24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
September 18, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

DUA minggu telah berlalu sejak berakhirnya the 2nd Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 di Nusa Dua, Bali, namun gaungnya masih terasa hingga kini. Forum yang menghadirkan lebih dari 1400 delegasi dari 29 negara ini menjadi momentum penting dalam perkembangan hubungan Indonesia-Afrika.

Kehadiran para kepala negara, menteri, pengusaha, dan akademisi mencerminkan luasnya cakupan dan potensi kerjasama yang dibahas. Namun, di balik kesuksesan penyelenggaraan acara, muncul pertanyaan penting: seberapa jauh forum ini benar-benar memperkuat kemitraan Indonesia-Afrika? Artikel ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk memahami hasil konkret, tantangan implementasi, dan prospek jangka panjang dari pertemuan bersejarah ini.

Hasil Konkret

Forum yang berlangsung pada 1-3 September 2024 lalu, mengusung tema “Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063,” telah menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berpotensi mengubah wajah kerjasama Indonesia-Afrika. Tercapai setidaknya 32 kesepakatan bisnis dengan nilai total lebih dari USD 3,5 miliar, didalamnya meliputi sektor industri strategis, Kesehatan, dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Termasuk pula Ketahanan Pangan, Teknologi, dan Perbankan.

Selain itu, sekitar 40 perusahaan Indonesia berpartisipasi aktif, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM berhasil mencapai 16 kesepakatan dengan mitra dari Afrika dalam ekshibisi yang diadakan selama forum. Sebagai tambahan, ekshibisi bisnis yang diadakan selama dua hari menarik perhatian 103 perusahaan dan 139 pebisnis dari Afrika serta sekitar 350 pebisnis dari Indonesia. Ini menunjukkan bahwa IAF 2024 telah meletakkan fondasi solid bagi akselerasi kerjasama ekonomi Indonesia-Afrika yang lebih intensif dan beragam.

Di sela kegiatan, terjadi pula penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk kerja sama pembangunan ke Afrika, disertai harapan akan terbukanya peluang baru untuk pertumbuhan di kedua wilayah.

Tantangan

Meski demikian, jalan menuju implementasi penuh dari kesepakatan-kesepakatan yang dicapai tidaklah mulus. Tantangan utama yang dihadapi adalah kompleksitas birokrasi dan perbedaan regulasi antar negara.

Pertimbangannya, masing-masing negara Afrika memiliki kerangka hukum dan prosedur administratif yang berbeda, yang dapat memperlambat proses realisasi investasi dan perdagangan. Oleh sebab itu diperlukan upaya ekstra dari kedua belah pihak untuk menyederhanakan prosedur dan menciptakan kerangka regulasi yang lebih kondusif bagi kerjasama ekonomi.

Untungnya telah ada praktik baik dalam usaha mensukseskan kesepakatan yang sudah dicapai melalui peluncuran Task Force Indonesia-Mozambik antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Sumber Daya Mineral dan Energi Mozambik Carlos Joaquim Zacarias. Task Force ini bertujuan untuk mengembangkan kerja sama di sektor tambang, infrastruktur transportasi, kesehatan, dan perikanan. Mengutip pepatah orang Padang, “Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah” artinya praktik baik ini patut dijadikan contoh untuk memastikan bahwa implementasi semua kesepakatan bebas dari kendala apapun.

Tantangan lain yang perlu diantisipasi adalah potensi ketidakstabilan politik dan ekonomi di beberapa negara Afrika. Volatilitas ini dapat mengganggu kontinuitas kerja sama jangka panjang yang telah dicanangkan dalam IAF 2024.

Alasannya, investasi dan proyek pembangunan membutuhkan kepastian hukum dan stabilitas kebijakan yang tidak selalu terjamin di negara-negara yang rawan gejolak politik. Oleh sebab itu, strategi mitigasi risiko yang komprehensif perlu diintegrasikan ke dalam setiap kesepakatan kerjasama Indonesia-Afrika, termasuk klausul force majeure yang jelas dan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif.

Prospek

Di sisi lain, prospek jangka panjang dari IAF 2024 tetap menjanjikan, terutama jika dilihat dari sudut pandang geopolitik dan ekonomi global. Indonesia dapat semakin memantapkan posisinya sebagai jembatan antara Asia dan Afrika dalam konteks pergeseran pusat gravitasi ekonomi dunia ke Indo-Pasifik. Selain itu, kerjasama Indonesia-Afrika yang diperkuat melalui IAF 2024 dapat menjadi katalis bagi pembentukan blok ekonomi Selatan-Selatan yang lebih kuat.

Jika tantangan-tantangan jangka pendek dapat diatasi dengan baik, IAF 2024 berpotensi menjadi titik balik dalam reposisi strategis Indonesia di kancah global, memperkuat perannya sebagai kekuatan ekonomi dan diplomatik yang berpengaruh di kawasan Global South.

Evaluasi kritis terhadap penyelenggaraan IAF 2024 menghasilkan sejumlah pembelajaran berharga untuk forum-forum serupa di masa depan. Perlu adanya peningkatan inklusivitas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk UKM dan masyarakat sipil. Dengan demikian, kerjasama bilateral dan/atau multilateral tidak boleh hanya menjadi domain pemerintah dan korporasi besar, tetapi harus membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bukti empiris menunjukkan bahwa forum-forum yang lebih inklusif cenderung menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, pada penyelenggaraan IAF berikutnya, perlu dirancang suatu pendekatan yang lebih partisipatif dan berorientasi pada kepentingan akar rumput yang lebih luas.

Saya amat meyakini bahwa the 2nd Indonesia-Africa Forum 2024 membawa potensi besar untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara Afrika di berbagai bidang. Telah disampaikan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga membuka peluang konkret bagi peningkatan kerja sama ekonomi, pertukaran sosial budaya, dan penguatan posisi politik di kancah global.

Meskipun terdapat tantangan-tantangan yang perlu diatasi, komitmen bersama yang dilandasi semangat Bandung dan visi Afrika 2063 dapat menjadi modal kuat untuk mewujudkan kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Momentum ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui implementasi yang konsisten dan evaluasi berkala, demi mewujudkan visi bersama Indonesia dan Afrika dalam membangun kemakmuran di kedua kawasan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1

Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1

‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak

Next Post

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co