4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Adat Kwanji Sempidi Menciptakan Tari Baris Jaka

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
October 14, 2024
in Khas
Desa Adat Kwanji Sempidi Menciptakan Tari Baris Jaka

Penari Baris Jaka Desa Kwanji

POHON JAKA dalam ritual keagamaan Hindu Bali lebih dari sekadar pohon biasa; ia adalah simbol yang kaya akan makna spiritual dan budaya. Pohon ini melambangkan kehidupan, kekuatan spiritual, keseimbangan kosmis, penyucian, hubungan dengan leluhur, serta pelestarian tradisi. Penggunaan berbagai bagian dari pohon Jaka dalam upacara dan ritual mencerminkan keterkaitan yang mendalam antara manusia, alam, dan Tuhan, yang menjadi inti dari kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Tradisi adat Ngunya Desa di Desa Adat Kwanji mempergunakan papah Jaka sebagai salah satu sarana upakara penting. Ngunya Desa adalah prosesi ritual dimana masyarakat Desa Kwanji mengusung Keris sebagai perlambang “Wit” asal mula Desa Kwanji yang bergelar Ratu Gede Kawitan “Dalem Kwanji”, berkeliling desa dengan menghaturkan sesaji oleh umatnya yang dilakukan pada beberapa pelinggih yang ada di perempatan atau pertigaan jalan wewidangan (area) Desa Adat Kwanji. Tradisi ini digelar guna memohon kekuatan dan keberlindungan dari segala mala petaka serta terbebas dari sifat-sifat negative yang ada, sehingga tercipta keharmonisan bagi semua umatnya.

Gambar 1. Ratu Gede Kawitan Desa Kwanji Diusung oleh Salah satu Pemangku | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

Sebagai sebuah bentuk persembahan dan sujud rasa penghormatan terhadap kekuatan Ratu Gede Kawitan, maka penting kirannya, Papah Jaka yang digunakan pada ritual tersebut ditarikan sebagai bentuk simbol bala pasukan “Satus Kwanji”, menelisik pada aspek kesejarahan dari Desa Adat Kwanji seperti yang dijelaskan sebelumnya. Terlahirlah karya seni “Baris Jaka” sebagai perlambang pasukan “Satus Kwanji” yang siap “Ngabih” Ratu Gede Kawitan manakala “Ngunya Desa” dan menari setiap upacara piodalan di Pura Dalem Kwanji. Dengan ini, ada pesan naratif yang ingin disampaikan kepada setiap lahirnya generasi Kwanji. Melalui tarian ini, diharapkan ada pesan informasi dari kesejarahan Desa Kwanji yang disampaikan melalui karya seni (Tari).

Tari Baris merupakan sebuah tarian yang melambangkan keperkasaan dan kepahlawanan para prajurit yang siap berperang. Tari Baris Jaka secara khusus menggunakan Papah Jaka sebagai salah satu elemen penting dalam penampilannya.

Gambar 2. Penari Baris Jaka Desa Kwanji | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

1. Fungsi dan Makna Tari Baris Jaka:

a. Simbol Keperkasaan Prajurit.

Seperti tari Baris lainnya, Tari Baris Jaka melambangkan keperkasaan dan keberanian bala pasukan “Satus Kwanji”. Kata “baris” sendiri berarti barisan atau formasi prajurit, yang dalam tarian ini, para penari menggambarkan kesiapan dan semangat juang.

b. Penghormatan kepada Alam

Penggunaan Papah Jaka dalam Tari Baris Jaka, melambangkan penghormatan terhadap alam, khususnya pohon Jaka, yang memiliki nilai sakral dalam kehidupan masyarakat Bali. Daun Jaka yang digunakan juga mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan spiritualitas yang mendalam.

c. Spiritualitas dan Tradisi

Tari Baris Jaka tidak hanya menggambarkan prajurit, tetapi juga mengandung unsur spiritualitas yang kuat, di mana tarian ini sering kali dipersembahkan dalam upacara keagamaan atau acara adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Ratu Gede Kawitan-Dalem Kwanji.

2. Unsur Intrinsik Dalam Tarian

a. Kostum dan Properti Tarian

Tari Baris Jaka terdiri dari empat bagian: Pepeson, Pengawak, Pengecet, dan Pekaad. Para penari berjumlah 11 penari sebagai perlambang kekuatan semesta. Menggunakan vokal sebagai penguat kesan dan pesan yang ingin disampaikan. Para penari mengenakan kostum tari Baris yang didisain dengan gaya “bebarisan” yang khas, dengan balutan warna poleng (hitam-putih) sebagai identitas warna “Ratu Gede Kawitan”.

Gerakan tari dalam Tari Baris Jaka mencerminkan gerakan prajurit yang gagah dan penuh semangat. Gerakan-gerakan ini terdiri dari langkah-langkah yang tegas, gerakan tangan yang dinamis, serta ekspresi wajah yang serius dan penuh konsentrasi. Setiap gerakan memiliki makna simbolis yang mendalam, mencerminkan kesiapan dan keberanian prajurit.

Properti tarian menggunakan Papah Jaka sebagai simbol “senjata”. Papah Jaka yang digunakan dalam Tari Baris Jaka, tidak hanya sebagai elemen dekoratif tetapi juga mengandung makna spiritual dan simbolis, mengingat pentingnya daun lontar dalam tradisi dan budaya Bali. Salah satu penari membawa senjata kober berlukiskan Hanoman sebagai bentuk kekuatan Ratu Gede Kawitan yang diusung oleh krama Desa Adat Kwanji.

b. Musik Pengiring:

Iringan Tari Baris Jaka diiringi oleh gamelan Gong Kebyar sesuai dengan kesan yang diinginkan. Muikalnya diciptakan guna memberikan suasana yang heroik dan mendukung dinamika gerakan tari dengan irama yang enerjik dan ritmis, menggambarkan semangat prajurit yang penuh daya juang. Proses penciptaan iringan ini hanya berlangsung 8 kali pertemuan bersama sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun Desa Adat Kwanji Sempidi. 

c. Fungsi dan Konteks Ritual:

Tari Baris Jaka hanya dipentaskan dalam konteks upacara keagamaan, seperti odalan (perayaan hari jadi pura) atau upacara besar lainnya. Dalam konteks ini, tarian ini berfungsi sebagai bentuk persembahan kepada dewa-dewi dan leluhur, serta untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Gambar 3. Tari Baris Jaka ditarikan Pada Upacara Mendak Agung, Serangkaian Upacara Ngusaba Desa-Ngusaba Nini Desa Adat Kwanji | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

Kesimpulan

Tari Baris Jaka adalah tarian yang menggambarkan keperkasaan prajurit “Satus Kwanji” sebagai perlambang ketulusan leluhur Kwanji dalam pengabdiannya kepada yang di Puja. Tarian ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, akan tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam, mencerminkan hubungan yang erat antara manusia, alam, dan kekuatan Hyang Widhi. Tari Baris Jaka berfungsi sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan perayaan dalam berbagai konteks ritual dan adat di Desa Adat Kwanji. Tari Baris Jaka menjadi Icon, Simbol, Desa Kwanji dengan berbagai Makna di dalamnya.

Kwanji, 30 September 2024

  • Penanggung Jawab  : Bendesa Adat Kwanji
  • Pengarah   : Jro Mangku Dalem Kwanji
  • Ide, Konsep, dan Penata Iringan : I Nyoman Mariyana
  • Penata Tari  : I Putu Pradipta Utama
  • Penata Kostum : I Putu Widia Antara
Merekonstruksi Gending Lelambatan Klasik Gilak Embat dan Tabuh Pisan Sekaa Gong Desa Kwanji Sempidi
Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji
Penciptaan Gending Selonding untuk Selonding Batur
Semarak Festival Budaya Kabupaten Badung
Tags: desa adat kwanjiDesa Kwanji SempidiritualTari Baris Jaka
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelanggaran dan Penegakan Hukum Pemasangan APK pada Pilkada 2024

Next Post

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co