4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
May 9, 2025
in Esai
Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Foto: Dok tatkala.co

DALAM sebuah seminar yang diadakan Komunitas Salihara (2013) yang bertema “Seni Sebagai Peristiwa” memberi saya pemahaman mengenai dunia seni secara komperehensip. Baik produk keseniannya, maupun orang yang dapat disebut sebagai seniman.

Salah satu pemakalah dalam seminar itu, St. Sunardi, menjelaskan bahwa kita selama ini terjajah oleh istilah seni. Istilah seni dan paradigmanya adalah warisan kolonial Belanda yang dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk mendefinisikan dan mengukur karya seni. Padahal aspek kesenian atau keindahan melampaui indikator-indikator seni versi pemerintah kolonial tersebut. Misalnya, banyak karya seni tidak berwujud materi melainkan peristiwa sesaat atau fenomena yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu.

St. Sunardi dalam seminar itu memberi contoh bahwa R.A. Kartini adalah seorang seniman. Sedangkan Ki Hajar Dewantara adalah sastrawan apabila dilihat dengan perkembangan teori seni terbaru. Artinya seni dan seniman bukan sebuah definisi yang statis. Lalu apa saja indikasi seni atau seniman itu sebenarnya? Sifat seni adalah mengosongkan atau peristiwa kekosongan (emptiness), agar si seniman dapat mengisi kekosongan itu dengan imajinasi dan kreativitas. Setelah terisi, sang seniman akan mengosongkan kembali kemudian mengisinya kembali. Sebaliknya peristiwa yang memenuhkan atau kepenuhan (fullness) adalah agama yang berisi dogma dan ajaran kitab suci yang tetap.

Menurut St. Sunardi, jika seniman gagal mengosongkan dan mengisi kembali karyanya ia akan stagnan dan depresi. Sebaliknya, jika seseorang beragama namun mengalami kekosongan, ia berpotensi menjadi seorang seniman. Artinya seni adalah upaya mengevakuasi pengalaman seseorang (mengevakuasi subjek). Dari ilustrasi ini dapat disimpulkan bahwa tugas seniman ialah menjadikan hidup lebih hidup dan “baru kembali”. Seni hadir untuk menyemangati manusia dari rutinitas kehidupan yang monoton. Seni hadir supaya hidup tidak klise.

Kurt Vonnegut juga mengungkapkan hal serupa dalam bukunya yang berjudul Gempa Waktu, Iamengungkapkan, “Saya sampaikan dalam berbagai ceramah bahwa tugas yang tampaknya masuk akal bagi seniman adalah membuat orang menghargai hidup, setidaknya secuil saja. Kemudian saya ditanya apakah tahu seniman yang melakukan tugas tersebut. Saya menjawab, ‘The Beatles’.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki jiwa seniman di dalam dirinya. Sebab setiap orang berupaya agar hidupnya tidak membosankan dan terus menjaga semangat. Ada dua modal utama untuk menjadi seniman yakni memiliki kreativitas dan imajinasi.

Kreativitas dan Peradaban

Sastrawan Indonesia, Budi Darma, pada sebuah seminar pernah berkata: “Kreativitas adalah penemuan paling penting dalam sejarah peradaban manusia.” Kalimat itu diungkapkannya untuk menekankan pentingnya kreativitas jika dibandingkan dengan penemuan sains (discovery) atau penemuan objek lainnya. Kreativitas bersifat personal yang autentik, tidak selalu pasti dan tidak selalu terukur.

Budi Darma memberikan contoh sangat baik, yakni kisah tokoh-tokoh penemu paling terkenal di dunia. Pertama, seandainya Alexander Graham Bell tidak lahir atau meninggal saat masih kecil, pasti suatu hari ada orang lain yang menemukan pesawat telepon. Sebab unsur-unsur untuk membuat perangkat telepon tidak pernah musnah di dunia ini, hanya menunggu waktu penemu lain mengolah dan merangkainya menjadi pesawat telepon.

Begitu juga penemuan Benua Amerika. Seandainya Christopher Columbus tidak pernah lahir, pasti ada penjelajah lain yang menemukan dunia baru yang disebut Amerika itu. Sebab Benua Amerika akan tetap ada dan menunggu untuk ditemukan oleh seseorang. Penemuan di bidang sains maupun di bidang lain hanyalah soal waktu.

Namun seandainya William Shakespeare tidak lahir, dapat dipastikan karya besar seperti Romeo & Juliet tidak pernah akan ada. Pengarang lain memang akan lahir, tapi belum tentu menciptakan karya yang persis sama seperti Romeo & Juliet yang telah dijadikan simbol tentang tragedi kisah cinta itu.

William Shakespeare, seorang pujangga dan dramawan berkebangsaan Inggris dengan kreatif dan imajinatif menulis naskah drama Romeo & Juliet. Kisah terkenal itu merupakan hasil kreativitas William Shakespeare yang memadukan beberapa karya sastra lain seperti cerita rakyat dari Verona Italia dan babad dari Denmark. Dari proses kreatif itu, lahirlah karya seperti Romeo & Juliet dan karya-karya William Shakespeare lainnya. Inilah mengapa kreativitas disebut penemuan yang personal.

Penemuan lain yang melibatkan kerja kreatif di antaranya, pelukis Leonardo da Vinci yang membuat lukisan terkenal seperti Monalisa, The Last Supper dan lain-lain. Di bidang musik kita mengenal komposer seperti Beethoven, Mozart dan Schubert. Karya-karya mereka menjadi rujukan komposer-komposer setelahnya hingga saat ini. Masih banyak lagi tokoh-tokoh lain yang menggunakan kreativitas dan imajinasi dalam mencipta karya-karya mereka.

Kuncinya: Kreativitas dan Imajinasi

Kreativitas dan imajinasi memungkinkan semua orang menjadi penemu-penemu dalam bidang apa pun. Tidak sebatas dunia sastra dan seni, tetapi bidang lain seperti sains dan teknologi atau perbaduan dari keduanya. Kreativitas dan imajinasi mendorong seseorang untuk berpikir “out of the box” atau melampau penalaran umum. Kreativitas dan imajinasi mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, menemukan ide baru dan berpikir kritis terhadap segala hal untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Berbagai penelitian membuktikan peranan imajinasi terhadap kecerdasan anak. Misalnya, peran imajinasi terhadap kecerdasan spasial anak. Kecerdasan spasial merupakan suatu kemampuan yang dimiliki anak dalam hal memahami, mengingat, membayangkan dan mampu memvisualkan bentuk dalam pikirannya. Kecerdasan ini sangat berguna khususnya ketika memahami ruang dan tempat, mengingat berbagai bentuk benda, jalan, arah, dan objek berbentuk tiga dimensi lainnya.

Selain itu, imajinasi juga berperan terhadap kecerdasan berbahasa anak. Keterampilan berbahasa seorang anak menunjukkan kecerdasannya mengungkapkan kata-kata dan menyusun kalimat secara teratur dan tepat. Baik keterampilan berbahasa lisan maupun bahasa tulis.

Kemampuan berbicara anak dipengaruhi oleh kemampuan dasar berimajinasinya.Maka kemampuan berimajinasi anak perlu bimbingan dan arahan dari guru dan orang tua. Imajinasi akan mendorong anak menjadi kreatif dan melakukan hal-hal positif dalam mengisi waktu luang mereka.

Kembali pada kalimat Budi Darma di awal tulisan. Kreativitas dan imajinasi merupakan aset yang dimiliki oleh semua orang dan sudah ada dalam diri mereka. Aset itu perlu dirawat dan dikembangkan untuk membantu dalam pemecahan-pemecahan masalah yang berlangsung dalam hidup mereka. Selain itu kreativitas dan imajinasi membantu seseorang dalam berinovasi dalam bidang dan profesi mereka masing-masing. [T]

Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Legitimasi Seniman dalam Medan Seni
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja
“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB
Tags: imajinasiSeniseniman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Deepfake Porno, Pemerkosaan Simbolik, dan Kejatuhan Etika Digital Kita

Next Post

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co