12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Nyoman Wirata | Sketsa Penyair Samar Gantang

I Nyoman Wirata by I Nyoman Wirata
September 1, 2024
in Puisi
Puisi-puisi I Nyoman Wirata | Sketsa Penyair Samar Gantang

SKETSA PENYAIR SAMARGANTANG

biarlah keedanan sejenak
menjadi seekor srigala
meraung
di punggung panggung

Mengunyah bait demi bait
saat membaca sajak
sajak sajak mu

raungmu ruang
seperti
mengundang agar ada
yang datang
dan
bikin ngeri
jika yang datang
yang tak terbayang
berwujud helikopter
sepeda jengki
tanpa pengendara berjalan
di atas trotoar
atau
gentayangan
mewujud kapal capung

Kunyah saja itu bait
dengan nafas pranayama
tak perlu jubah
karena bukan berkotbah
raungmu
sudah cukup memanjangkan
lengan sajak
menjangkau kantung hati
mengeluarkan riuhnya
menukar dengan sepi
Kunyah terus itu bait
yang panjang
agar raung jadi riung lebah
menemu saripati
bunga hidup

Sungguh mati
sebatang pohon pepaya
bila
dipasang di panggung
atau
sebatang umbulumbul
terasa
malam akan jadi
malam opera Calonarang

terbayang tubuh seksi
Manggali
perempuan berambut oranye
kering tak tersentuh shampo

walau
tak tersenyum
giginya nampak

tak telanjang
nafsu lumat di tubuhnya

Ngerehgeh

mirip srigala
birahi di bulan ke 9
di penanggalan kuno
karena
aroma tanah
saat gerimis petang
dengan kaki tunggal
berdiri
memutar
jagat raya panggung
menjadi durga

bali jani 2024

SKETSA BADUT

Di balik topeng karet
aku
tak bisa menebak
Adakah kau
yang kulihat
di kantor pemerintah
Atau di jalanan
sebagai pemulung
membawa lumbung

lelakikah
atau perempuan
atau dua duanya

Takut juga,
jangan jangan
kau ledakkan nanti
hati dan
mati

Jika kesedihan
belum kau bunuh
itu tanda
kau masih
manusia

Di panggung jalanan
anak anak bersorak
berteriak
lucumu bisa bikin
gembira dan takut

takut
bila kehidupan
menjadikan badut
di labirin hidup
dan
bila ada mengatakan
kita senasib:
tentu!
bisa selalu
membuat orang tertawa
hati teriris

tak bisa terus
mewarnai celaka
dengan senyum

Suatu malam
di pesta kesenian
seorang teman
seniman panggung
memainkan monolog badut
berdiri di lingkaran
cahaya lampu sorot
menyoroti kebanalan
sekaligus
jadi wakil rakyat
banal

Tiba
tiba-tiba ingatan pada
badut kebudayaan
yang mengapung
di panggung
bagai kapukapu
tanaman air

Di gang labirin
kampung urban
seribu badut
mudah didapat

pincang jalannya
berat beban memikul tradisi
sekaligus modernisasi

Pagi hari
nalurinya adalah gembala
mengembala anjing
seperti gembala sapi
menyanyi;
oleo..leo..leo
menggiring hati
ke sebuah toserba lalu
dicekik harga harga

Malamnya
nalurinya jerangkong
sepanjang jalan bersiul
tak jemu jemu sambil
berangguk -angguk
mengetuk pintu
siapa tahu
ada yang senasib

Berharap
kesepian menyambutnya
di ruang tamu

24.08.2024

SKETSA HUJAN

Bila air mengalir
anak sungai namanya
Jika
menyasar tubuh
dan wajah
panah hujan namanya
lalu
panah asmara
menimpa tubuh tanah rebah
dan
hujan adalah berkah cinta
dari langit

apa langitmu pernah menitahkan hujan menimpa tanah
jika cinta
kemudian bernanah

Hujan
adalah pembangkit birahi
bagi anjing
karena membau aroma tanah
sesudah hujan

Bagi tanah
hujan adalah
cinta yang ramah
lalu
hamil tanah lalu
benih tumbuh
serta tajuk rencana

Namun
gerimis adalah
hujan yang setengah hati
memberi
Jika lebat
cinta mengundang prahara

Di balik jendela kaca
di malam.minggu
seorang menghujat hujan
sebab hujan
menjelma panah
jantungnya tertusuk
dan
berdarah

Hujan yang petualang
jalang
pelahir anak haram
bernama kesepian

Hujan penyihir
dengan bahasa mengalir
merayu gersang
dengan air katakata
bersajak
di atap-atap rumah
memainkan tambur
berkhotbah:

air di pelimbahan
sama sama lahir dari
cinta langit yang suci

Ah, hujan
Pikiran kami adalah air
tergenang

24.08.2024

SKETSA PENDEKAR PEDANG
PEMBUNUH NAGA

Dalam komik silat
luka paling duka
saat menyadari diri
petualang
tak punya tujuan

serangan kesepian
sulit dihindari
dengan ilmu
meringankan tubuh
dan
yang sudah terkubur
oleh pedang
bangkit
di ruang tamu
seperti migrasi
dari negeri yang jauh
telanjang
dengan belati terhunus
berkarat

sehingga merasa
perlu kembali
belajar bersiasat
menghadapi serangan
dengan hati kosong

Tahun tahun
dengan
pedang kesombongan
terluka juga
oleh serangan
tangan kosong

Ingin bisa bertahan
dengan rasa menyerah
karena lelah
dan
hati
patah
sebab
selalu saja ada
musuh dalam selimut
bernama kenangan
mengancam
dengan senjata rahasia
namun
tetap ada rasa ingin
selalu
membuka pintu hati
agar engselnya tak berkarat
Dengan jurus tulus
mengutus hati yang puisi
sebab
peristiwa
mengandung sabda
dan
semesta
adalah universitas terbuka
mengajarkan
bagaimana cinta
menjadi sejati puisi
bukan sebatas katakata
dan
juga mengajarkan
agar pintar tak hanya
bersilat lidah
menghadapi kekosongan

Apa dengan pedang
pembunuh naga bisa
mengalahkan
naga kutukan imajinasi
yang bangkit
dari laut kesepian

24.08.2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabuhan 4/4 Luh: Narasi Perlawanan dari Dua Naskah tentang Perempuan

Next Post

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

I Nyoman Wirata

I Nyoman Wirata

Lahir dan tinggal di Denpasar.Begiat di seni lukis dan nulis puisi serta telah menerbitkan 2 buah buku kumpulan puisi.

Related Posts

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co