2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
November 7, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

DONALD Trump sudah secara sah dan meyakinkan menang pemilu Amerika. Dalam perhitungan yang dilansir berbagai media, Trump meraih 50,9 persen atau 72 juta suara popular vote. Dia juga menggenggam 295 suara electoral mengalahkan Kamala Harris.

Disisi lain, Harris hanya mendapat 226 suara elektoral, dan 47 persen atau 67 juta popular vote. Sebagai tambahan, Trump juga menyapu bersih swing state, medan tempur bagi kedua kandidat dalam pemilu. Kelar sudah!

Bagaimana kalkulasi politik dan diplomasi Internasional kedepannya di era kedua Trump? Pertanyaan ini mengemuka mengingat rekam jejak kebijakan luar negeri Trump yang cenderung transaksional hingga kemudian berjanji untuk membawa “zaman keemasan” ke Amerika Serikat. Dia juga memuji apa yang disebutnya sebagai “gerakan politik terbesar sepanjang masa”.

Dengan demikian, dunia perlu bersiap menghadapi lima pergeseran besar dalam dinamika diplomasi global yang akan dimulai Januari 2025, merujuk pada waktu pelantikan Trump sebagai presiden baru.

Pergesaran Aliansi Global AS

Pergeseran pertama mungkin akan terlihat dari transformasi fundamental aliansi global AS. Trump telah berulang kali mengkritik negara-negara NATO yang dianggap tidak memenuhi komitmen anggaran pertahanan sebesar 2% dari GDP. Faktanya, pada periode pertama kepemimpinannya, hubungan AS-NATO mengalami ketegangan signifikan, termasuk ancaman penarikan pasukan AS dari Eropa. Kondisi ini berpotensi memperlemah sistem aliansi Barat dan mendorong negara-negara Eropa mencari alternatif keamanan kolektif.

Dukungan AS terhadap Ukraina juga diprediksi akan mengalami perubahan drastis. Sikap Trump yang cenderung akomodatif terhadap Rusia telah terlihat sejak periode pertama kepemimpinannya. Data menunjukkan bahwa selama masa kampanye 2024, Trump berulang kali menyatakan akan menghentikan bantuan militer ke Ukraina dalam 24 jam jika terpilih. Hal ini dapat mengubah secara fundamental dinamika konflik di Eropa Timur dan keseimbangan kekuatan global.

Pergeseran Hubungan AS-China

Pergeseran kedua terkait hubungan AS-China yang diprediksi akan semakin tegang. Trump berjanji menerapkan tarif impor hingga 60% untuk produk China dan pembatasan investasi yang lebih ketat. Berdasarkan analisis ekonom global, kebijakan ini dapat memicu perang dagang yang lebih intensif dibanding periode 2018-2019. Akibatnya, rantai pasok global akan mengalami disrupsi signifikan dan memaksa banyak negara memilih “kubu” ekonomi.

Ketegangan AS-China juga akan merambat ke sektor teknologi dan keamanan. Pembatasan ekspor semikonduktor dan teknologi AI ke China kemungkinan akan diperketat. Data dari industri chip menunjukkan bahwa kebijakan ini dapat menghambat perkembangan teknologi China sekitar 5-10 tahun. Dampaknya, persaingan teknologi global akan semakin terpolarisasi antara ekosistem AS dan China.

Selain itu, isu Taiwan akan tetap menjadi titik kritis dalam hubungan AS-China. Trump telah mengindikasikan pendekatan yang lebih agresif dalam mendukung Taiwan, termasuk kemungkinan pengakuan formal kemerdekaan. Sikap ini bertentangan dengan kebijakan “One China Policy” yang telah berlaku selama dekade. Konsekuensinya, risiko konflik di Selat Taiwan akan meningkat signifikan.

Pergeseran Diplomasi Ekonomi

Pergeseran ketiga menyangkut diplomasi ekonomi global yang akan didominasi proteksionisme. Trump berencana menerapkan “Universal Baseline Tariff” sebesar 10% untuk semua impor. Studi dari lembaga ekonomi internasional memproyeksikan kebijakan ini dapat mengurangi perdagangan global hingga 5% dalam setahun pertama. Hal ini akan mendorong negara-negara mencari alternatif pasar dan reorganisasi rantai pasok.

Oleh sebab itu, Friendshoring mungkin saja akan menjadi tren dominan dalam reorganisasi rantai pasok global. Sebagai referensi, friendshoring adalah istilah untuk menyebut praktik pengalihan rantai pasokan ke negara sekutu atau negara yang dianggap teman dalam konsep perdagangan internasional. Terutama negara yang dianggap aman secara politik dan ekonomi atau memiliki risiko rendah.

Perusahaan AS akan didorong memindahkan produksi dari China ke negara-negara sekutu. Survei menunjukkan 70% perusahaan AS mempertimbangkan relokasi, dengan Asia Tenggara sebagai destinasi utama. Indonesia berpeluang memanfaatkan tren ini jika dapat memperbaiki iklim investasi dengan cepat.

Pergeseran Isu Lingkungan

Pergeseran keempat berkaitan dengan isu lingkungan global. Trump kemungkinan akan kembali menarik AS dari Perjanjian Paris dan mengurangi komitmen pendanaan iklim internasional. Data historis menunjukkan bahwa penarikan AS dari perjanjian lingkungan global dapat mengurangi pendanaan iklim internasional hingga 30%. Akibatnya, target pengurangan emisi global 2030 akan sulit tercapai.

Oleh sebab itu, deregulasi lingkungan di AS akan berdampak pada standar perdagangan internasional. Kebijakan Trump yang pro-industri fosil bertentangan dengan tren global menuju ekonomi hijau. Analisis menunjukkan bahwa hal ini dapat menciptakan kesenjangan standar lingkungan antara AS dan Uni Eropa, mempersulit perdagangan internasional.

Pergeseran dinamika keamanan global

Pergeseran kelima fokus pada dinamika keamanan regional, terutama di Indo-Pasifik. Strategi Indo-Pasifik Trump diprediksi akan lebih konfrontatif terhadap China. Data menunjukkan peningkatan Freedom of Navigation Operations (operasi FONOPs) AS di Laut China Selatan selama periode pertama Trump. Situasi ini dapat meningkatkan ketegangan di kawasan dan memaksa negara ASEAN mengambil posisi.

Peluang dan Tantangan Indonesia

Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN menghadapi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, ketegangan AS-China dapat mengganggu stabilitas regional dan perdagangan. Namun di sisi lain, Indonesia dengan keunggulan posisi strategisnya sangat berpeluang menarik relokasi industri AS dari China. Ini tentunya harus ditopang oleh langkah-langkah strategis dan dukungan kebijakan yang tepat.

Paling tidak, meskipun Indonesia harus bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam dan Thailand, keunggulan biaya tenaga kerja dan potensi pasar menjadikan Indonesia menarik bagi investor asing

Menghadapi situasi ini, Indonesia perlu menerapkan strategi diplomasi multi-track yang adaptif. Prioritas pertama adalah memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai mitra untuk mengurangi ketergantungan pada AS-China. Diversifikasi pasar dan mitra investasi menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penguatan kapasitas nasional juga menjadi krusial dalam menghadapi turbulensi global. Indonesia perlu mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan pengembangan teknologi. Pengalaman periode Trump pertama menunjukkan bahwa negara dengan fundamental ekonomi kuat dan strategi adaptif lebih mampu bertahan di tengah gejolak global. Dengan pendekatan yang tepat dan eksekusi yang konsisten, Indonesia dapat mengoptimalkan peluang sekaligus meminimalkan risiko dari pergeseran tatanan global di era Trump 2.0. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: Donald TrumpPolitikpolitik Amerika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komitmen Komunitas Mahima atas Program TJSL PLN: Dari Produksi Film, Podcast, Audiobooks, sampai Literasi Digital

Next Post

Percik Estetik Made Gunawan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Percik Estetik Made Gunawan

Percik Estetik Made Gunawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co