12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Komang Berata by Komang Berata
March 2, 2025
in Bahasa
Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Ilustrasi tatkala.co

ANDA kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. Saya meyakini hal ini. Empat dari lima indra tubuh yang berpengaruh besar dalam sor dan singgih bahasa Bali adalah indra mata, telinga, lidah, dan hidung. Indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi jangan sampai diabaikan.

Indra mata menghasilkan kosakata ton dalam ragam bahasa Bali natya ka sor. Durung polih tonin tityang, belum sempat saya lihat. Nenten tonin tityang, tidak saya lihat. Durung polih tityang ngatonin ipun, belum sempat saya melihatnya. Nenten katon antuk tityang, tidak saya lihat.

Meski secara umum adalah ragam degag, kerap saya dengar not mengisi percakapan natya ka sor. Nenten keni not tityang, tidak saya lihat. Ton dan not hanya bertukar letak huruf t dan n, namun menjadi masalah yang sangat besar jika tertukar juga yang dituju. Nenten ton tityang, sudah sangat biasa. Nenten not tityang, sudah biasa juga. Nenten ton Ida, masih dimaklumi. Nenten not Ida, mengalirlah hawa panas ke ubun-ubun pendengarnya.

Kosakata bahasa Bali ragam natya ka singgih yang dihasilkan indra mata adalah aksi, cingak, surya. Aksi dumun sadurung nganika, lihat terlebih dahulu sebelum berkata. Durusang cingakin dumun mangdane nenten ngawinang kacluwag, silakan dilihat terlebih dahulu agar tidak sampai keluar dari yang disangka. Becikang antuk nyuryanin, lihat dengan baik.

Fungsi indra mata untuk melihat menghasilkan aktivitas membaca. Aktivitas membaca pun ada ragam sor dan singgih. Saya membaca, tityang maosin. Dia membaca, Ida ngawacen.

Indra telinga menghasilkan kosakata pireng dan piarsa untuk ragam bahasa natya ka singgih dan piragi untuk ragam bahasa natya ka sor. Nenten kapireng (kapiarsa) antuk ida, tidak terdengar oleh Beliau. Sampun piragin tityang, sudah saya dengar. Sering saya temukan pireng yang salah alamat. Ten pireng tyang, seharusnya ten dingeh tyang, dan seharusnya ten pireng ragane. Piragi pun demikian. Nenten piragin Ida, seharusnya nenten piragin tityang, dan seharusnya nenten pireng (piarsan) Ida.

Indra hidung menghasilkan kosakata ungas untuk ragam bahasa natya ka sor dan ambu untuk ragam bahasa natya ka singgih. Tityang sampun ngungasin, durusang sane mangkin ratu sane ngambunin. Saya sudah membaui, silakan sekarang Anda yang membaui. Nenten ungas tityang, midep te kambu antuk ida. Tidak saya tangkap aromanya, mungkin saja tertangkap aromanya oleh Beliau.

Jika fisik hidung saya sentuhkan ke fisik hidung istri saya, atau fisik hidung Anda sentuhkan ke fisik hidung istri Anda, muncul diman dan aras. Tityang niman somah tityange, Ratu ngaras rabin dwene.

Indra lidah dan organ lainnya di mulut menghasilkan cukup banyak kosakata ragam natya ka singgih, natya mider, dan natya ka sor seperti atur, baos, kengken, pajar, nika (andika), seng, dan wacana. Tityang matur, Ida sareng nganika. Saya berucap, Beliau turut berucap. Tityang ngenkenang ipun, sareng Ida ngasengin ipun. Saya menyuruh dia, ikut Beliau menyuruh dia. Tityang majarin ipun, sareng taler Ida majarin ipun. Saya menasehati dia, ikut juga Beliau menasehati dia. Nenten tityang matur, nenten kayun Ida mawacana. Tidak saya berbicara, tidak mau Beliau berbicara.

Dengan indra lidah dan organ lainnya di mulut dihasilkan teda, tunas, ajeng, dan rayu. Tityang nunas ring sampune Ida majengan (marayunan), saya makan setelah Beliau makan. Tentang teda, itu adalah satu-satunya kosakata bahasa Bali ragam natya ka sor untuk hewan. Pyanak banteng tityange durung midep neda padang, pyanak banteng Idane taler durung midep neda padang. Anak sapi milik saya belum bisa makan rumput, anak sapi milik Beliau juga belum bisa makan rumput.

Meski teda itu ragam natya ka sor lebih dikhususkan untuk hewan, teda mengisi percakapan ayah saya ketika berbicara dengan orang yang sangat dihormati. Teda menjadi satu dari sekian kata yang digunakan merendah serendah-rendahnya. Merendah sepadan hewan pun tidak melimpahkan perasaan direndahkan untuk meninggikan orang setinggi-tingginya. Yadin tityang durung neda, durusang Ratu marayunan. Meskipun saya belum makan, silakan Tuan bersantap.

Memang indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi sangat menentukan. Ada usud, usuhin, dan emban dari sentuhan kulit melalui ujung jari dan telapak tangan. Kata emban ini kadang berlaku natya mider, kadang berlaku natya ka singgih. Tityang ngembanin okan dwene. Durusang embanin dumun okan dwene. Swecanin ratu ngembanin pyanak tityange. Akan tetapi tidak tigang welas raina durung polih tityang ngembanin pyanak. Seharusnya tigang welas raina durung polih tityang ngusud pyanak.

Selain kelima indra tubuh, ada kelamin dan dubur yang amat penting diperhatikan dalam ragam sor dan singgih bahasa Bali. Kelamin memunculkan mabanyu untuk ragam sor dan mawarih untuk ragam singgih. Dubur memunculkan makebotan untuk ragam sor dan makoratan untuk ragam singgih.

Yakinlah. Anda kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. [T]

Penulis: Komang Berata
Editor: Adnyana Ole

Truni Itu Truna
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Pinih Sira Ragane?
Transfer Lisan Bahasa Tutur
Tags: Bahasa Balipanca indrasor singgih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kemacetan” Berpikir Para Pemimpin Bali

Next Post

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co