23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
March 20, 2024
in Esai
Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Kartu tarot | Foto: Deviana

Mengenal apa itu Tarot dan Interpretasinya

“Wah, kamu bisa baca tarot ya? Bisa meramal masa depan dong?!.

Coba baca, siapa nama jodohku dan dimana kita akan bertemu?.

Baca dong kapan hujannya berhenti, biar gak banjir mulu nih!.”

Begitulah kurang lebih belenggu pertanyaan yang hampir setiap hari saya terima sebagai reader tarot. Tidak sedikit yang keliru, beranggapan bahwa tarot adalah sekumpulan kartu yang dijadikan sebagai media untuk meramal masa depan seseorang, dan tidak jarang dihubungkan dengan hal magis, gaib, bahkan dianggap musyrik dan menggandakan Tuhan.

Tentu saya bukan peramal yang bisa meramal nasib seseorang, bukan indigo yang bisa menebak siapa nama jodoh seseorang yang dimana saya pun ragu apakah seorang indigo bisa melakukan penerawangan tersebut atau tidak. Saya juga bukan Mbak Rara yang bisa menghentikan hujan di Sirkuit Mandalika Lombok.

Tidak bisa dipungkiri bahwa persepsi tentang tarot seperti itu akan selalu ada, dan tidak bisa memaksakan agar satu pandangan dengan tarot reader (pembaca kartu tarot). Apalagi, jika dikaitkan dengan agama. Sebenarnya apa sih tarot itu? apakah tarot bisa disebut ramalan, atau mungkin sama dengan ramalan?, dan bagaimana cara kerjanya?

Di artikel kali ini, saya akan mengajak kalian berkelana untuk mengenal apa itu tarot. Meskipun sudah di zaman yang serba modern ini, realitanya masih banyak yang percaya mengenai kartu tarot. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang mengikuti sesi tarot reading dan percaya bahwa kartu tarot dapat membantu mereka merasa lebih lega dan bisa berdamai dengan situasi sulit yang sedang dialami, serta menyingkirkan segala energi negatif yang membelenggunya.

Tarot adalah sekumpulan kartu yang terdiri dari 78 kartu, yang dimana masing-masing kartu memiliki gambar dengan makna serta interpretasi yang berbeda-beda. 22 kartu pertama disebut Major Arcana Tarot, dan 56 kartu lainnya disebut Minor Arcana Tarot yang dibagi menjadi empat bagian yaitu wands, cups, swords, dan pentacles, yang menjadi simbol dari elemen  api, air, udara, dan tanah. Major Arcana bisa dikatakan sebagai pemandu yang memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang.

Sedangkan Minor Arcana, berfokus pada tindakan atau keputusan sehari-hari yang dihadapi. Ketika seseorang melakukan reading tarot, reader tarot akan mengocok dan memilih beberapa kartu. Pada proses pembacaan yang sederhana, reader tarot atau pembaca akan memilih tiga kartu sesuai topik yang ingin ditanyakan (contoh karir) untuk menganalisa terlebih dahulu apa yang pernah terjadi di masa lalu, yang terjadi di masa kini, dan potensi yang bisa saja terjadi di masa depan.

Masing-masing kartu tarot memiliki gambar dengan makna dan interpretasi yang berbeda-beda di setiap bacaannya. Misalkan jika ada 3 orang yang sedang membaca tarot dan sama-sama mendapatkan 1 kartu dengan gambar yang sama, bukan berarti makna atau interpretasi yang didapat dari kartu tersebut sama dengan ketiga orang yang sedang membaca tarot. Hal itu dipengaruhi oleh topik atau fokus utama yang ingin dicari tahu oleh seseorang, dan yang penting adalah intuisi dan energi yang ditangkap oleh tarot reader.

Singkatnya, “tarot adalah seni mengenal kehidupan.” Meskipun tidak 100% akurat, tetapi tidak sedikit orang merasa bahwa tarot reading dapat membantu mereka untuk lebih open minded, bisa lebih mawas diri, dan mengidentifikasi solusi untuk masalah yang sekiranya sedang dihadapi. Dalam pandangan psikologi, metode tarot reading sekilas mirip dengan beberapa tes psikologis, seperti tes rorschach  (dilakukan dengan memberikan satu set gambar bercak tinta pada client/pasien)dan tes apersepsi tematik (menunjukkan gambar absurd yang menggambarkan berbagai skenario manusia).

Tentunya keberadaan tarot tidak bermaksud untuk menggantikan pendapat atau nasihat bidang profesional seperti psikolog, praktisi hukum, ahli spiritual, dan sebagainya. Bacaan kartu tarot diambil berdasarkan interpretasi dan tidak boleh dianggap absolut.

Tarot dengan Ramalan

Jika dilihat dari sisi historis, kartu tarot berasal dari permainan kartu yang disebut Tarocchi pada abad ke-15 oleh keluarga seorang adipati dari Milan, yang hanya dijadikan sebagai kartu permainan dan bukan sebagai media untuk  meramal nasib seseorang. Hingga degradasi perkembangan zaman, tarot menjadi permainan kartu populer di berbagai negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Austria, dan Swiss. Tidak jarang masih dianggap sebagai media ramalan nasib, sebagai alat bantu praktisi spiritual, atau media mawas diri melalui pendekatan intuisi.

Untuk saat ini, set tarot Rider-Waite-Smith masih menjadi kartu populer yang banyak digunakan oleh tarot reader. Perbedaan mendasar antara tarot dan ramalan adalah dalam pendekatannya terhadap waktu. Tarot lebih fokus pada pemahaman situasi saat ini dan memberikan pandangan tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan, berdasarkan pada arah yang diambil oleh seseorang dalam kehidupannya. Ini bukan meramalkan masa depan secara langsung, tetapi lebih kepada memberikan wawasan yang dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih baik.

Di sisi lain, ramalan cenderung memberikan prediksi langsung tentang apa yang akan terjadi di masa depan tanpa banyak pemahaman tentang konteks atau faktor yang terlibat. Ini seringkali lebih berfokus pada hasil konkret, tanpa memberikan banyak ruang untuk interpretasi atau pertimbangan tentang peran individu dalam menciptakan masa depan mereka sendiri.

Cara kerja Tarot

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, “bagaimana kartu tarot bekerja?.” Cara kerja tarot melibatkan beberapa tahap. Pertama-tama, pembaca tarot akan meminta klien untuk fokus pada pertanyaan atau situasi tertentu yang ingin mereka jelajahi. Kemudian, kartu-kartu akan diambil atau disusun dalam pola tertentu, yang kemudian akan diinterpretasikan oleh pembaca.

Interpretasi ini tidak hanya bergantung pada arti literal dari setiap kartu, tetapi juga pada hubungannya dengan kartu lain dalam penarikan, posisi mereka dalam pola, dan intuisi pembaca. Ini memungkinkan proses tarot menjadi lebih personal dan reflektif, karena memberikan ruang bagi klien untuk merenungkan situasi mereka sendiri dan bagaimana mereka ingin bergerak maju.

Dengan demikian, tarot dapat dilihat sebagai media mawas diri yang kuat, yang membantu seseorang untuk mengeksplorasi diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup mereka. Meskipun sering dikaitkan dengan ramalan, pendekatan ini lebih tentang refleksi dan pengembangan pribadi daripada prediksi masa depan yang tepat. Jadi kesimpulannya adalah, tarot bukan ramalan yang memberi tahu apa yang akan terjadi. Namun gambaran kehidupan yang bisa dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan. [T]

Mengintip Masa Depan Lewat Tarot, Candu atau Permainan?
Pemaknaan Laut, Perempuan, dan Tarot Mayor the Moon | Catatan Sutradara Rahim Bahari Menjelang Pentas
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
Tags: kartu tarotramalanTarot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wujudkan Rasa Bangga, Spirit Perayaan 420 Tahun Kota Singaraja

Next Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co