2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kendang Sunda dalam Flamenco dan Jazz: Indonesia dan Spanyol dalam Repertoar Adien Fazmail Quinteto di UVJF 2024

Son Lomri by Son Lomri
August 4, 2024
in Ulas Musik
Kendang Sunda dalam Flamenco dan Jazz: Indonesia dan Spanyol dalam Repertoar Adien Fazmail Quinteto di UVJF 2024

Andien Fazmail Quinteto di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

SAYA baru saja meninggalkan Rodrigo Parejo Quarted di Giri Stage setelah mereka selesai tampil. Sambil menenteng bir saya menuju ke Padi Stage menaiki tangga dari tanah. Di sana orang-orang rupanya sudah lebih dulu menunggu penampil terakhir di hari pertama Ubud Village Jazz Festival 2024.

Dengan bir masing-masing, orang-orang duduk dengan santai menantikan Adien Fazmail Quinteto (Indonesian-Spanish). Dan dua lelaki bertubuh gempal berkulit putih, dengan jenggot sedikit tebal tentunya—sedang berdiri di stand Dos Hermanos dengan jarak empat langkah dari panggung—sedang mencoba sebatang cigarette dari perempuan muda putih langsat.

Sambil menunggu perpaduan antara flamenco dan jazz lebih dekat itu, rokok besar berwarna coklat di tangannya seakan kebabasan ria yang mengingatkan sesosok Che Guevera dari Kuba, sebagaimana lagu Algo Contigo akan dimainkan sebentar lagi.

Dan dalam warna bunyi yang memiliki kekhasan, sebelum Rodrigo Parejo Quarted tampil dengan fluit yang ikonik—pula selain piano, Noe Cleric Trio dari Prancis lebih dulu menampilkan dirinya—dengan alat akordeon yang berasal dari Jerman, kalo tidak salah—setelah sore di Subak Stage.

Emon Subandi, pemain kendang Adien Fazmail Quinteto, di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Dan sekarang, kendang—dari Indonesia berbunyi di panggung meriah—berlatar jazz itu dibawakan oleh Adien Fazmail Quinteto dengan unik, sebagaimana ia berasal dari Indonesia. Ada warna flamenco dari Spanyol, dan jazz dari Amerika. Permainan menjadi sangat menyenangkan. Jazz, sebuah payung besar yang menaungi banyak genre musik sepert R&B, blues, dll—kata Wayan Gde Yudana, seniman musik tradisi dan kontemporer.

Adien Fazmail, gitaris yang mengalirkan gaya flamenco dengan tempo yang cenderung cepat—dan melodinya sedikit terdengar ketimur-timuran, karena barangkali flamenco sedikitnya terpengaruh oleh corak Arab, selain India.

“Tentu ada. Kan dari abad ke-8 sampai ke-15 Spanyol dijajah orang Arab. Jadi, pasti ada unsur-unsur dari musik Arab zaman dulu. Kalau zaman sekarang mungkin lebih kelihatan di vokal sih… resonansinya di hidung, dan ornamentasi melodi itu kaya orang ngaji. Mungkin gaya saya gak terlalu mirip sama itu sih (atau memang karena repertoire kemarin bukan flamenco traditional), tapi ada banyak penyanyi yang mirip. Juga ada pengaruh dalam tangga nada yang digunakan,” ucap Ángela López, vokalis Adien Fazmail Quinteto, Jumat (2/8/2024).

Angelia Lopez Lara, vokalis Adien Fazmail Quinteto, di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Diiringi gitar dan piano, bass—khas musik jazz, dan kendang menyatukan mereka menjadi harmoni yang utuh. Menariknya, kendang dihadirkan, selain melengkapi ternyata juga memperindah warna bunyi penampilan mereka yang tak terduga. Enjoy.

Ada beberapa lagu yang dibawakan Adien Fazmail—dari Indonesia, dengan istrinya itu, Ángela López-Lara dari Spanyol. The River (Karya Adien), No me lo creo, Todo lo que tú eres (all the things you are, versi Spanish), Siempre se vuelve a Buenos Aires, Algo Contigo, dan Bulerías Traditional.

“Saya kira, dengan membawakan flamenco ke jazz—menjadikan penampilan yang menarik untuk dipertunjukan di festival ini—terutama untuk The River, lagu saya. Dan terus, karena saya suka dengan bunyi kendang, termasuk istri saya juga, kami menambahkan alat kendang untuk menambahkan warna bunyi lain di musik kami,” jelas Adien Fazmail, sang gitaris.

Flamenco adalah salah satu genre musik dari Spanyol. Lebih banyak mempresentasikan kehidupan yang tentang apa saja, salah satunya tentang kehidupan sehari-hari. “Jenis musik ini adalah musik populer di Spanyol. Orang-orang biasa mendengarnya di sana. Flamenco adalah musik rakyat, juga jazz dari Amerika,” tutur Angela Lopez Lara, penyanyi asal Spanyol itu.

Dan memang waktu itu, Adien, dia sudah dalam “mode flamenco”—ketika membuat lagi The River, jadi apa yang dia meng-kompose dimulai dari unsur-unsur flamenco (terutama teknik rasgueo).

Astrid Sulaiman, pianis Adien Fazmail Quinteto, di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Penyanyi kelahiran Spanyol, 23 Februari 1979 itu juga menegaskan, jika tidak masalah antara flamenco ke jazz. Jazz adalah kebebasan, katanya. Unsur musik lain juga bisa saja masuk—bagaimana seseorang bisa memainkannya saja. Unsur bass dan piano, misalnya. Dalam sebuah lagu, gaya jazz bisa saja di konsep—dimainkan dengan ritem yang temponya lebih cenderung slow—atau variatif dalam repertoar musik jazz.

Adien dan Lara adalah pemain flamenco. Di satu sisi, ia lebih banyak membawakan lagu apa saja untuk bersenang-senang dan mengaransemennya ke dalam flamenco. Di Ubud Village Jazz Festival, mereka mengaransemen dari beberapa lagu dari Spanyol, Argentina, dan Kuba—yang berujudul Algo Contigo.

Suasana benar-benar seperti menerbangkan saya ke jalan Spanyol—sembari menghangatkan tubuh di musim dingin dengan wine atau di Argentina. Terlebih, sembari merokok cigarette dan menenggak bir tanpa sloki di Kuba. Che—menemani saya menghabiskan sisa bir tadi malam dalam perjuangan memotret.

Dari Kuba, Algo Contigo, adalah lagu yang membicarakan tentang cinta, seseorang yang sedang jatuh cinta lebih tepatnya. Saya merasa diri sebagai manusia gagal dalam membahasakan sebuah keberanian tentang cinta malam itu.

Adien Fazmail Quinteto di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Nada jazz malam itu benar-benar bergerak di nadi saya, lebih cepat digambarkan oleh suara gitar Adien—yang sangat cepat. Angin menghunus tajam di bibir saya, membawa ingatan, dan denting piano yang meracau indah—sedang membicarakan nasib paling terburuk dari seorang lelaki. Adien kembali memainkan gitar, pelan, mengalirkan melodi—menenangkan batinku berkecamuk.

***

Perempuan cantik yang baru saya kenal tadi sore, saya sedikit bercerita dulu, ia menggambar digital cukup bagus. Saya memotretnya. Kami berkenalan, kami menonton dan mendengar yang sama musik di malam terakhir. “Kamu mau minum bir?” tanya saya untuk merayakan pertemanan yang baru enam jam itu.

“Sepertinya perutku masih penuh dengan bir malam ini. Hehe..” ucapnya melempar senyum—dengan suara sedikit malu ia tertawa. Sebuah penolakan yang dingin. Cahaya panggung meredup, menutupi wajah saya yang malu-malu. “Lain hari kita bisa minum di tempat lain..” Lalu ia pergi untuk pulang—menggandeng tasnya ke pintu keluar. “See you…”

Adien Fazmail, flamenco guitar, di panggung UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

O, malam. O, malam. Dalam kepala saya—sebuah lagu belum selesai, “Hace falta que te diga. Que me muero por tener algo contigo?”—apakah aku perlu memberitahumu, bahwa aku sangat ingin memiliki sesuatu denganmu, bantu Ángela López mengartikan Algo Contigo untuk saya.

Tetapi sebuah lagu yang ditulis Adien di Ubud malam itu, sihir sebuah Sungai Sayan, yang mengalirkan suasana kalem—dan gemericik air mencium batu. Jazz mengalir di sana bersama Flamenco oleh gitarnya.

Apakah alam memberkatinya dalam bermusik? Yang jelas, saya kembali bersetubuh dengan malam—dengan Ubud yang gembira oleh nyanyian Ángela López dan piano Astrid Sulaiman, tentunya juga suara kendang rumah saya—Sunda. Hatur nuhun, Kang Emon—permainan yang bagus untuk kendang. Juga bass oleh Kristian Dharma.[T]

BACA artikel lain tentang UBUD VILLAGE JAZZ FESTIVAL

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Merayakan Jazz, Mencipta Kenangan, dan Mendengar Rasa dalam Bahasa Suara
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka
Siap-siap, Ubud Village Jazz Festival 2024 Segera Dimulai
Ubud Village Jazz Festival: Seratus Persen Panggung untuk Musik Jazz
Tags: festival musik jazzmusik jazzUbudUbud Village Jazz FestivalUVJF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Jazz, Mencipta Kenangan, dan Mendengar Rasa dalam Bahasa Suara

Next Post

Rason Wardjojo, Gitaris Cilik, dan Bagaimana Ia Mengenal Jazz

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Rason Wardjojo, Gitaris Cilik, dan Bagaimana Ia Mengenal Jazz

Rason Wardjojo, Gitaris Cilik, dan Bagaimana Ia Mengenal Jazz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co