2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR SANGHYANG WIDHI DI GEDONG KIRTYA

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2024
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

_— Catatan Harian Sugi Lanus, 9 Mei 2024.

Pada tahun 1940 Perpustakaan Gedong Kirtya — ketika itu masih bernama Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk — menerbitkan buku kecil LIJST DER AANWINSTEN VAN DE LONTAR BIBLIOTIEKK TUSSCHEN JUNI 1936 EN FEBRUARI 1939(DAFTAR AKUISISI [PENGADAAN] PERPUSTAKAAN LONTAR KIRTYA — ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939). Di dalamnya terdapat judul-judul lontar yang diakuisi/dibeli oleh Perpustakaan Gedong Kirtya.

Pustakawan yang bertugas mengadakan dan membuat catatan daftar judul lontar dan keterangannya adalah pustakawan handal I Wajan Bhadra. Dalam sambutan atau kata pengantarnya Bhadra menjelaskan beberapa hal sangat menarik.

Di sini akan dikutip secara penuh pengantarnya.

——————————

LIJST DER AANWINSTEN VAN DE LONTAR BIBLIOTIEKK TUSSCHEN JUNI 1936 EN FEBRUARI 1939.

Van de inrichting der lijst van de aanwinsten in de verie nummers, wordt nu slechts in zooverre afgeweken, dat iedere titel van een noot is voorzien. Op deze wijze wordt getracht ook aan lezers, die nog niet bekend zijn met den inhoud van verschillende handschriften welke in de Catalogi Van Dr. Juynboll en Dr. Brandes reeds zijn opgenomen, een zeer korte medejeeling te doen omtrent aard of inhoud dor lontars.

De aanwinsten gedurende bovenvermelde periode bedragen 276 exx. ; het groote aantal verschillende geschriften, thans in de bibliotheek reeds aanwezig, in aanmerking genomen, is het een hoopvol verschijnsel. Het beteekent immers dat vele ouderwetsche lontarbezitters minder schroomvallig zijn geworden bij het uitleenen van hun lontars.

Het uitzoeken van “onbekende” lontars is dan ook ten gevolge van hot groote aantal der Kirtya reeds aanwezige handschriften, tijdroovender geworden. Vaak levert een onderzoek van 35 a 40 lontars slechts 2 exx. aan nieuwe geschriften op.

Aan versjes, volksgedichten en volksverhalen wordt nu meer aandacht geschonken; het geslacht der oude vertellers en vertelsters— sommigen zijn a.h.w..vertellingen- en sprookjesarsenalen— dreigt uit to sterven. Het is dus thans zaak, zoo véél en zoo gauw mogelijk op te teekenen.

De ondervolgende lijst strekt tot vervolg op die voorkomende in Mededeelingen Aflevering V.

De Bibliothecaris, I Wajan Bhadra.

——————————

Terjemahannya:

DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939.

Struktur daftar perolehan pada terbitan baru kini hanya berbeda sebatas setiap judul diberi catatan. Dengan cara ini juga dilakukan upaya untuk menginformasikan kepada pembaca yang belum mengetahui isi berbagai manuskrip yang terdapat dalam Katalog Dr. Juynboll dan Dr. Brandes sudah dicantumkan, untuk memberikan penjelasan singkat tentang sifat atau isi lontar.

Perolehan selama periode di atas berjumlah 276 exx. ; Mengingat banyaknya tulisan berbeda yang ada di perpustakaan, ini merupakan fenomena yang penuh harapan. Artinya, banyak pemilik lontar kolot yang sudah tidak segan-segan meminjamkan lontarnya.

Oleh karena itu, memilah lontar-lontar yang “tidak diketahui” menjadi lebih memakan waktu karena banyaknya naskah Kirtya yang sudah ada. Seringkali penelitian terhadap 35 sampai 40 lontar hanya menghasilkan 2 exx. dari tulisan-tulisan baru.

Perhatian lebih kini diberikan pada sajak, puisi rakyat, dan cerita rakyat; keluarga pendongeng dan pendongeng lama – beberapa di antaranya seolah-olah merupakan gudang cerita dan dongeng – berada dalam bahaya kepunahan. Jadi sekarang penting untuk mencatat sebanyak dan secepat mungkin.

Daftar berikut ini merupakan kelanjutan dari daftar pada Pengumuman Episode V.

Pustakawan, I Wajan Bhadra.

——————————

Pengantar I Wajan Bhadra memberikan kita pemahaman, bahkan pada tahun 1939-1940 pun telah terdapat kekhawatiran akan adanya kepunahan sastra tradisi, gejalanya yang memudar semakin membuatnya khawatir.

Bhadra merasakan dirinya seakan berlomba dengan waktu. Ia menekankan agar pembacanya lebih perhatian pada pada sajak, puisi rakyat, dan cerita rakyat, karena ia merasa bahwa: “…keluarga pendongeng dan pendongeng lama – beberapa di antaranya seolah-olah merupakan gudang cerita dan dongeng – berada dalam bahaya kepunahan. Jadi sekarang penting untuk mencatat sebanyak dan secepat mungkin.”

Sebagai cendikiawan yang tercerahi I Wajan Bhadra paham bahwa dongeng dan tradisi lisan adalah gudang nilai-nilai yang menjadi sadaran pendidikan budi pekerti sedang terancam punah.

DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939 berisi daftar 276 lontar dengan catatan kaki penjelasan yang sangat penting. Dikerjakan dengan rapi oleh I Wajan Bhadra.

Saya menulis catatan ini dan berkepentingan dengan DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939 dari Gedong Kirtya karena di dalamnya mengandung informasi tentang lontar yang berisi penjelasan rumusan SANGHYANG WIDHI yang sedang saya teliti. [Selama 10 tahun terakhir saya melakukan riset secara independen mengenai cikal bakal atau muasal pemakaian istilah Sanghyang Widhi dalam teks Kawi dan Bali].

Halaman 5 dari list akusisi/pengadaann lontar Kirtya tersebut berisi daftar lontar sangat menarik:

Sebagai berikut:

—————————

1399 Brayut (1)  20 IV d

1458 Buddha kacapi cěměng (2) 15 III d

1411 Buddha prayogas (3) 15 III d

1450 Bwaya Dodokan (4) 41 VI b

 -c-

1544 Cacimpedan (5) 6 IV d

1548 Cacimpedan (6) 3 IV d

1407 Calonarang (Kaputusan) (7) 11 III c

1378 Campurtalo (Kaputusan) (8) 8 III d

1445 Campurtalo (9) 10 III b

1498 Campurtalo (10) 11 III  c

1414 Candragni (11) 74 III c

1545 Canting kuning (12) 11 III b

1515 Carcan ayam (13) 105 III c

1406 Carcan jadma (14) 14 III c

1436 Caturyuga (15) 18 II b

1455 Citramidhara (16) 142 IV d

1) Zeer kleine verschillen in woordkeus met Cod. 316.

2) Andere inhoud dan No: 294,

3) Over behandeling van zwangere vrouwen; symptomen van zwangerschap, het begraven van nageboorte en iets over kanda empat:

4) Een gedicht over een krokodillen-rijk (in West-Lomboksch Balisch).

5) Raadsels in dichtvorm.

6) Raadsels in dichtvorm; dit geschrift geeftmoderne voorwer”een op, (zooals een radio-toestel, voetbal).

7) Zie Kaputusan Calonarang.

8) Zie Kaputusan Campurtalo (zie Campurtalo).

9) Kleine redactie-verschillen.

10) Tets uitgebreider dan. 1445. (zie ook No. 452 en 1005).

11) Een soort Krtabhásá met speculaties over de beteekenis van de lettergrepen van het bekende: Om awighnam astu. Vaak heel zonderlinge interpretaties.

12) Over het scheppen van Bhatara’s door Sanghyang Widhi, den allerhoogsten (niet vereerden) God der Baliërs. De Baliërs beschouwt Hem als de Lotsbeschikker.

13) Vollediger dan No:456; over vechthanen; kenmerken, het uitkiezen van tegenstanders voor de vechthanen van bepaalde kleur en met bepaalde eigenschappen.

14) Redactie verschillen, het begin en eind anders dan bij No:921 (zie Meded.afl.lV),

15) Bestaat uit 2 deelenle:proza,(folio 1 tot en met 11). (In hoog Balisch); 2e: in macepat-maten.

16) Een soort Pañji-romān.

___________________

Yang perlu mendapat terjemahan di sini adalah keterangannya:

1) Perbedaan pilihan kata dengan Cod sangat kecil. 316.

2) Isi selain No: 294,

3) Tentang pengobatan ibu hamil; gejala kehamilan, penguburan pasca melahirkan dan sedikit tentang kanda empat :

4) Puisi tentang kerajaan buaya (dalam bahasa Bali Lombok Barat).

5) Teka-teki dalam bentuk puisi.

6) Teka-teki dalam bentuk puisi; Tulisan ini menyebutkan benda-benda modern (seperti radio, sepak bola).

7) Lihat Kaputusan Calonarang.

8) Lihat Kaputusan Campurtalo (lihat Campurtalo).

9) Perbedaan pengeditan kecil.

10) Uji lebih ekstensif dari. 1445. (lihat juga No. 452 dan 1005).

11) Semacam Krtabhásá dengan spekulasi tentang arti suku kata yang diketahui: Om awighnam astu. Seringkali penafsirannya sangat aneh.

12) Tentang penciptaan Bhatara oleh Sanghyang Widhi, Dewa Bali yang tertinggi (tidak dimuliakan). Orang Bali menganggapnya sebagai Penahbis.

13) Lebih lengkap dari No:456; tentang ayam aduan; ciri-cirinya, pemilihan lawan untuk ayam aduan dengan warna tertentu dan sifat-sifat tertentu.

14) Perbedaan editorial, awal dan akhir berbeda dengan No:921 (lihat Meded.epl.lV),

15) Terdiri dari 2 bagian: prosa, (folio 1 s/d 11). (Dalam bahasa Bali tinggi); 2: dalam ukuran macepat.

16) Semacam romansa Pañji.

Perhatian saya pada keterangan no 12. yang menjelaskan isi dari lontar CANTING KUNING adalah “Tentang penciptaan Bhatara oleh Sanghyang Widhi, Tuhan orang Bali yang tertinggi (tidak disembah). Orang Bali menganggapnya sebagai Penahbis.”

[Lontar CANTING KUNING kemudian diteliti secara khusus oleh Hooykaas dan telah diterbitkan secara terpisah, dalam bukunya COSMOGONY AND CREATION IN BALINESE TRADITION,  tahun 1974. I Wajan Bhadra telah menyebutkan, setidaknya memberikan catatan singkat tersebut tahun 1939-1940, jauh sebelum terbitan Hooykaas].

Yang perlu dicermati keterangan I Wajan Bhadra menyebutkan Sanghyang Widhi “tidak dimuliakan” — Over het scheppen van Bhatara’s door Sanghyang Widhi, den allerhoogsten (niet vereerden) God der Baliërs. De Baliërs beschouwt Hem als de Lotsbeschikker. Apa maksudnya dengan “tidak dimuliakan” (niet vereerden)? Mungkin maksud dari Bhadra adalah Sanghyang Widhi  tidak dipuja sebagaimana dewata lainnya yang punya pelinggih khusus? Atau yang dipuja orang Bali dalam keseharian pemujaan adalah para Bhatara ciptaan dari Sanghyang Widhi?

Sekalipun saya baca dalam lontar Bhuwana Mahbah bahwa memuja Sanghyang Widhi dilakukan di Kemulan, ajaran ini tidak menjadi mainstream di Bali. Kemulan disebut sebagai pemujaan Bhatara Guru (nama populer manifestasi Sang Hyang Widhi dalam tradisi Śiwa-siddhanta di Nusantara). Sehingga pemuliaan secara langsung berupa ‘maturan’ atau ‘mabanten’ ke Ida Sanghyang Widhi memang kenyataanya tidak berbentuk banten atau sesaji. Sebagai contoh, tidak ada banten untuk Sanghyang Widhi, yang ada adalah ‘sesayut’ untuk Bhatara Guru. Sanghyang Widhi dalam keseharian masyarakat Bali lebih sebagai sebuah “puncak teologi” Hindu Bali: Masyarakat Bali mengakui bahwa Sanghyang Widhi adalah sebagai Sanghyang Tuduh, Sang Pentabis atau Tuduh, muasal semua Kedewataan, menjadi puncak Ketuhanan Hindu Bali, tetapi memang tidak ada banten atau sesaji atau piodalan untuk Sanghyang Widhi; mungkin ini yang dimaksud oleh Bhadra. Di atas segala Dewata yang dipuja dan disembah itulah Sanghyang Widhi, tidak terbayangkan, yang disembah adalah Bhatara-Bhatari ciptaan atau manifestasi dari Sanghyang Widhi.

Ada beberapa lontar lain terkait penjelasan Sanghyang Widhi disimpan di Kirtya, saya cukup bahas di sini sekilas keterangan dari lontar Canting Kuning yang mendapat penjelasan singkat dari I Wajan Bhadra, sebagai bukti bahwa orang Bali telah lama memahami rumusan tentang Ida Sanghyang Widhi, ada lontar khusus tentang hal ini, dan sudah menjadi tradisi sastra penyebutan Tuhan tertinggi dalam Hindu di Bali dan tradisi Kawi (Jawa Kuno) adalah Sanghyang Widhi —bukan hal yang baru mengekor tradisi penterjemahan Alkitab ke dalam bahasa Bali, sebagaimana ditulis para penulis sejarah Hindu Bali yang pengetahuannya masih di permukaan, tanpa pernah mendalami lontar-lontar berbahasa Kawi dan Bali. Lontar Canting Kuning salah satu bukti bahwa orang Bali menyebut Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sanghyang Widhi jauh sebelum terbitnya terjemahan kitab-kitab agama Kristen berbahasa Bali yang menyebutkan Tuhan sebagai Sanghyang Widhi dan putra-Nya sebagai Sanghyang Yesus.

Kumpulan lontar-lontar lain terkait dengan rumusan Sanghyang Widhi dalam bahasa Kawi dan Bali sedang saya tulis secara komprehesif secara ilmiah dan akan terbit dalam karya ilmiah. Catatan ini dapatlah sekiranya menjadi petunjuk awal bagi peminat dan pemerhati teologi Hindu Bali: Jika ingin mengawali pembahasan dasar teologi Sanghyang Widhi sebaiknya membaca secara tuntas terlebih dahulu lontar CANTING KUNING yang sangat kuno, tersedia di Gedong Kirtya, tersimpan dengan kode penyimpanan: 1545 Canting kuning, 11 III b.

BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS

WAIKUNTHA DALAM LONTAR PEMBELAJARAN AKSARA BALI TINGKAT TINGGI
Hindu Bali: Om, Ong atau Wong?
Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga
Tags: Gedong KirtyahinduHindu Balilontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Jalan Ahmad Yani Singaraja Pukul Sepuluh Malam

Next Post

Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co