12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

I Wayan Artika by I Wayan Artika
December 16, 2024
in Esai
FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

I Wayan Artika

UNIVERSITAS memang sudah pada ghalibnya memiliki sumber daya dosen yang sangat berkompeten pada berbagai bidang. Kompetensi keilmuan dan profesionalisme dosen secara umum didapat melalui pendidikan formal dalam beberapa jenjang (S1, S2, dan S3) serta program-program pengembangan diri lainnya.

Di samping hal itu, dosen juga mengembangkan diri dengan cara yang lain. Dosen membangun jejaring komunitas dalam bidang-bidang yang penting secara mandiri dan berkelanjutan sebagai sebuah bentuk keterpanggilan jiwa untuk berkontribusi dalam kehidupan nyata di masyarakat sekitarnya. Karena itulah, tidak jarang dosen membangun lembaga-lembaga kecil yang bersifat swadaya, mandiri, dan berkelanjutan yang sarat dengan beban-benan atau muatan idealis.

Lewat Lembaga kecil ini mereka berkarya di masyarakat sepanjang tahun dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap ilmu, seni, dan teknologi. Karena itu tidak jarang keahlian dosen dan profesionalismenya, yang erat kaitannya dengan pelayanan kepada masyarakat atau pengabdian, dibentuk oleh dosen secara berkelanjutan, secara swadaya, dan mandiri sebagai perwujudan kebebasan mimbar seorang akademisi.

Dan ini, mendapatkan dukungan sepenuhnya dari universitas karena turut berkontribusi kepada kemajuan universitas sejalan dengan pembangunan rekognisi serta reputasi universitas. Sebagai salah satu fakultas di Universitas Pendidikan Ganesha, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) pun memiliki dosen-dosen yang bergerak secara aktif dalam bidangnya masing-masing seperti literasi.

Dalam kapasitasnya sebagai sebuah program nasional, gerakan literasi menjadi kebutuhan masyarakat untuk dapat dikembangkan menuju masyarakat yang literat. Karena itulah FBS Undiksha senantiasa terbuka dan mendukung sepenuhnya kiprah dosen dalam bidang gerakan literasi nasional.

I Wayan Artika (penulis)

FBS memiliki seorang dosen (penulis) yang berkiprah dalam gerakan ini. Atas dasar itulah saya selaku dosen di Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mendapat dukungan penuh dari Bapak Dekan FBS dan jajaran pimpinannya untuk senantiasa membangun jejaring dan terlibat di dalam berbagai kegiatan nasional dalam gerakan literasi, khususnya Gerakan literasi di masyarakat bawah atau akar rumput.

Segala dukungan ini pada akhirnya memudahkan penulis dalam mengembangkan diri mengemban salah satu misi FBS dalam meningkatkan rekognisi bagi kepentingan bangsa khususnya dalam bidang gerakan literasi nasional.

Sejak dua tahun terakhir ini FBS Undiksha menjadi rujukan atau barometer penegmbangan kajian dan praktik baik dalam Gerakan literasi nasional. Sejak 2023, FBS Undiksha terlibat dalam  pemenuhan permintaan narasumber instruktur literasi berlisensi nasional yang sangat dibutuhkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Bali. Sehingga, narasumber atau instruktur literasi di sekolah-sekolah dapat dipertanggungjawabkan kompetensinya. Hal ini membuktikan bahasa FBS Undiksha telah satu spesifikasi keahlian yang dimiliki yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

Dukungan pimpinan dan Bapak Dekan FBS Undiksha lebih memantapkan langkah saya dalam membangun jejaring literasi nasional sehingga gerakan ini lebih nyata dan lebih memberikan manfaat bagi kehidupan dan pembangunan fondasi-fondasi literasi gerakan literasi di masyarakat. Tahun ini misalnya saya selaku dosen FBS Undiksha dan lewat lembaga swadaya dalam bidang literasi yang dibangun,  Komunitas Desa Belajar Bali di kawasan desa pertanian perkebunan kopi di kaki Gunung Batukaru di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali menerima hibah dari pemerintah berupa bantuan pemerintah dalam gerakan literasi nasional, senilai 50.000.000.

Lewat program ini semakin memantapkan bagaimana saya bisa menyelenggarakan berbagai program kerja literasi serta praktik baiknya. Hal ini tentu akan lebih meningkatkan kiprah saya selaku dosen FBS Undiksha dalam mengemban misi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen khususnya pada bidang pelayanan kepada masyarakat pada bidang literasi. Dengan dukungan lembaga universitas dan pimpinan FBS saya bisa secara berkelanjutan mengembangkan program literasi masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang inovatif dalam bidang literasi. Lewat dukungan FBS itu pula saya bisa lebih leluasa membangun kajian-kajian empiris dalam gerakan literasi nasional dan ini akan menjadi sumbangan FBS Undiksha kepada Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Indonesia, khususnya melalui jalur sekolah-sekolah dan komunitas karena bagaimanapun juga sampai saat ini Gerakan Literasi Sekolah (GLS) masih sangat membutuhkan pengembangan dan inovasi.

Melalui dukungan inilah  FBS Undiksha sejatinya telah mengambil peranan nyata bagi dalam GLN, secara berkelanjutan mengembangkan pengabdian masyarakat dalam bidang literasi. Pelayanan yang diberikan oleh dosen kepada masyarakat tentu saja berkaitan dengan pemikiran-pemikiran dan kajian-kajian inovatif serta berbagai praktik baik dalam bidang literasi. Di samping itu pula, FBS Undiksha menjadi rujukan rujukan nasional dalam pengembangan literasi. 

Memang banyak sekali pihak yang tertarik mengembangkan program literasi namun mereka tidak mendasarkan diri kepada kajian-kajian empiris pada literasi sehingga literasi masih dipahami sebatas kegiatan membaca, menulis, donasi buku dan pembangunan perpustakaan. Lewat kajian-kajian literasi yang dikembangkan di dalam komunitas yang saya bentuk dapat memberikan temuan-temuan mutakhir dalam gerakan literasi yang membumi. Literasi  belum bisa dikatakan mengakar walaupun perhatian besar berbagai kalangan terhadap gerakan ini.

Pada satu sisi kelompok masyarakat mencapai tingkat-tingkat literasi yang sangat tinggi seperti telah mampu menulis buku namun hal ini bukanlah potret literasi yang senyataannya. Di kalangan bawah dan masyarakat akar rumput yang luas, literasi bisa dikatakan masih sangat memprihatinkan. Karena itu gerakan literasi masih berurusan dengan hal-hal yang mendasar yaitu membangun minat baca dalam artian yang paling dasar. Minat baca sebagai inti gerakan literasi tentu saja telah mengalami pergeseran terutama jika dikaitkan dengan media apa yang harus dibaca.

Saat ini membaca harus diberi pengertian yang luas tidak hanya seperti membaca sebagaimana dijelaskan di dalam gerakan literasi yang berbasis materi-materi cetak seperti buku. Literasi cetak atau print literasi tampaknya sudah semakin menjadi masa lalu ketika dunia dilanda oleh kebudayaan digital. Maka saat ini sudah sangat terlambat kalau mengartikan literasi sebagai membaca buku. Literasi saat ini adalah literasi digital yang multimoda dimana tiga tahapan literasi manusia yang panjang itu bertemu.

Saat ini adalah era literasi lisan literasi tulis dan literasi digital (sekaligus). Pada era ini dunia digital mempertemukan berbagai moda literasi dan ada kecenderungan literasi manusia sekarang ini mengarah kepada literasi lisan dan literasi visual. Literasi visual tentu saja lebih menarik dan lebih praktis. Literasi baca secara digital belum menjadi budaya karena kembali kepada akar persoalannya yaitu membaca aksara. Nah, pemikiran-pemikiran inilah yang dikaji untuk kemudian disumbangkan kepada masyarakat dan di atas inovasi-inovasi pemikiran itulah FBS Undiksha berperan dalam gerakan literasi bangsa. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit
Gagal Menulis Esai
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaLiterasiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri

Next Post

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co