23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Kim Al Ghozali AM by Kim Al Ghozali AM
March 1, 2025
in Esai
Determinisme Ekonomi dalam Estetika Wajah: Telaah Struktural atas Awet Muda dan Penuaan Dini

Ilustrasi tatkala.co

Netizen: “Tyo Nugros umur 54 tapi wajahnya tetap seperti umur 24.” Apa rahasianya? 

Kita tahu, ada “orang-orang pilihan” yang penampakan wajahnya berbanding terbalik dengan usianya. Tetap kelihatan muda meski umurnya terus menua, seperti yang disebut seorang netizen yang kukutip di atas. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik. Tapi itu bukan penentu utama. Saya ingin membahas dari perspektif determinisme ekonomi.

Tio Nugros, sebagai entertainer, ia tentu lebih gampang ke akses ekonomi, ke kehidupan yang lebih mapan ketimbang rata-rata masyarakat pada umumnya. Dalam kata lain, hidupnya tak pernah berada dalam kondisi gawat bin darurat. Ia tak perlu kerja belasan jam di bawah terik matahari, tak dihantui tenggat utang, tak harus mengambil pekerjaan apa saja demi bertahan hidup. Waktu istirahatnya cukup, makannya sehat, perawatannya terjaga.

Sebaliknya, coba kau tengok mereka yang boros wajah, terlihat tua sebelum waktunya. Karena kondisi ekonomi yang memaksa, hidup selalu dalam kondisi gawat. Tubuh yang harus bekerja tanpa jeda. Mengambil pekerjaan apa saja agar hidup tersambung. Jadi buruh bangunan, ojol, kurir, sales, sopir truk, tukang batu, kuli angkut, sahabat mesin di pabrik, dll. Pagi ke malam habis di jalanan, di bawah debu, di bawah panas, di dalam udara beracun. Pulang ke rumah, tubuhnya sudah nyaris berkeping-keping, tapi pikirannya masih harus berjaga, menyusun strategi besok makan apa atau hutang ke mana. Tidur tak nyenyak, makan sekadarnya, stres menumpuk. Akhirnya hormon kortisolnya terlalu tinggi dan mengalami penuaan dini.

Kayak gini bukan semata-mata teori kosong, ada data dan riset ilmiahnya. American Psychological Association (APA) pernah merilis studi bahwa tekanan ekonomi yang berkepanjangan memicu peningkatan hormon stres, terutama kortisol. Kortisol yang berlebihan ini merusak jaringan tubuh, mempercepat penuaan, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, dari hipertensi, diabetes, hingga depresi. Harvard Health bahkan mencatat bahwa kemiskinan bukan sekadar perkara kurang uang, tapi juga soal bagaimana tubuh dan pikiran terus-menerus berada dalam mode siaga, seperti alarm yang tak pernah dimatikan.

Kondisi tersebut dikenal sebagai “toxic stress” atau stres beracun. Jika seseorang terus-menerus berada dalam tekanan finansial, tubuhnya akan terpapar stres dalam waktu yang lama, mengganggu fungsi organ, merusak sistem kekebalan, dan akhirnya mempersingkat usia. Orang kaya bisa saja stres karena nilai saham turun, tapi mereka masih punya akses ke terapi, meditasi, atau sekadar liburan ke Istanbul untuk menenangkan diri. Sementara orang miskin? Mereka bahkan harus memilih antara membeli obat sakit kepala atau beras untuk makan malam.

Jadi ekonomi bukan cuma soal isi dompet, tapi juga bagaimana ia membentuk tubuh kita. Seorang peneliti sosial, Richard Wilkinson, menjelaskan bahwa kesenjangan ekonomi berdampak luas pada kesehatan fisik dan mental. Negara dengan tingkat ketimpangan ekonomi tinggi cenderung memiliki angka harapan hidup lebih rendah, angka kejahatan lebih tinggi, dan warganya mengalami tingkat stres yang lebih besar. Dengan kata lain, wajahmu bukan hanya ditentukan oleh DNA, tapi juga oleh kondisi sosial-ekonomi tempatmu bernaung.

Sekarang mari kita bicara soal tidur. Mereka yang hidup berkecukupan umumnya memiliki jam tidur yang cukup dan berkualitas. Sementara kelas pekerja, lebih-lebih informal proletariat? Tidur mereka sering kali terpotong oleh beban kerja dan tekanan ekonomi. National Sleep Foundation melaporkan bahwa kurang tidur kronis bisa mempercepat penuaan sel dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi kalau ada yang bilang, “Tidurlah cukup supaya awet muda,” itu bukan sekadar tips kecantikan, tapi juga nasihat ekonomi. Ekonomimu cukup, tidurmu juga akan cukup!

Lalu bagaimana dengan makanan? Akses terhadap makanan sehat juga merupakan faktor penting dalam penuaan. Mereka yang memiliki akses ekonomi lebih baik cenderung bisa membeli makanan bergizi. Sementara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, sering kali hanya bisa membeli makanan murah yang tinggi gula dan lemak jenuh. Makanan semacam itu mempercepat inflamasi dalam tubuh dan, dalam jangka panjang, mempercepat penuaan sel.

Jadi, usia bukan sekadar angka, tapi juga riwayat seberapa jauh kerasnya hidup menghantammu, lalu perjuanganmu akan terukir di wajahmu. Haha. Usia 30 kelihatan seperti usia 50, karena kondisi ekonomi menghajarmu berulang kali. Wajah kita adalah sejarah kecil dari kerja keras dan tekanan sosial yang kita alami.

Maka jangan heran jika ada yang tampak awet muda dan ada yang boros wajah. Itu bukan sekadar keberuntungan genetik, tapi juga hasil dari bagaimana sistem ekonomi membentuk nasib seseorang. Ada yang bisa memilih skincare mahal, ada yang bahkan tak bisa memilih ingin hidup tenang. Bagi sebagian orang, rahasia awet muda mungkin ada di tabungan yang cukup, pekerjaan yang layak, dan akses terhadap kesehatan. Bagi sebagian lainnya, rahasia penuaan dini ada di utang, kerja paksa, dan impian yang terpaksa disimpan di bawah bantal keras di rumah kontrakan.

Tentu, tidak semua orang bisa memilih takdirnya. Tapi, setidaknya kita bisa memahami bahwa penuaan bukan sekadar proses biologis, melainkan juga sosial-ekonomi. Jadi kalau lain kali kau melihat seseorang yang tampak jauh lebih tua dari umurnya, jangan buru-buru menyalahkan gaya hidupnya. Mungkin itu adalah wajah yang dicetak oleh kejamnya sistem. Jadi, mau tetap awet muda? Pastikan dulu sistem ekonominya adil! [T]

Penulis: Kim Al Ghozali
Editor: Adnyana Ole

BACA ARTIKEL LAIN DARI KIM AL GHOZALI

Pasar Tradisional dengan Segala Kebaikannya
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Guyon dan Relasi Kuasa dalam Pergaulan: Antara Keakraban dan Penghinaan
Bertemu Kawan Lama: Menemukan Orang Baru
Tags: foto wajahgaya hidupselebritis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penyair Memanfaatkan Pengalaman

Next Post

Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu

Kim Al Ghozali AM

Kim Al Ghozali AM

Penulis puisi, prosa, dan esai. Ia memulai proses kreatifnya di Denpasar, dan kini mukim di Surabaya.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co