13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi: Ikhtiar Menumbuhkan Ruang Kesenian bagi Masyarakat Difabel, Autism, dan Rentan

Santi Dewi by Santi Dewi
June 17, 2024
in Khas
Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi: Ikhtiar Menumbuhkan Ruang Kesenian bagi Masyarakat Difabel, Autism, dan Rentan

Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

WORKSHOP Inklusivitas Seni adalah workshop yang digagas oleh Komunitas Aghumi guna mempercakapkan tentang metode penciptaan karya untuk anak-anak dan keluarga disabilitas dalam bingkai kerja seni.

Lokakarya tersebut diadakan pada Sabtu-Minggu, 20-21 April 2024, berlokasi di Halo Coffee, Jl. Badak I no.13 Panjer, Denpasar.

Ada pun pembicara yang hadir, yakni Siluh Made Ratih Triastuti seorang terapis anak autis serta pendiri Narwastu Autism Learning Awareness. Kemudian Retno Sulistyowati, seorang seniman yang membuka ruang kreatif bagi remaja.

Hadir pula I Made Purtiasa, orang tua dengan anak berspektrum autis. Serta Wulan Dewi Saraswati sebagai founder Aghumi. Selama dua hari diskusi ini dipandu oleh moderator Putu Supartika yang merupakan seorang penulis dan wartawan.

Para pembicara dan moderator Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi hari pertama dan kedua | Foto: Dok. Panitia

Acara ini didukung oleh Pelaksanaan Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Program Layanan Produksi Media, Kategori Pendayagunaan Ruang Publik tahun 2023 yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini merupakan pra-acara “Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur” yang diselenggarakan Komunitas Aghumi. Acara ini berupaya membaca ulang narasi cagar budaya Museum Le Mayeur, Denpasar.

Melalui pendekatan ekofeminisme, diharapkan mampu membawa kesadaran khalayak publik untuk merawat bumi dan mengutamakan keadilan sosial, khususnya bagi masyarakat rentan.

Museum Le Mayeur merupakan salah satu cagar budaya di Denpasar yang mempunyai konteks kuat perihal perempuan dan laut. Melalui pendekatan performatif, program ini menampilkan isu lingkungan dan perempuan yang jarang terhubung dalam konteks cagar budaya.

Peserta Workshop, Pembicara, Moderator, dan Panitia Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

Secara berkesinambungan, Aghumi, sebagai sebuah komunitas yang memiliki konsen terhadap penyandang disabilitas, melalui kesenian dan pendampingan. Program ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin turut berpatisipasi dan mengapreasiasi proses kreatif pada ruang inklusi.

Sejak berdiri pada 2018, Aghumi menjadi salah satu komunitas seni di Bali yang berfokus pada kesehatan mental, khususnya mengasah daya cipta seni anak spektrum autisme. Aghumi menggunakan pendekatan praktik kesenian terapiutik partisipatoris dalam upaya terwujudnya penyembuhan, penyelarasan, dan kesadaran-kesadaran diri.

Maka, “keadilan sosial” dalam program ini juga tak hanya menyoal lelaki-perempuan saja. Melainkan juga diperluas dalam konteks keadilan bagi masyarakat rentan khususnya anak-anak dan disabilitas.

Alih-alih mereproduksi wacana masa lalu, program ini ingin membuka ruang agensi produksi dan distribusi pengetahuan wacana kritis kenyataan hari ini melalui situs cagar budaya.

Dalam Workshop Inklusifitas Seni tersebut, juga dihadiri kawan-kawan dari Yayasan Teratai, Yayasan Narwastu, serta komunitas seni remaja di Denpasar.

Hari pertama banyak mempercakpakan kesadaran berkomunikasi dalam konteks kesenian bersama anak dengan spektrum autism. Kemudian, peran keluarga sebagai ruang domestik untuk anak spektrum autism bekesenian. Serta, proses pendampingan anak spektrum autism dalam bekesenian.

Hari kedua membicarakan kelembagaan Narwastu dan peran Halo Coffee sebagai ruang informal yang menjawab tantangan kebutuhan fasilitas untuk anak spektrum autism dan ruang aman berkesenian remaja.

Respon-Respon Positif

Bagaimana cara kerja Aghumi dalam merangkul anak autism dan remaja yang dihadapkan pada kesiapan kondisi kesehatan mereka? Apa peluang yang diharapkan dengan hadir sebagai ruang informal anak spektrum autism dan ruang aman bekesenian bagi remaja?

Pada momen itu, Siluh Made Ratih Triastuti menegaskan bahwa autisme bukan suatu penyakit, melainkan suatu kondisi tubuh dan perkembangan. Kemudian stigma anak autis selalu dipandang sebelah mata, hal ini membuatnya jengah.

Maka ia mendirikan sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mampu mandiri, melatih keterampilan diri, dan cerdas berprilaku.

I Made Purtiasa juga mengatakan bahwa memiliki anak dengan spektrum autis adalah hal yang spesial. “Saya justru mempertanyakan, siapakah sebenarnya yang berbeda? Kita ataukah anak-anak saya ini? Saya melihat anak-anak saya sebagai guru saya yang mengajarkan saya kesabaran,” ujarnya.

“Kebetulan saya memang suka mengarahkan anak-anak saya, Keisa yang sudah sering pentas dengan Aghumi memang memiliki kegemaran berkesenian. Dia sangat suka menggambar, menyanyi, ya saya arahkan anak saya ke medium seni agar dapat berekspresi dan terapi,” lanjut Purtiasa.

Retno Sulistyowati, pendiri Halo Coffee, menerangkan bahwa dirinya membuat ruang kreatif bagi remaja agar bakat-bakat anak mampu terasah dengan diberikan kesempatan. Halo Coffee sudah menjadi tempat aman bagi para remaja yang ingin berdiskusi, menyalurkan keterampilan seni, atau berlatih mengadakan event-event menarik.

Peserta Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

Bagi Retno, perjumpaannya dengan anak-anak di Halo Coffee bukalah hal kebetulan belaka. Anak-anak yang datang ke Halo Coffee adalah mereka yang hendak mencari jati dirinya melalui banyak dinamika persitiwa remaja. Tidak jarang pula, secara natural, forum diskusi digelar untuk mempercakapkan tentang keresahan masing-masing remaja.

Wulan Dewi Saraswati, founder Aghumi, juga menyampaikan inklusifitas seni merupakan suatu pandangan, bahwa seni bukan hanya estetika atau ekslusif semata, tapi seni hadir dalam konteks sosial, seni membawa kesadaran masyarakat melalui masyarakat difabel, autism, dan masyarakat rentan.

Seni dalam konteks ini, seni mampu mendekatkan diri kita pada hal-hal inklusif, bukan sifatnya ekslusif (biasanya para seniman khusyuk berada di ruang seniman seolah kedap dari kenyataan yang ada di luar ruang dirinya).

“Aghumi yang konsen tentang ruang perempuan dan difabel, menarik untuk dipercakapkan. Hadirin diharapkan sadar dengan isu-isu kesetaraan perempuan, dan disabilitas.” ujarnya.

Sementara itu, Gusde, salah satu anggota Yayasan Teratai, menyambut baik dengan senang dan bangga diadakannya acara ini. Dan Elo, salah satu penyandang disabilitas juga mengatakan, “Senang dan bahagia karena di Bali ada komunitas yang membahas inklusivitas di bidang kesenian.”[T]

“Rahim Bahari” Komunitas Aghumi, Pertunjukan Spesial dari Orang-orang Spesial
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
The Art of Listening | Black Box Installation (Artwork, Sculpture, Sound) Jimat dan Aghumi
Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?
Tags: Komunitas AghumiNi Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le MayeurWorkshop Inklusifitas Seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Bedug PHBI Buleleng 2024: Eksperimen Itu Berwujud Alat Musik “Tak Bernama”

Next Post

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co