22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi: Ikhtiar Menumbuhkan Ruang Kesenian bagi Masyarakat Difabel, Autism, dan Rentan

Santi Dewi by Santi Dewi
June 17, 2024
in Khas
Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi: Ikhtiar Menumbuhkan Ruang Kesenian bagi Masyarakat Difabel, Autism, dan Rentan

Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

WORKSHOP Inklusivitas Seni adalah workshop yang digagas oleh Komunitas Aghumi guna mempercakapkan tentang metode penciptaan karya untuk anak-anak dan keluarga disabilitas dalam bingkai kerja seni.

Lokakarya tersebut diadakan pada Sabtu-Minggu, 20-21 April 2024, berlokasi di Halo Coffee, Jl. Badak I no.13 Panjer, Denpasar.

Ada pun pembicara yang hadir, yakni Siluh Made Ratih Triastuti seorang terapis anak autis serta pendiri Narwastu Autism Learning Awareness. Kemudian Retno Sulistyowati, seorang seniman yang membuka ruang kreatif bagi remaja.

Hadir pula I Made Purtiasa, orang tua dengan anak berspektrum autis. Serta Wulan Dewi Saraswati sebagai founder Aghumi. Selama dua hari diskusi ini dipandu oleh moderator Putu Supartika yang merupakan seorang penulis dan wartawan.

Para pembicara dan moderator Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi hari pertama dan kedua | Foto: Dok. Panitia

Acara ini didukung oleh Pelaksanaan Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Program Layanan Produksi Media, Kategori Pendayagunaan Ruang Publik tahun 2023 yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini merupakan pra-acara “Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur” yang diselenggarakan Komunitas Aghumi. Acara ini berupaya membaca ulang narasi cagar budaya Museum Le Mayeur, Denpasar.

Melalui pendekatan ekofeminisme, diharapkan mampu membawa kesadaran khalayak publik untuk merawat bumi dan mengutamakan keadilan sosial, khususnya bagi masyarakat rentan.

Museum Le Mayeur merupakan salah satu cagar budaya di Denpasar yang mempunyai konteks kuat perihal perempuan dan laut. Melalui pendekatan performatif, program ini menampilkan isu lingkungan dan perempuan yang jarang terhubung dalam konteks cagar budaya.

Peserta Workshop, Pembicara, Moderator, dan Panitia Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

Secara berkesinambungan, Aghumi, sebagai sebuah komunitas yang memiliki konsen terhadap penyandang disabilitas, melalui kesenian dan pendampingan. Program ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin turut berpatisipasi dan mengapreasiasi proses kreatif pada ruang inklusi.

Sejak berdiri pada 2018, Aghumi menjadi salah satu komunitas seni di Bali yang berfokus pada kesehatan mental, khususnya mengasah daya cipta seni anak spektrum autisme. Aghumi menggunakan pendekatan praktik kesenian terapiutik partisipatoris dalam upaya terwujudnya penyembuhan, penyelarasan, dan kesadaran-kesadaran diri.

Maka, “keadilan sosial” dalam program ini juga tak hanya menyoal lelaki-perempuan saja. Melainkan juga diperluas dalam konteks keadilan bagi masyarakat rentan khususnya anak-anak dan disabilitas.

Alih-alih mereproduksi wacana masa lalu, program ini ingin membuka ruang agensi produksi dan distribusi pengetahuan wacana kritis kenyataan hari ini melalui situs cagar budaya.

Dalam Workshop Inklusifitas Seni tersebut, juga dihadiri kawan-kawan dari Yayasan Teratai, Yayasan Narwastu, serta komunitas seni remaja di Denpasar.

Hari pertama banyak mempercakpakan kesadaran berkomunikasi dalam konteks kesenian bersama anak dengan spektrum autism. Kemudian, peran keluarga sebagai ruang domestik untuk anak spektrum autism bekesenian. Serta, proses pendampingan anak spektrum autism dalam bekesenian.

Hari kedua membicarakan kelembagaan Narwastu dan peran Halo Coffee sebagai ruang informal yang menjawab tantangan kebutuhan fasilitas untuk anak spektrum autism dan ruang aman berkesenian remaja.

Respon-Respon Positif

Bagaimana cara kerja Aghumi dalam merangkul anak autism dan remaja yang dihadapkan pada kesiapan kondisi kesehatan mereka? Apa peluang yang diharapkan dengan hadir sebagai ruang informal anak spektrum autism dan ruang aman bekesenian bagi remaja?

Pada momen itu, Siluh Made Ratih Triastuti menegaskan bahwa autisme bukan suatu penyakit, melainkan suatu kondisi tubuh dan perkembangan. Kemudian stigma anak autis selalu dipandang sebelah mata, hal ini membuatnya jengah.

Maka ia mendirikan sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mampu mandiri, melatih keterampilan diri, dan cerdas berprilaku.

I Made Purtiasa juga mengatakan bahwa memiliki anak dengan spektrum autis adalah hal yang spesial. “Saya justru mempertanyakan, siapakah sebenarnya yang berbeda? Kita ataukah anak-anak saya ini? Saya melihat anak-anak saya sebagai guru saya yang mengajarkan saya kesabaran,” ujarnya.

“Kebetulan saya memang suka mengarahkan anak-anak saya, Keisa yang sudah sering pentas dengan Aghumi memang memiliki kegemaran berkesenian. Dia sangat suka menggambar, menyanyi, ya saya arahkan anak saya ke medium seni agar dapat berekspresi dan terapi,” lanjut Purtiasa.

Retno Sulistyowati, pendiri Halo Coffee, menerangkan bahwa dirinya membuat ruang kreatif bagi remaja agar bakat-bakat anak mampu terasah dengan diberikan kesempatan. Halo Coffee sudah menjadi tempat aman bagi para remaja yang ingin berdiskusi, menyalurkan keterampilan seni, atau berlatih mengadakan event-event menarik.

Peserta Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi | Foto: Dok. Panitia

Bagi Retno, perjumpaannya dengan anak-anak di Halo Coffee bukalah hal kebetulan belaka. Anak-anak yang datang ke Halo Coffee adalah mereka yang hendak mencari jati dirinya melalui banyak dinamika persitiwa remaja. Tidak jarang pula, secara natural, forum diskusi digelar untuk mempercakapkan tentang keresahan masing-masing remaja.

Wulan Dewi Saraswati, founder Aghumi, juga menyampaikan inklusifitas seni merupakan suatu pandangan, bahwa seni bukan hanya estetika atau ekslusif semata, tapi seni hadir dalam konteks sosial, seni membawa kesadaran masyarakat melalui masyarakat difabel, autism, dan masyarakat rentan.

Seni dalam konteks ini, seni mampu mendekatkan diri kita pada hal-hal inklusif, bukan sifatnya ekslusif (biasanya para seniman khusyuk berada di ruang seniman seolah kedap dari kenyataan yang ada di luar ruang dirinya).

“Aghumi yang konsen tentang ruang perempuan dan difabel, menarik untuk dipercakapkan. Hadirin diharapkan sadar dengan isu-isu kesetaraan perempuan, dan disabilitas.” ujarnya.

Sementara itu, Gusde, salah satu anggota Yayasan Teratai, menyambut baik dengan senang dan bangga diadakannya acara ini. Dan Elo, salah satu penyandang disabilitas juga mengatakan, “Senang dan bahagia karena di Bali ada komunitas yang membahas inklusivitas di bidang kesenian.”[T]

“Rahim Bahari” Komunitas Aghumi, Pertunjukan Spesial dari Orang-orang Spesial
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
The Art of Listening | Black Box Installation (Artwork, Sculpture, Sound) Jimat dan Aghumi
Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?
Tags: Komunitas AghumiNi Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le MayeurWorkshop Inklusifitas Seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Bedug PHBI Buleleng 2024: Eksperimen Itu Berwujud Alat Musik “Tak Bernama”

Next Post

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co