2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

tatkala by tatkala
December 16, 2024
in Pameran
Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Karya Made Kaek

SENIMAN Made Kaek dan Arwin Hidayat ‘duel’ kekaryaan dalam pameran seni rupa pengujung tahun bertajuk ‘Tabrak’ di Museum Arma Ubud, 20 Desember 2024-14 Januari 2025.

Pameran yang dikuratori Alexander Goetz ini akan dibuka pada Jumat, 20 Desember 2024 pukul 18.00 wita oleh Founder Museum Arma Anak Agung Gede Rai, budayawan Jean Couteau, dan sastrawan Warih Wisatsana.

Sejumlah karya senman asal Bali dan Yogyakarta yang disajikan dalam pameran ini menyelami batas-batas visual yang intuitif, serupa perjalanan imersif di antara realitas alternatif, makhluk-makhluk hibrid, dan lanskap psikologis.

Meski perjalanan kreatif mereka sangat personal dan introspektif, keduanya terhubung melalui beberapa elemen, yaitu abstraksi, transformasi, dan paduan dimensi.

Pendiri Sawidji & Co. Dian Dewi Reich dalam tulisan di katalog pameran menyebut karya-karya Made Kaek dan Arwin Hidayat mengajak masuk ke alam mereka masing-masing, di mana unsur organik dan surreal menjadi hidup melalui citra yang bermuatan.

“Sebuah perjalanan introspektif ke dalam alam bawah sadar, menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi aspek-aspek tersembunyi dalam kesadaran,” kata Dewi.

‘Tabrak’, yang berarti crash, segera menarik kita ke kedalaman kesadaran hidup. Entah dipandang sebagai alam bawah sadar, kesadaran yang lebih tinggi, atau kesadaran yang tergeser, inilah di mana tempat energi kreatif yang mentah muncul.

Karya Arwin Hidayat

Judul pameran ini mungkin menimbulkan asosiasi dengan kehancuran, kontras, atau sesuatu yang tidak diinginkan dan berbahaya. Namun, hal ini juga dapat dipandang sebagai sesuatu yang transformatif. Ketika kita memikirkan dua badan air yang saling bertabrakan, mereka menyatu, menjadi satu.

Demikian pula, tabrakan energi kreatif Made Kaek dan Arwin Hidayat tidak menandakan sesuatu yang kehancuran, melainkan penyatuan kreativitas intuitif yang dihadirkan kepada kita dalam ruang yang sama, memadukan energi liar yang sama.

“Kedua seniman menghilangkan kehausan dari sungai yang sama, tanpa permisi, tanpa batasan dan eksplisit dalam cara mereka masing masing,” tegas Dewi.

Dewi mejelaskan visi dan esensi mereka adalah kesadaran murni dalam metafora visual. Makhluk-makhluk kriptik yang enigmatik oleh Made Kaek sering disebut mistis dan bagian dari dunia lain. Lahir dari proses yang intuitif sekaligus disiplin, ciri khas makhluk-makhluk Made Kaek membawa pesona yang buas.

Karya-karya Arwin Hidayat berbagi bentuk mentah dan intuitif yang terlihat dalam karya Made Kaek, Tetapi, di mana makhluk-makhluk Made Kaek berdiri sebagai individu, figur-figur Arwin Hidayat bermorfosis dan membaur satu sama lain.

Kombinasi elemen primitif dan kontemporer, kosakata visual Arwin Hidayat membentang, mengambil dari kumpulan referensi sosial dan budaya yang lebih luas. Pola ilustratif dari estetika visualnya konsisten dalam estetika visualnya, seperti yang terlihat dalam kategori folk art.

Bersih dan ilustratif, garis hitam tebal membentuk mata, gigi, dan pola. Roda, simbol- simbol falik dan feminin yang berulang, tersebar di setiap komposisinya. Bentuk yang disederhanakan yang beresonansi dalam karya Arwin Hidayat berkesan ‘outsider art’ yang juga hadir dalam karya Made Kaek. Meskipun kedua seniman tidak masuk ke dalam kategori ini secara implisit.

Namun, dunia Arwin Hidayat tidak dibentuk oleh pembatasan. Tidak seperti makhluk- makhluk Made Kaek, bentuk-bentuk Awin Hidayat tidak didasarkan pada identitas sentral. Mereka adalah hibridisasi eratik dari berbagai elemen. Membaur dan menyatu, menciptakan dunia yang ngawur, di mana tidak ada yang terpisah. Bahkan inversi warna, di mana figur-figur terbalik ke dalam dan ke luar, anggota tubuh menyatu, menunjukkan bahwa tidak ada yang berdiri terpisah.

Komposisi Arwin Hidayat, semuanya bermorfosis dalam dunia yang berjukstaposisi. Kesan manusia terlihat seperti binatang dapat ditemukan dalam karyanya. Menggemakan kebinatangan dari makhluk-makhluk Made Kaek. Portofolio Arwin Hidayat yang luas, dari lukisan dan keramik hingga tekstil batik dan mural, menerjemahkan bahasa visual ini ke berbagai media.

Sementara itu, Made Kaek memelihara makhluk-makhluknya menjadi makhluk yang sepenuhnya terealisasi dengan kepribadian yang semakin dewasa. Sedangkan Hidayat menangkap energi nonidentitas itu sendiri. Menunjukkan ambiguitas mutlak dalam dunia fragmen yang disatukan kembali melalui formula hukum anti-alam.

Pameran ‘Tabrak’ mewujudkan hasil perpaduan antara lanskap psikologis intuitif Kaek dan Hidayat. Dalam tabrakan kreatif mereka, dualitas makna terungkap.

Dengan menyelam ke dalam alam mereka masing-masing, kita menyaksikan bagaimana dunia mereka memancarkan energi yang sama dari kreativitas tak tersaring sambil berbagi dua realitas yang berlawanan.

“Yang satu membentuk identitas individu yang jelas, karakter yang merefleksikan konstruksi kemanusiaan kita, sementara yang satunya menghancurkan semuanya,” jelas Dewi.

Dewi menegaskan ‘Tabrak’ dalam konteks ini bukanlah peristiwa kekerasan, melainkan penggabungan dua pemikiran kreatif yang membawa kita ke dalam psikologis manusia yang berbeda.

Pada akhirnya, peleburan kekuatan kreatif yang berbeda ini mengundang renungan yang lebih dalam tentang sifat identitas, kesadaran, dan wilayah yang tidak terpetakan dari psikis manusia. [T][Ado/*]

Garis-garis Puitika Karya-karya Made Kaek
“Kala Api, The Age of Pawns”: Pameran Made Kaek di Yogyakarta untuk Sang Kakek
40 Karya Made Kaek  dalam “Lines of Poetry” di Russ Gallery Canggu
Insan-insan Imajiner Made Kaek Dipamerkan di Chiang Mai, Thailand
Pameran Tunggal Made Kaek | Penemuan Stilistik dan Estetik dari Periode ke Periode
Tags: Made KaekMuseum Arma UbudPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

Next Post

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi --- [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co