2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 31, 2025
in Khas
Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Kami, 23 Penyu Ini, pun Dilepaskan ke Laut dengan Aman, Tapi Lautan Barangkali Belum Aman

KAMI adalah 23 penyu hijau yang dilepasliarkan secara seremonial, ramai-ramai, dipenuhi pejabat. Kami dilepasliarkan dari Pantai Pasir Putih, Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng bagian barat, Jumat pagi, 31 Januari 2025, untuk kembali ke laut lepas.

Gembira rasanya kami dilepaskan kembali ke laut, ke rumah kami, bertemu teman-teman kami lagi.

Gembira sekali juga bahwa kami dilepaskan dalam suasana pelepasan berjalan lancar dan aman. Tentu saja aman. Kami dilepaskan oleh banyak pejabat penting. Selain Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam KSDA Bali Ratna Hendratmoko—pejabat yang siang malam menjaga alam lingkungan, termasuk kami, para penyu ini—juga ada Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., bersama sejumlah kepala satuan di Polres Buleleng.

Oh, ya, kami juga melihat kehadiran Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya dan Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Prawono Meruwanto. Dan, banyak lagi pejabat lainnya, baik pejabat penting, setengah penting, maupun pejabat yang barangkali diajak ikut-ikutan.

Para pejabat dari Balai KSDA, TNBB, Kapolres Buleleng, Pj. Bupati Buleleng dan pemerhati lingkungan melepasliarkan kami, penyu ini, ke tengah laut | Foto: Polres Buleleng

Kami, para penyu ini, tak bisa menyebut nama mereka satu per satu. Yang jelas, kami sangat berterima kasih. Mereka meluangkan waktu, meninggalkan pekerjaan penting di kantor, untuk beramai-ramai melepaskan kami ke tengah lautan. Betapa luhur budi mereka. Betapa cinta sekali mereka pada alam, lingkungan, termasuk cinta pada kami—fauna tua yang sangat langka ini.    

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., saat memberi sambutan dalam acara pelepasan kami menyatakan sejumlah hal penting terkait pelestarian penyu.

Antara lain Kapolres mengatakan penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi dan hampir punah, sehingga perlu mendapat perhatian khusus demi kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang.

“Polres Bulelengberkomitmen menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan, terutama terhadap satwa yang dilindungi seperti penyu hijau,” kata Kapolres.

Kami, para penyu yang dilepaskan kembali ke laut sangat senang mendengar sambutan Kapolres itu.  Kami juga senang mendengar sambutan dari Kepala Balai KSDA Bali.

Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan, pelepasliaran penyu di salah satu habitat merupakan bagian dari upaya konservasi serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa yang dilindungi.

Kami–para penyu–bergerak ke lautan | Foto: Dian

Ratna juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup penyu di alam liar.

“Konservasi akan berhasil jika menjadi agenda bersama,” ujar Ratna.

Menurut Ratna, kondisi tubuh kami—para penyu ini—sudah dalam kondisi aman untuk dilepaskan kembali ke laut. Kami tentu saja tak boleh cemas. Karena kami dinyatakan siap untuk kembali hidup di habitat asli kami. Beberapa di antara kami bahkan telah mencapai usia matang untuk bertelur. Horeeee.

Kami Ditemukan Terikat di Tepi Pantai dan Gudang Tua

 Kami—sebanyak 23 penyu yang dilepaskan ke laut ini—sebelumnya adalah korban dari kegiatan ilegal yang, tentu saja, dilakukan oleh manusia. Itu manusia biadab.

Sebanyak 22 dari kami itu sebelumya ditemukan terikat di pantai Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng. Satu lagi adalah hasil sitaan Polres Jembrana.     Kami—sebanyak 22 penyu ini—ditemukan pada Jumat pagi 24 Januari 2025.

Kami ditemukan dalam kondisi terikat di pinggir pantai. Pada pukul 08.00 Wita ditemukan 8 ekor di pinggir pantai, lalu pukul 11.00 Wita ditemukan lagi di gudang yang rusak sebanyak 14 ekor. Kami ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, terikat dan beberapa di antara kami mengalami luka akibat ikatan tali seling. Sakit sekali.

Kami berterima kasih kepada Wayan Katon, seorang nelayan yang menemukan kami pada pagi itu. Jika tidak, barangkali kami sudah dijadikan sate, lawar, atau menu masakan lain di rumah makan yang nakal.

Konon daging kami sungguh enak. Barangkali karena itulah kami terus diburu, sampai-sampai jumlah kami jadi langka, dan akhirnya kami dilindungi oleh undang-undang. Siapa yang menangkap kami dipastikan akan menerima hukuman berat.

Polisi dari Polres Buleleng sudah melakukan penyelidikan untuk menangkap siapa yang menangkap kami, mengikat kami, dan meninggalkannya di tepi pantai dan gudang tua. Semoga polisi segera menemukan orang yang menangkap dan menyiksa kami.

Terima kasih Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Terima Kasih Dokter Farida

Setelah ditemukan, kami—sebanyak 22 penyu hijau ditemukan terikat itu—dikirimkan ke Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ini yayasan yang sungguh menarik. Petugasnya merawat kami dengan baik.  

Kolam itu berada di tengah laut. Dan cukup jauh dari pemukiman manusia. Kami dirawat secara intensif oleh dokter hewan, Farida Ulya Nugrahatin serta tim dari JSI. Terima kasih JSI, terima kasih Dokter Farida.

Kolam penangkaran di JSI | Foto: Dian

Dokter Farida memang sangat baik. Ia tampak prihatin ketika kami, semuanya, mengalami luka tusuk. Luka itu terdapat pada bagian flipper depan di kiri dan kanan. Tentu saja, saat ditangkap oleh pemburu penyu, kami biasanya ditusuk agar kami tak bisa berontrak. Sungguh mengerikan.

 “Jadi kalau pemburu mengambil penyu mereka harus menutup bagian flipper depan di kanan kiri, makanya mereka punya bekas luka tusuk. Dan itu sudah kami obati juga!” Begitu kata Dokter Farida.

Satu di antara teman kami bahkan mengalami luka robek pada flippernya. Dokter Farida bersama tim JSI, di tempat rehabilitasi itu, memberi pertolongan pada kami dengan memberikan sejumlah jahitan pada tubuh kami yang mengalami luka robek.

Ada di antara kami yang lemas, sehingga harus diinfus. Dan, setelah dirawat dengan baik, kami pun bisa berenang dengan baik di kolam rehabilitasi itu. Sungguh menyenangkan. Nafsu makan kami juga normal.

Setelah Dianggap Sehat, Kami pun Dilepaskan ke Laut Lepas

Meski kami sangat senang berada di kolam rehabilitasi yang dikelola JSI itu, tapi kami sesungguhnya lebih suka berada di laut lepas. Apalagi, menurut Dokter Farida, kami akan bisa berkembang lebih baik jika berada di laut bebas ketimbang berada di penangkaran.

Oh ya, menurut Dokter Farida, kami 22 penyu yang dirawat ini seluruhnya betina. Jika tidak segera dilepaskan, dikhawatirkan proses perkembangbiakan kami akan terhambat.

“Khawatirnya mereka ingin bertelur. Jadi kalau bertelur mereka butuh pasir, butuh daratan.” Begitu kata Dokter Farida.

Bersiap dilepaskan | Foto: Dian

Maka, Jumat pagi 31 Januari 2025, kami diputuskan untuk dilepaskanliarkan lewat Pantai Pasir Putih di Banyuwedang. Itu pantai yang indah dan sudah dijadikan destinasi wisata favorit di Buleleng barat. Mungkin tempat itu dipilih sekaligus juga untuk memperkenalkan obyek wisata itu ke dunia internasional.

Setelah dilepaskan, kami pun merangkak menemukan lidah ombak yang menjulur ke pantai. Kami masuk ke air, berenang ke tengah, dan barangkali dalam waktu dekat akan ke daratan untuk bertelur.

Kami dilepaskan secara aman, dijaga polisi, diawasi bupati. kondisi kami pun, konon, sudah aman untuk siap hidup di tengah laut. Tapi laut barangkali belum aman. Masih ada sampah, dan kami kadang bisa terjebak makan plastik. Barangkali pemburu liar itu juga akan kembali menemukan kami, dan barangkali akan ditemukan lagi oleh nelayan dalam kondisi luka dan terikat tali seling. [T]

Reporter: Tim Tatkala
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas
BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman
Tags: faunalingkunganpenyu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma

Next Post

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co