23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

I Wayan Artika by I Wayan Artika
December 16, 2024
in Esai
FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

I Wayan Artika

UNIVERSITAS memang sudah pada ghalibnya memiliki sumber daya dosen yang sangat berkompeten pada berbagai bidang. Kompetensi keilmuan dan profesionalisme dosen secara umum didapat melalui pendidikan formal dalam beberapa jenjang (S1, S2, dan S3) serta program-program pengembangan diri lainnya.

Di samping hal itu, dosen juga mengembangkan diri dengan cara yang lain. Dosen membangun jejaring komunitas dalam bidang-bidang yang penting secara mandiri dan berkelanjutan sebagai sebuah bentuk keterpanggilan jiwa untuk berkontribusi dalam kehidupan nyata di masyarakat sekitarnya. Karena itulah, tidak jarang dosen membangun lembaga-lembaga kecil yang bersifat swadaya, mandiri, dan berkelanjutan yang sarat dengan beban-benan atau muatan idealis.

Lewat Lembaga kecil ini mereka berkarya di masyarakat sepanjang tahun dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap ilmu, seni, dan teknologi. Karena itu tidak jarang keahlian dosen dan profesionalismenya, yang erat kaitannya dengan pelayanan kepada masyarakat atau pengabdian, dibentuk oleh dosen secara berkelanjutan, secara swadaya, dan mandiri sebagai perwujudan kebebasan mimbar seorang akademisi.

Dan ini, mendapatkan dukungan sepenuhnya dari universitas karena turut berkontribusi kepada kemajuan universitas sejalan dengan pembangunan rekognisi serta reputasi universitas. Sebagai salah satu fakultas di Universitas Pendidikan Ganesha, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) pun memiliki dosen-dosen yang bergerak secara aktif dalam bidangnya masing-masing seperti literasi.

Dalam kapasitasnya sebagai sebuah program nasional, gerakan literasi menjadi kebutuhan masyarakat untuk dapat dikembangkan menuju masyarakat yang literat. Karena itulah FBS Undiksha senantiasa terbuka dan mendukung sepenuhnya kiprah dosen dalam bidang gerakan literasi nasional.

I Wayan Artika (penulis)

FBS memiliki seorang dosen (penulis) yang berkiprah dalam gerakan ini. Atas dasar itulah saya selaku dosen di Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mendapat dukungan penuh dari Bapak Dekan FBS dan jajaran pimpinannya untuk senantiasa membangun jejaring dan terlibat di dalam berbagai kegiatan nasional dalam gerakan literasi, khususnya Gerakan literasi di masyarakat bawah atau akar rumput.

Segala dukungan ini pada akhirnya memudahkan penulis dalam mengembangkan diri mengemban salah satu misi FBS dalam meningkatkan rekognisi bagi kepentingan bangsa khususnya dalam bidang gerakan literasi nasional.

Sejak dua tahun terakhir ini FBS Undiksha menjadi rujukan atau barometer penegmbangan kajian dan praktik baik dalam Gerakan literasi nasional. Sejak 2023, FBS Undiksha terlibat dalam  pemenuhan permintaan narasumber instruktur literasi berlisensi nasional yang sangat dibutuhkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Bali. Sehingga, narasumber atau instruktur literasi di sekolah-sekolah dapat dipertanggungjawabkan kompetensinya. Hal ini membuktikan bahasa FBS Undiksha telah satu spesifikasi keahlian yang dimiliki yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

Dukungan pimpinan dan Bapak Dekan FBS Undiksha lebih memantapkan langkah saya dalam membangun jejaring literasi nasional sehingga gerakan ini lebih nyata dan lebih memberikan manfaat bagi kehidupan dan pembangunan fondasi-fondasi literasi gerakan literasi di masyarakat. Tahun ini misalnya saya selaku dosen FBS Undiksha dan lewat lembaga swadaya dalam bidang literasi yang dibangun,  Komunitas Desa Belajar Bali di kawasan desa pertanian perkebunan kopi di kaki Gunung Batukaru di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali menerima hibah dari pemerintah berupa bantuan pemerintah dalam gerakan literasi nasional, senilai 50.000.000.

Lewat program ini semakin memantapkan bagaimana saya bisa menyelenggarakan berbagai program kerja literasi serta praktik baiknya. Hal ini tentu akan lebih meningkatkan kiprah saya selaku dosen FBS Undiksha dalam mengemban misi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen khususnya pada bidang pelayanan kepada masyarakat pada bidang literasi. Dengan dukungan lembaga universitas dan pimpinan FBS saya bisa secara berkelanjutan mengembangkan program literasi masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang inovatif dalam bidang literasi. Lewat dukungan FBS itu pula saya bisa lebih leluasa membangun kajian-kajian empiris dalam gerakan literasi nasional dan ini akan menjadi sumbangan FBS Undiksha kepada Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Indonesia, khususnya melalui jalur sekolah-sekolah dan komunitas karena bagaimanapun juga sampai saat ini Gerakan Literasi Sekolah (GLS) masih sangat membutuhkan pengembangan dan inovasi.

Melalui dukungan inilah  FBS Undiksha sejatinya telah mengambil peranan nyata bagi dalam GLN, secara berkelanjutan mengembangkan pengabdian masyarakat dalam bidang literasi. Pelayanan yang diberikan oleh dosen kepada masyarakat tentu saja berkaitan dengan pemikiran-pemikiran dan kajian-kajian inovatif serta berbagai praktik baik dalam bidang literasi. Di samping itu pula, FBS Undiksha menjadi rujukan rujukan nasional dalam pengembangan literasi. 

Memang banyak sekali pihak yang tertarik mengembangkan program literasi namun mereka tidak mendasarkan diri kepada kajian-kajian empiris pada literasi sehingga literasi masih dipahami sebatas kegiatan membaca, menulis, donasi buku dan pembangunan perpustakaan. Lewat kajian-kajian literasi yang dikembangkan di dalam komunitas yang saya bentuk dapat memberikan temuan-temuan mutakhir dalam gerakan literasi yang membumi. Literasi  belum bisa dikatakan mengakar walaupun perhatian besar berbagai kalangan terhadap gerakan ini.

Pada satu sisi kelompok masyarakat mencapai tingkat-tingkat literasi yang sangat tinggi seperti telah mampu menulis buku namun hal ini bukanlah potret literasi yang senyataannya. Di kalangan bawah dan masyarakat akar rumput yang luas, literasi bisa dikatakan masih sangat memprihatinkan. Karena itu gerakan literasi masih berurusan dengan hal-hal yang mendasar yaitu membangun minat baca dalam artian yang paling dasar. Minat baca sebagai inti gerakan literasi tentu saja telah mengalami pergeseran terutama jika dikaitkan dengan media apa yang harus dibaca.

Saat ini membaca harus diberi pengertian yang luas tidak hanya seperti membaca sebagaimana dijelaskan di dalam gerakan literasi yang berbasis materi-materi cetak seperti buku. Literasi cetak atau print literasi tampaknya sudah semakin menjadi masa lalu ketika dunia dilanda oleh kebudayaan digital. Maka saat ini sudah sangat terlambat kalau mengartikan literasi sebagai membaca buku. Literasi saat ini adalah literasi digital yang multimoda dimana tiga tahapan literasi manusia yang panjang itu bertemu.

Saat ini adalah era literasi lisan literasi tulis dan literasi digital (sekaligus). Pada era ini dunia digital mempertemukan berbagai moda literasi dan ada kecenderungan literasi manusia sekarang ini mengarah kepada literasi lisan dan literasi visual. Literasi visual tentu saja lebih menarik dan lebih praktis. Literasi baca secara digital belum menjadi budaya karena kembali kepada akar persoalannya yaitu membaca aksara. Nah, pemikiran-pemikiran inilah yang dikaji untuk kemudian disumbangkan kepada masyarakat dan di atas inovasi-inovasi pemikiran itulah FBS Undiksha berperan dalam gerakan literasi bangsa. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis I WAYAN ARTIKA

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit
Gagal Menulis Esai
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaLiterasiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri

Next Post

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co