23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekilas tentang Manado, Kota yang Unik dan Menarik

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 26, 2024
in Tualang
Sekilas tentang Manado, Kota yang Unik dan Menarik

Penulis sedang berpose di dek perahu di Manado | Foto: Putu Arya

“Sitou Timou Tumou Tou—manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.”

SEBAGAI direktur RS kabupaten, pejabat eselon 2, maka saya wajib mengikuti pendidikan kepemimpinan nasional (PKN) di badan diklat provinsi Bali. Salah satu agenda dari rangkaian diklat tersebut adalah melakukan kunjungan atau visitasi kepemimpinan nasional (VKN) ke Sulawesi Utara. Tujuannya adalah untuk praktik mengidentifikasi masalah manajerial dan kepemimpinan di lokus yang telah ditentukan, dalam hal ini di salah satu pemerintahan kabupaten di Sulawesi Utara. Membuat kajian, lalu memberikan rekomendasi rencana tindak lanjut sebagai sebuah terobosan solusi.

Di samping itu, peserta diklat juga diharapkan dapat mengambil pelajaran dari visitasi tersebut atau suatu lesson learnt yang kemudian dapat dijadikan referensi untuk menguatkan proyek perubahan atau inovasi yang dirancang di daerah asal masing-masing.

Namun demikian, di samping agenda-agenda diklat tersebut, saya sempat mencatat sejumlah hal yang unik dan menarik tentang Kota Manado. Dari jauh, yang kita sering dengar dari Sulawesi Utara dan Manado adalah gadisnya yang cantik dan berkulit putih, kuliner ekstrem di Kota Tomohon, dan tentunya bibir eh maaf, bubur Manado serta karakter masyarakatnya yang inklusif.

Jika diperhatikan warga Manado dari etnis Minahasa, suku utama di Sulawesi Utara, memang punya profil fisik berkulit putih dan mata cenderung sipit. Dari obrolan saya dengan warga Kota Manado, ada kemungkinan sangat besar asal usul mereka berasal dari bangsa Mongolia atau Tiongkok. Ini sama dengan suku Dayak, tempat dulu saya pernah bertugas, yang punya kemiripan fisik dengan orang Minahasa.

Ada dugaan kuat, asal usul mereka pun berasal dari bangsa China. Kemudian diyakini pula, orang Minahasa saat ini membawa gen bangsa Eropa, terutama Belanda yang cukup lama diketahui keberadaannya di Sulawesi Utara di masa penjajahan. Dari rujukan yang paling banyak disepakati selama ini, keberadaan suku Minahasa sangat dikaitkan dengan migrasi bangsa Austronesia dari wilayah Taiwan menuju kepulauan Filiphina lalu terus bergerak ke selatan menuju semenanjung Minahasa.

Data-data di atas tampaknya kemudian memberi pengaruh yang kuat dan telah menciptakan karakter atau kultur masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara secara umum yang inklusif, mudah menerima perbedaan. Selaras dengan falsafah adi luhung yang diusung tokoh terbesar masyarakat Sulawesi Utara, bapak Dr. Sam Ratulangi, yaitu Sitou Timou Tumou Tou yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.

Saya sangat terkesan dengan ide besar pahlawan nasional yang juga ahli matematika tersebut, karena sama dengan falsafah kearifan lokal masyarakat Bali, yaitu Tat Twam Asi, yang punya makna aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Orang Manado bilang, “Torang samua basudara, karena torang samua ciptaan Tuhan.” Sitou Timou Tumou Tou danTat Twam Asi, keduanya menegaskan nilai-nilai kesetaraan semua manusia di muka bumi.

Kalau boleh diakui, hal yang paling menarik dan kontroversial dari Sulawesi Utara, dalam hal ini Kota Tomohon adalah kuliner ekstremnya. Di samping, tentu saja, juga dikenal sebagai kota bunga, sesuai dengan iklimnya yang sejuk.

Mungkin hanya satu-satunya di Nusantara ini, ada pasar yang menjajakan berbagi jenis daging yang tak lazim bagi kita. Mulai dari daging anjing, kucing, ular sanca atau phyton, kelelawar atau populer di sana disebut paniki, tikus hutan bahkan monyet. Sampai-sampai pemandu wisata kami berseloroh begini, “Di sini nyaris tidak ada kasus gigitan ular. Jarang sekali orang digigit ular. Karena di sini, orangnya-lah yang menggigit ular.” Tentu saja kami semua tersenyum.

Belakangan, terkait aspek etik hewan piaraan dan perlindungan hewan liar, pemerintah kabupaten telah melarang penjualan daging kucing dan monyet. Banyak dari kita yang mengira, daging tikus yang dijual dan dikonsumsi tersebut adalah tikus rumah atau got seperti di tempat kita. Faktanya, tikus yang dimaksud adalah tikus pohon atau hutan yang biasa memakan buah pohon aren.

Nah, dari sinilah kemudian tercipta brand untuk produk minuman keras terkenal dari Sulawesi, yaitu cap Tikus. Minuman berkadar alkohol 45% hasil dari fermentasi dan distilasi air nira dari pohon aren itu, saat ini menjadi produk unggulan masyarakat Sulawesi Utara, seperti arak kalau di Bali atau ciu di Kalimantan dan NTT.

Dan yang terkenal sampai ke seluruh negeri, adalah masakan RW. Istilah ini merupakan singkatan dari rintek wuuk yang artinya bulu halus sebagai konotasi dari hewan anjing yang dagingnya dimasak dengan bumbu khas dan menjadi hidangan favorit orang Manado.

Bagaimana dengan bubur Manado? Ini memang penganan khas Manado yang sebetulnya bahan-bahannya ada di seluruh Nusantara. Ciri khasnya adalah bubur beras diolah menjadi berwarna kuning karena diisi labu manis. Kandungan lainnya adalah berbagai sayuran hijau, jagung dan dapat ditambahkan ikan laut dan sambal terasi bagi yang suka, saat menikmatinya.

Yang paling unik menurut saya adalah sajian kuliner pisang gorengnya. Saat berkunjung ke Pulau Bunaken, yang terkenal dengan wisata bawah lautnya itu, kami memesan pisang goreng. Pisang gorengnya sendiri sih sama dengan yang ada di tempat kita, namun yang unik adalah pendampingnya bukan gula aren yang dicairkan seperti kebiasaan di Buleleng, melainkan semangkok sambal.

Yaitu sambal roa khas Manado yang terbuat dari komposisi ikan roa, tomat, bawang merah, gula, cabe rawit serta garam. Meskipun hal baru bagi saya, ternyata paduan kuliner tersebut langsung terasa gurih dan pas di lidah.

Lalu bagaimana dengan cerita tentang bibir Manado? Nah, para pembaca yang budiman, mohon bersabar, ya! Karena ulasan tentang bibir Manado ini akan ditayangkan pada waktu yang tepat. Hehehe. Selamat menikmati bibir, eh maaf, bubur Manado. Salam Kawanua![T]

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan
Menjelajah Chiang Rai, Tertambat di Union of Hill Tribe Thailand
Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya
Menggigil di Belantara Gunung Batukaru
Tags: ManadoMinahasaSulawesi Utara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggurat Ratu Kompyang, Memaknai Ida Ratu Lingsir: Catatan Pertalian Spiritual Melalui Media Pelawatan Barong Desa Adat Padangtegal dengan Desa Adat Kebon

Next Post

Merekonstruksi Gending Lelambatan Klasik Gilak Embat dan Tabuh Pisan Sekaa Gong Desa Kwanji Sempidi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Merekonstruksi Gending Lelambatan Klasik Gilak Embat dan Tabuh Pisan Sekaa Gong Desa Kwanji Sempidi

Merekonstruksi Gending Lelambatan Klasik Gilak Embat dan Tabuh Pisan Sekaa Gong Desa Kwanji Sempidi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co