3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung ke Pulau Penang, Menikmati Cerita Tua Sembari Memandang ke Masa Depan

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 29, 2025
in Tualang
Berkunjung ke Pulau Penang, Menikmati Cerita Tua Sembari Memandang ke Masa Depan

Pulau Penang, Wisata Cerita Tua, Mural dan Pandangan ke Masa Depan

BERKUNJUNG ke Pulau Pinang di Malaysia atau lebih sering disebut Penang Island merupakan perjalanan yang bagi saya selalu memberikan ruang kontemplasi yang berbeda dari biasanya. Sebagai seorang pemandu wisata di desa yang notabene selalu mengisi perjalanan dengan cerita budaya dan sarat sejarah, bahkan cerita masyarakat di masa lampau, Penang menawarkan wisata semacam itu.

Penang menawarkan cerita, dari masa lalu ke masa depan.

Ini untuk kedua kalinya saya berkunjung ke  negara bagian di Malaysia itu, yang terletak di pantai barat laut Semenanjung Malaysia, di sepanjang Selat Malaka.  Pulau Penang dengan   kotanya George Town  memang sudah ditetapkan menjadi salah satu kota warisan budaya oleh UNESCO, khususnya George Town Historical Site tahun 2008.

Dari kuil, Masjid hingga bagunan arsitektur kolonial menjadi daya tarik semua pengunjung di negara dengan bendera pohon pinang ini. Jika sempat keliling di seputaran  George Town, Clan Jetty, Bukit Bendera dan menikmati kuliner khas Penang dengan campuran kuliner China dan India serta Melayu, ini akan memberikan pengunjung ruang perjalanan yang tak sekadar jalan-jalan, melainkan sekaligus juga bisa belajar.

Penang dikenal sebagai kota pelabuhan sejak abad ke 17. Setidaknya saya bisa melihat banyak persamaan dengan Kota Melaka di Malaysia, tempat yang sebelumnya juga sempat saya kunjungi.

Menginjakan kaki untuk kedua kalinya di Penang diawali dengan proses perjalanan yang berbeda dengan perjalanan beberapa tahun lalu. Mengambil tiket Pesawat Denpasar-Penang via Kuala Lumpur membuat saya menunggu hampir 6 jam transit di Kuala Lumpur.

Bagi saya ini menarik, meskipun dari Kuala Lumpur bisa menuju Penang, dengan jalur darat, seperti yang saya lakukan pada perjalanan pertama kali.

Tepat tengah malam, 26 Juni 2005, saya mendarat di Penang Internasional Airport. Tampak jelas Pulau Pinang dikelilingi oleh laut.

Keesokan harinya saya bernostalgia mengelilingi pusat kota gorge town dengan segudang gambar mural di sudut bangunan cagar budayanya. Saya mencoba kuliner di sepanjang jalan, sampai berkunjung ke clan jetty.

Penang tetap sama dan malah terus bersolek. Salah satu mural dimana lima tahun lalu saya berfoto tampak tetap terawat dan tambah banyak tempat-tempat yang ditambahi etalase seni. Ini membuktikan destinasi ini diurus dengan serius entah oleh negara, swasta dan masyarakatnya.

Meski dipenuhi dengan narasi-narasi lama tentang kolonial dan sebagainya, jelas sekali Pulau Penang punya pandangan jauh ke depan. Tentang bagaimana mengelola pariwisata agar tetap didatangi orang dari tahun ke tahun, setiap saat, hingga pada masa paling modern sekali pun.

Saya juga menjajal hiking ke Bukit Penang atau yang sering dikenal dengan Penang Hill. Bagi pengunjung yang tidak kuat berjalan kaki untuk sampai di atas, kereta listrik sudah disediakan untuk mobilisasi. Tetapi bagi pengunjung yang memang mencoba menjajal trek alam, fasilitas tangga juga sangat bagus dan memadai.

Sekali lagi ini sangat diperhatikan oleh pengelola destinasi. Di Penang saya kembali merasakan kesamaan dengan Bali, beberapa tempat seperti Sanur, Kota Singaraja. yang juga memiliki cerita sebagai kota pelabuhan ya sendiri. Apalagi Sanur yang sudah di resmikan sebagai KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan beberapa waktu lalu sudah diresmikan rumah sakit bertaraf internasional.

Penang sendiri, berdasarkan penuturan sopir taxi bandara yang saya tumpangi, telah menjadi destinasi berobat atau medical tourism bagi banyak orang indonesia. “Banyak orang Medan berobat ke sini,” kata sopir taksi itu.

Sambil menikmati kopi di sebuah kedai yang seluruh bangunannya arsitektur kolonial dan Cina, saya membaca juga Bandara Bali Utara sudah akan dibangun dalam waktu dekat. Kabar yang bagus bagi inveator dan mungkin awal perubahan bagi kesepian Buleleng menjadi eramaian yang diimpikan sebagian orang.

Dari Penang saya melihat bagaimana kemajuan adalah harus tetap mempertahankan sejarah. Bangunan kuno dirawat dan pemangku kepentingan menjadi garda pelestari terdepan.

Singaraja setidaknya masih memiliki bangunan kolonial yang semeatinya bisa membawa orang kembali mengenali budaya dan masa lalu sebagai kota pelabuhan yang ramai di masanya.

Panasnya Penang sama dengan panasnya Singaraja. Apakah jika Bandara Bali Utara dibangun, Singaraja akan bisa kembali merevitalisasi bangunan sejarah dan nilai-nilai  lokalitas yang ada, atau akan mengurug semuanya dan cerita macet, banjir, ketergantungan akan pariwisata, akan kembali menjadi trending topik di Bali Utara. Semoga tidak ya. [T]

Penulis/Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Putrajaya, Kota Pemerintahan Malaysia yang Tenang
Di Melaka, Melihat Bangunan Tua, Laut dan Sungai, Saya Teringat Singaraja dan Pelabuhan Buleleng
Merasakan Sensasi Berbeda di Hanoi Train Street Vietnam
Trekking di Cat Cat Village, Vietnam, Sambil Merenungkan Bali
Menonton Thang Long Water Puppet Theatre di Kota Hanoi
Tags: MalaysiaperjalananPulau Penangwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Keajaiban AI: Wawasan Kritis dari Riset Otak MIT Terkait Penggunaan ChatGPT

Next Post

Berguru Kepada Sopir Ambulance Jenazah

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Berguru Kepada Sopir Ambulance Jenazah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co