4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Yudi Laksana by Yudi Laksana
October 21, 2024
in Panggung
Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya | Foto: Galeri Indonesia Kaya

“Ngik ngak ngik nguk
Doglagan ya mekeber
Meng kuwuk nyaplok batu”

TEMBANG itu terlantun nyaring di Grand West Mall Indonesia Lt.8 .Galeri  Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu malam, 12 Oktober 2024. Penonton yang berada di gedung itu menyimak dengan khusuk. Mereka bengong, ada yang sedikit tersenyum, ada yang tampak menyimak dengan sangat antusias.  

Tembang itu adalah bagian dari pertunjukan drama tari berjudul I Siap Selem (Si Ayam Hitam) yang dimainkan oleh Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo dari Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, Bali. Sanggar dari Bangli itu merupakan satu dari 11 sanggar yang dipilih untuk pentas serangkaian perayaan hari ulang tahun ke-11 Galeri Indonesia Kaya.

Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo memilih untuk mempertunjukkan salah satu satua (cerita rakyat) Bali yang terkenal di kalangan anak-anak, terutama anak-anak generasi tahun 1970-an dan 1980-an. Oleh sanggar ini, I Siap Selem dikemas dalam bentuk seni pertunjukan drama tari. Drama ini memadukan antara seni drama, seni olah gerak, seni pedalangan dan seni desain komunikasi visual sebagai salah satu bentuk kolaborasi guna menampilkan pertunjukan drama tari yang fresh dan kekinian.

Drama tari I Siap Selem dibuka dengan wayang | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Cerita I Siap Selem,  dulu, seringkali dituturkan orang tua sebagai cerita pengantar tidur untuk anak-anak. Anak-anak yang sering mendengar cerita itu, terutama bagi anak-anak generasi tahun 1970 hingga 1990-an, cerita itu sangat membekas di hati. Ada dua karakter  yang sangat ikonik dalam cerita itu, yakni I Meng Kuwuk dan I Doglagan. Dua tokoh itu menjadi centre point dalam cerita itu. Meng Kuwuk sebagai tokoh antagonis dan I Doglagan sebagai protagonis.

Dua tokoh itu juga menjadi center point dalam pertunjukan drama tari I Siap Selem yang dimainkan Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo. Ringkasan ceritanya, I Siap Selem bersama anak-anaknya bermain ke huatn mencari makan. Sedang asyik mencari makan, tanpa disadari hujan lebat.

I Siap Selem harus memikirkan anak-anaknya. Apalagi anaknya yang paling kecil, I Doglagan, belum sepenuhnya tumbuh bulu. Dalam bahasa Bali, doglagan artinya tubuh ayam yang belum berisi bulu. Di seberang sungai itu I Siap Selem bersama anak-anaknya berhadapan dengan I Meng Kuwuk (sejenis kucing, mirip musang) yang memang merupakan predator dan pemangsa unggas yang ganas.

Dalam drama tari ini, Ayu Mona berperan sebagai I Doglagan dan Aswin Ananta sebagai I Meng Kuwuk. Sebagai pemeran utama, mereka berdua bermain sangat apik. Oning Sastryani yang memainkan tokoh I Siap Selem juga tampil dengan begitu prima.

Dwija Badranaya dalam pementasan itu bertindak sebagai dalang dan Koming Weda sebagai anak dalang. Sebagai anak-anak dari I Siap Selem adalah Ayu Yumi, Komang Ary, dan ⁠Pande Citra.  Yang berperan sebagai anak-anak I Meng Kuwuk adalah Esa Dananjaya, Gunayasa dan Pande Sapriawan.

Yang bertindak sebagai koreografer  Nova Jayanti dan Aswin Ananta. Penulis naskah Dwija Badranaya, penata cahaya Dedy Prabu, komposer  Putu Afry Hardyana, penata visual efect Yosa Rio danb stage kru adalah Ketut Arya.

Tokoh I Meng Kuwuk dalam drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini mengadopsi sistem pembabakan gaya pertunjukan drama tari traditional Bali yang terdiri dari Pepeson (awalan), pengawak (isi) dan pekaad (penutup).  Dalam pepeson diceritakan seorang kakek yang sedang bercerita kepada cucunya yang sedang menginjak remaja. Cerita yang disampaikan yaitu cerita I Siap Selem.

Permainan ini disi dengan seorang kakek membawa wayang ayam hitam (siap selem) dan sang cucu membawa wayang binatang kucing besar atau sejenis musang (meng kuwuk). Adegan ini disusul dengan sejumlah penari sebagai latar dengan membawa wayang tumbuh-tumbuhan untuk menampilkan suasana hutan.

Pada bagin pengawak diceritakan I Siap Selem sedang berada di tengah hutan sedang mencari makanan bersama anak-anaknya, Mereka bermain dan saling kejar-kejaran sambil berterbangan, sampai ketika salah satu dari anak I Siap Selem yang bernama I Doglagan terjatuh I Doglagan. Dalam adegan ini I Doglagan bersedih karena hanya dia yang belum bisa terbang, karena ia memang belum memiliki bulu. I Siap Selem menghiburnya.

Pada bagian pengawak ini juga diceritakan Meng Kuwuk bersama anak-anaknya.  Mereka adalah kucing pemburu ayam. Dan konflik kemudian bergerak ketika terjadi hujan lebat, dan ayam itu berteduh, lalu gerombolan Meng Kuwuk mengintipnya. Setelah ini terjadi adegan-adegan menarik, bagaimana Meng Kuwuk akhirnya bisa diperdaa oleh I Doglagan.

Drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini pertama kali dipentaskan di Titik Dua, Ubud, Bali. Pentas di Ubud, sanggar ini memainkan  alur cerita dan dialog yang  mudah dipahami audiens karena hampir 80 persen mempergunakan dialog berbahasa Bali.

Penyesuaian dialog menjadi catatan penting, karena ketika dihadirkan di panggung Galeri Indonesia Kaya tentu aduiens yang hadir dari berbagai daerah. Tentu ini harus disesuaikan kembali agar pesan yang disampaikan mudah untuk dimengerti.

Dialog-dialog yang digunakan tentunya disesuaikan menggunakan dialog berbahasa Indonesia meskipun logat Bali para pemainnya masih begitu kental.

Menjajaki panggung auditorium Galeri Indonesia Kaya tentu merupakan impian besar dan rasa bangga bagi para pemain. Sebelumnya mereka pentas dari banjar ke banjar, dan akhirnya bisa “mencicipi” panggung megah di pusat kota besar Jakarta. Para pemain mengaku lega dan terharu ketika pementasan berakhir dan audient tumpah ruah ke panggung untuk berfoto bersama para pemain.

Bergembira bersama usai pementasan | Foto: Dok. Sanggar Uyah Lengis

Para penonton ada yang bertutur mengenai pertunjukan yang mereka saksikan. Bahkan ada beberapa puisi yang mereka tulis sebagai ungkapan apresiasi mereka terhadap pertunjukan drama tari I Siap Selem ini.

“ Hening senyap, sorak sorai
Seruan yang rasanya tak cukup
Sinergi yang tertata , patut
Makna yang sarat, utuh apik yang tercipta runut “

Oleh : @dpalupiw

“ Jika Seni adalah air,,
Maka mengalirlah,,
Jika seni adalah ledakan…
Maka meledaklah
Teruskan jangan ragu
Menyaksikanmu membuatku semakin bangga pada negeriku
Indonesia

By; @aisyahmghf

  • Artikel ini adalah catatan dari Yudi Laksana, sutradara drama tari I Siap Selem
Dongeng Tantri Bumi Bajra Sandhi di Festival ke Uma: Seakan Bukan Manusia

Tubuh Tradisional + Tubuh Modern = Bukan Kelatahan Kontemporer | Dari Pentas “Tadah Asih” Bumi Bajra Sandhi
Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Tags: cerita rakyatdrama tariGaleri Indonesia KayaSanggar Uyah Lengisseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencari  Bupati  Rakyat

Next Post

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Yudi Laksana

Yudi Laksana

I Wayan Yudi Laksana. Lahir di Desa Demulih Bangli. Lulusan SMKI / KOKAR Bali 2010. Lulusan ISI Denpasar 2014. Ketua Sanggar Uyah Lengis Langgo

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co