5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 31, 2025
in Khas
Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Kami, 23 Penyu Ini, pun Dilepaskan ke Laut dengan Aman, Tapi Lautan Barangkali Belum Aman

KAMI adalah 23 penyu hijau yang dilepasliarkan secara seremonial, ramai-ramai, dipenuhi pejabat. Kami dilepasliarkan dari Pantai Pasir Putih, Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng bagian barat, Jumat pagi, 31 Januari 2025, untuk kembali ke laut lepas.

Gembira rasanya kami dilepaskan kembali ke laut, ke rumah kami, bertemu teman-teman kami lagi.

Gembira sekali juga bahwa kami dilepaskan dalam suasana pelepasan berjalan lancar dan aman. Tentu saja aman. Kami dilepaskan oleh banyak pejabat penting. Selain Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam KSDA Bali Ratna Hendratmoko—pejabat yang siang malam menjaga alam lingkungan, termasuk kami, para penyu ini—juga ada Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., bersama sejumlah kepala satuan di Polres Buleleng.

Oh, ya, kami juga melihat kehadiran Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya dan Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Prawono Meruwanto. Dan, banyak lagi pejabat lainnya, baik pejabat penting, setengah penting, maupun pejabat yang barangkali diajak ikut-ikutan.

Para pejabat dari Balai KSDA, TNBB, Kapolres Buleleng, Pj. Bupati Buleleng dan pemerhati lingkungan melepasliarkan kami, penyu ini, ke tengah laut | Foto: Polres Buleleng

Kami, para penyu ini, tak bisa menyebut nama mereka satu per satu. Yang jelas, kami sangat berterima kasih. Mereka meluangkan waktu, meninggalkan pekerjaan penting di kantor, untuk beramai-ramai melepaskan kami ke tengah lautan. Betapa luhur budi mereka. Betapa cinta sekali mereka pada alam, lingkungan, termasuk cinta pada kami—fauna tua yang sangat langka ini.    

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., saat memberi sambutan dalam acara pelepasan kami menyatakan sejumlah hal penting terkait pelestarian penyu.

Antara lain Kapolres mengatakan penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi dan hampir punah, sehingga perlu mendapat perhatian khusus demi kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang.

“Polres Bulelengberkomitmen menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan, terutama terhadap satwa yang dilindungi seperti penyu hijau,” kata Kapolres.

Kami, para penyu yang dilepaskan kembali ke laut sangat senang mendengar sambutan Kapolres itu.  Kami juga senang mendengar sambutan dari Kepala Balai KSDA Bali.

Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan, pelepasliaran penyu di salah satu habitat merupakan bagian dari upaya konservasi serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa yang dilindungi.

Kami–para penyu–bergerak ke lautan | Foto: Dian

Ratna juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup penyu di alam liar.

“Konservasi akan berhasil jika menjadi agenda bersama,” ujar Ratna.

Menurut Ratna, kondisi tubuh kami—para penyu ini—sudah dalam kondisi aman untuk dilepaskan kembali ke laut. Kami tentu saja tak boleh cemas. Karena kami dinyatakan siap untuk kembali hidup di habitat asli kami. Beberapa di antara kami bahkan telah mencapai usia matang untuk bertelur. Horeeee.

Kami Ditemukan Terikat di Tepi Pantai dan Gudang Tua

 Kami—sebanyak 23 penyu yang dilepaskan ke laut ini—sebelumnya adalah korban dari kegiatan ilegal yang, tentu saja, dilakukan oleh manusia. Itu manusia biadab.

Sebanyak 22 dari kami itu sebelumya ditemukan terikat di pantai Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng. Satu lagi adalah hasil sitaan Polres Jembrana.     Kami—sebanyak 22 penyu ini—ditemukan pada Jumat pagi 24 Januari 2025.

Kami ditemukan dalam kondisi terikat di pinggir pantai. Pada pukul 08.00 Wita ditemukan 8 ekor di pinggir pantai, lalu pukul 11.00 Wita ditemukan lagi di gudang yang rusak sebanyak 14 ekor. Kami ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, terikat dan beberapa di antara kami mengalami luka akibat ikatan tali seling. Sakit sekali.

Kami berterima kasih kepada Wayan Katon, seorang nelayan yang menemukan kami pada pagi itu. Jika tidak, barangkali kami sudah dijadikan sate, lawar, atau menu masakan lain di rumah makan yang nakal.

Konon daging kami sungguh enak. Barangkali karena itulah kami terus diburu, sampai-sampai jumlah kami jadi langka, dan akhirnya kami dilindungi oleh undang-undang. Siapa yang menangkap kami dipastikan akan menerima hukuman berat.

Polisi dari Polres Buleleng sudah melakukan penyelidikan untuk menangkap siapa yang menangkap kami, mengikat kami, dan meninggalkannya di tepi pantai dan gudang tua. Semoga polisi segera menemukan orang yang menangkap dan menyiksa kami.

Terima kasih Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Terima Kasih Dokter Farida

Setelah ditemukan, kami—sebanyak 22 penyu hijau ditemukan terikat itu—dikirimkan ke Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ini yayasan yang sungguh menarik. Petugasnya merawat kami dengan baik.  

Kolam itu berada di tengah laut. Dan cukup jauh dari pemukiman manusia. Kami dirawat secara intensif oleh dokter hewan, Farida Ulya Nugrahatin serta tim dari JSI. Terima kasih JSI, terima kasih Dokter Farida.

Kolam penangkaran di JSI | Foto: Dian

Dokter Farida memang sangat baik. Ia tampak prihatin ketika kami, semuanya, mengalami luka tusuk. Luka itu terdapat pada bagian flipper depan di kiri dan kanan. Tentu saja, saat ditangkap oleh pemburu penyu, kami biasanya ditusuk agar kami tak bisa berontrak. Sungguh mengerikan.

 “Jadi kalau pemburu mengambil penyu mereka harus menutup bagian flipper depan di kanan kiri, makanya mereka punya bekas luka tusuk. Dan itu sudah kami obati juga!” Begitu kata Dokter Farida.

Satu di antara teman kami bahkan mengalami luka robek pada flippernya. Dokter Farida bersama tim JSI, di tempat rehabilitasi itu, memberi pertolongan pada kami dengan memberikan sejumlah jahitan pada tubuh kami yang mengalami luka robek.

Ada di antara kami yang lemas, sehingga harus diinfus. Dan, setelah dirawat dengan baik, kami pun bisa berenang dengan baik di kolam rehabilitasi itu. Sungguh menyenangkan. Nafsu makan kami juga normal.

Setelah Dianggap Sehat, Kami pun Dilepaskan ke Laut Lepas

Meski kami sangat senang berada di kolam rehabilitasi yang dikelola JSI itu, tapi kami sesungguhnya lebih suka berada di laut lepas. Apalagi, menurut Dokter Farida, kami akan bisa berkembang lebih baik jika berada di laut bebas ketimbang berada di penangkaran.

Oh ya, menurut Dokter Farida, kami 22 penyu yang dirawat ini seluruhnya betina. Jika tidak segera dilepaskan, dikhawatirkan proses perkembangbiakan kami akan terhambat.

“Khawatirnya mereka ingin bertelur. Jadi kalau bertelur mereka butuh pasir, butuh daratan.” Begitu kata Dokter Farida.

Bersiap dilepaskan | Foto: Dian

Maka, Jumat pagi 31 Januari 2025, kami diputuskan untuk dilepaskanliarkan lewat Pantai Pasir Putih di Banyuwedang. Itu pantai yang indah dan sudah dijadikan destinasi wisata favorit di Buleleng barat. Mungkin tempat itu dipilih sekaligus juga untuk memperkenalkan obyek wisata itu ke dunia internasional.

Setelah dilepaskan, kami pun merangkak menemukan lidah ombak yang menjulur ke pantai. Kami masuk ke air, berenang ke tengah, dan barangkali dalam waktu dekat akan ke daratan untuk bertelur.

Kami dilepaskan secara aman, dijaga polisi, diawasi bupati. kondisi kami pun, konon, sudah aman untuk siap hidup di tengah laut. Tapi laut barangkali belum aman. Masih ada sampah, dan kami kadang bisa terjebak makan plastik. Barangkali pemburu liar itu juga akan kembali menemukan kami, dan barangkali akan ditemukan lagi oleh nelayan dalam kondisi luka dan terikat tali seling. [T]

Reporter: Tim Tatkala
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas
BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman
Tags: faunalingkunganpenyu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma

Next Post

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co