2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramuan Sirih-Pinang Dalang Putu Ardiyasa dalam Fragmentari “Ngerajasinga”

Jaswanto by Jaswanto
June 28, 2024
in Khas
Ramuan Sirih-Pinang Dalang Putu Ardiyasa dalam Fragmentari “Ngerajasinga”

Putu Ardiayasa di atas panggung Ardha Candra Taman Budaya Bali

GONG kebyar belum dimainkan, tapi panggung sudah menyala. Di belakang panggung, Putu Ardiyasa menyandarkan tubuhnya di tembok, di sebuah sudut agak gelap, dekat dengan ruang rias penari. Mulutnya tak henti-henti mengunyah sesuatu.

“Ini ramuan sirih-pinang, dipadu dengan gambir dan pamor. Ini khusus dibuat ibu saya,” ujarnya.

Sembari tetap mengunyah, ia mengeluarkan sebuah kotak dari kantongnya. Isi kotak itu ternyata obat tolak angin pabrikan merk terkenal. “Saya juga bawa ramuan modern dalam kemasan sachet,” katanya sembari mencoba tertawa, tapi raut ketegangan di wajahnya tak bisa disembunyikan.

Putu Ardiyasa mengakui semua bagian tubuhnya memang terasa tegang, karena pada malam itulah ia untuk pertamakalinya memberanikan diri menjadi dalang fragmentari dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Ini pengalaman pertama, dan ini harus dilalui dengan baik,” kata Putu Ardiyasa yang akrab dipanggil Ardi itu.

Ardi menyiapkan diri dengan matang, termasuk ramuan tardisional agar suaranya tak hilang. “Jika suara sampai hilang, apalagi tumbang di atas panggung, itu cela tak terlupakan bagi seorang dalang,” ujarnya.

Fragmentari Ngerjasinga yang dipentaskan Sekaa Gong Dharma Pradangga, Desa Tukadmungga, Buleleng, pada parade gong kebyar dewasa PKB 2024 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu 22 Juni 2024 | Foto: Dokumentasi Sekaa Gong Dharma Pradangga

Malam itu, Sabtu, 22 Juni 2024, sesuai agenda parade gong kebar dewasa PKB XLVI-2024, bertemu dua sekaa gong kebyar dewasa, duta Gianyar dan duta Buleleng. Dari Gianyar tampil Sekaa Gong Batur Mahaswara, Desa Batuan. Dari Buleleng tampil Sekaa Gong Dharma Pradangga, Desa Tukadmungga. Mereka mebarung, beradu-padu,  di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Denpasar.

Ardi berperan sebagai dalang untuk fragmentari yang dimainkan Sekaa Gong Dharma Pradangga, Desa Tukadmungga. Ia lahir di Desa Selulung, Kintamani, Bangli. Sebagai dosen di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, ia tinggal di Buleleng.

“Saat ditunjuk jadi dalang, saya ragu. Kemudian saya meyakinkan diri, harus berani,” katanya.

Sesungguhnya Ardi bukanlah dalang kemarin sore, meski usianya baru 31 tahun. Ia belajar mendalang sejak kanak-kanak. Selain belajar secara otodidak, dan punya pengalaman mendalang di desa-desa, ia juga jebolan S1 program Studi Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tahun 2015, lalu tahun 2017 lulus Program Magister Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta.

Selain terbiasa mendalang untuk wayang kulit, ia mengaku kerap mendalang untuk pementasan fragmentari di Bangli atau di kampus tempatnya mengajar. Sejak kuliah ia memang punya mimpi jadi dalang fragmentari di PKB. Tahun 2024 ini mimpinya terwujud, tapi justru ia tegang, takut mengecewakan penonton.

Rasa cemas, kata Ardi, muncul ketika ia mengingat nama-nama dalang idolanya, seperti Dewa Ngakan Sayang, Ketut Kodi, dan Wayan Bawa.  “Saya selalu merasa minder ketika mengingat nama-nama dalang idola saya itu,” katanya.

Namun, di tengah rasa minder itu, ia justru punya niat untuk membuktikan diri pada tokoh-tokoh dalang idolanya itu, bahwa ia bisa mengikuti jejak mereka. Selain berlatih dengan tekun, sejak menyatakan sanggup tampil di PKB, ia juga mengikuti pantangan makan. “Sebulan sebelum pentas, saya tidak minum es, tidak makan gorengan,” katanya.   

Seluruh upaya yang dilakukan Ardi ternyata berhasil. Suara dan nyanyian yang ia lantunkan saat mendalang di atas panggung terdengar sempurna. Ia bisa mengantarkan cerita dengan baik, artikulatif, jenaka, dan dramatik. Fragmentari yang ditampilkan sekaa gong dari Desa Tukadmungga itu pun berhasil membuat penonton terpukau. 

“Ramuan sirih buatan ibu saya sangat membantu. Itu ramuan ampuh bagi seorang dalang agar tenggorokan bebas dari virus atau apa pun yang membuat suara terganggu atau bisa hilang,” ujar Ardi yang sudah menjadi dalang sejak tahun 2013 itu.

Putu Ardiyasa (pegang mik, sudut kiri bawah) ) saat mendalang Fragmentari Ngerjasinga yang dipentaskan Sekaa Gong Dharma Pradangga, Desa Tukadmungga, Buleleng, pada parade gong kebyar dewasa PKB 2024 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu 22 Juni 2024 | Foto: Dokumentasi Sekaa Gong Dharma Pradangga

Fragmentari yang dimainkan di atas panggung itu berjudul “Ngerajasinga”, yakni kisah tentang perjalanan Ki Barak Panji Sakti dari Klungkung ke Denbukit atau Buleleng, yang kemudian menjadi raja besar di wilayah Bali pesisir utara itu.

Menurut Ardi, sesuai dengan tema Jana Kerti pada PKB tahun 2024 ini,  fragmentari “Ngerajasinga” menceritakan tentang kemuliaan, harkat dan martabat manusia unggul, yakni Ni Luh Pasek, ibu dari Ki Barak Panji Sakti yang begitu tabah mendampingi anaknya. “Tentu kami juga menampilkan sosok unggul Ki Barak Panji yang berhasil membangun kerajaan besar di Buleleng,” ujarnya.   

Ketika fragmentari itu dimulai, para penabuh memberi entakan dengan atraktif, keras, dan dengan tempo yang cepat, lalu sedikit melambat saat suara Ardi sebagai dalang mulai ambil bagian. Lalu cerita bergerak hingga akhirnya mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.

Selain fragmentari, pada parade gong kebyar dewasa malam itu, sekaa gong duta Buleleng juga membawakan Tabuh Kreasi Pepanggulan Gagak Gora, dan Tari Wiranjaya.

“Saya lega, semua berjalan baik. Debut saya sebagai dalang di PKB bisa sukses,” kata Ardi lega. [T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengfragmentarikesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (2-Habis)

Next Post

Made Kranca Melangkah Bersama Gong Legendaris Jagaraga Menuju Pesta Kesenian Bali 2024

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Made Kranca Melangkah Bersama Gong Legendaris Jagaraga Menuju Pesta Kesenian Bali 2024

Made Kranca Melangkah Bersama Gong Legendaris Jagaraga Menuju Pesta Kesenian Bali 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co