23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
November 7, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

DONALD Trump sudah secara sah dan meyakinkan menang pemilu Amerika. Dalam perhitungan yang dilansir berbagai media, Trump meraih 50,9 persen atau 72 juta suara popular vote. Dia juga menggenggam 295 suara electoral mengalahkan Kamala Harris.

Disisi lain, Harris hanya mendapat 226 suara elektoral, dan 47 persen atau 67 juta popular vote. Sebagai tambahan, Trump juga menyapu bersih swing state, medan tempur bagi kedua kandidat dalam pemilu. Kelar sudah!

Bagaimana kalkulasi politik dan diplomasi Internasional kedepannya di era kedua Trump? Pertanyaan ini mengemuka mengingat rekam jejak kebijakan luar negeri Trump yang cenderung transaksional hingga kemudian berjanji untuk membawa “zaman keemasan” ke Amerika Serikat. Dia juga memuji apa yang disebutnya sebagai “gerakan politik terbesar sepanjang masa”.

Dengan demikian, dunia perlu bersiap menghadapi lima pergeseran besar dalam dinamika diplomasi global yang akan dimulai Januari 2025, merujuk pada waktu pelantikan Trump sebagai presiden baru.

Pergesaran Aliansi Global AS

Pergeseran pertama mungkin akan terlihat dari transformasi fundamental aliansi global AS. Trump telah berulang kali mengkritik negara-negara NATO yang dianggap tidak memenuhi komitmen anggaran pertahanan sebesar 2% dari GDP. Faktanya, pada periode pertama kepemimpinannya, hubungan AS-NATO mengalami ketegangan signifikan, termasuk ancaman penarikan pasukan AS dari Eropa. Kondisi ini berpotensi memperlemah sistem aliansi Barat dan mendorong negara-negara Eropa mencari alternatif keamanan kolektif.

Dukungan AS terhadap Ukraina juga diprediksi akan mengalami perubahan drastis. Sikap Trump yang cenderung akomodatif terhadap Rusia telah terlihat sejak periode pertama kepemimpinannya. Data menunjukkan bahwa selama masa kampanye 2024, Trump berulang kali menyatakan akan menghentikan bantuan militer ke Ukraina dalam 24 jam jika terpilih. Hal ini dapat mengubah secara fundamental dinamika konflik di Eropa Timur dan keseimbangan kekuatan global.

Pergeseran Hubungan AS-China

Pergeseran kedua terkait hubungan AS-China yang diprediksi akan semakin tegang. Trump berjanji menerapkan tarif impor hingga 60% untuk produk China dan pembatasan investasi yang lebih ketat. Berdasarkan analisis ekonom global, kebijakan ini dapat memicu perang dagang yang lebih intensif dibanding periode 2018-2019. Akibatnya, rantai pasok global akan mengalami disrupsi signifikan dan memaksa banyak negara memilih “kubu” ekonomi.

Ketegangan AS-China juga akan merambat ke sektor teknologi dan keamanan. Pembatasan ekspor semikonduktor dan teknologi AI ke China kemungkinan akan diperketat. Data dari industri chip menunjukkan bahwa kebijakan ini dapat menghambat perkembangan teknologi China sekitar 5-10 tahun. Dampaknya, persaingan teknologi global akan semakin terpolarisasi antara ekosistem AS dan China.

Selain itu, isu Taiwan akan tetap menjadi titik kritis dalam hubungan AS-China. Trump telah mengindikasikan pendekatan yang lebih agresif dalam mendukung Taiwan, termasuk kemungkinan pengakuan formal kemerdekaan. Sikap ini bertentangan dengan kebijakan “One China Policy” yang telah berlaku selama dekade. Konsekuensinya, risiko konflik di Selat Taiwan akan meningkat signifikan.

Pergeseran Diplomasi Ekonomi

Pergeseran ketiga menyangkut diplomasi ekonomi global yang akan didominasi proteksionisme. Trump berencana menerapkan “Universal Baseline Tariff” sebesar 10% untuk semua impor. Studi dari lembaga ekonomi internasional memproyeksikan kebijakan ini dapat mengurangi perdagangan global hingga 5% dalam setahun pertama. Hal ini akan mendorong negara-negara mencari alternatif pasar dan reorganisasi rantai pasok.

Oleh sebab itu, Friendshoring mungkin saja akan menjadi tren dominan dalam reorganisasi rantai pasok global. Sebagai referensi, friendshoring adalah istilah untuk menyebut praktik pengalihan rantai pasokan ke negara sekutu atau negara yang dianggap teman dalam konsep perdagangan internasional. Terutama negara yang dianggap aman secara politik dan ekonomi atau memiliki risiko rendah.

Perusahaan AS akan didorong memindahkan produksi dari China ke negara-negara sekutu. Survei menunjukkan 70% perusahaan AS mempertimbangkan relokasi, dengan Asia Tenggara sebagai destinasi utama. Indonesia berpeluang memanfaatkan tren ini jika dapat memperbaiki iklim investasi dengan cepat.

Pergeseran Isu Lingkungan

Pergeseran keempat berkaitan dengan isu lingkungan global. Trump kemungkinan akan kembali menarik AS dari Perjanjian Paris dan mengurangi komitmen pendanaan iklim internasional. Data historis menunjukkan bahwa penarikan AS dari perjanjian lingkungan global dapat mengurangi pendanaan iklim internasional hingga 30%. Akibatnya, target pengurangan emisi global 2030 akan sulit tercapai.

Oleh sebab itu, deregulasi lingkungan di AS akan berdampak pada standar perdagangan internasional. Kebijakan Trump yang pro-industri fosil bertentangan dengan tren global menuju ekonomi hijau. Analisis menunjukkan bahwa hal ini dapat menciptakan kesenjangan standar lingkungan antara AS dan Uni Eropa, mempersulit perdagangan internasional.

Pergeseran dinamika keamanan global

Pergeseran kelima fokus pada dinamika keamanan regional, terutama di Indo-Pasifik. Strategi Indo-Pasifik Trump diprediksi akan lebih konfrontatif terhadap China. Data menunjukkan peningkatan Freedom of Navigation Operations (operasi FONOPs) AS di Laut China Selatan selama periode pertama Trump. Situasi ini dapat meningkatkan ketegangan di kawasan dan memaksa negara ASEAN mengambil posisi.

Peluang dan Tantangan Indonesia

Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN menghadapi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, ketegangan AS-China dapat mengganggu stabilitas regional dan perdagangan. Namun di sisi lain, Indonesia dengan keunggulan posisi strategisnya sangat berpeluang menarik relokasi industri AS dari China. Ini tentunya harus ditopang oleh langkah-langkah strategis dan dukungan kebijakan yang tepat.

Paling tidak, meskipun Indonesia harus bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam dan Thailand, keunggulan biaya tenaga kerja dan potensi pasar menjadikan Indonesia menarik bagi investor asing

Menghadapi situasi ini, Indonesia perlu menerapkan strategi diplomasi multi-track yang adaptif. Prioritas pertama adalah memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai mitra untuk mengurangi ketergantungan pada AS-China. Diversifikasi pasar dan mitra investasi menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penguatan kapasitas nasional juga menjadi krusial dalam menghadapi turbulensi global. Indonesia perlu mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan pengembangan teknologi. Pengalaman periode Trump pertama menunjukkan bahwa negara dengan fundamental ekonomi kuat dan strategi adaptif lebih mampu bertahan di tengah gejolak global. Dengan pendekatan yang tepat dan eksekusi yang konsisten, Indonesia dapat mengoptimalkan peluang sekaligus meminimalkan risiko dari pergeseran tatanan global di era Trump 2.0. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: Donald TrumpPolitikpolitik Amerika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komitmen Komunitas Mahima atas Program TJSL PLN: Dari Produksi Film, Podcast, Audiobooks, sampai Literasi Digital

Next Post

Percik Estetik Made Gunawan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Percik Estetik Made Gunawan

Percik Estetik Made Gunawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co