Hayam Wuruk. Namun, deskripsi tersebut sulit dipadankan dengan kondisi fisik Trowulan saat ini. Misalnya, tidak disebutkan keberadaan Kolam Segaran atau kanal-kanal besar yang kini ditemukan di Trowulan. Padahal Mpu Prapanca dikenal teliti dalam mendeskripsikan tempat-tempat penting.

Ketidaksesuaian antara teks kuno dan temuan arkeologis ini membuat banyak peneliti mulai mempertanyakan: apakah Wilwatikta yang dimaksud dalam Nagarakretagama benar-benar merujuk pada Trowulan, atau justru pada lokasi lain yang hingga kini belum pasti?

Jejak Arkeologi di Tanah Trowulan

Secara arkeologis, Trowulan memang menyimpan banyak temuan penting. Ekskavasi Maclaine Pont pada 1920-an dan penelitian lanjutan menunjukkan adanya permukiman besar. Kanal-kanal, fondasi bata, dan struktur pemukiman kuno ditemukan berserakan di kawasan ini.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti pasti mengenai letak keraton Majapahit. Tidak ada struktur istana, gerbang utama, atau titik pusat kekuasaan yang dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Lapisan tanah di Trowulan bahkan menunjukkan tumpang tindih dari masa berbeda, seolah kota ini dibangun ulang di atas bekas pemukiman lama. Bahkan yang lebih mencolok, tidak ada satu pun prasasti dari era Majapahit yang menyebut nama “Trowulan” sebagai ibu kota.

Nama Trowulan sendiri baru populer setelah survei Wardenaar pada 1815 dan publikasi Raffles dalam The History of Java. Artinya, klaim ini mungkin merupakan hasil penafsiran kolonial daripada keterangan dari masa Majapahit itu sendiri.

Suara dari Situs: Tradisi Lisan di Candi Gentong

Pada Sabtu, 10 Mei 2025, telah diwawancarai seorang juru kunci di Candi Gentong, salah satu situs penting di Trowulan. Dia menyampaikan bahwa selama ini, masyarakat kerap mengaitkan Candi Gentong dan Candi Brahu sebagai bagian dari rangkaian ritual kematian dengan Gentong sebagai tempat pemandian jenazah, Brahu sebagai tempat pembakaran. Hal inid dikarenakan pernah ditemukan sisa abu di dalamnya.

Namun, ketika ditanya apakah itu fakta yang pasti, juru kunci Candi Gentong hanya tersenyum dan menjawab, “Sejarah itu bisa diubah oleh siapa saja. Tidak ada yang tahu pasti. Bisa jadi kenyataannya tidak seperti itu.”

Menurutnya, hubungan antara Candi Gentong dan Brahu hanyalah kemungkinan, bukan kesimpulan mutlak. Dia juga menyebut bahwa wilayah sekitar Candi Gentong sudah menjadi permukiman sebelum masa Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa Trowulan memang penting, tapi belum tentu sebagai pusat pemerintahan. Bisa jadi hanya kawasan ritual atau elite yang berdiri berdampingan dengan pusat kerajaan di tempat lain.

Candi Gentong dan Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur | Dokumentasi 10 Mei 2025

Lantas, Perlukah Kita Meninjau Ulang Sejarah Majapahit?

Trowulan jelas merupakan situs penting dalam sejarah Jawa Timur, dengan berbagai peninggalan arkeologis yang menunjukkan adanya kehidupan budaya yang maju pada masa lampau. Meski begitu, klaim bahwa Trowulan adalah ibu kota Majapahit sejauh ini masih bersifat interpretatif. Tidak ada prasasti yang menyebut nama Trowulan, dan narasi dari Pararaton maupun Nagarakretagama tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi geografis dan tata ruang yang ditemukan di sana. Bahkan, konstruksi narasi ini banyak dipengaruhi oleh sudut pandang kolonial yang dimulai sejak masa Raffles dan Maclaine Pont.

Karena itu, penting bagi kita untuk meninjau ulang sejarah Majapahit secara lebih kritis dan terbuka. Tradisi lisan dari masyarakat lokal, seperti yang disampaikan juru kunci Candi Gentong, mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya milik dokumen resmi, tetapi juga tersimpan dalam ingatan kolektif yang sering terabaikan. Pendekatan sejarah inklusif yang menggabungkan data arkeologis, teks kuno, dan narasi lokal, akan membuka jalan menuju pemahaman yang lebih utuh dan adil terhadap masa lalu.

Sumber Pustaka:

  • Agus Munandar. (2010). Ibukota Majapahit: Masa Jaya dan Pencapaian. Jakarta: Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Indonesia.go.id. (2021). Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit? Diakses dari: https://indonesia.go.id/kategori/komoditas/1350/trowulan-adalah-ibu-kota-majapahit
  • iNews Mojokerto. (2022). Trowulan Bisa Jadi Bukan Ibukota Majapahit, 4 Data Ini Jadi Alasan. Diakses dari: https://mojokerto.inews.id/read/135224/trowulan-bisa-jadi-bukan-ibukota-majapahit-4-data-ini-jadi-alasan
  • Kompasiana. (2022). Prasasti Pembakaran Mayat di Candi Brahu Kabupaten Mojokerto. Diakses dari: https://www.kompasiana.com/titinyulianingsih8954/62b2a925a0cdf86342656d35/
  • Radarmajapahit.jawapos.com. (2023). Mengeksplorasi Sejarah Candi Gentong, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Masa Kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Diakses dari: https://radarmajapahit.jawapos.com/darmo-corner/2295913799/
  • Wibowo, A.S. (n.d.). Nagarakretagama dan Trowulan. Diakses dari Repositori Kemdikbud: https://repositori.kemdikbud.go.id/9924/
  • Wawancara Juru Kunci Candi Gentong, Trowulan, Mojokerto pada 10 Mei 2025.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
GANJAR BICARA TAKDIR & KEBANGKITAN MAJAPAHIT
Ulang Tahun Majapahit ke-727
Bhatara Majapahit = Bhatara Wisnu (?) – Catatan Harian Sugi Lanus
Tags: Jawa TimurMajapahitMojokertosejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?

Next Post

Teman Datang, Teman Pergi

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Teman Datang, Teman Pergi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co