4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
May 9, 2025
in Esai
Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Foto: Dok tatkala.co

DALAM sebuah seminar yang diadakan Komunitas Salihara (2013) yang bertema “Seni Sebagai Peristiwa” memberi saya pemahaman mengenai dunia seni secara komperehensip. Baik produk keseniannya, maupun orang yang dapat disebut sebagai seniman.

Salah satu pemakalah dalam seminar itu, St. Sunardi, menjelaskan bahwa kita selama ini terjajah oleh istilah seni. Istilah seni dan paradigmanya adalah warisan kolonial Belanda yang dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk mendefinisikan dan mengukur karya seni. Padahal aspek kesenian atau keindahan melampaui indikator-indikator seni versi pemerintah kolonial tersebut. Misalnya, banyak karya seni tidak berwujud materi melainkan peristiwa sesaat atau fenomena yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu.

St. Sunardi dalam seminar itu memberi contoh bahwa R.A. Kartini adalah seorang seniman. Sedangkan Ki Hajar Dewantara adalah sastrawan apabila dilihat dengan perkembangan teori seni terbaru. Artinya seni dan seniman bukan sebuah definisi yang statis. Lalu apa saja indikasi seni atau seniman itu sebenarnya? Sifat seni adalah mengosongkan atau peristiwa kekosongan (emptiness), agar si seniman dapat mengisi kekosongan itu dengan imajinasi dan kreativitas. Setelah terisi, sang seniman akan mengosongkan kembali kemudian mengisinya kembali. Sebaliknya peristiwa yang memenuhkan atau kepenuhan (fullness) adalah agama yang berisi dogma dan ajaran kitab suci yang tetap.

Menurut St. Sunardi, jika seniman gagal mengosongkan dan mengisi kembali karyanya ia akan stagnan dan depresi. Sebaliknya, jika seseorang beragama namun mengalami kekosongan, ia berpotensi menjadi seorang seniman. Artinya seni adalah upaya mengevakuasi pengalaman seseorang (mengevakuasi subjek). Dari ilustrasi ini dapat disimpulkan bahwa tugas seniman ialah menjadikan hidup lebih hidup dan “baru kembali”. Seni hadir untuk menyemangati manusia dari rutinitas kehidupan yang monoton. Seni hadir supaya hidup tidak klise.

Kurt Vonnegut juga mengungkapkan hal serupa dalam bukunya yang berjudul Gempa Waktu, Iamengungkapkan, “Saya sampaikan dalam berbagai ceramah bahwa tugas yang tampaknya masuk akal bagi seniman adalah membuat orang menghargai hidup, setidaknya secuil saja. Kemudian saya ditanya apakah tahu seniman yang melakukan tugas tersebut. Saya menjawab, ‘The Beatles’.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki jiwa seniman di dalam dirinya. Sebab setiap orang berupaya agar hidupnya tidak membosankan dan terus menjaga semangat. Ada dua modal utama untuk menjadi seniman yakni memiliki kreativitas dan imajinasi.

Kreativitas dan Peradaban

Sastrawan Indonesia, Budi Darma, pada sebuah seminar pernah berkata: “Kreativitas adalah penemuan paling penting dalam sejarah peradaban manusia.” Kalimat itu diungkapkannya untuk menekankan pentingnya kreativitas jika dibandingkan dengan penemuan sains (discovery) atau penemuan objek lainnya. Kreativitas bersifat personal yang autentik, tidak selalu pasti dan tidak selalu terukur.

Budi Darma memberikan contoh sangat baik, yakni kisah tokoh-tokoh penemu paling terkenal di dunia. Pertama, seandainya Alexander Graham Bell tidak lahir atau meninggal saat masih kecil, pasti suatu hari ada orang lain yang menemukan pesawat telepon. Sebab unsur-unsur untuk membuat perangkat telepon tidak pernah musnah di dunia ini, hanya menunggu waktu penemu lain mengolah dan merangkainya menjadi pesawat telepon.

Begitu juga penemuan Benua Amerika. Seandainya Christopher Columbus tidak pernah lahir, pasti ada penjelajah lain yang menemukan dunia baru yang disebut Amerika itu. Sebab Benua Amerika akan tetap ada dan menunggu untuk ditemukan oleh seseorang. Penemuan di bidang sains maupun di bidang lain hanyalah soal waktu.

Namun seandainya William Shakespeare tidak lahir, dapat dipastikan karya besar seperti Romeo & Juliet tidak pernah akan ada. Pengarang lain memang akan lahir, tapi belum tentu menciptakan karya yang persis sama seperti Romeo & Juliet yang telah dijadikan simbol tentang tragedi kisah cinta itu.

William Shakespeare, seorang pujangga dan dramawan berkebangsaan Inggris dengan kreatif dan imajinatif menulis naskah drama Romeo & Juliet. Kisah terkenal itu merupakan hasil kreativitas William Shakespeare yang memadukan beberapa karya sastra lain seperti cerita rakyat dari Verona Italia dan babad dari Denmark. Dari proses kreatif itu, lahirlah karya seperti Romeo & Juliet dan karya-karya William Shakespeare lainnya. Inilah mengapa kreativitas disebut penemuan yang personal.

Penemuan lain yang melibatkan kerja kreatif di antaranya, pelukis Leonardo da Vinci yang membuat lukisan terkenal seperti Monalisa, The Last Supper dan lain-lain. Di bidang musik kita mengenal komposer seperti Beethoven, Mozart dan Schubert. Karya-karya mereka menjadi rujukan komposer-komposer setelahnya hingga saat ini. Masih banyak lagi tokoh-tokoh lain yang menggunakan kreativitas dan imajinasi dalam mencipta karya-karya mereka.

Kuncinya: Kreativitas dan Imajinasi

Kreativitas dan imajinasi memungkinkan semua orang menjadi penemu-penemu dalam bidang apa pun. Tidak sebatas dunia sastra dan seni, tetapi bidang lain seperti sains dan teknologi atau perbaduan dari keduanya. Kreativitas dan imajinasi mendorong seseorang untuk berpikir “out of the box” atau melampau penalaran umum. Kreativitas dan imajinasi mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, menemukan ide baru dan berpikir kritis terhadap segala hal untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Berbagai penelitian membuktikan peranan imajinasi terhadap kecerdasan anak. Misalnya, peran imajinasi terhadap kecerdasan spasial anak. Kecerdasan spasial merupakan suatu kemampuan yang dimiliki anak dalam hal memahami, mengingat, membayangkan dan mampu memvisualkan bentuk dalam pikirannya. Kecerdasan ini sangat berguna khususnya ketika memahami ruang dan tempat, mengingat berbagai bentuk benda, jalan, arah, dan objek berbentuk tiga dimensi lainnya.

Selain itu, imajinasi juga berperan terhadap kecerdasan berbahasa anak. Keterampilan berbahasa seorang anak menunjukkan kecerdasannya mengungkapkan kata-kata dan menyusun kalimat secara teratur dan tepat. Baik keterampilan berbahasa lisan maupun bahasa tulis.

Kemampuan berbicara anak dipengaruhi oleh kemampuan dasar berimajinasinya.Maka kemampuan berimajinasi anak perlu bimbingan dan arahan dari guru dan orang tua. Imajinasi akan mendorong anak menjadi kreatif dan melakukan hal-hal positif dalam mengisi waktu luang mereka.

Kembali pada kalimat Budi Darma di awal tulisan. Kreativitas dan imajinasi merupakan aset yang dimiliki oleh semua orang dan sudah ada dalam diri mereka. Aset itu perlu dirawat dan dikembangkan untuk membantu dalam pemecahan-pemecahan masalah yang berlangsung dalam hidup mereka. Selain itu kreativitas dan imajinasi membantu seseorang dalam berinovasi dalam bidang dan profesi mereka masing-masing. [T]

Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Legitimasi Seniman dalam Medan Seni
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja
“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB
Tags: imajinasiSeniseniman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Deepfake Porno, Pemerkosaan Simbolik, dan Kejatuhan Etika Digital Kita

Next Post

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co