4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Adat Kwanji Sempidi Menciptakan Tari Baris Jaka

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
October 14, 2024
in Khas
Desa Adat Kwanji Sempidi Menciptakan Tari Baris Jaka

Penari Baris Jaka Desa Kwanji

POHON JAKA dalam ritual keagamaan Hindu Bali lebih dari sekadar pohon biasa; ia adalah simbol yang kaya akan makna spiritual dan budaya. Pohon ini melambangkan kehidupan, kekuatan spiritual, keseimbangan kosmis, penyucian, hubungan dengan leluhur, serta pelestarian tradisi. Penggunaan berbagai bagian dari pohon Jaka dalam upacara dan ritual mencerminkan keterkaitan yang mendalam antara manusia, alam, dan Tuhan, yang menjadi inti dari kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Tradisi adat Ngunya Desa di Desa Adat Kwanji mempergunakan papah Jaka sebagai salah satu sarana upakara penting. Ngunya Desa adalah prosesi ritual dimana masyarakat Desa Kwanji mengusung Keris sebagai perlambang “Wit” asal mula Desa Kwanji yang bergelar Ratu Gede Kawitan “Dalem Kwanji”, berkeliling desa dengan menghaturkan sesaji oleh umatnya yang dilakukan pada beberapa pelinggih yang ada di perempatan atau pertigaan jalan wewidangan (area) Desa Adat Kwanji. Tradisi ini digelar guna memohon kekuatan dan keberlindungan dari segala mala petaka serta terbebas dari sifat-sifat negative yang ada, sehingga tercipta keharmonisan bagi semua umatnya.

Gambar 1. Ratu Gede Kawitan Desa Kwanji Diusung oleh Salah satu Pemangku | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

Sebagai sebuah bentuk persembahan dan sujud rasa penghormatan terhadap kekuatan Ratu Gede Kawitan, maka penting kirannya, Papah Jaka yang digunakan pada ritual tersebut ditarikan sebagai bentuk simbol bala pasukan “Satus Kwanji”, menelisik pada aspek kesejarahan dari Desa Adat Kwanji seperti yang dijelaskan sebelumnya. Terlahirlah karya seni “Baris Jaka” sebagai perlambang pasukan “Satus Kwanji” yang siap “Ngabih” Ratu Gede Kawitan manakala “Ngunya Desa” dan menari setiap upacara piodalan di Pura Dalem Kwanji. Dengan ini, ada pesan naratif yang ingin disampaikan kepada setiap lahirnya generasi Kwanji. Melalui tarian ini, diharapkan ada pesan informasi dari kesejarahan Desa Kwanji yang disampaikan melalui karya seni (Tari).

Tari Baris merupakan sebuah tarian yang melambangkan keperkasaan dan kepahlawanan para prajurit yang siap berperang. Tari Baris Jaka secara khusus menggunakan Papah Jaka sebagai salah satu elemen penting dalam penampilannya.

Gambar 2. Penari Baris Jaka Desa Kwanji | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

1. Fungsi dan Makna Tari Baris Jaka:

a. Simbol Keperkasaan Prajurit.

Seperti tari Baris lainnya, Tari Baris Jaka melambangkan keperkasaan dan keberanian bala pasukan “Satus Kwanji”. Kata “baris” sendiri berarti barisan atau formasi prajurit, yang dalam tarian ini, para penari menggambarkan kesiapan dan semangat juang.

b. Penghormatan kepada Alam

Penggunaan Papah Jaka dalam Tari Baris Jaka, melambangkan penghormatan terhadap alam, khususnya pohon Jaka, yang memiliki nilai sakral dalam kehidupan masyarakat Bali. Daun Jaka yang digunakan juga mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan spiritualitas yang mendalam.

c. Spiritualitas dan Tradisi

Tari Baris Jaka tidak hanya menggambarkan prajurit, tetapi juga mengandung unsur spiritualitas yang kuat, di mana tarian ini sering kali dipersembahkan dalam upacara keagamaan atau acara adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Ratu Gede Kawitan-Dalem Kwanji.

2. Unsur Intrinsik Dalam Tarian

a. Kostum dan Properti Tarian

Tari Baris Jaka terdiri dari empat bagian: Pepeson, Pengawak, Pengecet, dan Pekaad. Para penari berjumlah 11 penari sebagai perlambang kekuatan semesta. Menggunakan vokal sebagai penguat kesan dan pesan yang ingin disampaikan. Para penari mengenakan kostum tari Baris yang didisain dengan gaya “bebarisan” yang khas, dengan balutan warna poleng (hitam-putih) sebagai identitas warna “Ratu Gede Kawitan”.

Gerakan tari dalam Tari Baris Jaka mencerminkan gerakan prajurit yang gagah dan penuh semangat. Gerakan-gerakan ini terdiri dari langkah-langkah yang tegas, gerakan tangan yang dinamis, serta ekspresi wajah yang serius dan penuh konsentrasi. Setiap gerakan memiliki makna simbolis yang mendalam, mencerminkan kesiapan dan keberanian prajurit.

Properti tarian menggunakan Papah Jaka sebagai simbol “senjata”. Papah Jaka yang digunakan dalam Tari Baris Jaka, tidak hanya sebagai elemen dekoratif tetapi juga mengandung makna spiritual dan simbolis, mengingat pentingnya daun lontar dalam tradisi dan budaya Bali. Salah satu penari membawa senjata kober berlukiskan Hanoman sebagai bentuk kekuatan Ratu Gede Kawitan yang diusung oleh krama Desa Adat Kwanji.

b. Musik Pengiring:

Iringan Tari Baris Jaka diiringi oleh gamelan Gong Kebyar sesuai dengan kesan yang diinginkan. Muikalnya diciptakan guna memberikan suasana yang heroik dan mendukung dinamika gerakan tari dengan irama yang enerjik dan ritmis, menggambarkan semangat prajurit yang penuh daya juang. Proses penciptaan iringan ini hanya berlangsung 8 kali pertemuan bersama sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun Desa Adat Kwanji Sempidi. 

c. Fungsi dan Konteks Ritual:

Tari Baris Jaka hanya dipentaskan dalam konteks upacara keagamaan, seperti odalan (perayaan hari jadi pura) atau upacara besar lainnya. Dalam konteks ini, tarian ini berfungsi sebagai bentuk persembahan kepada dewa-dewi dan leluhur, serta untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Gambar 3. Tari Baris Jaka ditarikan Pada Upacara Mendak Agung, Serangkaian Upacara Ngusaba Desa-Ngusaba Nini Desa Adat Kwanji | Sumber: Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2024

Kesimpulan

Tari Baris Jaka adalah tarian yang menggambarkan keperkasaan prajurit “Satus Kwanji” sebagai perlambang ketulusan leluhur Kwanji dalam pengabdiannya kepada yang di Puja. Tarian ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, akan tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam, mencerminkan hubungan yang erat antara manusia, alam, dan kekuatan Hyang Widhi. Tari Baris Jaka berfungsi sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan perayaan dalam berbagai konteks ritual dan adat di Desa Adat Kwanji. Tari Baris Jaka menjadi Icon, Simbol, Desa Kwanji dengan berbagai Makna di dalamnya.

Kwanji, 30 September 2024

  • Penanggung Jawab  : Bendesa Adat Kwanji
  • Pengarah   : Jro Mangku Dalem Kwanji
  • Ide, Konsep, dan Penata Iringan : I Nyoman Mariyana
  • Penata Tari  : I Putu Pradipta Utama
  • Penata Kostum : I Putu Widia Antara
Merekonstruksi Gending Lelambatan Klasik Gilak Embat dan Tabuh Pisan Sekaa Gong Desa Kwanji Sempidi
Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji
Penciptaan Gending Selonding untuk Selonding Batur
Semarak Festival Budaya Kabupaten Badung
Tags: desa adat kwanjiDesa Kwanji SempidiritualTari Baris Jaka
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelanggaran dan Penegakan Hukum Pemasangan APK pada Pilkada 2024

Next Post

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co