14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 31, 2025
in Khas
Kami, 23 Penyu Itu, Menuju Laut dengan Aman, Tapi Laut Barangkali Tidak Aman…

Kami, 23 Penyu Ini, pun Dilepaskan ke Laut dengan Aman, Tapi Lautan Barangkali Belum Aman

KAMI adalah 23 penyu hijau yang dilepasliarkan secara seremonial, ramai-ramai, dipenuhi pejabat. Kami dilepasliarkan dari Pantai Pasir Putih, Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng bagian barat, Jumat pagi, 31 Januari 2025, untuk kembali ke laut lepas.

Gembira rasanya kami dilepaskan kembali ke laut, ke rumah kami, bertemu teman-teman kami lagi.

Gembira sekali juga bahwa kami dilepaskan dalam suasana pelepasan berjalan lancar dan aman. Tentu saja aman. Kami dilepaskan oleh banyak pejabat penting. Selain Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam KSDA Bali Ratna Hendratmoko—pejabat yang siang malam menjaga alam lingkungan, termasuk kami, para penyu ini—juga ada Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., bersama sejumlah kepala satuan di Polres Buleleng.

Oh, ya, kami juga melihat kehadiran Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya dan Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Prawono Meruwanto. Dan, banyak lagi pejabat lainnya, baik pejabat penting, setengah penting, maupun pejabat yang barangkali diajak ikut-ikutan.

Para pejabat dari Balai KSDA, TNBB, Kapolres Buleleng, Pj. Bupati Buleleng dan pemerhati lingkungan melepasliarkan kami, penyu ini, ke tengah laut | Foto: Polres Buleleng

Kami, para penyu ini, tak bisa menyebut nama mereka satu per satu. Yang jelas, kami sangat berterima kasih. Mereka meluangkan waktu, meninggalkan pekerjaan penting di kantor, untuk beramai-ramai melepaskan kami ke tengah lautan. Betapa luhur budi mereka. Betapa cinta sekali mereka pada alam, lingkungan, termasuk cinta pada kami—fauna tua yang sangat langka ini.    

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H., saat memberi sambutan dalam acara pelepasan kami menyatakan sejumlah hal penting terkait pelestarian penyu.

Antara lain Kapolres mengatakan penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi dan hampir punah, sehingga perlu mendapat perhatian khusus demi kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang.

“Polres Bulelengberkomitmen menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan, terutama terhadap satwa yang dilindungi seperti penyu hijau,” kata Kapolres.

Kami, para penyu yang dilepaskan kembali ke laut sangat senang mendengar sambutan Kapolres itu.  Kami juga senang mendengar sambutan dari Kepala Balai KSDA Bali.

Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan, pelepasliaran penyu di salah satu habitat merupakan bagian dari upaya konservasi serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa yang dilindungi.

Kami–para penyu–bergerak ke lautan | Foto: Dian

Ratna juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup penyu di alam liar.

“Konservasi akan berhasil jika menjadi agenda bersama,” ujar Ratna.

Menurut Ratna, kondisi tubuh kami—para penyu ini—sudah dalam kondisi aman untuk dilepaskan kembali ke laut. Kami tentu saja tak boleh cemas. Karena kami dinyatakan siap untuk kembali hidup di habitat asli kami. Beberapa di antara kami bahkan telah mencapai usia matang untuk bertelur. Horeeee.

Kami Ditemukan Terikat di Tepi Pantai dan Gudang Tua

 Kami—sebanyak 23 penyu yang dilepaskan ke laut ini—sebelumnya adalah korban dari kegiatan ilegal yang, tentu saja, dilakukan oleh manusia. Itu manusia biadab.

Sebanyak 22 dari kami itu sebelumya ditemukan terikat di pantai Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng. Satu lagi adalah hasil sitaan Polres Jembrana.     Kami—sebanyak 22 penyu ini—ditemukan pada Jumat pagi 24 Januari 2025.

Kami ditemukan dalam kondisi terikat di pinggir pantai. Pada pukul 08.00 Wita ditemukan 8 ekor di pinggir pantai, lalu pukul 11.00 Wita ditemukan lagi di gudang yang rusak sebanyak 14 ekor. Kami ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, terikat dan beberapa di antara kami mengalami luka akibat ikatan tali seling. Sakit sekali.

Kami berterima kasih kepada Wayan Katon, seorang nelayan yang menemukan kami pada pagi itu. Jika tidak, barangkali kami sudah dijadikan sate, lawar, atau menu masakan lain di rumah makan yang nakal.

Konon daging kami sungguh enak. Barangkali karena itulah kami terus diburu, sampai-sampai jumlah kami jadi langka, dan akhirnya kami dilindungi oleh undang-undang. Siapa yang menangkap kami dipastikan akan menerima hukuman berat.

Polisi dari Polres Buleleng sudah melakukan penyelidikan untuk menangkap siapa yang menangkap kami, mengikat kami, dan meninggalkannya di tepi pantai dan gudang tua. Semoga polisi segera menemukan orang yang menangkap dan menyiksa kami.

Terima kasih Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Terima Kasih Dokter Farida

Setelah ditemukan, kami—sebanyak 22 penyu hijau ditemukan terikat itu—dikirimkan ke Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ini yayasan yang sungguh menarik. Petugasnya merawat kami dengan baik.  

Kolam itu berada di tengah laut. Dan cukup jauh dari pemukiman manusia. Kami dirawat secara intensif oleh dokter hewan, Farida Ulya Nugrahatin serta tim dari JSI. Terima kasih JSI, terima kasih Dokter Farida.

Kolam penangkaran di JSI | Foto: Dian

Dokter Farida memang sangat baik. Ia tampak prihatin ketika kami, semuanya, mengalami luka tusuk. Luka itu terdapat pada bagian flipper depan di kiri dan kanan. Tentu saja, saat ditangkap oleh pemburu penyu, kami biasanya ditusuk agar kami tak bisa berontrak. Sungguh mengerikan.

 “Jadi kalau pemburu mengambil penyu mereka harus menutup bagian flipper depan di kanan kiri, makanya mereka punya bekas luka tusuk. Dan itu sudah kami obati juga!” Begitu kata Dokter Farida.

Satu di antara teman kami bahkan mengalami luka robek pada flippernya. Dokter Farida bersama tim JSI, di tempat rehabilitasi itu, memberi pertolongan pada kami dengan memberikan sejumlah jahitan pada tubuh kami yang mengalami luka robek.

Ada di antara kami yang lemas, sehingga harus diinfus. Dan, setelah dirawat dengan baik, kami pun bisa berenang dengan baik di kolam rehabilitasi itu. Sungguh menyenangkan. Nafsu makan kami juga normal.

Setelah Dianggap Sehat, Kami pun Dilepaskan ke Laut Lepas

Meski kami sangat senang berada di kolam rehabilitasi yang dikelola JSI itu, tapi kami sesungguhnya lebih suka berada di laut lepas. Apalagi, menurut Dokter Farida, kami akan bisa berkembang lebih baik jika berada di laut bebas ketimbang berada di penangkaran.

Oh ya, menurut Dokter Farida, kami 22 penyu yang dirawat ini seluruhnya betina. Jika tidak segera dilepaskan, dikhawatirkan proses perkembangbiakan kami akan terhambat.

“Khawatirnya mereka ingin bertelur. Jadi kalau bertelur mereka butuh pasir, butuh daratan.” Begitu kata Dokter Farida.

Bersiap dilepaskan | Foto: Dian

Maka, Jumat pagi 31 Januari 2025, kami diputuskan untuk dilepaskanliarkan lewat Pantai Pasir Putih di Banyuwedang. Itu pantai yang indah dan sudah dijadikan destinasi wisata favorit di Buleleng barat. Mungkin tempat itu dipilih sekaligus juga untuk memperkenalkan obyek wisata itu ke dunia internasional.

Setelah dilepaskan, kami pun merangkak menemukan lidah ombak yang menjulur ke pantai. Kami masuk ke air, berenang ke tengah, dan barangkali dalam waktu dekat akan ke daratan untuk bertelur.

Kami dilepaskan secara aman, dijaga polisi, diawasi bupati. kondisi kami pun, konon, sudah aman untuk siap hidup di tengah laut. Tapi laut barangkali belum aman. Masih ada sampah, dan kami kadang bisa terjebak makan plastik. Barangkali pemburu liar itu juga akan kembali menemukan kami, dan barangkali akan ditemukan lagi oleh nelayan dalam kondisi luka dan terikat tali seling. [T]

Reporter: Tim Tatkala
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas
BUMDes Bondalem Kembangkan “Eco Dive”, Biar Turis Bisa Menonton Keindahan Biota Laut di Kedalaman
Tags: faunalingkunganpenyu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma

Next Post

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Pameran Lukisan Sri Chinmoy di Arma: Demi Kedamaian dan Keharmonisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co