24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Son Lomri by Son Lomri
December 6, 2024
in Khas
Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Anya Nisrina, mahasiswa ITB yang magang di Studio Pagi motley | Foto: tatkala.co/Son

DI ruang produksi milik Pagi Motley, sebuah usaha pencelupan kain dengan warna alami, di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, para karyawan tampak sibuk.

Suara air di kolam tergibas kain dan terus terdengar gemericiknya. Seseorang mengobrol saling memberi instruksi, bergema sesekali agar tak salah celup warna satu sama lain. Mereka saling bekerja sama sangat baik. Hangat.

Pula soal kualitas, Pagi Motley sebagai tempat produksi kain ramah lingkungan memang cukup konsisten dengan pewarnaannya yang alami—warna yang bersumber dari daun dan kayu—juga pada kerja yang tak pernah main-main. Sehingga hasilnya sangat serius.

Karyawan Pagi Motley sedang bekerja | Foto: tatkala.co/Son

Sebagai founder, I Made Andika Putra telah berjuang memang untuk itu hingga Pagi Motley dikenal serius tak hanya disukai oleh konsumen domestik, tetapi juga dalam skala mancanegara yang luas. Bahkan, menjadi tempat rujukan untuk beberapa mahasiswa magang secara serius mengenal kain. Mengenal warna. Alami.

Tentang bagaimana suasana belajar di Pagi Motley, rupanya tidak kalah sibuk antara para pekerja itu dengan 11 mahasiswa magang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang menyelesaikan projeknya yang sudah dekat pada tenggat. Ada yang sedang jemur kain. Ada yang mencuci kain. Ada yang sedang memanaskan warna. Ada yang sibuk di belakang dapur.

“Para mahasiswa cukup serius saat belajar, dan sekarang mereka membawa temannya sendiri-sendiri. Saya hanya memperkenalkan bagaimana meramu warna, kemudian cara memilih kain dan banyak lagi terkait teknis. Mereka menyimak dengan baik,” kata Andika Putra, founder Pagi Motley itu.

Tentang keseriusan, salah satunya ada pada Anya Nisrina (20). Ia masih semester 5 jurusan Kriya. Perempuan itu lahir di Bandung, 29 Juli 2004. Magang di Pagi Motley sebagai peserta dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Anya dan founder Pagi Motley, Andika Putra | Foto; tatkala.co/Son

Sebelumnya, Anya telah menghabiskan waktu selama dua bulan untuk membatik, dari Agustus hingga November, di Rumah Batik Komar, Bandung. Di sana, ia lebih banyak mengeksplor atau belajar teknik kombinasi antara batik menggunakan lilin (cetak) dan manual menggunakan canting dengan tema flora.

Sedang di Pagi Motley sejak 28 Oktober lalu, ia mencoba mengembangkan tekniknya yang lain tentang kain dan warna lebih eksploratif.

Di Pagi Motley, Anya mengambil konsep untold feelings, yaitu sebuah fenomena rasa terpendam pada seseorang tentang sesuatu. Tidak mudah diungkapkan.

Berat. Tema ini sangat berat. Apakah Eceu sedang memendam sesuatu dan itu tidak bisa diceritakan?

Sedikit senyum kecil dan malu tipis-tipis. Tentang cintanya yang kelam, katanya, belum bisa terlupakan sampai sekarang.

“Rasa kecewa. Tapi aku berpikir, itu adalah fase. Aku melampiaskannya di konsep ini, jadi, ya, sedikit emosional,” kata Anya, sedikit malu bercerita dan menepis jika dirinya gagal move on.

Retak-retak pada kain | Foto: tatkala.co/Son

Sebelum kain dibubuhkan warna, terlebih perempuan itu menabur aci tarigu alias tepung terigu di kain yang hendak diwarnai itu. Tepung dicairkan seperti membuat kue, lalu ditabur rata pada kain sepanjang dua meter dan mendiamkannya hingga kering beberapa waktu.

Lalu saya bertanya dengan nada paling serius. Misalnya ini mah, Ceu, kata saya, setelah selesai di kain, itu boleh gak dijadiin cilok tepungnya? Atau cimol?

“Haha. Gak boleh atuh. Udah terkontaminasi hehe…,” kata Anya humor.

Setelah kering tepung pada kain, Anya mulai memukulnya hingga retak, atau sampai menimbulkan efek pecah seperti guratan petir di atas langit, atau seperti bentuk akar pada tumbuhan. Pelan. Tapi ekspresif sebagaimana ia menggebuk kecil kain itu dengan kuas di tangan kanannya setelah proses pemberian warna.

Warna yang digunakan pada konsep ini merupakan warna-warna yang dominan gelap. Sebagai simbol, atau gambaran, suasana dari perasaan seseorang yang masih memendam sesuatu tetapi tidak bisa mengungkapkannya.

Sementara pada efek retak pada kain itu, lanjut Anya. “Retakan-retakan yang ada pada kain menggambarkan bahwa perasaan terpendam yang ada sudah berlebihan sehingga muncul retakan yang sedikit demi sedikit akan hancur.”

Hasil pewarnaan kain dengan konsep Untold Fealing | Foto: tatkala.co/Son

Setelah proses selesai dan atau semua warna sudah menempel dan kering, kain akan dibersihkan dari tepung yang membandel. Dicuci bersih kemudian dikeringkan, dan setelah kering itu, abrah kadabrah…, motif shibori smock dan motif ecoprint akan terlihat.

Itulah yang dicari. Motif itu memiliki makna perasaan bingung dan kehilangan arah, tidak tahu apa yang harus dilakukan, seperti ada kabut yang menghalangi. Aduh! Begitulah kira-kira batin Anya. Eh, maksud saya kata Anya hehe…punten ngiring ngalangkung…

Oiya, BTW, teknik tepung terigu yang digunakan Anya dan beberapa temannya itu, akan dicoba oleh Pagi Motley sebagai teknik yang baru. Uh. Selamat Anya, juga teman-teman lainnya yang penuh inspiratif. Salam. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Ruang Harmonisasi Alami di Studio Pagi Motley
Bagaimana Dina Widiawan Membangun Din’z Handmade
Nyoman Saptala Mandala: Melukis Kain Dengan Pewarna Alami
Tags: bulelengITBPagi Motleywarna alami
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sensibilitas dan Inklusivitas Angga Wijaya – Pengantar Buku “Mahalini Tidak Sendiri”

Next Post

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co