2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LONTAR SANGHYANG WIDHI DI GEDONG KIRTYA

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2024
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

_— Catatan Harian Sugi Lanus, 9 Mei 2024.

Pada tahun 1940 Perpustakaan Gedong Kirtya — ketika itu masih bernama Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk — menerbitkan buku kecil LIJST DER AANWINSTEN VAN DE LONTAR BIBLIOTIEKK TUSSCHEN JUNI 1936 EN FEBRUARI 1939(DAFTAR AKUISISI [PENGADAAN] PERPUSTAKAAN LONTAR KIRTYA — ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939). Di dalamnya terdapat judul-judul lontar yang diakuisi/dibeli oleh Perpustakaan Gedong Kirtya.

Pustakawan yang bertugas mengadakan dan membuat catatan daftar judul lontar dan keterangannya adalah pustakawan handal I Wajan Bhadra. Dalam sambutan atau kata pengantarnya Bhadra menjelaskan beberapa hal sangat menarik.

Di sini akan dikutip secara penuh pengantarnya.

——————————

LIJST DER AANWINSTEN VAN DE LONTAR BIBLIOTIEKK TUSSCHEN JUNI 1936 EN FEBRUARI 1939.

Van de inrichting der lijst van de aanwinsten in de verie nummers, wordt nu slechts in zooverre afgeweken, dat iedere titel van een noot is voorzien. Op deze wijze wordt getracht ook aan lezers, die nog niet bekend zijn met den inhoud van verschillende handschriften welke in de Catalogi Van Dr. Juynboll en Dr. Brandes reeds zijn opgenomen, een zeer korte medejeeling te doen omtrent aard of inhoud dor lontars.

De aanwinsten gedurende bovenvermelde periode bedragen 276 exx. ; het groote aantal verschillende geschriften, thans in de bibliotheek reeds aanwezig, in aanmerking genomen, is het een hoopvol verschijnsel. Het beteekent immers dat vele ouderwetsche lontarbezitters minder schroomvallig zijn geworden bij het uitleenen van hun lontars.

Het uitzoeken van “onbekende” lontars is dan ook ten gevolge van hot groote aantal der Kirtya reeds aanwezige handschriften, tijdroovender geworden. Vaak levert een onderzoek van 35 a 40 lontars slechts 2 exx. aan nieuwe geschriften op.

Aan versjes, volksgedichten en volksverhalen wordt nu meer aandacht geschonken; het geslacht der oude vertellers en vertelsters— sommigen zijn a.h.w..vertellingen- en sprookjesarsenalen— dreigt uit to sterven. Het is dus thans zaak, zoo véél en zoo gauw mogelijk op te teekenen.

De ondervolgende lijst strekt tot vervolg op die voorkomende in Mededeelingen Aflevering V.

De Bibliothecaris, I Wajan Bhadra.

——————————

Terjemahannya:

DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939.

Struktur daftar perolehan pada terbitan baru kini hanya berbeda sebatas setiap judul diberi catatan. Dengan cara ini juga dilakukan upaya untuk menginformasikan kepada pembaca yang belum mengetahui isi berbagai manuskrip yang terdapat dalam Katalog Dr. Juynboll dan Dr. Brandes sudah dicantumkan, untuk memberikan penjelasan singkat tentang sifat atau isi lontar.

Perolehan selama periode di atas berjumlah 276 exx. ; Mengingat banyaknya tulisan berbeda yang ada di perpustakaan, ini merupakan fenomena yang penuh harapan. Artinya, banyak pemilik lontar kolot yang sudah tidak segan-segan meminjamkan lontarnya.

Oleh karena itu, memilah lontar-lontar yang “tidak diketahui” menjadi lebih memakan waktu karena banyaknya naskah Kirtya yang sudah ada. Seringkali penelitian terhadap 35 sampai 40 lontar hanya menghasilkan 2 exx. dari tulisan-tulisan baru.

Perhatian lebih kini diberikan pada sajak, puisi rakyat, dan cerita rakyat; keluarga pendongeng dan pendongeng lama – beberapa di antaranya seolah-olah merupakan gudang cerita dan dongeng – berada dalam bahaya kepunahan. Jadi sekarang penting untuk mencatat sebanyak dan secepat mungkin.

Daftar berikut ini merupakan kelanjutan dari daftar pada Pengumuman Episode V.

Pustakawan, I Wajan Bhadra.

——————————

Pengantar I Wajan Bhadra memberikan kita pemahaman, bahkan pada tahun 1939-1940 pun telah terdapat kekhawatiran akan adanya kepunahan sastra tradisi, gejalanya yang memudar semakin membuatnya khawatir.

Bhadra merasakan dirinya seakan berlomba dengan waktu. Ia menekankan agar pembacanya lebih perhatian pada pada sajak, puisi rakyat, dan cerita rakyat, karena ia merasa bahwa: “…keluarga pendongeng dan pendongeng lama – beberapa di antaranya seolah-olah merupakan gudang cerita dan dongeng – berada dalam bahaya kepunahan. Jadi sekarang penting untuk mencatat sebanyak dan secepat mungkin.”

Sebagai cendikiawan yang tercerahi I Wajan Bhadra paham bahwa dongeng dan tradisi lisan adalah gudang nilai-nilai yang menjadi sadaran pendidikan budi pekerti sedang terancam punah.

DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939 berisi daftar 276 lontar dengan catatan kaki penjelasan yang sangat penting. Dikerjakan dengan rapi oleh I Wajan Bhadra.

Saya menulis catatan ini dan berkepentingan dengan DAFTAR AKUISISI PERPUSTAKAAN LONTAR ANTARA JUNI 1936 DAN FEBRUARI 1939 dari Gedong Kirtya karena di dalamnya mengandung informasi tentang lontar yang berisi penjelasan rumusan SANGHYANG WIDHI yang sedang saya teliti. [Selama 10 tahun terakhir saya melakukan riset secara independen mengenai cikal bakal atau muasal pemakaian istilah Sanghyang Widhi dalam teks Kawi dan Bali].

Halaman 5 dari list akusisi/pengadaann lontar Kirtya tersebut berisi daftar lontar sangat menarik:

Sebagai berikut:

—————————

1399 Brayut (1)  20 IV d

1458 Buddha kacapi cěměng (2) 15 III d

1411 Buddha prayogas (3) 15 III d

1450 Bwaya Dodokan (4) 41 VI b

 -c-

1544 Cacimpedan (5) 6 IV d

1548 Cacimpedan (6) 3 IV d

1407 Calonarang (Kaputusan) (7) 11 III c

1378 Campurtalo (Kaputusan) (8) 8 III d

1445 Campurtalo (9) 10 III b

1498 Campurtalo (10) 11 III  c

1414 Candragni (11) 74 III c

1545 Canting kuning (12) 11 III b

1515 Carcan ayam (13) 105 III c

1406 Carcan jadma (14) 14 III c

1436 Caturyuga (15) 18 II b

1455 Citramidhara (16) 142 IV d

1) Zeer kleine verschillen in woordkeus met Cod. 316.

2) Andere inhoud dan No: 294,

3) Over behandeling van zwangere vrouwen; symptomen van zwangerschap, het begraven van nageboorte en iets over kanda empat:

4) Een gedicht over een krokodillen-rijk (in West-Lomboksch Balisch).

5) Raadsels in dichtvorm.

6) Raadsels in dichtvorm; dit geschrift geeftmoderne voorwer”een op, (zooals een radio-toestel, voetbal).

7) Zie Kaputusan Calonarang.

8) Zie Kaputusan Campurtalo (zie Campurtalo).

9) Kleine redactie-verschillen.

10) Tets uitgebreider dan. 1445. (zie ook No. 452 en 1005).

11) Een soort Krtabhásá met speculaties over de beteekenis van de lettergrepen van het bekende: Om awighnam astu. Vaak heel zonderlinge interpretaties.

12) Over het scheppen van Bhatara’s door Sanghyang Widhi, den allerhoogsten (niet vereerden) God der Baliërs. De Baliërs beschouwt Hem als de Lotsbeschikker.

13) Vollediger dan No:456; over vechthanen; kenmerken, het uitkiezen van tegenstanders voor de vechthanen van bepaalde kleur en met bepaalde eigenschappen.

14) Redactie verschillen, het begin en eind anders dan bij No:921 (zie Meded.afl.lV),

15) Bestaat uit 2 deelenle:proza,(folio 1 tot en met 11). (In hoog Balisch); 2e: in macepat-maten.

16) Een soort Pañji-romān.

___________________

Yang perlu mendapat terjemahan di sini adalah keterangannya:

1) Perbedaan pilihan kata dengan Cod sangat kecil. 316.

2) Isi selain No: 294,

3) Tentang pengobatan ibu hamil; gejala kehamilan, penguburan pasca melahirkan dan sedikit tentang kanda empat :

4) Puisi tentang kerajaan buaya (dalam bahasa Bali Lombok Barat).

5) Teka-teki dalam bentuk puisi.

6) Teka-teki dalam bentuk puisi; Tulisan ini menyebutkan benda-benda modern (seperti radio, sepak bola).

7) Lihat Kaputusan Calonarang.

8) Lihat Kaputusan Campurtalo (lihat Campurtalo).

9) Perbedaan pengeditan kecil.

10) Uji lebih ekstensif dari. 1445. (lihat juga No. 452 dan 1005).

11) Semacam Krtabhásá dengan spekulasi tentang arti suku kata yang diketahui: Om awighnam astu. Seringkali penafsirannya sangat aneh.

12) Tentang penciptaan Bhatara oleh Sanghyang Widhi, Dewa Bali yang tertinggi (tidak dimuliakan). Orang Bali menganggapnya sebagai Penahbis.

13) Lebih lengkap dari No:456; tentang ayam aduan; ciri-cirinya, pemilihan lawan untuk ayam aduan dengan warna tertentu dan sifat-sifat tertentu.

14) Perbedaan editorial, awal dan akhir berbeda dengan No:921 (lihat Meded.epl.lV),

15) Terdiri dari 2 bagian: prosa, (folio 1 s/d 11). (Dalam bahasa Bali tinggi); 2: dalam ukuran macepat.

16) Semacam romansa Pañji.

Perhatian saya pada keterangan no 12. yang menjelaskan isi dari lontar CANTING KUNING adalah “Tentang penciptaan Bhatara oleh Sanghyang Widhi, Tuhan orang Bali yang tertinggi (tidak disembah). Orang Bali menganggapnya sebagai Penahbis.”

[Lontar CANTING KUNING kemudian diteliti secara khusus oleh Hooykaas dan telah diterbitkan secara terpisah, dalam bukunya COSMOGONY AND CREATION IN BALINESE TRADITION,  tahun 1974. I Wajan Bhadra telah menyebutkan, setidaknya memberikan catatan singkat tersebut tahun 1939-1940, jauh sebelum terbitan Hooykaas].

Yang perlu dicermati keterangan I Wajan Bhadra menyebutkan Sanghyang Widhi “tidak dimuliakan” — Over het scheppen van Bhatara’s door Sanghyang Widhi, den allerhoogsten (niet vereerden) God der Baliërs. De Baliërs beschouwt Hem als de Lotsbeschikker. Apa maksudnya dengan “tidak dimuliakan” (niet vereerden)? Mungkin maksud dari Bhadra adalah Sanghyang Widhi  tidak dipuja sebagaimana dewata lainnya yang punya pelinggih khusus? Atau yang dipuja orang Bali dalam keseharian pemujaan adalah para Bhatara ciptaan dari Sanghyang Widhi?

Sekalipun saya baca dalam lontar Bhuwana Mahbah bahwa memuja Sanghyang Widhi dilakukan di Kemulan, ajaran ini tidak menjadi mainstream di Bali. Kemulan disebut sebagai pemujaan Bhatara Guru (nama populer manifestasi Sang Hyang Widhi dalam tradisi Śiwa-siddhanta di Nusantara). Sehingga pemuliaan secara langsung berupa ‘maturan’ atau ‘mabanten’ ke Ida Sanghyang Widhi memang kenyataanya tidak berbentuk banten atau sesaji. Sebagai contoh, tidak ada banten untuk Sanghyang Widhi, yang ada adalah ‘sesayut’ untuk Bhatara Guru. Sanghyang Widhi dalam keseharian masyarakat Bali lebih sebagai sebuah “puncak teologi” Hindu Bali: Masyarakat Bali mengakui bahwa Sanghyang Widhi adalah sebagai Sanghyang Tuduh, Sang Pentabis atau Tuduh, muasal semua Kedewataan, menjadi puncak Ketuhanan Hindu Bali, tetapi memang tidak ada banten atau sesaji atau piodalan untuk Sanghyang Widhi; mungkin ini yang dimaksud oleh Bhadra. Di atas segala Dewata yang dipuja dan disembah itulah Sanghyang Widhi, tidak terbayangkan, yang disembah adalah Bhatara-Bhatari ciptaan atau manifestasi dari Sanghyang Widhi.

Ada beberapa lontar lain terkait penjelasan Sanghyang Widhi disimpan di Kirtya, saya cukup bahas di sini sekilas keterangan dari lontar Canting Kuning yang mendapat penjelasan singkat dari I Wajan Bhadra, sebagai bukti bahwa orang Bali telah lama memahami rumusan tentang Ida Sanghyang Widhi, ada lontar khusus tentang hal ini, dan sudah menjadi tradisi sastra penyebutan Tuhan tertinggi dalam Hindu di Bali dan tradisi Kawi (Jawa Kuno) adalah Sanghyang Widhi —bukan hal yang baru mengekor tradisi penterjemahan Alkitab ke dalam bahasa Bali, sebagaimana ditulis para penulis sejarah Hindu Bali yang pengetahuannya masih di permukaan, tanpa pernah mendalami lontar-lontar berbahasa Kawi dan Bali. Lontar Canting Kuning salah satu bukti bahwa orang Bali menyebut Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sanghyang Widhi jauh sebelum terbitnya terjemahan kitab-kitab agama Kristen berbahasa Bali yang menyebutkan Tuhan sebagai Sanghyang Widhi dan putra-Nya sebagai Sanghyang Yesus.

Kumpulan lontar-lontar lain terkait dengan rumusan Sanghyang Widhi dalam bahasa Kawi dan Bali sedang saya tulis secara komprehesif secara ilmiah dan akan terbit dalam karya ilmiah. Catatan ini dapatlah sekiranya menjadi petunjuk awal bagi peminat dan pemerhati teologi Hindu Bali: Jika ingin mengawali pembahasan dasar teologi Sanghyang Widhi sebaiknya membaca secara tuntas terlebih dahulu lontar CANTING KUNING yang sangat kuno, tersedia di Gedong Kirtya, tersimpan dengan kode penyimpanan: 1545 Canting kuning, 11 III b.

BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS

WAIKUNTHA DALAM LONTAR PEMBELAJARAN AKSARA BALI TINGKAT TINGGI
Hindu Bali: Om, Ong atau Wong?
Aksara Bali 350 Tahun Lampau & Koleksi Lontar Kuno Rsi Bhujangga
Tags: Gedong KirtyahinduHindu Balilontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Jalan Ahmad Yani Singaraja Pukul Sepuluh Malam

Next Post

Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Melihat Panti Asuhan Destawan dan Sosok Pahlawan di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co