2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali ke Toko Kharisma Music, Bersama Made Sujaya Memutar Nostalgia dengan Kaset Pita

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 4, 2025
in Khas
Kembali ke Toko Kharisma Music, Bersama Made Sujaya Memutar Nostalgia dengan Kaset Pita

Made Sujaya menyetel kaset di tape deck | Foto: tatkala.co/Dede

HARI itu saya kembali lagi ke Kharisma Music, sebuah toko kaset sekaligus toko nostalgia di kawasan Pasar Kreneng, Jalan Rijasa Denpasar.

Baru datang saja, sudah disambut oleh Made Sujaya (86)–pemilik Kharisma Music. Ia masih sama seperti awal kita berjumpa. Menyapa pelanggan dengan senyum hangat, kemudian menyalakan lampu toko agar benderang. Wajar saja jarang dinyalakan, karena memang jarang ada pembeli. Jadi, lampu hanya dinyalakan ketika ada pelanggan datang.

Setelah sebelumnya membeli VCD/DVD, kini saya datang kembali untuk berburu kaset pita. Sepertinya mengumpulkan rilisan fisik akan menjadi hobi baru saya. Semua berawal ketika saya meminang walkman dan tape deck bekas di Pasar Loak, Kreneng. Banyak kawan-kawan yang bertanya, buat apa beli kaset pita? Toh sekarang sudah gampang, ada platform musik digital. Praktis dan tidak ribet.

Made Sujaya, sang pemilik Kharisma Music juga bertanya demikian.

“Ngapain beli kaset pita, De? Zaman sekarang jarang ada orang beli kaset pita,” tanya pria renta itu sembari mencarikan kaset lagu Bali lawas.

“Ya sengaja saja, Pak, karena hobi dan hitung-hitung nambah koleksi di rumah,” sahut saya menjawab pertanyaannya.

Made Sujaya pun tersenyum mendengar hal itu, kemudian ia memutarkan beberapa kaset di tape deck-nya. “Coba dulu ya, De, udah lama ga dipakai, nggak tahu masih berfungsi apa nggak tape-nya,” celetuknya sebelum menyetel kaset.

Made Sujaya, owner Kharisma Music | Foto: tatkala.co/Dede

Made Sujaya menyetel kaset di tape deck | Foto: tatkala.co/Dede

Ada perasaan yang berbeda ketika memutar kaset pita, karena kita tidak hanya memutar dan mendengarkan, tetapi juga seperti bermain. Memutar kaset seperti melakukan sebuah ritual, mulai dari membuka kotak kaset, menyetel pita, hingga menekan tombol play pada tape deck. Bagi sebagian orang, memutar kaset sama halnya seperti membuka buku cerita.

Made Sujaya pun membuka kotak kaset, memasukkan kaset ke dalam tape deck, lalu memencet tombol play. Lagu dari Duo Thiwi (grup musik duo asal Bali) pun mengalun, dan kopi hitam di atas meja lanjut diseruput olehnya sembari bercerita singkat.

Pria kelahiran Klungkung, 19 Desember 1938 ini masih bugar, ia selalu ramah melayani pelanggan, meski sudah tak seramai dahulu. Made Sujaya membuka toko Kharisma Music saat masih berusia 48 tahun, tepatnya pada tahun 1986. Awalnya, toko ini bertempat di Jalan Kamboja (di depan SPBU Kreneng sekarang). Kemudian mulai tahun 2016 berpindah tempat ke areal Pasar Kreneng, tepatnya di pintu masuk sebelah selatan.

“Sekarang ini saja sisanya, De, karena kaset pita sudah tidak diproduksi lagi, apalagi lagu-lagu Bali. Jadi ya cuma ini adanya,” katanya sembari menunjuk beberapa kaset.

“Gak cuma kasetnya yang mulai menipis, tapi peminatnya juga demikian. Makin sepi, karena sudah ada HP canggih,” keluhnya.

Made Sujaya, owner Kharisma Music | Foto: tatkala.co/Dede

Koleksi kaset di Toko Kharisma Music | Foto: tatkala.co/Dede

Rutinitas Made Sujaya setiap hari adalah menjaga toko Kharisma Music yang didirikannya sejak 1986, sudah 38 tahun ia konsisten menjual kaset. Meskipun animo masyarakat terhadap kaset mulai surut, tak lantas menghentikan langkah bisnisnya itu.

Ketika semua toko kaset memutuskan untuk gulung tikar karena tergerus kemajuan zaman, Kharisma Music menjadi satu-satunya toko kaset di Kota Denpasar yang bertahan, masih tetap menjual kaset seperti biasanya walaupun sepi pembeli.

“Pembeli dalam sebulan sekarang bisa dihitung dengan jari, kalau dulu tahun 90-an tidak bisa dihitung jumlahnya, ramai sekali pada masa itu. Ya, walaupun sekarang sudah tidak zaman, tetapi masih ada saja yang mencari kaset untuk diputar di mobil. Begitu juga saat hari raya, ada saja yang mencari kaset gamelan atau kidung,” jelasnya.

Dahulunya Kharisma Music merupakan toko kaset yang sangat ramai, segala jenis kaset bisa ditemukan di toko itu. Kini Kharisma Music hanya menghabiskan stok kaset dan berbagai VCD/DVD yang masih tersisa. Meskipun koleksinya kini sudah tidak banyak, berkunjung ke Kharisma Music layaknya seperti datang ke museum. Rasanya asyik saja bisa melihat berbagai kaset terpajang di etalase toko itu.

Koleksi kaset di Toko Kharisma Music | Foto: tatkala.co/Dede

Tampak depan Toko Kharisma Music | Foto: tatkala.co/Dede

Made Sujaya mengatakan, beberapa VCD/DVD yang ada di Kharisma Music masih ada yang keluaran baru, seperti film-film barat dan lagu-lagu Jawa. Ia juga mengaku masih rutin memesan VCD/DVD keluaran baru dari luar pulau untuk dijual di toko.

“Sampai sekarang saya masih order kaset-kaset (VCD/DVD) dari Jawa. Biasanya saya ngorder satu sampai dua kali dalam sebulan. Kalau untuk kaset pita stok baru sudah tidak ada, karena sudah tidak ada lagi produksinya,” kata Sujaya.

Tak bisa disangkal, kemajuan zaman memang menjadi penyebab utama merosotnya peredaran rilisan fisik semacam kaset. Kini orang-orang dengan mudah bisa menikmati lagu-lagu dan film-film hanya lewat gawai pintar.

Kendati demikian, nyatanya masih ada saja orang yang minat membeli rilisan fisik. Entah untuk diputar di mobil, diputar di tape deck, ataupun hanya dijadikan koleksi pribadi sebagai kenang-kenangan masa lampau.

Di usianya yang tidak muda lagi, Sujaya kini hanya berkutat dengan toko kasetnya, “Ya, mau gimana lagi, kalau cari kerja lain pikiran sudah kalah, tenaga juga sudah kalah. Kalau semua kaset ini habis, saya akan langsung pensiun,” ujarnya tersenyum sembari mematikan tape deck.

Seusai menyetel beberapa kaset, Made Sujaya pun menghitung total harga dengan pena dan selembar kertas, bukan dengan kalkulator. Meskipun sudah dihitung pasti olehnya, tetap saja ia memberikan diskon kepada saya.

“Ini ambil saja lagi sepuluh ribu de! Anggap saja diskon member, hahaha,” ucapnya sedikit tertawa. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Memutar Nostalgia di Toko Kaset Kharisma Music, Kawasan Pasar Kreneng Denpasar
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1
Tags: kaset pitamusiknostalgiaPasar Kreneng Denpasartoko kaset
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lontar Tutur Aji Mas Ganda Purantaka Petak  tentang Tujuan Hidup Kemoksan, Ditemukan di Griya Sakti Nyalian-Klungkung

Next Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co