24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menengok Jalan Ahmad Yani Singaraja Pukul Sepuluh Malam

Gede Agus Eka Pratama by Gede Agus Eka Pratama
May 8, 2024
in Khas
Menengok Jalan Ahmad Yani Singaraja Pukul Sepuluh Malam

Seorang pedagang sedang melayani pembeli | Foto: Agus Eka

“SUDAH dari zaman dulu orang berjualan di sini, bahkan sudah turun-temurun orangnya masih juga berjualan,” tutur pedagang itu sambil memukul balok es menjadi serpihan-serpihan kecil. Di atas trotoar itu ia duduk sambil menyiapkan dagangannya. Palu itu terus memukul satu per satu balok es berukuran betis orang dewasa hingga hancur.

Malam itu, di jantung Kota Singaraja, tepatnya di Jalan Ahmad Yani bagian timur, yang biasanya ramai aktivitas manusia, tampak lengang dari hiruk-pikuk, hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang menggunakan kendaraan roda dua mapun roda empat.

Toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan sudah menutup dirinya, berganti dengan payung warna-warni yang berbaris rapi di depan toko. Di bawah payung itu terdapat sosok ibu-ibu yang sedang mengais rezeki.

Malam itu sedikit bebeda. Bintang-bintang yang biasanya bersinar, saat itu tampaknya sedang diselimuti awan hitam. Tapi, meski hanya ditemani cahaya lampu, gelapnya malam tidak membuat orang-orang yang tinggal di pusat Kota Singaraja berdiam diri di dalam rumah.

Di sepanjang Jalan Ahmad Yani Singaraja, dari timur sampai ke barat, setiap menjelang pukul sepuluh malam—waktu di mana toko-toko besar menutup pelayanan—dapat kita temui para pedagang yang membuka lapak, dari yang menjual nasi kuning (ini yang paling dominan), angkringan gerobak, sampai angkringan lesehan yang menggelar tikar di trotoar.

Benar. Sepanjang 500 meter dari lampu merah simpang Jalan Pramuka-Ahmad Yani sampai di depan Puskesmas Buleleng I, berjejer lapak-lapak pedagang nasi kuning, nasi jinggo, lalapan, hingga sate kambing, lengkap ada di sana.

Menurut Fauzan, salah satu pedagang yang sudah berjualan di pinggir Jalan A. Yani, para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan besar ini sudah ada sejak tahun 90-an. “Di sini sudah lama yang jualan, sejak saya masih kecil,” tuturnya sambil memasang lampu penerang lapaknya. Ia naik ke kursi kecil untuk menyambungkan listrik dari stop kontak di depan ruko tempat ia jualan, Selasa (7/5/2024).

Fauzan manambahkan, para pedagang yang julan di sepanjang Jalan Ahmad Yani ini sudah mengelami regenerasi. “Bahkan sampai dilanjutkan oleh anaknya,” ujar pedagang angkringan gerobak yang sudah berjualan selama enam tahun itu.

Beberapa orang tampak menghampiri payung-payung pelangi itu—payung yang digunakan para pedagang nasi jinggo dan nasi kuning di pinggir Jalan A. Yani. Ada yang hanya sekadar membeli kopi untuk menghilangkan kantuk, dan tak sedikit pula yang bertujuan untuk mengisi perut keroncongan dengan nasi berbungkus daun pisang itu—di Bali dikenal dengan sebutan nasi jinggo.

Di Bali, nasi dengan harga lima ribu rupiah itu menjadi primadona, apalagi bagi mahasiswa kos-kosan, tentu nasi itu menjadi incaran ketika uang bulanan telah menipis. Nasi jinggo biasanya dijajakan pada malam hari, sekitar pukul sembilan sampai dini hari. Nasi ini isinya hanya sesuap saja, lauknya ada mi, sambal, tempe kering, telur seperempat, kadang ada juga suwiran pindang atau ayam.

Jalan Ahmad Yani memang terkenal dengan kepadatannya. Hal ini disebabkan karena di sepanjang jalan itu, merupakan salah satu pusat perekonomian Kota Singaraja. Toko elektronik, alat pemancingan, percetakan, toko kue, bank, sampai rumah sakit, berdiri di pinggir-pinggirnya. Sehingga tak heran jika jalan ini hanya akan sepi ketika perayaan hari raya Nyepi saja. Hari-hari biasa, kendaraan seperti tak ada putus-putusnya.

Suasana siang dan malam di pinggiran Jalan Ahmad Yani tentang sangat berbeda. Jika pagi hingga sore bahu jalan diramaikan oleh toko-toko besar, malam hingga dini hari, sebagaimana telah disinggung di atas, dihias oleh para pedagang kecil-kecilan dengan lapak dan payung warna-warni yang khas.

Para pembeli pada malam hari biasanya juga didominasi kalangan anak muda dan para mahasiswa yang menuntut ilmu di kota dengan ikon singa ini. Setidaknya ada dua hal yang membuat lapak para pedagang ini selalu diserbu pembeli. Pertama, karena harganya terjangkau. Kedua, karena mereka membuka lapak di jam-jam malas memasak. Dan dua hal ini sangat menguntungkan mahasiswa-mahasiswa kos-kosan yang, selain pas-pasan, juga malas mandiri.

Selain harga yang ditawarkan sangat terjangkau, setiap lapak, khususnya angkringan, juga menawarkan banyak menu. Ada segala jenis minuman, dari kopi sampai minuman bubuk dengan aspartam yang tinggi. Ada juga nasi jinggo, gorengan, dan cemilan ringan seperti usus, sate telur puyuh, kacang-kacangan, dan kerupuk seribuan.

Aditya, salah satu pengunjung setia Jalan Ahmad Yani pukul sepuluh malam, mengatakan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya pedagang makanan di sepanjang jalan besar ini. “Saya cukup sering ke sini, karena saya sering lapar malam-malam. Apalagi kalau lagi stres dengan tugas kuliah yang banyak, pasti larinya ke sini, untuk sekadar beli kopi,” tuturnya sambil memamah-biak nasi jinggo yang ia beli.

Sekali lagi, dari pukul sepuluh malam hingga pukul tiga dini hari, para pedagang itu mengumpulkan pundi-pundi rupiah di pinggir Jalan Ahmad Yani. Mereka seperti kelelawar yang beraktivitas ketika hari sudah gelap.

Menurut beberapa pedagang, tidak sembarang orang boleh berjualan di Jalan Ahmad Yani. Mereka harus izin dan membayar beberapa rupiah kepada PD pasar. Selain itu, para pedagang juga harus mendapatkan izin dari pemilik ruko yang halaman depannya mereka tempati.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Gede Agus Eka Pratama
Penulis: Gede Agus Eka Pratama
Editor: Jaswanto

Jangan Pilih-Pilih Penjual saat Beli Nasi Kuning, Toh Rasanya Tak Jauh Beda
Mahasiswa di Singaraja: Nasi Kuning “Pahlawan Kepagian”, juga “Pahlawan Kemalaman”
Tags: angkringanJalan Ahmad Yani Singarajanasi jinggonasi kuning
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

LONTAR SANGHYANG WIDHI DI GEDONG KIRTYA

Gede Agus Eka Pratama

Gede Agus Eka Pratama

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

LONTAR SANGHYANG WIDHI DI GEDONG KIRTYA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co