2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
March 20, 2024
in Esai
Interpretasi Kartu Tarot Sebagai Media Mawas Diri: Apakah Sama Dengan Ramalan?

Kartu tarot | Foto: Deviana

Mengenal apa itu Tarot dan Interpretasinya

“Wah, kamu bisa baca tarot ya? Bisa meramal masa depan dong?!.

Coba baca, siapa nama jodohku dan dimana kita akan bertemu?.

Baca dong kapan hujannya berhenti, biar gak banjir mulu nih!.”

Begitulah kurang lebih belenggu pertanyaan yang hampir setiap hari saya terima sebagai reader tarot. Tidak sedikit yang keliru, beranggapan bahwa tarot adalah sekumpulan kartu yang dijadikan sebagai media untuk meramal masa depan seseorang, dan tidak jarang dihubungkan dengan hal magis, gaib, bahkan dianggap musyrik dan menggandakan Tuhan.

Tentu saya bukan peramal yang bisa meramal nasib seseorang, bukan indigo yang bisa menebak siapa nama jodoh seseorang yang dimana saya pun ragu apakah seorang indigo bisa melakukan penerawangan tersebut atau tidak. Saya juga bukan Mbak Rara yang bisa menghentikan hujan di Sirkuit Mandalika Lombok.

Tidak bisa dipungkiri bahwa persepsi tentang tarot seperti itu akan selalu ada, dan tidak bisa memaksakan agar satu pandangan dengan tarot reader (pembaca kartu tarot). Apalagi, jika dikaitkan dengan agama. Sebenarnya apa sih tarot itu? apakah tarot bisa disebut ramalan, atau mungkin sama dengan ramalan?, dan bagaimana cara kerjanya?

Di artikel kali ini, saya akan mengajak kalian berkelana untuk mengenal apa itu tarot. Meskipun sudah di zaman yang serba modern ini, realitanya masih banyak yang percaya mengenai kartu tarot. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang mengikuti sesi tarot reading dan percaya bahwa kartu tarot dapat membantu mereka merasa lebih lega dan bisa berdamai dengan situasi sulit yang sedang dialami, serta menyingkirkan segala energi negatif yang membelenggunya.

Tarot adalah sekumpulan kartu yang terdiri dari 78 kartu, yang dimana masing-masing kartu memiliki gambar dengan makna serta interpretasi yang berbeda-beda. 22 kartu pertama disebut Major Arcana Tarot, dan 56 kartu lainnya disebut Minor Arcana Tarot yang dibagi menjadi empat bagian yaitu wands, cups, swords, dan pentacles, yang menjadi simbol dari elemen  api, air, udara, dan tanah. Major Arcana bisa dikatakan sebagai pemandu yang memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang.

Sedangkan Minor Arcana, berfokus pada tindakan atau keputusan sehari-hari yang dihadapi. Ketika seseorang melakukan reading tarot, reader tarot akan mengocok dan memilih beberapa kartu. Pada proses pembacaan yang sederhana, reader tarot atau pembaca akan memilih tiga kartu sesuai topik yang ingin ditanyakan (contoh karir) untuk menganalisa terlebih dahulu apa yang pernah terjadi di masa lalu, yang terjadi di masa kini, dan potensi yang bisa saja terjadi di masa depan.

Masing-masing kartu tarot memiliki gambar dengan makna dan interpretasi yang berbeda-beda di setiap bacaannya. Misalkan jika ada 3 orang yang sedang membaca tarot dan sama-sama mendapatkan 1 kartu dengan gambar yang sama, bukan berarti makna atau interpretasi yang didapat dari kartu tersebut sama dengan ketiga orang yang sedang membaca tarot. Hal itu dipengaruhi oleh topik atau fokus utama yang ingin dicari tahu oleh seseorang, dan yang penting adalah intuisi dan energi yang ditangkap oleh tarot reader.

Singkatnya, “tarot adalah seni mengenal kehidupan.” Meskipun tidak 100% akurat, tetapi tidak sedikit orang merasa bahwa tarot reading dapat membantu mereka untuk lebih open minded, bisa lebih mawas diri, dan mengidentifikasi solusi untuk masalah yang sekiranya sedang dihadapi. Dalam pandangan psikologi, metode tarot reading sekilas mirip dengan beberapa tes psikologis, seperti tes rorschach  (dilakukan dengan memberikan satu set gambar bercak tinta pada client/pasien)dan tes apersepsi tematik (menunjukkan gambar absurd yang menggambarkan berbagai skenario manusia).

Tentunya keberadaan tarot tidak bermaksud untuk menggantikan pendapat atau nasihat bidang profesional seperti psikolog, praktisi hukum, ahli spiritual, dan sebagainya. Bacaan kartu tarot diambil berdasarkan interpretasi dan tidak boleh dianggap absolut.

Tarot dengan Ramalan

Jika dilihat dari sisi historis, kartu tarot berasal dari permainan kartu yang disebut Tarocchi pada abad ke-15 oleh keluarga seorang adipati dari Milan, yang hanya dijadikan sebagai kartu permainan dan bukan sebagai media untuk  meramal nasib seseorang. Hingga degradasi perkembangan zaman, tarot menjadi permainan kartu populer di berbagai negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Austria, dan Swiss. Tidak jarang masih dianggap sebagai media ramalan nasib, sebagai alat bantu praktisi spiritual, atau media mawas diri melalui pendekatan intuisi.

Untuk saat ini, set tarot Rider-Waite-Smith masih menjadi kartu populer yang banyak digunakan oleh tarot reader. Perbedaan mendasar antara tarot dan ramalan adalah dalam pendekatannya terhadap waktu. Tarot lebih fokus pada pemahaman situasi saat ini dan memberikan pandangan tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan, berdasarkan pada arah yang diambil oleh seseorang dalam kehidupannya. Ini bukan meramalkan masa depan secara langsung, tetapi lebih kepada memberikan wawasan yang dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih baik.

Di sisi lain, ramalan cenderung memberikan prediksi langsung tentang apa yang akan terjadi di masa depan tanpa banyak pemahaman tentang konteks atau faktor yang terlibat. Ini seringkali lebih berfokus pada hasil konkret, tanpa memberikan banyak ruang untuk interpretasi atau pertimbangan tentang peran individu dalam menciptakan masa depan mereka sendiri.

Cara kerja Tarot

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, “bagaimana kartu tarot bekerja?.” Cara kerja tarot melibatkan beberapa tahap. Pertama-tama, pembaca tarot akan meminta klien untuk fokus pada pertanyaan atau situasi tertentu yang ingin mereka jelajahi. Kemudian, kartu-kartu akan diambil atau disusun dalam pola tertentu, yang kemudian akan diinterpretasikan oleh pembaca.

Interpretasi ini tidak hanya bergantung pada arti literal dari setiap kartu, tetapi juga pada hubungannya dengan kartu lain dalam penarikan, posisi mereka dalam pola, dan intuisi pembaca. Ini memungkinkan proses tarot menjadi lebih personal dan reflektif, karena memberikan ruang bagi klien untuk merenungkan situasi mereka sendiri dan bagaimana mereka ingin bergerak maju.

Dengan demikian, tarot dapat dilihat sebagai media mawas diri yang kuat, yang membantu seseorang untuk mengeksplorasi diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup mereka. Meskipun sering dikaitkan dengan ramalan, pendekatan ini lebih tentang refleksi dan pengembangan pribadi daripada prediksi masa depan yang tepat. Jadi kesimpulannya adalah, tarot bukan ramalan yang memberi tahu apa yang akan terjadi. Namun gambaran kehidupan yang bisa dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan. [T]

Mengintip Masa Depan Lewat Tarot, Candu atau Permainan?
Pemaknaan Laut, Perempuan, dan Tarot Mayor the Moon | Catatan Sutradara Rahim Bahari Menjelang Pentas
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
Tags: kartu tarotramalanTarot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wujudkan Rasa Bangga, Spirit Perayaan 420 Tahun Kota Singaraja

Next Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co