14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi by Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
May 9, 2024
in Khas
Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Kunjungan PMI Buleleng ke Panti Asuhan Destawan | Foto: Swandewi

ROMBONGAN anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng sampai di Panti Asuhan Destawan. Jarak 16 km ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dari jantung Kota Singaraja menuju Desa Sawan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Tempat itu sederhana saja, bangunan dengan cat warna-warni dan dihiasi berbagai jenis tanaman bercorak hijau, memberikan kesan ceria dan nyaman untuk anak-anak yang tinggal di sana.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membawa delapan dus ATK dan sejumlah uang. Ini merupakan bentuk program bakti sosial serangkaian Hari Palang Merah Sedunia. Program ini muncul dari bentuk kepedulian relawan PMI Buleleng kepada masyarakat, khususnya bagi Panti Asuhan Destawan.

Pada sore yang mendung, jalan kecil di pinggiran desa menjadi arena bagi pertarungan antara kendaraan dan kondisi jalanan yang rusak. Meskipun gerimis mendaulat, aktivitas tetap berlangsung dengan cepat di jalur tersebut.

Dua mobil saling berpapasan dengan hati-hati, menjaga jarak agar tidak terjadi tabrakan di tengah jalan yang sempit. Suara gemuruh roda kendaraan yang melintas dan bunyi gemerincing pecahan aspal yang retak menambah kesan dramatis pada suasana sore itu.

PMI Kabupaten Buleleng menyerahkan bantuan ATK dan dana kepada Ketua Panti Asuhan Destawan | Foto: Swandewi

Namun, di tengah-tengah kekacauan tersebut, keindahan alam masih bersinar. Pepohonan hijau yang berjejer di tepi jalan memberikan sentuhan segar dan menyejukkan, meskipun dedaunannya agak basah oleh hujan ringan. Cahaya temaram dari langit yang mendung menciptakan kontras yang menakjubkan dengan warna-warna alam yang tetap terjaga.

Seketika, dalam keadaan yang tak menentu itu, jalan yang sempit dan rusak itu terlihat seperti panggung pertunjukan alam yang memukau. Kontras antara kerusakan fisik dan keindahan alam menciptakan sebuah harmoni yang tak terduga, mengingatkan kita bahwa di tengah-tengah kekacauan, masih ada kecantikan yang patut disyukuri.

Dalam perjalanan menuju panti, memasuki gang dengan jalan semen yang sesekali dilalui motor membawa rumput untuk pakan sapi. Jalan menurun yang licin akibat kerikil-krikil yang berhamburan. Kedua kaki dipakai untuk menjaga keseimbangan.

Made Pasek Yasa, Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng, berdiri di hadapan anak-anak yang duduk di kursi plastik. Warnanya sedikit pudar, karena telah dimakan waktu. Pasek Yasa menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan serangkaian dari kegiatan Red Cross In Action (Aksi Palang Merah).

“Tidak hanya kegiatan ini saja, namun juga pada punjak acara tanggal 12 Mei nanti, akan ada perlombaan, jalan santai, donor darah, dan kegiatan kemanusiaan lainnya,” ujar Yasa menjelaskan.

Luh Putu Dian Ariantini (17), salah seorang panitia RCA menyampaikan bahwa tujuan diadakannya bakti sosial ini bukan semata mata sebagai rangkain acara saja. “Tetapi, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Karena tidak semua orang beruntung,” ujar siswi SMA Negeri 4 Singaraja itu.

Dian juga mengatakan bahwa ATK yang dikumpulkan berasal dari kepedulian para panitia dan juga beberapa sekolah di wilayah kabupaten Buleleng—dan dari masyarakat tentu saja.

Relawan PMI yang terdiri dari Satuan Inti Palang Merah Remaja (PMR), yakni perwakilan dari sekolah menengah dan jajarannya, Korps Sukarela, disambut oleh anak-anak panti asuhan. Mereka mengenakan pakaian sederhana, namun penuh dengan senyuman hangat.

Terlihat mereka sibuk membersihkan halaman panti dengan sapu-sapu kecil, serta mengosek-osek jalan di sekitarnya. Meskipun hidup dalam keterbatasan, mereka dengan gigih berusaha menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Anak-anak di sini berjumlah 35 orang, paling kecil umur 5 tahun. Saya ajak tinggal di rumah saya di Pulau Obi, bersama istri saya,” ujar Ketut Suterisna, Ketua Panti Asuhan, Rabu, (8/5/2024) sore.

Di panti asuhan tersebut, di sela-sela waktu, mereka yang sudah cukup dewasa memanfaatkan sisa tenaganya untuk memanfaatkan hasil kebun dan memelihara sapi, babi, dan ayam.  Suterisna bersyukur karena berkat semangat anak-anak panti, tidak perlu khawatir untuk makan sehari-hari. Mereka tidak perlu beli. Di sana sudah ada.

Sosok Pahlawan di Balik Panti

Di balik Panti Asuhan Destawan, terdapat sosok-sosok pahlawan yang mengadikan dirinya untuk kemanusiaan. Salah satunya adalah Dadong Cening Wartini, nenek yang telah mengabdi selama 10 tahun di panti asuhan tersebut.

Dia mejadi tukang ijeng, karena rumahnya dekat dengan panti. Hanya dengan berjalan kaki, ia sering berkunjung dan sering kali menginap. Dadong Cening, yang telah linglung, orang yang lupa dengan umurnya sendiri ini, secara sukarela menyiapkan makanan ke anak-anak panti.

Dapur Panti Asuhan Destawan | Foto: Swandewi

Berbekal hasil kebun anak-anak panti, Dadong Cening memasak di dapur yang masih sederhana, dengan dinding hitam akibat kepulan asap kayu. Alat-alat masak pun sudah tidak apik lagi, dan terlihat menghitam karena disulut api di atas tungku yang masih menggunakan kayu bakar itu. Dadong Cening memasak nasi sekali di pagi hari, dan lauk dua kali di pagi dan sore hari.

Dadong Cening, bersama anak-anak panti, biasanya bangun pukul 5 pagi. Ada yang sibuk membersihkan kamar dan halaman. Ada yang memberi makan hewan peliharaan. Di sana ada ekor monyet yang diikat di mainan bola dunia yang terbuat dari besi dengan cat warna warni. Wahana mainan yang biasanya dipakai anak-anak bermain itu, di sana justru dipakai monyet bermain.

Ada juga musang berbulu oranye. Hewan itu dikurung dalam sangkar besar terbuat dari besi Dia agresif saat melihat kedatangan rombongan PMI. Seakan-akan penasaran dan ingin ikut bermain.

Selain Dadong Cening, di panti juga ada Meme Luh Wastini, relawan lainnya yang juga sudah berusia senja, 79 tahun, yang bertugas sebagai tukang Banten.

Di panti itu, selain dikelola oleh Ketut Suterisna dan istrinya, terdapat juga 5 relawan. Orang-orang itu telah berusia senja, namun tetap setia sebagai relawan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang terus menoreh kebaikan di tengah arus waktu yang terus berjalan.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Penulis: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Editor: Jaswanto

Tags: bakti sosialPanti Asuhan DestawanPMIPMI Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

LONTAR SANGHYANG WIDHI DI GEDONG KIRTYA

Next Post

Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya

Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co