2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penyair Memanfaatkan Pengalaman

Angga Wijaya by Angga Wijaya
March 1, 2025
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

“Poets treat their experiences shamelessly: they exploit them” ― Friedrich Nietzsche, Beyond Good and Evil

“Para penyair memperlakukan pengalaman mereka tanpa rasa malu: mereka memanfaatkannya.”. Kutipan dari filsuf Friedrich Nietzsche di atas saya dapatkan secara tidak sengaja, dalam artian bukan membaca dari ‘Beyond Good and Evil, buku dimana kalimat tersebut dituliskan.

Sengaja saya cantumkan dalam tulisan kali ini, karena mendapat tanggapan atas nukilan cerita pendek berjudul ‘Rumah Neraka’ yang saya tulis dan unggah di akun Facebook saya, pada Kamis, 27 Februari 2025.

Kalimat Nietzsche tersebut saya yakin bukan hanya tentang penyair, melainkan semua penulis, baik itu esais, cerpenis, maupun novelis.

Pengalaman menjadi bekal bagi kami untuk dijadikan karya. Baik itu pengalaman masa kecil, remaja maupun pengalaman saat usia dewasa dan juga tua. Seperti Pramoedya Ananta Toer katakan dalam sebuah wawancara sebuah media cetak, pikiran bawah sadar ibarat sebuah perpustakaan besar, tempat banyak pengalaman hidup tersimpan rapi dalam memori otak.

Para penyair (baca: penulis) kemudian memanfaatkannya. Saya sengaja tidak menggunakan kata ‘mengeksploitasi’ seperti pada kata asli Nietszche dalam bahasa Inggris. Kita gunakan saja kata ‘memanfaatkan’, agar tidak bias. Sebab sekarang kata ‘eksploitasi’ lebih bermakna negatif.

Ribuan bahkan jutaan karya sastra di dunia, banyak yang memuat pengalaman hidup penulis, baik pengalaman baik maupun buruk. Dengan menuliskannya, penulis merasa menjadi lebih baik, dilihat dari kondisi batin atau psikologis. Ada perasaan lega ketika isi pikiran dan perasaan dituangkan dalam tulisan yang menjadi buah karya dari penulis dan juga para sastrawan.

Penulis berharap apa yang mereka tulis tentang pengalaman hidup mereka bisa dijadikan cerminan, panduan atau bahkan inspirasi bagi khayalak umum, para pembaca buku-buku atau tulisan lepas mereka. Menulis juga bisa dibilang sebagai terapi psikologis bagi para penulis.

Pada diri saya; sejak beberapa bulan ini pengalaman masa kecil sering muncul dalam pikiran saya. Itu terjadi secara otomatis, di luar kehendak saya. Apakah ini sebuah trauma psikologis? Bisa jadi. Ibarat gelas kopi, ampas kopi di dasar gelas bisa naik ke atas jika terdapat guncangan.

Trigger, dalam istilah psikologi, yakni stimulus atau pemicu yang menyebabkan respons emosional atau perilaku tertentu. Trigger dapat berupa suara, bau, gambar, atau situasi yang mengingatkan seseorang pada pengalaman traumatis.

Sudut pandang pun perlu diubah; daripada mengira saya sedang tegang atau bahkan relapse/kambuh dari skizofrenia, lebih baik berpikir atau berkata, “Oh, Angga sudah mulai menulis cerpen, itu sangat bagus”, atau “Kisah hidup ditulisnya dengan sangat indah”, atau juga “Angga selain dikenal sebagai penyair, dia punya bakat sebagai cerpenis dan novelis.”.

Sekali lagi, pengalaman hidup yang ditulis oleh para penulis adalah sesuatu yang sangat biasa dan alamiah. Di tengah krisis budaya membaca buku; apa yang kami sampaikan mungkin bisa saja orang-orang awam sebut dengan “lebay”, “belum selesai dengan masa lalu” atau bahkan “sampah emosi kok ditulis?”. Polemik wajar adanya, tentu baiknya setelah membaca karya, bukan hanya bersifat pendapat atau pandangan tendensius, apalagi, menghakimi secara sepihak.

Cerpen dan Novel

Sejak lama saya telah menulis puisi dan esai. Ada baiknya kini saya mulai menulis cerita pendek (cerpen), bahkan juga novel. Meskipun belum pernah mengikuti kelas pelatihan menulis dua genre karya sastra tersebut, saya merasa telah memiliki bekal yang cukup untuk memulainya. Kembali lagi pada apa yang dikatakan Nietszche, bahwa pengalaman hidup oleh penyair (baca: penulis) banyak dimanfaatkan, untuk dijadikan karya, saya merasa apa yang telah saya lewati pada usia 41 tahun ini menarik untuk ditulis menjadi cerpen atau novel pada kemudian hari.

Semoga saya bisa mulai menuliskannya, sama halnya pada “calon” cerpen saya yang berjudul “Rumah Neraka”, yang saya tulis secara spontan, tentang perjalanan hidup saya terutama saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Pengalaman sebagai anak adopsi, dengan tugas harian yang membuat saya jarang bergaul, bermain dengan anak-anak seusia saya. Hal itu menimbulkan karakter soliter, penyendiri, dan suka akan kesunyian. Tentu ada dampak baik dan juga buruk.

Memulai genre baru tulisan, tentu saya membutuhkan waktu dan suasana kreatif yang mendukung. Dini hari dan subuh adalah waktu yang bagi saya sangat baik untuk menulis. Bolehlah jika pagi atau siang hari menulis coretan atau sketsa cerpen, disimpan dalam fitur catatan di ponsel pintar atau komputer. Lalu diendapkan, untuk kemudian dibaca dan disunting kembali saat dini hari atau subuh; sewaktu pikiran masih segar seusai istirahat di malam hari.

Pada cerpen atau novel, tentu saya membei ruang yang lebih luas menuangkan ide jika dibandingkan dengan puisi. Tergantung sekarang cara menyampaikannya. Pemilihan kata, plot, konflik, dan bagaimana “mengakhiri” tulisan menjadi sangat penting. Jujur saja, saya tidak banyak tahu dan menguasai teori-teori kepenulisan sastra. Saya belajar secara otodidak, dengan cara banyak membaca karya-karya, baik itu puisi, cerpen, atau novel dari banyak penulis Indonesia atau terjemahan karya penulis asing dalam bahasa Indonesia. Dari sana, saya mendapat gambaran bahwa ada karya yang sangat bagus, bagus, cukup baik, dan tentunya ada juga karya yang kurang baik—gagal dalam membangun cerita, hambar, atau ide cerita terlalu umum.

Karya yang baik, bagi saya, adalah karya yang tidak berpretensi tinggi atau muluk-muluk. Penulis memposisikan diri sebagai pencerita, menyampaikan gagasan dan ide dengan apa adanya. Tidak juga menggurui, sebab kini banyak sastrawan yang seolah-olah bertindak sebagai ahli agama, sehingga karya mereka berupa cerpen atau novel tidak ubahnya sebagai kumpulan khotbah yang menurut saya bukan merupakan kapasitas mereka. Sebab sastrawan, sekali lagi, bukan pendeta atau orang suci yang memang tugasnya memberikan bimbingan pada umat beragama. Semoga saya bisa meluangkan waktu untuk menulis cerpen dan bahkan novel. Salam. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Kita Semua Berdagang
Ibu Menemaniku Saat Skizofrenia Mendera
Pekerja Anak Dalam Kenangan
“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Setelah Suami Berpulang
Enam Bulan Kerinduan
Tags: Penyair
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Winar Ramelan | Aqil Baligh

Next Post

Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co