3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Yudi Laksana by Yudi Laksana
October 21, 2024
in Panggung
Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya | Foto: Galeri Indonesia Kaya

“Ngik ngak ngik nguk
Doglagan ya mekeber
Meng kuwuk nyaplok batu”

TEMBANG itu terlantun nyaring di Grand West Mall Indonesia Lt.8 .Galeri  Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu malam, 12 Oktober 2024. Penonton yang berada di gedung itu menyimak dengan khusuk. Mereka bengong, ada yang sedikit tersenyum, ada yang tampak menyimak dengan sangat antusias.  

Tembang itu adalah bagian dari pertunjukan drama tari berjudul I Siap Selem (Si Ayam Hitam) yang dimainkan oleh Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo dari Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, Bali. Sanggar dari Bangli itu merupakan satu dari 11 sanggar yang dipilih untuk pentas serangkaian perayaan hari ulang tahun ke-11 Galeri Indonesia Kaya.

Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo memilih untuk mempertunjukkan salah satu satua (cerita rakyat) Bali yang terkenal di kalangan anak-anak, terutama anak-anak generasi tahun 1970-an dan 1980-an. Oleh sanggar ini, I Siap Selem dikemas dalam bentuk seni pertunjukan drama tari. Drama ini memadukan antara seni drama, seni olah gerak, seni pedalangan dan seni desain komunikasi visual sebagai salah satu bentuk kolaborasi guna menampilkan pertunjukan drama tari yang fresh dan kekinian.

Drama tari I Siap Selem dibuka dengan wayang | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Cerita I Siap Selem,  dulu, seringkali dituturkan orang tua sebagai cerita pengantar tidur untuk anak-anak. Anak-anak yang sering mendengar cerita itu, terutama bagi anak-anak generasi tahun 1970 hingga 1990-an, cerita itu sangat membekas di hati. Ada dua karakter  yang sangat ikonik dalam cerita itu, yakni I Meng Kuwuk dan I Doglagan. Dua tokoh itu menjadi centre point dalam cerita itu. Meng Kuwuk sebagai tokoh antagonis dan I Doglagan sebagai protagonis.

Dua tokoh itu juga menjadi center point dalam pertunjukan drama tari I Siap Selem yang dimainkan Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo. Ringkasan ceritanya, I Siap Selem bersama anak-anaknya bermain ke huatn mencari makan. Sedang asyik mencari makan, tanpa disadari hujan lebat.

I Siap Selem harus memikirkan anak-anaknya. Apalagi anaknya yang paling kecil, I Doglagan, belum sepenuhnya tumbuh bulu. Dalam bahasa Bali, doglagan artinya tubuh ayam yang belum berisi bulu. Di seberang sungai itu I Siap Selem bersama anak-anaknya berhadapan dengan I Meng Kuwuk (sejenis kucing, mirip musang) yang memang merupakan predator dan pemangsa unggas yang ganas.

Dalam drama tari ini, Ayu Mona berperan sebagai I Doglagan dan Aswin Ananta sebagai I Meng Kuwuk. Sebagai pemeran utama, mereka berdua bermain sangat apik. Oning Sastryani yang memainkan tokoh I Siap Selem juga tampil dengan begitu prima.

Dwija Badranaya dalam pementasan itu bertindak sebagai dalang dan Koming Weda sebagai anak dalang. Sebagai anak-anak dari I Siap Selem adalah Ayu Yumi, Komang Ary, dan ⁠Pande Citra.  Yang berperan sebagai anak-anak I Meng Kuwuk adalah Esa Dananjaya, Gunayasa dan Pande Sapriawan.

Yang bertindak sebagai koreografer  Nova Jayanti dan Aswin Ananta. Penulis naskah Dwija Badranaya, penata cahaya Dedy Prabu, komposer  Putu Afry Hardyana, penata visual efect Yosa Rio danb stage kru adalah Ketut Arya.

Tokoh I Meng Kuwuk dalam drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini mengadopsi sistem pembabakan gaya pertunjukan drama tari traditional Bali yang terdiri dari Pepeson (awalan), pengawak (isi) dan pekaad (penutup).  Dalam pepeson diceritakan seorang kakek yang sedang bercerita kepada cucunya yang sedang menginjak remaja. Cerita yang disampaikan yaitu cerita I Siap Selem.

Permainan ini disi dengan seorang kakek membawa wayang ayam hitam (siap selem) dan sang cucu membawa wayang binatang kucing besar atau sejenis musang (meng kuwuk). Adegan ini disusul dengan sejumlah penari sebagai latar dengan membawa wayang tumbuh-tumbuhan untuk menampilkan suasana hutan.

Pada bagin pengawak diceritakan I Siap Selem sedang berada di tengah hutan sedang mencari makanan bersama anak-anaknya, Mereka bermain dan saling kejar-kejaran sambil berterbangan, sampai ketika salah satu dari anak I Siap Selem yang bernama I Doglagan terjatuh I Doglagan. Dalam adegan ini I Doglagan bersedih karena hanya dia yang belum bisa terbang, karena ia memang belum memiliki bulu. I Siap Selem menghiburnya.

Pada bagian pengawak ini juga diceritakan Meng Kuwuk bersama anak-anaknya.  Mereka adalah kucing pemburu ayam. Dan konflik kemudian bergerak ketika terjadi hujan lebat, dan ayam itu berteduh, lalu gerombolan Meng Kuwuk mengintipnya. Setelah ini terjadi adegan-adegan menarik, bagaimana Meng Kuwuk akhirnya bisa diperdaa oleh I Doglagan.

Drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini pertama kali dipentaskan di Titik Dua, Ubud, Bali. Pentas di Ubud, sanggar ini memainkan  alur cerita dan dialog yang  mudah dipahami audiens karena hampir 80 persen mempergunakan dialog berbahasa Bali.

Penyesuaian dialog menjadi catatan penting, karena ketika dihadirkan di panggung Galeri Indonesia Kaya tentu aduiens yang hadir dari berbagai daerah. Tentu ini harus disesuaikan kembali agar pesan yang disampaikan mudah untuk dimengerti.

Dialog-dialog yang digunakan tentunya disesuaikan menggunakan dialog berbahasa Indonesia meskipun logat Bali para pemainnya masih begitu kental.

Menjajaki panggung auditorium Galeri Indonesia Kaya tentu merupakan impian besar dan rasa bangga bagi para pemain. Sebelumnya mereka pentas dari banjar ke banjar, dan akhirnya bisa “mencicipi” panggung megah di pusat kota besar Jakarta. Para pemain mengaku lega dan terharu ketika pementasan berakhir dan audient tumpah ruah ke panggung untuk berfoto bersama para pemain.

Bergembira bersama usai pementasan | Foto: Dok. Sanggar Uyah Lengis

Para penonton ada yang bertutur mengenai pertunjukan yang mereka saksikan. Bahkan ada beberapa puisi yang mereka tulis sebagai ungkapan apresiasi mereka terhadap pertunjukan drama tari I Siap Selem ini.

“ Hening senyap, sorak sorai
Seruan yang rasanya tak cukup
Sinergi yang tertata , patut
Makna yang sarat, utuh apik yang tercipta runut “

Oleh : @dpalupiw

“ Jika Seni adalah air,,
Maka mengalirlah,,
Jika seni adalah ledakan…
Maka meledaklah
Teruskan jangan ragu
Menyaksikanmu membuatku semakin bangga pada negeriku
Indonesia

By; @aisyahmghf

  • Artikel ini adalah catatan dari Yudi Laksana, sutradara drama tari I Siap Selem
Dongeng Tantri Bumi Bajra Sandhi di Festival ke Uma: Seakan Bukan Manusia

Tubuh Tradisional + Tubuh Modern = Bukan Kelatahan Kontemporer | Dari Pentas “Tadah Asih” Bumi Bajra Sandhi
Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Tags: cerita rakyatdrama tariGaleri Indonesia KayaSanggar Uyah Lengisseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencari  Bupati  Rakyat

Next Post

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Yudi Laksana

Yudi Laksana

I Wayan Yudi Laksana. Lahir di Desa Demulih Bangli. Lulusan SMKI / KOKAR Bali 2010. Lulusan ISI Denpasar 2014. Ketua Sanggar Uyah Lengis Langgo

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co