24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menebak Aroma Sihir Janda Jirah

Royyan Julian by Royyan Julian
September 4, 2024
in Esai
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

AKU curiga, ketika menulis sejarah rempah, Jack Turner ditemani segelas susu kambing bertabur bubuk kayu manis di atas meja kerjanya. Jangan-jangan eksotisme rempah tidak semata-mata menyebabkan lidah terbuai. Bahkan, mengkhayalkan komoditas panas itu saja sudah mampu menghanyutkan pikiran sehingga ia lupa menyelipkan bab khusus “Rempah dan Sihir” ke dalam karyanya.

Tentu, keteledoran tersebut hanya disadari pembaca-ada-maunya sepertiku. Mestinya, melalui babon Turner tentang rempah, aku bakal mudah mendapatkan seluruh ‘barang’ di ‘daftar belanjaanku’ dalam sekejap. Faktanya, dengan ufuk pengetahuan amat terbatas, aku cuma bisa menebak-nebak, kira-kira ramuan apa saja yang dipakai Calon Arang ketika menunaikan aktivitas magi.

Sebenarnya, kurangnya informasi tersebut bukan salah Turner. Bukan pula kesilapan para penulis kisah Janda Jirah yang karyanya dialihbahasakan I Made Suastika. Dalam Calon Arang tradisi Bali yang kubaca, kuyakin komposisi rempah bukan masalah prioritas. Naskah-naskah tersebut barangkali dianggit dengan tujuan memberi petuah bahwa kebenaran akan digdaya melawan kebatilan. Atau malah dengan motif lebih ‘receh’ seperti yang didaku Gora Pratoda di akhir geguritan bahwa ia berlaga sastrawan untuk menghibur hati yang pilu.

Hanya saja, dengan etos keisengan yang rendah hati lantaran jemu bertani, sebenarnya Gora punya waktu senggang dengan memberi sentuhan detail sebagaimana Raja Solomon yang pasti sibuk mengurusi imperium Israel, tapi tak lupa menyebut rempah untuk menyanjung sang mempelai dalam kidungnya nan agung:

Taman tertutup engkau, Saudariku, Pengantinku, kebun terkunci, mata air termeterai. Tunas-tunasmu adalah kebun delima dengan buah-buah lezat, pacar dengan narwastu; narwastu dan kuma-kuma, buluh wangi dan kayu manis, bersama segala jenis pohon menyan; mur dan gaharu, dengan segala rempah terbaik.

Tapi, buat apa kepoin perkara yang tak memiliki faedah praktis di zaman pragmatis seperti saat ini? Untuk apa, misalnya, menerka-nerka bumbu hidangan yang tersaji di meja makan Calon Arang? Masalahnya, Janda Jirah itu telanjur jadi ikon ibu setan. Padahal, ketika dianggap sakti, bisa jadi kesaktiannya bersumber dari faktor eksternal macam herbal. Walhasil, kita perlu bersyak wasangka, predikat ‘sihir’ yang dilekatkan pada Calon Arang atau kosakata sihir di seluruh dunia telah mengalami degradasi semantis yang amoral.

Katakanlah witch, ternyata secara harfiah berarti perempuan petani sekaligus tabib dan dukun beranak. Makna kata itu menjadi peyoratif akibat perburuan penyihir di Eropa masa transisi antara zaman Kegelapan dengan era kapitalisme awal. Kau bisa membaca risalah Silvia Federici ihwal perburuan penyihir di Benua Biru abad 14 hingga 16 dan akan mendapati bahwa tragedi itu lebih banyak mendera perempuan ketimbang lelaki.

Sistem ekonomi yang berubah dan pemagaran lahan komunal oleh tuan tanah menyebabkan perempuan tua yang berstatus janda kehilangan nafkah sebagai petani. Tapi, potensi subversif kaum tersebut merupakan efek sosial yang menempatkan mereka pada kedudukan terhormat sebagai dukun dan bidan. Itulah mengapa pencemaran nama baik mereka dilancarkan dengan membelokkan arti ‘sihir’ itu sendiri.

Hampir mirip sengketa tanah pada peristiwa perburuan penyihir di Eropa, prosa lirik Toety Herati menafsir konflik antara Janda Jirah dengan Airlangga dipicu persoalan teritori meski naskah Calon Arang sendiri tak secara blak-blakan (untuk tidak berkata tidak sama sekali) menyinggung hal itu. Naskah Calon Arang cuma menyebut bahwa wilayah kekuasaan sang janda adalah daerah pinggiran bernama Dusun Jirah. Toety membacanya sebagai gesekan pusat dan pinggir, antara yang ingin menguasai dengan yang hendak ditaklukkan.

Sayang, baik Toety Herati, Pramoedya Ananta Toer, maupun Cok Sawitri tidak mengeksplorasi peran Calon Arang sebagai dokter dalam karya mereka. Andaikata memang seorang ahli pengobatan, barangkali tenaga kita akan banyak dialokasikan untuk menjelajah khazanah herbal dan rempah dalam kepustakan medis Calon Arang.

Di luar dunia kasat, diplomasinya dengan jagat supranatural tentu akan menambah perbendaharaan rempah Ni Rangda untuk didokumentasikan. Kesaktian Calon Arang, dengan demikian, bisa kita interpretasi sebagai kolaborasi antara herbal Bali dengan laku liturgis sang janda.

Misal, kita boleh menduga Calon Arang memakai cengkih dalam praktik spiritual untuk menangkal energi negatif yang datang dari utusan Airlangga ketika menyerang pekarangannya. Bunga lawang bisa jadi digunakan pada ritual untuk menambah daya magis saat Ni Rangda mendaras lipyakara di waktu magrib.

Pinang dan jahe dikonsumsi sebagai ‘camilan’ tradisional (karena belum ada Bigbabol) serta bahan penyembuhan. Sementara itu, ia membakar menyan ketika melaksanakan upacara memanggil Batari Bagawati di kuburan untuk memohon anugerah agar penduduk dilanda wabah.

Teluh memang melanda dan penduduk jatuh menderita: demam, bengkak, perut kembung, borok, lumpuh, diare. Mestinya, dengan kunyit, lada, jintan, adas, kapulaga, serai, daun sirih, bawang putih, pala, kencur, dan temulawak, mereka bisa mengatasi penyakit-penyakit tersebut. Namun, waktu itu juga sedang terjadi krisis obat-obatan sehingga penyakit paling remeh pun dapat menggiring orang ke rahang maut.

Tapi, menilik rempah dalam kisah Calon Arang tidak melulu berurusan dengan perkara serius macam ‘reputasi sang janda’ atau ‘kemelut kemanusiaan akibat pagebluk’. Kecuali kau menganggap seks sebagai bisnis serius. Dan mungkin, kenyataannya memang begitu. Sebab, bagi laki-laki, ketahanan di ranjang berelasi kembar dengan harga diri. Jika status keperkasaan suami ditentukan oleh seberapa tahan lama meladeni istri di ranjang, agaknya Baheula memenuhi syarat pria perkasa.

Baheula, lelaki itu, adalah murid Empu Baradah yang menikahi putri tunggal Calon Arang, Ratna Manjali. Tak sama dengan prosa Calon Arang, dalam geguritan, Gora menarasikan cumbu rayu sang pengantin baru dengan penuh gelora, berbunga-bunga, berlarat-larat. Konon, demonstrasi berahi itu berlangsung sembilan hari berturut-turut. Meski diselingi ritual puja Dewa dan praktik yoga, relasi erotis tersebut merupakan versi banal dari empat puluh malam pengantin Serat Centhini yang harus dijalani pasangan Syekh Amongraga dan Tambangraras dalam ‘kuliah filsafat kebatinan’ demi penyatuan mistik melalui senggama.

Itulah mengapa, kita tak perlu sungkan meminta resep keindahan malam pengantin kepada Beheula tentang rempah afrodisiak mustajab yang membuatnya tugur dalam cinta lebih dari satu pekan. Jahe, kayu manis, kapulaga, safron, lada hitam, cengkih, dan vanili merupakan rempah afrodisiak yang lazim diketahui.

Tapi, wewangian yang diruapkan boreh dari bubuk cendana, beras, kunyit, dan temu putih juga turut berperan untuk merangsang pasangan ke balik kelambu. Lulur ini akan dilabur pada tubuh Manjali di hari ketiga pascamenstruasi ketika berahi bangkit pada waktu-waktu ovulasi. Kita juga bayangkan, sebelum hari pernikahan, untuk memperkuat organ kewanitaan, Manjali mengonsumsi manjakani agar suaminya manja.

Demikianlah reka kita atas kemungkinan rempah dalam kisah Calon Arang. Esai ini cuma ‘judul’ dari sebuah topik yang perlu—jika memang perlu—digali. Temuan atas penggalian tersebut pada akhirnya tidak semata-mata akan membawa pada wawasan tentang kekayaan fungsi dan manfaat rempah dalam ragam aktivitas manusia. Penjelajahan tersebut juga akan semakin memperkuat keyakinan tentang relasi erat antara perempuan, alam, dan spiritualitas.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024
Rempah Paling Queer: Sebuah Pertanyaan yang Masih Menggantung
Menggali Khazanah Rempah dalam Lontar Bali: Usadha, Gandha, dan Boga
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Upaya Perempuan Mempercantik Diri: Lontar, Rempah, dan Konstruksi Patriarki
Tags: Calonarangjalur rempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Melepaskan dan Memaafkan

Next Post

Rempah Paling Cong!

Royyan Julian

Royyan Julian

Menulis prosa dan puisi.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Rempah Paling Cong!

Rempah Paling Cong!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co