3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Punia Digital”: Dari Kotak Kayu ke Kode QR

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 30, 2025
in Esai
“Punia Digital”: Dari Kotak Kayu ke Kode QR

Kode QRIS dana punia di Pura Besakih | Foto: tatkala.co/Dede

SETELAH melaksanakan persembahyangan di sebuah pura, mata saya tertuju pada sebuah papan akrilik berukuran 15x15cm, berdiri tenang di samping kotak dana punia yang telah lama akrab dalam setiap upacara. Ketika hendak berpunia, saya tertegun sejenak, di situ terdapat sebuah kode QR, yang dapat digunakan untuk berpunia secara digital. Hal tersebut menandakan, sebuah inovasi telah tiba di pelataran suci.

Di sejumlah pura di Bali, tradisi berpunia (menyumbang dana sukarela untuk pura) yang selama ini dilakukan dengan menyelipkan uang ke dalam kotak kayu atau kaca, kini perlahan bergeser ke sistem digital. Cukup membuka aplikasi dompet digital dan memindai QRIS, siapa pun bisa berdonasi dalam hitungan detik. Bahkan di Pura Besakih—pura terbesar di Bali, teknologi ini telah digunakan.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengatakan, penggunaan QRIS membawa manfaat, terutama dalam pengelolaan dana. “Ketika punia masuk lewat QRIS, langsung tercatat dan dana tersebut sangat membantu, terutama ketika ada upacara atau kegiatan keagamaan, seperti aci-aci atau perehaban kecil,” ungkapnya suatu ketika.

Kode QRIS dana punia di Pura Batur | Foto: tatkala.co/Dede

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standar kode QR nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi pembayaran digital. QRIS menyederhanakan berbagai metode pembayaran digital menjadi satu sistem terpadu, sehingga memudahkan transaksi secara cepat dan efisien.

Kehadiran QRIS di pura bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi juga efisiensi dan transparansi. Bagi pengurus pura, pencatatan dana punia kini lebih rapi dan mudah diaudit. Administrasi keuangan tidak lagi bergantung pada kotak kayu atau kaca yang harus dibuka secara berkala. Sebagian umat dimudahkan dengan inovasi QRIS—tak perlu membawa uang tunai atau mencari receh di tengah keramaian odalan.

Kendati demikian, penggunaan teknologi ini juga menghadirkan tantangan. Bagi sebagian umat—terutama yang masih memegang erat nilai-nilai kesakralan ruang suci, penempatan QRIS di area pura dianggap tidak sesuai. Kemudian, akses internet yang tidak merata di semua lokasi pura—terutama yang berada di pelosok atau pegunungan, juga menjadi kendala. Selain itu, tak semua kalangan bisa menggunakannya—terutama yang lanjut usia atau yang tidak akrab dengan teknologi dompet digital.

Mengutip dari laman resmi Bank BPD Bali, hingga saat ini tercatat lebih dari 400 pura di Bali telah menerapkan QRIS sebagai sarana berdana punia. Beberapa di antaranya termasuk Pura Besakih, Pura Batur, Pura Candi Narmada, Pura Griya Anyar Tanah Kilap, Pura Dang Kahyangan Petitenget, dan Pura Jagatnatha di Singaraja.

Sementara itu, data dari Bank Indonesia menunjukkan, hingga Maret 2025, pengguna QRIS di Bali telah mencapai 1.09 juta dengan volume transaksi sebanyak 28 juta transaksi senilai Rp2,74 triliun. Adapun jumlah merchant QRIS di Bali kini mencapai 959 ribu, dengan sebaran terbanyak di Denpasar dan Badung, terutama di sektor UMKM. Data tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi telah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat—dari pasar tradisional hingga pelataran pura, dari warung kopi hingga tempat pemujaan. QRIS bukan lagi sekadar alat transaksi, melainkan telah menjadi wajah baru dari dinamika sosial dan spiritual masyarakat Bali masa kini.

Umat berdana punia di Pura Batur | Foto: tatkala.co/Dede

Mengutip dari Manawa Dharmasastra IV.226: “Hendaknya tidak jemu-jemunya ia berdana punia dengan memberikan hartanya dan mempersembahkan sesajen dengan penuh keyakinan. Memperoleh harta dengan cara yang benar dan didermakan akan memperoleh tempat tertinggi (moksa).”

Makna punia sejatinya tidak berubah hanya karena medium yang digunakan. Yang terpenting adalah keyakinan, niat, dan kemurnian hati dalam memberi. Teknologi tetap bisa berdampingan dengan tradisi, selama ia dihadirkan dengan pertimbangan matang dan penghormatan terhadap tatanan adat. Intinya adalah bagaimana menjaga keseimbangan. Pura tetap menjadi tempat suci dan QRIS tetap menjadi alat bantu—selama esensi di balik bentuknya tetap dijaga.

Seorang netizen, Gus Prada, berkomentar di sebuah akun media sosial, “Ini bagus, tidak mengurangi maknanya. Sama juga di Thailand, tiap kuil-kuil Buddha, bederma kini sudah menggunakan QRIS.”

Komentar sederhana itu mencerminkan bagaimana spiritualitas dan teknologi bisa berjalan beriringan lintas budaya dan keyakinan. Perubahan tidak selalu berarti penyimpangan, kadang ia hanya cara baru untuk menjaga sesuatu yang lama tetap hidup di tengah dunia yang serba cepat.

Karena penasaran, saya pun mencobanya. Ketika memindai kode QR di papan kecil itu, semuanya selesai dalam sekejap—begitu ringkas dan praktis. Dan, saya tidak merasa kehilangan makna. Justru dalam tindakan sederhana itu, ada doa yang tetap saya bisikkan. Karena pada akhirnya, punia bukan soal uang yang diberi, melainkan niat yang ditumbuhkan.

Lalu, apakah uang digital akan menggantikan uang tunai sepenuhnya, terutama dalam tradisi berpunia? Jawabannya tidak sesederhana itu. Uang digital memang sedang tumbuh pesat dan semakin masif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penggunaan QRIS dan dompet digital akan terus bertambah, terutama di kalangan generasi muda, pelaku usaha mikro, dan institusi yang ingin meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Saat ini, tradisi berpunia dilakukan secara hibrid—uang digital dan tunai berjalan berdampingan, ada umat yang berpunia tunai, ada pula yang tinggal scan QRIS, semua bebas memilih jalannya. Yang jelas, kunci keberhasilan adaptasi terletak pada bagaimana masyarakat dan pengurus pura dapat menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai tradisi. Dengan cara itu, teknologi tidak akan menggantikan makna, melainkan memperkuatnya.

Lantas, apakah di masa mendatang punia digital akan menguasai? Mungkin iya, dalam bentuknya, tapi belum tentu dalam maknanya. Teknologi boleh saja masuk ke pelataran suci, namun hanya manusia yang mampu menjaga kesuciannya. Oleh karena itu, umat harus tetap berhati-hati. Semoga saja, punia dalam bentuk uang digital tidak dimonopoli di kemudian hari. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Umat Hindu Bersedekah 10 Persen Dari Penghasilan
Merawat Solidaritas Lewat Keterbukaan Angka Keuangan : Sisi Unik di Balik Upacara di Pura Prajapati Ubud
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Tags: Bank Indonesiadana puniaekonomihindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Next Post

PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co