2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Komang Berata by Komang Berata
March 2, 2025
in Bahasa
Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Ilustrasi tatkala.co

ANDA kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. Saya meyakini hal ini. Empat dari lima indra tubuh yang berpengaruh besar dalam sor dan singgih bahasa Bali adalah indra mata, telinga, lidah, dan hidung. Indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi jangan sampai diabaikan.

Indra mata menghasilkan kosakata ton dalam ragam bahasa Bali natya ka sor. Durung polih tonin tityang, belum sempat saya lihat. Nenten tonin tityang, tidak saya lihat. Durung polih tityang ngatonin ipun, belum sempat saya melihatnya. Nenten katon antuk tityang, tidak saya lihat.

Meski secara umum adalah ragam degag, kerap saya dengar not mengisi percakapan natya ka sor. Nenten keni not tityang, tidak saya lihat. Ton dan not hanya bertukar letak huruf t dan n, namun menjadi masalah yang sangat besar jika tertukar juga yang dituju. Nenten ton tityang, sudah sangat biasa. Nenten not tityang, sudah biasa juga. Nenten ton Ida, masih dimaklumi. Nenten not Ida, mengalirlah hawa panas ke ubun-ubun pendengarnya.

Kosakata bahasa Bali ragam natya ka singgih yang dihasilkan indra mata adalah aksi, cingak, surya. Aksi dumun sadurung nganika, lihat terlebih dahulu sebelum berkata. Durusang cingakin dumun mangdane nenten ngawinang kacluwag, silakan dilihat terlebih dahulu agar tidak sampai keluar dari yang disangka. Becikang antuk nyuryanin, lihat dengan baik.

Fungsi indra mata untuk melihat menghasilkan aktivitas membaca. Aktivitas membaca pun ada ragam sor dan singgih. Saya membaca, tityang maosin. Dia membaca, Ida ngawacen.

Indra telinga menghasilkan kosakata pireng dan piarsa untuk ragam bahasa natya ka singgih dan piragi untuk ragam bahasa natya ka sor. Nenten kapireng (kapiarsa) antuk ida, tidak terdengar oleh Beliau. Sampun piragin tityang, sudah saya dengar. Sering saya temukan pireng yang salah alamat. Ten pireng tyang, seharusnya ten dingeh tyang, dan seharusnya ten pireng ragane. Piragi pun demikian. Nenten piragin Ida, seharusnya nenten piragin tityang, dan seharusnya nenten pireng (piarsan) Ida.

Indra hidung menghasilkan kosakata ungas untuk ragam bahasa natya ka sor dan ambu untuk ragam bahasa natya ka singgih. Tityang sampun ngungasin, durusang sane mangkin ratu sane ngambunin. Saya sudah membaui, silakan sekarang Anda yang membaui. Nenten ungas tityang, midep te kambu antuk ida. Tidak saya tangkap aromanya, mungkin saja tertangkap aromanya oleh Beliau.

Jika fisik hidung saya sentuhkan ke fisik hidung istri saya, atau fisik hidung Anda sentuhkan ke fisik hidung istri Anda, muncul diman dan aras. Tityang niman somah tityange, Ratu ngaras rabin dwene.

Indra lidah dan organ lainnya di mulut menghasilkan cukup banyak kosakata ragam natya ka singgih, natya mider, dan natya ka sor seperti atur, baos, kengken, pajar, nika (andika), seng, dan wacana. Tityang matur, Ida sareng nganika. Saya berucap, Beliau turut berucap. Tityang ngenkenang ipun, sareng Ida ngasengin ipun. Saya menyuruh dia, ikut Beliau menyuruh dia. Tityang majarin ipun, sareng taler Ida majarin ipun. Saya menasehati dia, ikut juga Beliau menasehati dia. Nenten tityang matur, nenten kayun Ida mawacana. Tidak saya berbicara, tidak mau Beliau berbicara.

Dengan indra lidah dan organ lainnya di mulut dihasilkan teda, tunas, ajeng, dan rayu. Tityang nunas ring sampune Ida majengan (marayunan), saya makan setelah Beliau makan. Tentang teda, itu adalah satu-satunya kosakata bahasa Bali ragam natya ka sor untuk hewan. Pyanak banteng tityange durung midep neda padang, pyanak banteng Idane taler durung midep neda padang. Anak sapi milik saya belum bisa makan rumput, anak sapi milik Beliau juga belum bisa makan rumput.

Meski teda itu ragam natya ka sor lebih dikhususkan untuk hewan, teda mengisi percakapan ayah saya ketika berbicara dengan orang yang sangat dihormati. Teda menjadi satu dari sekian kata yang digunakan merendah serendah-rendahnya. Merendah sepadan hewan pun tidak melimpahkan perasaan direndahkan untuk meninggikan orang setinggi-tingginya. Yadin tityang durung neda, durusang Ratu marayunan. Meskipun saya belum makan, silakan Tuan bersantap.

Memang indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi sangat menentukan. Ada usud, usuhin, dan emban dari sentuhan kulit melalui ujung jari dan telapak tangan. Kata emban ini kadang berlaku natya mider, kadang berlaku natya ka singgih. Tityang ngembanin okan dwene. Durusang embanin dumun okan dwene. Swecanin ratu ngembanin pyanak tityange. Akan tetapi tidak tigang welas raina durung polih tityang ngembanin pyanak. Seharusnya tigang welas raina durung polih tityang ngusud pyanak.

Selain kelima indra tubuh, ada kelamin dan dubur yang amat penting diperhatikan dalam ragam sor dan singgih bahasa Bali. Kelamin memunculkan mabanyu untuk ragam sor dan mawarih untuk ragam singgih. Dubur memunculkan makebotan untuk ragam sor dan makoratan untuk ragam singgih.

Yakinlah. Anda kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. [T]

Penulis: Komang Berata
Editor: Adnyana Ole

Truni Itu Truna
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Pinih Sira Ragane?
Transfer Lisan Bahasa Tutur
Tags: Bahasa Balipanca indrasor singgih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kemacetan” Berpikir Para Pemimpin Bali

Next Post

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co