2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Son Lomri by Son Lomri
December 6, 2024
in Khas
Retak Hati, Retak pada Kain | Konsep “Untold Fealing” Mahasiswa Magang ITB di Pagi Motley

Anya Nisrina, mahasiswa ITB yang magang di Studio Pagi motley | Foto: tatkala.co/Son

DI ruang produksi milik Pagi Motley, sebuah usaha pencelupan kain dengan warna alami, di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, para karyawan tampak sibuk.

Suara air di kolam tergibas kain dan terus terdengar gemericiknya. Seseorang mengobrol saling memberi instruksi, bergema sesekali agar tak salah celup warna satu sama lain. Mereka saling bekerja sama sangat baik. Hangat.

Pula soal kualitas, Pagi Motley sebagai tempat produksi kain ramah lingkungan memang cukup konsisten dengan pewarnaannya yang alami—warna yang bersumber dari daun dan kayu—juga pada kerja yang tak pernah main-main. Sehingga hasilnya sangat serius.

Karyawan Pagi Motley sedang bekerja | Foto: tatkala.co/Son

Sebagai founder, I Made Andika Putra telah berjuang memang untuk itu hingga Pagi Motley dikenal serius tak hanya disukai oleh konsumen domestik, tetapi juga dalam skala mancanegara yang luas. Bahkan, menjadi tempat rujukan untuk beberapa mahasiswa magang secara serius mengenal kain. Mengenal warna. Alami.

Tentang bagaimana suasana belajar di Pagi Motley, rupanya tidak kalah sibuk antara para pekerja itu dengan 11 mahasiswa magang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang menyelesaikan projeknya yang sudah dekat pada tenggat. Ada yang sedang jemur kain. Ada yang mencuci kain. Ada yang sedang memanaskan warna. Ada yang sibuk di belakang dapur.

“Para mahasiswa cukup serius saat belajar, dan sekarang mereka membawa temannya sendiri-sendiri. Saya hanya memperkenalkan bagaimana meramu warna, kemudian cara memilih kain dan banyak lagi terkait teknis. Mereka menyimak dengan baik,” kata Andika Putra, founder Pagi Motley itu.

Tentang keseriusan, salah satunya ada pada Anya Nisrina (20). Ia masih semester 5 jurusan Kriya. Perempuan itu lahir di Bandung, 29 Juli 2004. Magang di Pagi Motley sebagai peserta dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Anya dan founder Pagi Motley, Andika Putra | Foto; tatkala.co/Son

Sebelumnya, Anya telah menghabiskan waktu selama dua bulan untuk membatik, dari Agustus hingga November, di Rumah Batik Komar, Bandung. Di sana, ia lebih banyak mengeksplor atau belajar teknik kombinasi antara batik menggunakan lilin (cetak) dan manual menggunakan canting dengan tema flora.

Sedang di Pagi Motley sejak 28 Oktober lalu, ia mencoba mengembangkan tekniknya yang lain tentang kain dan warna lebih eksploratif.

Di Pagi Motley, Anya mengambil konsep untold feelings, yaitu sebuah fenomena rasa terpendam pada seseorang tentang sesuatu. Tidak mudah diungkapkan.

Berat. Tema ini sangat berat. Apakah Eceu sedang memendam sesuatu dan itu tidak bisa diceritakan?

Sedikit senyum kecil dan malu tipis-tipis. Tentang cintanya yang kelam, katanya, belum bisa terlupakan sampai sekarang.

“Rasa kecewa. Tapi aku berpikir, itu adalah fase. Aku melampiaskannya di konsep ini, jadi, ya, sedikit emosional,” kata Anya, sedikit malu bercerita dan menepis jika dirinya gagal move on.

Retak-retak pada kain | Foto: tatkala.co/Son

Sebelum kain dibubuhkan warna, terlebih perempuan itu menabur aci tarigu alias tepung terigu di kain yang hendak diwarnai itu. Tepung dicairkan seperti membuat kue, lalu ditabur rata pada kain sepanjang dua meter dan mendiamkannya hingga kering beberapa waktu.

Lalu saya bertanya dengan nada paling serius. Misalnya ini mah, Ceu, kata saya, setelah selesai di kain, itu boleh gak dijadiin cilok tepungnya? Atau cimol?

“Haha. Gak boleh atuh. Udah terkontaminasi hehe…,” kata Anya humor.

Setelah kering tepung pada kain, Anya mulai memukulnya hingga retak, atau sampai menimbulkan efek pecah seperti guratan petir di atas langit, atau seperti bentuk akar pada tumbuhan. Pelan. Tapi ekspresif sebagaimana ia menggebuk kecil kain itu dengan kuas di tangan kanannya setelah proses pemberian warna.

Warna yang digunakan pada konsep ini merupakan warna-warna yang dominan gelap. Sebagai simbol, atau gambaran, suasana dari perasaan seseorang yang masih memendam sesuatu tetapi tidak bisa mengungkapkannya.

Sementara pada efek retak pada kain itu, lanjut Anya. “Retakan-retakan yang ada pada kain menggambarkan bahwa perasaan terpendam yang ada sudah berlebihan sehingga muncul retakan yang sedikit demi sedikit akan hancur.”

Hasil pewarnaan kain dengan konsep Untold Fealing | Foto: tatkala.co/Son

Setelah proses selesai dan atau semua warna sudah menempel dan kering, kain akan dibersihkan dari tepung yang membandel. Dicuci bersih kemudian dikeringkan, dan setelah kering itu, abrah kadabrah…, motif shibori smock dan motif ecoprint akan terlihat.

Itulah yang dicari. Motif itu memiliki makna perasaan bingung dan kehilangan arah, tidak tahu apa yang harus dilakukan, seperti ada kabut yang menghalangi. Aduh! Begitulah kira-kira batin Anya. Eh, maksud saya kata Anya hehe…punten ngiring ngalangkung…

Oiya, BTW, teknik tepung terigu yang digunakan Anya dan beberapa temannya itu, akan dicoba oleh Pagi Motley sebagai teknik yang baru. Uh. Selamat Anya, juga teman-teman lainnya yang penuh inspiratif. Salam. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Ruang Harmonisasi Alami di Studio Pagi Motley
Bagaimana Dina Widiawan Membangun Din’z Handmade
Nyoman Saptala Mandala: Melukis Kain Dengan Pewarna Alami
Tags: bulelengITBPagi Motleywarna alami
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sensibilitas dan Inklusivitas Angga Wijaya – Pengantar Buku “Mahalini Tidak Sendiri”

Next Post

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Muhammad Farid, Produser Muda Produktif, dan Gerakan Commoning Kampung Budaya Piji Wetan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co