6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025

Chusmeru by Chusmeru
December 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK harapan dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata pada tahun 2025. Meski berbeda cara, harapan itu hampir sama. Peningkatan angka kunjungan wisatawan dan pendapatan dari sektor pariwisata adalah harapan semua pihak.

Sementara itu, industri pariwisata sangat sulit diprediksi perkembangannya. Itu semua karena pariwisata adalah industri yang menjual jasa pelayanan. Banyak faktor ikut berpengaruh terhadap fluktuasi bisnis pariwisata, seperti faktor resesi ekonomi, keamanan, dan bencana alam.

Kasus pandemi Covid-19 menjadi contoh, betapa industri pariwisata dunia terpuruk hampir lebih dari tiga tahun. Tragedi Bom Bali tahun 2002 juga berdampak sangat serius bagi pariwisata Tanah Air. Meski demikian, optimisme tetap perlu ditumbuhkan menyongsong pariwisata tahun 2025.

Mencermati perkembangan pariwisata Indonesia tahun 2024, sepertinya tren di tahun 2025 tidak terdapat perubahan yang terlalu drastis. Angka kunjungan tidak akan naik terlalu tinggi, mengingat kondisi perekonomian yang semakin tak menentu.

Tren pariwisata Indonesia tahun 2025 sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu perilaku wisatawan, pilihan destinasi, dan kebijakan di sektor pariwisata. Ketiga hal itu akan menentukan pola pergerakan wisatawan, destinasi pilihan wisatawan, dan tata kelola pariwisata Indonesia ke depan.

Perilaku Wisatawan

Wisatawan di tahun 2025 sudah tidak lagi tergantung pada biro perjalanan dalam menentukan perjalanan wisatanya. Internet, media sosial, dan AI (Artificial Intelligence) akan dimanfaatkan untuk merencanakan, mencari informasi wisata, serta memutuskan pembelian produk wisata.

Kondisi ekonomi, baik global maupun nasional, memang belum mengembirakan. Namun perilaku wisatawan banyak yang didorong oleh fenomena doom spending. Fenomena ini mendorong wisatawan membeli produk wisata di tengah ketidakpastian ekonomi. Perilaku berwisata yang tidak rasional ini dipicu oleh emosi negatif, stres, kecemasan, maupun kemudahan dalam platform e-commerce.

Perilaku wisatawan yang doom spending biasanya melanda generasi Z dan milenial. Mereka tidak peduli dengan kesadaran finansial. Apa saja akan dibeli, termasuk membeli produk wisata. Promosi wisata yang menggiurkan akan menggoda wisatawan Z dan milenial. Apalagi didukung oleh prinsip hidup mereka YOLO (You Only Live Once), hidup hanya sekali; maka berwisata itu penting.

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga masih mewarnai perilaku wisatawan. Wisatawan Z dan milenial masih terpengaruh oleh konten media sosial yang menampilkan destinasi wisata. Apalagi jika destinasi wisata populer yang dikunjungi oleh artis, figur publik, maupun influencer di media sosial.

Dampak pandemi Covid-19 mengubah perilaku orang dalam berwisata. Tahun 2025 wisatawan cenderung bersifat personal, mengunjungi objek wisata sendiri, bersama pasangan atau kelompok kecil. Bukan lagi berwisata dengan rombongan dalam jumlah besar. Berwisata lebih bernilai personal, bukan sosial.

Pilihan Destinasi

Terkait dengan pilihan destinasi wisata yang akan dikunjungi, wisatawan terbelah menjadi dua tipe. Pertama, adalah wisatawan yang lebih menyukai destinasi wisata massal yang populer. Pantai dan taman rekreasi menjadi objek wisata pilihannya. Alasannya sangat pragmatis, destinasi massal memungkinan wisatawan berinteraksi dengan orang dari berbagai penjuru, dan tersedia banyak fasilitas.

Sedangkan yang kedua, wisatawan yang lebih memilih destinasi wisata yang sepi dengan melakukan silent travelling. Alasannya lebih bersifat idealis dan futuristik, yaitu menjaga keberlanjutan destinasi dengan menikmati perjalanan wisata secara personal.

Kuliner akan menjadi faktor penting bagi wisatawan dalam menentukan destinasi wisata pilihannya. Saat berkunjung ke destinasi, wisatawan bukan hanya menikmati objek wisata saja, tetapi juga berburu kuliner. Apalagi konten media sosial saat ini banyak menyajikan tayangan beragam kuliner daerah.

Selain kuliner, atraksi seni budaya juga banyak diminati wisatawan di tahun 2025. Alasannya, wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang autentik dalam berwisata. Mengunjungi festival budaya, ritual adat daerah, maupun konser musik menjadi bagian dari agenda wisata seseorang.

Destinasi wisata yang mengusung konsep berkelanjutan menjadi pertimbangan wisatawan. Objek wisata yang sejuk, hijau, dan nyaman lebih dipilih ketimbang objek wisata yang ramai, padat, polutif, dan didera kemacetan lalu lintas setiap hari.

Tata Kelola

Pariwisata Indonesia di tahun 2025 sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan dalam urusan tata kelola. Banyak pihak yang bergerak di sektor pariwisata bermain dengan wacana. Konsep pengembangan pariwisata begitu bagus, namun nihil implementasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Quality tourism atau pariwisata berkualitas menjadi pokok bahasan serius dalam setiap seminar dan pidato pejabat. Sayangnya, konsep ini juga acapkali menjadi sekadar wacana tanpa dibarengi tata kelola yang baik. Hotel, vila, dan resort pariwisata terus dibangun, seolah siap menampung wisatawan sebanyak mungkin.

Pariwisata berkelanjutan terus digaungkan. Akan tetapi banyak terjadi alih fungsi lahan produktif untuk kepentingan pariwisata. Tebing-tebing dibombardir untuk resort pariwisata. Perbukitan kehilangan keindahan lantaran tertutup wahana wisata. Perusakan lingkungan terus terjadi, sementara konservasi selalu terlambat sebagai antisipasi.

Kontradiksi tata kelola pariwisata Indonesia tahun 2025 akan terus terjadi. Pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat (community base tourism) dibarengi pula dengan semakin leluasanya investor asing berbisnis wisata di Indonesia.

Pemerintah akan selalu mendorong masyarakat untuk berwisata dengan dalih peningkatan pendapatan negara. Untuk itu hari libur nasional akan dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat berwisata. Namun tata kelola sektor transportasi tidak mendukung. Tiket transportasi yang mahal kerap dikeluhkan wisatawan.

Desa wisata akan menjadi andalan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Akan tetapi tidak dibarengi dengan konsep yang jelas, sehingga desa wisata layaknya objek wisata populer. Nuansa pedesaan dikalahkan oleh berbagai wahana permainan. Pengawasan dan pembinaan pemerintah kurang optimal dalam pengembangan desa wisata.

Optimisme tetap diperlukan dalam menyikapi tren pariwisata tahun 2025. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah membentuk kabinet baru Kementerian Pariwisata. Saatnya bekerja untuk perkembangan pariwisata Indonesia. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Tags: PariwisataPariwisata Berkelanjutantren pariwisatatrend
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri

Next Post

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co