2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Kritis dan Karakter Masyarakat yang Kolot: Ulasan Film “Membicarakan Kejujuran Diana”

Son Lomri by Son Lomri
June 1, 2024
in Esai
Pendidikan Kritis dan Karakter Masyarakat yang Kolot: Ulasan Film “Membicarakan Kejujuran Diana”

Adegan dalam film "Membicarakan Kejujuran Diana"

FILM pendek “Membicarakan Kejujuran Diana” (2021) diputar dan didiskusikan di Rumah Belajar Komunitas Mahima dalam acara Tatkala May May May 2024, Kamis (23/05/2024) malam. Seperti memberikan warna baru, film ini membahas terkait pendidikan yang tak melulu tentang masalah kurikulum, kemudian kastanisasi pedidikan, kesenjangan pendidikan, dan lain sebagainya.

Film garapan Angkasa Ramadan ini barangkali telah menjadi topik baru. Sebab memberikan ruang lain pada pikiran kita yang berbeda—untuk membahas masalah yang lain. Semisal, apakah pendidikan kritis adalah hal yang tabu di masyarakat kita?

Film tersebut menceritakan seorang siswi bernama Diana yang cerdas dan berbakat. Ia memiliki pikiran cukup kritis yang dituangkan dalam sebuah tugas bahasa Indonesia. Tugas dalam bentuk audiovisual itu nyaris sempurna dibuatnya.

Guru bahasa Indonesia di sekolah Diana memang menugaskan siswa-siswi membuat video opini dan mengunggahnya di media sosial. Di dalam video yang ia buat, Diana menyampaikan opininya terkait latar belakang pola penyebaran berita disinformasi.

Diana mengomentari, menanggapi, fakta sosial yang ada di sekelilingnya berdasarkan hasil pengamatan, bahwa selera masyarakat sangatlah rendah dan cenderung memiliki emosional yang buruk. Namun, tanpa diduga, video yang dibuat Diana viral, dan memantik pro-kontra di masyarakat atau netizen. Beberapa orang menganggap opini tersebut dianggap tak wajar—bahkan kurang ajar.

Di dalam tugasnya itu, Diana menanggapi pola masyarakat, yang mana jika musim politik, di media sosial, masyarakat kerap bertengkar hanya karena beda pilihan. Dan tak jarang  membawa pertengkaran itu sampai ke ranah keluarga karena mudah diadu domba. Belum lagi terkait selebritis dan hoak-hoak yang mudah sekali diterima sehingga menimbulkan disinformasi satu sama lain.

Diana menganggap tidak ada lagi ruang aman bagi anak yang masih belajar atau dalam fase bertumbuh dan berkembang. Isu Diana yang viral akibat netizen berkomentar buruk itu kemudian digoreng habis-habisan oleh media berita kacangan yang memanfaatkan isu tersebut sebagai berita yang menguntungkan.

Dengan judul yang menukik–provokatif, seperti “Heboh Siswinya Viral atas Pernyataan Kontroversial, Kepala Sekolah SMAN Jaya Raya Berikan Klarifikasi” itu berhasil mengadu domba antara Diana dengan kepala sekolah dan ibunya. Diana berujung dihakimi.

Seharusnya, Diana mendapat perlindungan dari pihak sekolah (kepala sekolah). Tetapi ia justru dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah—karena telah membuat gaduh di media sosial dan lingkungan masyarakat.

Sementara orang tua Diana, yang sedang berkonflik dengan Diana karena masalah pilihan jurusan kuliah, malah memaki-maki Diana di ruang kepala sekola. Momen itu menjadi puncak Diana dimaki-maki oleh ibunya sendiri. Apalagi, dalam video tugas tersebut, Diana juga menyinggung orang tuanya yang kolot cara berpikirnya—yang tidak memberikan kebebasan pada anaknya.

Padahal, Diana memiliki potensi di bidang akademik. Ia memilih jurusan sastra untuk kuliahnya nanti. Tapi ibunya tidak setuju dengan itu karena sastra tidak menjanjikan finansial yang pasti.  Masa depan Diana terbentur pilihan orang tuanya. Kekritisan seorang Diana berujung pada sebuah label paten “anak durhaka!”.

Diana divonis masuk neraka sebab tak taat. Sebuah adagium “surga ada di telapak kaki seorang ibu” menjadi dalil mutakhir, menjadikan ibu Diana merasa benar pada pendiriannya itu dan cenderung mengabaikan pikiran sehat anaknya.

Secara keseluruhan, tentu film pendek tersebut sangat realite dengan kultur kita. Apalagi perpektif moral sebagai pertimbangan baik dan buruk oleh para orang tua atau masyarakat kita masih banyak yang keliru.

Sebab, tolok ukur mereka terhadap baik dan buruk hanya berdasarkan ketaatan—bukan pada pertanyaan dasar: mengapa si anak memiliki pandangan A dan bukan B, dan atau mengapa si anak menolak pilihan yang dipilihkan oleh orang tuanya dan lebih memilih pilihannya sendiri.

Dalam hal ini, seharusnya demikianlah (beberapa pertanyaan dasar tadi) yang menjadi pertimbangan para orang tua, bukan hanya pada sebuah pilihannya sendiri yang cenderung otoriter—mutlak: tanpa pilihan boleh atau tidak. Tanpa ada alasan apa lagi.

Jika kondisi sosial seperti itu masih ada di masyarakat, saya kira bangsa ini masih belum bisa menerapkan pendidikan kritis di setiap sekolah-sekolah yang berhasil dibangun dari pelosok hingga kota itu.

Pengemasan isu sosial yang sederhana dari film “Membicarakan Kejujuran Diana” telah memberikan efek yang cukup berkesan. Sehingga, secara teknis, film pendek tersebut memiliki penyampaian pesan yang baik, menurut saya.

Sebagai penonton, saya bahkan berpikir ulang tentang pendidikan kita yang sepertinya belum bisa membebaskan siapa saja dari kedangkalan berpikir.

Untuk berpikir terlalu pintar atau kritis, kita harus siap-siap sebab masyarakat adalah tantangan utamanya, lebih-lebih orang tua atau keluarga. Sebab berbeda sendiri adalah tantangan yang mengerikan di tengah orang-orang yang memuja keseragaman. Tapi, sampai kapan kondisi seperti ini akan terus berlangsung?[T]

Percayalah, Semua Doa Itu Baik: Catatan Kecil Film “Berdoa, Mulai”
Film “Bersama Membangun Negeri”, Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?
Jawan, Film Angry Young Man?
Tags: film pendekTatkala May May May 2024Ulas Film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Percayalah, Semua Doa Itu Baik: Catatan Kecil Film “Berdoa, Mulai”

Next Post

Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024

Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co