24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
May 9, 2025
in Esai
Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

Foto: Dok tatkala.co

DALAM sebuah seminar yang diadakan Komunitas Salihara (2013) yang bertema “Seni Sebagai Peristiwa” memberi saya pemahaman mengenai dunia seni secara komperehensip. Baik produk keseniannya, maupun orang yang dapat disebut sebagai seniman.

Salah satu pemakalah dalam seminar itu, St. Sunardi, menjelaskan bahwa kita selama ini terjajah oleh istilah seni. Istilah seni dan paradigmanya adalah warisan kolonial Belanda yang dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk mendefinisikan dan mengukur karya seni. Padahal aspek kesenian atau keindahan melampaui indikator-indikator seni versi pemerintah kolonial tersebut. Misalnya, banyak karya seni tidak berwujud materi melainkan peristiwa sesaat atau fenomena yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu.

St. Sunardi dalam seminar itu memberi contoh bahwa R.A. Kartini adalah seorang seniman. Sedangkan Ki Hajar Dewantara adalah sastrawan apabila dilihat dengan perkembangan teori seni terbaru. Artinya seni dan seniman bukan sebuah definisi yang statis. Lalu apa saja indikasi seni atau seniman itu sebenarnya? Sifat seni adalah mengosongkan atau peristiwa kekosongan (emptiness), agar si seniman dapat mengisi kekosongan itu dengan imajinasi dan kreativitas. Setelah terisi, sang seniman akan mengosongkan kembali kemudian mengisinya kembali. Sebaliknya peristiwa yang memenuhkan atau kepenuhan (fullness) adalah agama yang berisi dogma dan ajaran kitab suci yang tetap.

Menurut St. Sunardi, jika seniman gagal mengosongkan dan mengisi kembali karyanya ia akan stagnan dan depresi. Sebaliknya, jika seseorang beragama namun mengalami kekosongan, ia berpotensi menjadi seorang seniman. Artinya seni adalah upaya mengevakuasi pengalaman seseorang (mengevakuasi subjek). Dari ilustrasi ini dapat disimpulkan bahwa tugas seniman ialah menjadikan hidup lebih hidup dan “baru kembali”. Seni hadir untuk menyemangati manusia dari rutinitas kehidupan yang monoton. Seni hadir supaya hidup tidak klise.

Kurt Vonnegut juga mengungkapkan hal serupa dalam bukunya yang berjudul Gempa Waktu, Iamengungkapkan, “Saya sampaikan dalam berbagai ceramah bahwa tugas yang tampaknya masuk akal bagi seniman adalah membuat orang menghargai hidup, setidaknya secuil saja. Kemudian saya ditanya apakah tahu seniman yang melakukan tugas tersebut. Saya menjawab, ‘The Beatles’.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki jiwa seniman di dalam dirinya. Sebab setiap orang berupaya agar hidupnya tidak membosankan dan terus menjaga semangat. Ada dua modal utama untuk menjadi seniman yakni memiliki kreativitas dan imajinasi.

Kreativitas dan Peradaban

Sastrawan Indonesia, Budi Darma, pada sebuah seminar pernah berkata: “Kreativitas adalah penemuan paling penting dalam sejarah peradaban manusia.” Kalimat itu diungkapkannya untuk menekankan pentingnya kreativitas jika dibandingkan dengan penemuan sains (discovery) atau penemuan objek lainnya. Kreativitas bersifat personal yang autentik, tidak selalu pasti dan tidak selalu terukur.

Budi Darma memberikan contoh sangat baik, yakni kisah tokoh-tokoh penemu paling terkenal di dunia. Pertama, seandainya Alexander Graham Bell tidak lahir atau meninggal saat masih kecil, pasti suatu hari ada orang lain yang menemukan pesawat telepon. Sebab unsur-unsur untuk membuat perangkat telepon tidak pernah musnah di dunia ini, hanya menunggu waktu penemu lain mengolah dan merangkainya menjadi pesawat telepon.

Begitu juga penemuan Benua Amerika. Seandainya Christopher Columbus tidak pernah lahir, pasti ada penjelajah lain yang menemukan dunia baru yang disebut Amerika itu. Sebab Benua Amerika akan tetap ada dan menunggu untuk ditemukan oleh seseorang. Penemuan di bidang sains maupun di bidang lain hanyalah soal waktu.

Namun seandainya William Shakespeare tidak lahir, dapat dipastikan karya besar seperti Romeo & Juliet tidak pernah akan ada. Pengarang lain memang akan lahir, tapi belum tentu menciptakan karya yang persis sama seperti Romeo & Juliet yang telah dijadikan simbol tentang tragedi kisah cinta itu.

William Shakespeare, seorang pujangga dan dramawan berkebangsaan Inggris dengan kreatif dan imajinatif menulis naskah drama Romeo & Juliet. Kisah terkenal itu merupakan hasil kreativitas William Shakespeare yang memadukan beberapa karya sastra lain seperti cerita rakyat dari Verona Italia dan babad dari Denmark. Dari proses kreatif itu, lahirlah karya seperti Romeo & Juliet dan karya-karya William Shakespeare lainnya. Inilah mengapa kreativitas disebut penemuan yang personal.

Penemuan lain yang melibatkan kerja kreatif di antaranya, pelukis Leonardo da Vinci yang membuat lukisan terkenal seperti Monalisa, The Last Supper dan lain-lain. Di bidang musik kita mengenal komposer seperti Beethoven, Mozart dan Schubert. Karya-karya mereka menjadi rujukan komposer-komposer setelahnya hingga saat ini. Masih banyak lagi tokoh-tokoh lain yang menggunakan kreativitas dan imajinasi dalam mencipta karya-karya mereka.

Kuncinya: Kreativitas dan Imajinasi

Kreativitas dan imajinasi memungkinkan semua orang menjadi penemu-penemu dalam bidang apa pun. Tidak sebatas dunia sastra dan seni, tetapi bidang lain seperti sains dan teknologi atau perbaduan dari keduanya. Kreativitas dan imajinasi mendorong seseorang untuk berpikir “out of the box” atau melampau penalaran umum. Kreativitas dan imajinasi mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, menemukan ide baru dan berpikir kritis terhadap segala hal untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Berbagai penelitian membuktikan peranan imajinasi terhadap kecerdasan anak. Misalnya, peran imajinasi terhadap kecerdasan spasial anak. Kecerdasan spasial merupakan suatu kemampuan yang dimiliki anak dalam hal memahami, mengingat, membayangkan dan mampu memvisualkan bentuk dalam pikirannya. Kecerdasan ini sangat berguna khususnya ketika memahami ruang dan tempat, mengingat berbagai bentuk benda, jalan, arah, dan objek berbentuk tiga dimensi lainnya.

Selain itu, imajinasi juga berperan terhadap kecerdasan berbahasa anak. Keterampilan berbahasa seorang anak menunjukkan kecerdasannya mengungkapkan kata-kata dan menyusun kalimat secara teratur dan tepat. Baik keterampilan berbahasa lisan maupun bahasa tulis.

Kemampuan berbicara anak dipengaruhi oleh kemampuan dasar berimajinasinya.Maka kemampuan berimajinasi anak perlu bimbingan dan arahan dari guru dan orang tua. Imajinasi akan mendorong anak menjadi kreatif dan melakukan hal-hal positif dalam mengisi waktu luang mereka.

Kembali pada kalimat Budi Darma di awal tulisan. Kreativitas dan imajinasi merupakan aset yang dimiliki oleh semua orang dan sudah ada dalam diri mereka. Aset itu perlu dirawat dan dikembangkan untuk membantu dalam pemecahan-pemecahan masalah yang berlangsung dalam hidup mereka. Selain itu kreativitas dan imajinasi membantu seseorang dalam berinovasi dalam bidang dan profesi mereka masing-masing. [T]

Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Legitimasi Seniman dalam Medan Seni
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja
“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB
Tags: imajinasiSeniseniman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Deepfake Porno, Pemerkosaan Simbolik, dan Kejatuhan Etika Digital Kita

Next Post

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co