22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
March 20, 2024
in Esai
Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Kartu tarot | Foto: Deviana

Mengenal apa itu Tarot dan Interpretasinya

“Wah, kamu bisa baca tarot ya? Bisa meramal masa depan dong?!.

Coba baca, siapa nama jodohku dan dimana kita akan bertemu?.

Baca dong kapan hujannya berhenti, biar gak banjir mulu nih!.”

Begitulah kurang lebih belenggu pertanyaan yang hampir setiap hari saya terima sebagai reader tarot. Tidak sedikit yang keliru, beranggapan bahwa tarot adalah sekumpulan kartu yang dijadikan sebagai media untuk meramal masa depan seseorang, dan tidak jarang dihubungkan dengan hal magis, gaib, bahkan dianggap musyrik dan menggandakan Tuhan.

Tentu saya bukan peramal yang bisa meramal nasib seseorang, bukan indigo yang bisa menebak siapa nama jodoh seseorang yang dimana saya pun ragu apakah seorang indigo bisa melakukan penerawangan tersebut atau tidak. Saya juga bukan Mbak Rara yang bisa menghentikan hujan di Sirkuit Mandalika Lombok.

Tidak bisa dipungkiri bahwa persepsi tentang tarot seperti itu akan selalu ada, dan tidak bisa memaksakan agar satu pandangan dengan tarot reader (pembaca kartu tarot). Apalagi, jika dikaitkan dengan agama. Sebenarnya apa sih tarot itu? apakah tarot bisa disebut ramalan, atau mungkin sama dengan ramalan?, dan bagaimana cara kerjanya?

Di artikel kali ini, saya akan mengajak kalian berkelana untuk mengenal apa itu tarot. Meskipun sudah di zaman yang serba modern ini, realitanya masih banyak yang percaya mengenai kartu tarot. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang mengikuti sesi tarot reading dan percaya bahwa kartu tarot dapat membantu mereka merasa lebih lega dan bisa berdamai dengan situasi sulit yang sedang dialami, serta menyingkirkan segala energi negatif yang membelenggunya.

Tarot adalah sekumpulan kartu yang terdiri dari 78 kartu, yang dimana masing-masing kartu memiliki gambar dengan makna serta interpretasi yang berbeda-beda. 22 kartu pertama disebut Major Arcana Tarot, dan 56 kartu lainnya disebut Minor Arcana Tarot yang dibagi menjadi empat bagian yaitu wands, cups, swords, dan pentacles, yang menjadi simbol dari elemen  api, air, udara, dan tanah. Major Arcana bisa dikatakan sebagai pemandu yang memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang.

Sedangkan Minor Arcana, berfokus pada tindakan atau keputusan sehari-hari yang dihadapi. Ketika seseorang melakukan reading tarot, reader tarot akan mengocok dan memilih beberapa kartu. Pada proses pembacaan yang sederhana, reader tarot atau pembaca akan memilih tiga kartu sesuai topik yang ingin ditanyakan (contoh karir) untuk menganalisa terlebih dahulu apa yang pernah terjadi di masa lalu, yang terjadi di masa kini, dan potensi yang bisa saja terjadi di masa depan.

Masing-masing kartu tarot memiliki gambar dengan makna dan interpretasi yang berbeda-beda di setiap bacaannya. Misalkan jika ada 3 orang yang sedang membaca tarot dan sama-sama mendapatkan 1 kartu dengan gambar yang sama, bukan berarti makna atau interpretasi yang didapat dari kartu tersebut sama dengan ketiga orang yang sedang membaca tarot. Hal itu dipengaruhi oleh topik atau fokus utama yang ingin dicari tahu oleh seseorang, dan yang penting adalah intuisi dan energi yang ditangkap oleh tarot reader.

Singkatnya, “tarot adalah seni mengenal kehidupan.” Meskipun tidak 100% akurat, tetapi tidak sedikit orang merasa bahwa tarot reading dapat membantu mereka untuk lebih open minded, bisa lebih mawas diri, dan mengidentifikasi solusi untuk masalah yang sekiranya sedang dihadapi. Dalam pandangan psikologi, metode tarot reading sekilas mirip dengan beberapa tes psikologis, seperti tes rorschach  (dilakukan dengan memberikan satu set gambar bercak tinta pada client/pasien)dan tes apersepsi tematik (menunjukkan gambar absurd yang menggambarkan berbagai skenario manusia).

Tentunya keberadaan tarot tidak bermaksud untuk menggantikan pendapat atau nasihat bidang profesional seperti psikolog, praktisi hukum, ahli spiritual, dan sebagainya. Bacaan kartu tarot diambil berdasarkan interpretasi dan tidak boleh dianggap absolut.

Tarot dengan Ramalan

Jika dilihat dari sisi historis, kartu tarot berasal dari permainan kartu yang disebut Tarocchi pada abad ke-15 oleh keluarga seorang adipati dari Milan, yang hanya dijadikan sebagai kartu permainan dan bukan sebagai media untuk  meramal nasib seseorang. Hingga degradasi perkembangan zaman, tarot menjadi permainan kartu populer di berbagai negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Austria, dan Swiss. Tidak jarang masih dianggap sebagai media ramalan nasib, sebagai alat bantu praktisi spiritual, atau media mawas diri melalui pendekatan intuisi.

Untuk saat ini, set tarot Rider-Waite-Smith masih menjadi kartu populer yang banyak digunakan oleh tarot reader. Perbedaan mendasar antara tarot dan ramalan adalah dalam pendekatannya terhadap waktu. Tarot lebih fokus pada pemahaman situasi saat ini dan memberikan pandangan tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan, berdasarkan pada arah yang diambil oleh seseorang dalam kehidupannya. Ini bukan meramalkan masa depan secara langsung, tetapi lebih kepada memberikan wawasan yang dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih baik.

Di sisi lain, ramalan cenderung memberikan prediksi langsung tentang apa yang akan terjadi di masa depan tanpa banyak pemahaman tentang konteks atau faktor yang terlibat. Ini seringkali lebih berfokus pada hasil konkret, tanpa memberikan banyak ruang untuk interpretasi atau pertimbangan tentang peran individu dalam menciptakan masa depan mereka sendiri.

Cara kerja Tarot

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, “bagaimana kartu tarot bekerja?.” Cara kerja tarot melibatkan beberapa tahap. Pertama-tama, pembaca tarot akan meminta klien untuk fokus pada pertanyaan atau situasi tertentu yang ingin mereka jelajahi. Kemudian, kartu-kartu akan diambil atau disusun dalam pola tertentu, yang kemudian akan diinterpretasikan oleh pembaca.

Interpretasi ini tidak hanya bergantung pada arti literal dari setiap kartu, tetapi juga pada hubungannya dengan kartu lain dalam penarikan, posisi mereka dalam pola, dan intuisi pembaca. Ini memungkinkan proses tarot menjadi lebih personal dan reflektif, karena memberikan ruang bagi klien untuk merenungkan situasi mereka sendiri dan bagaimana mereka ingin bergerak maju.

Dengan demikian, tarot dapat dilihat sebagai media mawas diri yang kuat, yang membantu seseorang untuk mengeksplorasi diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup mereka. Meskipun sering dikaitkan dengan ramalan, pendekatan ini lebih tentang refleksi dan pengembangan pribadi daripada prediksi masa depan yang tepat. Jadi kesimpulannya adalah, tarot bukan ramalan yang memberi tahu apa yang akan terjadi. Namun gambaran kehidupan yang bisa dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan. [T]

Mengintip Masa Depan Lewat Tarot, Candu atau Permainan?
Pemaknaan Laut, Perempuan, dan Tarot Mayor the Moon | Catatan Sutradara Rahim Bahari Menjelang Pentas
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
Tags: kartu tarotramalanTarot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wujudkan Rasa Bangga, Spirit Perayaan 420 Tahun Kota Singaraja

Next Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co