22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Komang Berata by Komang Berata
March 2, 2025
in Bahasa
Cepat Terampil “Sor” dan “Singgih” Bahasa Bali

Ilustrasi tatkala.co

ANDA kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. Saya meyakini hal ini. Empat dari lima indra tubuh yang berpengaruh besar dalam sor dan singgih bahasa Bali adalah indra mata, telinga, lidah, dan hidung. Indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi jangan sampai diabaikan.

Indra mata menghasilkan kosakata ton dalam ragam bahasa Bali natya ka sor. Durung polih tonin tityang, belum sempat saya lihat. Nenten tonin tityang, tidak saya lihat. Durung polih tityang ngatonin ipun, belum sempat saya melihatnya. Nenten katon antuk tityang, tidak saya lihat.

Meski secara umum adalah ragam degag, kerap saya dengar not mengisi percakapan natya ka sor. Nenten keni not tityang, tidak saya lihat. Ton dan not hanya bertukar letak huruf t dan n, namun menjadi masalah yang sangat besar jika tertukar juga yang dituju. Nenten ton tityang, sudah sangat biasa. Nenten not tityang, sudah biasa juga. Nenten ton Ida, masih dimaklumi. Nenten not Ida, mengalirlah hawa panas ke ubun-ubun pendengarnya.

Kosakata bahasa Bali ragam natya ka singgih yang dihasilkan indra mata adalah aksi, cingak, surya. Aksi dumun sadurung nganika, lihat terlebih dahulu sebelum berkata. Durusang cingakin dumun mangdane nenten ngawinang kacluwag, silakan dilihat terlebih dahulu agar tidak sampai keluar dari yang disangka. Becikang antuk nyuryanin, lihat dengan baik.

Fungsi indra mata untuk melihat menghasilkan aktivitas membaca. Aktivitas membaca pun ada ragam sor dan singgih. Saya membaca, tityang maosin. Dia membaca, Ida ngawacen.

Indra telinga menghasilkan kosakata pireng dan piarsa untuk ragam bahasa natya ka singgih dan piragi untuk ragam bahasa natya ka sor. Nenten kapireng (kapiarsa) antuk ida, tidak terdengar oleh Beliau. Sampun piragin tityang, sudah saya dengar. Sering saya temukan pireng yang salah alamat. Ten pireng tyang, seharusnya ten dingeh tyang, dan seharusnya ten pireng ragane. Piragi pun demikian. Nenten piragin Ida, seharusnya nenten piragin tityang, dan seharusnya nenten pireng (piarsan) Ida.

Indra hidung menghasilkan kosakata ungas untuk ragam bahasa natya ka sor dan ambu untuk ragam bahasa natya ka singgih. Tityang sampun ngungasin, durusang sane mangkin ratu sane ngambunin. Saya sudah membaui, silakan sekarang Anda yang membaui. Nenten ungas tityang, midep te kambu antuk ida. Tidak saya tangkap aromanya, mungkin saja tertangkap aromanya oleh Beliau.

Jika fisik hidung saya sentuhkan ke fisik hidung istri saya, atau fisik hidung Anda sentuhkan ke fisik hidung istri Anda, muncul diman dan aras. Tityang niman somah tityange, Ratu ngaras rabin dwene.

Indra lidah dan organ lainnya di mulut menghasilkan cukup banyak kosakata ragam natya ka singgih, natya mider, dan natya ka sor seperti atur, baos, kengken, pajar, nika (andika), seng, dan wacana. Tityang matur, Ida sareng nganika. Saya berucap, Beliau turut berucap. Tityang ngenkenang ipun, sareng Ida ngasengin ipun. Saya menyuruh dia, ikut Beliau menyuruh dia. Tityang majarin ipun, sareng taler Ida majarin ipun. Saya menasehati dia, ikut juga Beliau menasehati dia. Nenten tityang matur, nenten kayun Ida mawacana. Tidak saya berbicara, tidak mau Beliau berbicara.

Dengan indra lidah dan organ lainnya di mulut dihasilkan teda, tunas, ajeng, dan rayu. Tityang nunas ring sampune Ida majengan (marayunan), saya makan setelah Beliau makan. Tentang teda, itu adalah satu-satunya kosakata bahasa Bali ragam natya ka sor untuk hewan. Pyanak banteng tityange durung midep neda padang, pyanak banteng Idane taler durung midep neda padang. Anak sapi milik saya belum bisa makan rumput, anak sapi milik Beliau juga belum bisa makan rumput.

Meski teda itu ragam natya ka sor lebih dikhususkan untuk hewan, teda mengisi percakapan ayah saya ketika berbicara dengan orang yang sangat dihormati. Teda menjadi satu dari sekian kata yang digunakan merendah serendah-rendahnya. Merendah sepadan hewan pun tidak melimpahkan perasaan direndahkan untuk meninggikan orang setinggi-tingginya. Yadin tityang durung neda, durusang Ratu marayunan. Meskipun saya belum makan, silakan Tuan bersantap.

Memang indra kulit tidak banyak berpengaruh dalam sor dan singgih bahasa Bali, akan tetapi sangat menentukan. Ada usud, usuhin, dan emban dari sentuhan kulit melalui ujung jari dan telapak tangan. Kata emban ini kadang berlaku natya mider, kadang berlaku natya ka singgih. Tityang ngembanin okan dwene. Durusang embanin dumun okan dwene. Swecanin ratu ngembanin pyanak tityange. Akan tetapi tidak tigang welas raina durung polih tityang ngembanin pyanak. Seharusnya tigang welas raina durung polih tityang ngusud pyanak.

Selain kelima indra tubuh, ada kelamin dan dubur yang amat penting diperhatikan dalam ragam sor dan singgih bahasa Bali. Kelamin memunculkan mabanyu untuk ragam sor dan mawarih untuk ragam singgih. Dubur memunculkan makebotan untuk ragam sor dan makoratan untuk ragam singgih.

Yakinlah. Anda kuasai ragam sor dan singgih bahasa Bali yang dimunculkan panca indra, Anda terampil berbahasa Bali. [T]

Penulis: Komang Berata
Editor: Adnyana Ole

Truni Itu Truna
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Pinih Sira Ragane?
Transfer Lisan Bahasa Tutur
Tags: Bahasa Balipanca indrasor singgih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kemacetan” Berpikir Para Pemimpin Bali

Next Post

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Komang Yasa, Setia Pada Zaman, Setia Merawat Peradaban Dokar di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co