24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Punia Digital”: Dari Kotak Kayu ke Kode QR

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 30, 2025
in Esai
“Punia Digital”: Dari Kotak Kayu ke Kode QR

Kode QRIS dana punia di Pura Besakih | Foto: tatkala.co/Dede

SETELAH melaksanakan persembahyangan di sebuah pura, mata saya tertuju pada sebuah papan akrilik berukuran 15x15cm, berdiri tenang di samping kotak dana punia yang telah lama akrab dalam setiap upacara. Ketika hendak berpunia, saya tertegun sejenak, di situ terdapat sebuah kode QR, yang dapat digunakan untuk berpunia secara digital. Hal tersebut menandakan, sebuah inovasi telah tiba di pelataran suci.

Di sejumlah pura di Bali, tradisi berpunia (menyumbang dana sukarela untuk pura) yang selama ini dilakukan dengan menyelipkan uang ke dalam kotak kayu atau kaca, kini perlahan bergeser ke sistem digital. Cukup membuka aplikasi dompet digital dan memindai QRIS, siapa pun bisa berdonasi dalam hitungan detik. Bahkan di Pura Besakih—pura terbesar di Bali, teknologi ini telah digunakan.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengatakan, penggunaan QRIS membawa manfaat, terutama dalam pengelolaan dana. “Ketika punia masuk lewat QRIS, langsung tercatat dan dana tersebut sangat membantu, terutama ketika ada upacara atau kegiatan keagamaan, seperti aci-aci atau perehaban kecil,” ungkapnya suatu ketika.

Kode QRIS dana punia di Pura Batur | Foto: tatkala.co/Dede

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standar kode QR nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi pembayaran digital. QRIS menyederhanakan berbagai metode pembayaran digital menjadi satu sistem terpadu, sehingga memudahkan transaksi secara cepat dan efisien.

Kehadiran QRIS di pura bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi juga efisiensi dan transparansi. Bagi pengurus pura, pencatatan dana punia kini lebih rapi dan mudah diaudit. Administrasi keuangan tidak lagi bergantung pada kotak kayu atau kaca yang harus dibuka secara berkala. Sebagian umat dimudahkan dengan inovasi QRIS—tak perlu membawa uang tunai atau mencari receh di tengah keramaian odalan.

Kendati demikian, penggunaan teknologi ini juga menghadirkan tantangan. Bagi sebagian umat—terutama yang masih memegang erat nilai-nilai kesakralan ruang suci, penempatan QRIS di area pura dianggap tidak sesuai. Kemudian, akses internet yang tidak merata di semua lokasi pura—terutama yang berada di pelosok atau pegunungan, juga menjadi kendala. Selain itu, tak semua kalangan bisa menggunakannya—terutama yang lanjut usia atau yang tidak akrab dengan teknologi dompet digital.

Mengutip dari laman resmi Bank BPD Bali, hingga saat ini tercatat lebih dari 400 pura di Bali telah menerapkan QRIS sebagai sarana berdana punia. Beberapa di antaranya termasuk Pura Besakih, Pura Batur, Pura Candi Narmada, Pura Griya Anyar Tanah Kilap, Pura Dang Kahyangan Petitenget, dan Pura Jagatnatha di Singaraja.

Sementara itu, data dari Bank Indonesia menunjukkan, hingga Maret 2025, pengguna QRIS di Bali telah mencapai 1.09 juta dengan volume transaksi sebanyak 28 juta transaksi senilai Rp2,74 triliun. Adapun jumlah merchant QRIS di Bali kini mencapai 959 ribu, dengan sebaran terbanyak di Denpasar dan Badung, terutama di sektor UMKM. Data tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi telah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat—dari pasar tradisional hingga pelataran pura, dari warung kopi hingga tempat pemujaan. QRIS bukan lagi sekadar alat transaksi, melainkan telah menjadi wajah baru dari dinamika sosial dan spiritual masyarakat Bali masa kini.

Umat berdana punia di Pura Batur | Foto: tatkala.co/Dede

Mengutip dari Manawa Dharmasastra IV.226: “Hendaknya tidak jemu-jemunya ia berdana punia dengan memberikan hartanya dan mempersembahkan sesajen dengan penuh keyakinan. Memperoleh harta dengan cara yang benar dan didermakan akan memperoleh tempat tertinggi (moksa).”

Makna punia sejatinya tidak berubah hanya karena medium yang digunakan. Yang terpenting adalah keyakinan, niat, dan kemurnian hati dalam memberi. Teknologi tetap bisa berdampingan dengan tradisi, selama ia dihadirkan dengan pertimbangan matang dan penghormatan terhadap tatanan adat. Intinya adalah bagaimana menjaga keseimbangan. Pura tetap menjadi tempat suci dan QRIS tetap menjadi alat bantu—selama esensi di balik bentuknya tetap dijaga.

Seorang netizen, Gus Prada, berkomentar di sebuah akun media sosial, “Ini bagus, tidak mengurangi maknanya. Sama juga di Thailand, tiap kuil-kuil Buddha, bederma kini sudah menggunakan QRIS.”

Komentar sederhana itu mencerminkan bagaimana spiritualitas dan teknologi bisa berjalan beriringan lintas budaya dan keyakinan. Perubahan tidak selalu berarti penyimpangan, kadang ia hanya cara baru untuk menjaga sesuatu yang lama tetap hidup di tengah dunia yang serba cepat.

Karena penasaran, saya pun mencobanya. Ketika memindai kode QR di papan kecil itu, semuanya selesai dalam sekejap—begitu ringkas dan praktis. Dan, saya tidak merasa kehilangan makna. Justru dalam tindakan sederhana itu, ada doa yang tetap saya bisikkan. Karena pada akhirnya, punia bukan soal uang yang diberi, melainkan niat yang ditumbuhkan.

Lalu, apakah uang digital akan menggantikan uang tunai sepenuhnya, terutama dalam tradisi berpunia? Jawabannya tidak sesederhana itu. Uang digital memang sedang tumbuh pesat dan semakin masif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penggunaan QRIS dan dompet digital akan terus bertambah, terutama di kalangan generasi muda, pelaku usaha mikro, dan institusi yang ingin meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Saat ini, tradisi berpunia dilakukan secara hibrid—uang digital dan tunai berjalan berdampingan, ada umat yang berpunia tunai, ada pula yang tinggal scan QRIS, semua bebas memilih jalannya. Yang jelas, kunci keberhasilan adaptasi terletak pada bagaimana masyarakat dan pengurus pura dapat menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai tradisi. Dengan cara itu, teknologi tidak akan menggantikan makna, melainkan memperkuatnya.

Lantas, apakah di masa mendatang punia digital akan menguasai? Mungkin iya, dalam bentuknya, tapi belum tentu dalam maknanya. Teknologi boleh saja masuk ke pelataran suci, namun hanya manusia yang mampu menjaga kesuciannya. Oleh karena itu, umat harus tetap berhati-hati. Semoga saja, punia dalam bentuk uang digital tidak dimonopoli di kemudian hari. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Umat Hindu Bersedekah 10 Persen Dari Penghasilan
Merawat Solidaritas Lewat Keterbukaan Angka Keuangan : Sisi Unik di Balik Upacara di Pura Prajapati Ubud
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Tags: Bank Indonesiadana puniaekonomihindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Next Post

PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co