5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Pilih-Pilih Penjual saat Beli Nasi Kuning, Toh Rasanya Tak Jauh Beda

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
April 15, 2019
in Esai
Jangan Pilih-Pilih Penjual saat Beli Nasi Kuning, Toh Rasanya Tak Jauh Beda

Pedagang nasi kuing di Jalan A Yani Singaraja

Perhatikan foto/gambar yang melengkapi tulisan ini! Itu adalah gambar dua pedagang nasi kuning yang satu ramai dikerumuni dengan antrian yang padat, sedangkan satu lagi sepi tak ada pembeli. Padahal dagangan mereka sama: nasi kuning dengan varian dan menu yang sama. Apa yang terjadi?

Pada tanggal 11 April 2019 dini hari, pukul 00.56 Wita saya tiba di dalam kos, dengan membawa seberkas cerita tentang penjual nasi kuning yang berada di sekitar perempatan Jalan A. Yani, Singaraja.

Cerita ini hanyalah untuk memberi kesadaran kepada pembeli agar tidak pernah pilih-pilih penjual ketika ingin membeli nasi kuning yang dijual oleh beberapa pedagang di sekitar sana.

Seharusnya kita lebih sadar, lebih mengerti, lebih memahami, dan lebih mementingkan rasa simpati dan empati terhadap pedagang-pedagang yang sepi akan pembeli. Bukan malah ikut-ikutan mengantri pada pedagang yang banyak dikerumuni orang; dan menelantarkan para pedagang yang hanya menjadi pemantau pedagang-pedagang lain yang laris manis.  

Padahal dari segi sajian nasi dan menunya semua pedagang itu sama, yaitu pedagang nasi kuning. Tetapi kebanyakan orang tidak memedulikan hal semacam itu, justru mereka lebih mementingkan egonya untuk membeli nasi kuning di tempat kesayangannya.

Dalam peristiwa menyedihkan ini, terpaksa harus saya ceritakan terkait kondisi pedagang di sana. Karena saya sendiri merasa iba kepada mereka yang seringkali termenung dan menjaga dagangannya yang tak laku-laku. Sementara beberapa pedagang lainnya justru diperburukan sampai mencapai antrian yang tidak kalah dengan warung-warung modern macam KFC, MC’Donald dan lainnya.

Itu justru yang menambah keheranan saya, kenapa mereka yang sebagai pembeli harus beramai-ramai dan mengantri hanya untuk membeli nasi kuning yang sama seperti yang dijual oleh pedagang-pedagang yang tengah sepi pembeli? Bukankah kita sebagai manusia harus memiliki kepekaan dan kesadaran tinggi dalam memandang dan memahami kondisi yang lain?

Salah satu contohnya, seperti keadaan yang dialami oleh seorang pedagang  yang berada di bagian kanan jalan di pojok timur—jika kita berkendara dari arah barat. Ia menyaksikan keadaan-keadaan pedangang lain yang begitu ramai dijumpai pembeli, khususnya pedagang yang berada di samping kirinya. Sementara dagangannya sendiri sangat sepi dan tidak ada satupun yang melirik ke tempatnya. Sedangkan saya hanya bisa memantau dari suatu pojokan lampu merah usai membeli dagangannya

Sebagai seorang wanita paruh baya dan dengan kondisinya yang hamil tua. Ia hanya bisa menjaga dagangan-dagangannya sembari menggantungkan dagunya ke atas kepala kursi dan beralaskan karpet robek-robek. Bahkan bisa dibilang tidak terhitung matanya berkedap-kedip sambil menunggu : siapakah yang akan datang untuk membeli?—sebagai salah satu pembeli saya sangat merasakan betapa tersiksa ia menjaga kehamilannya dan juga menjaga dagangannya.

Belum lagi jika ia memikirkan berapa kepala dalam keluarganya yang harus ia nafkahi dan mengurus sekolah-sekolahnya. Sementara dagangannya yang dianggap sebagai pekerjaan tetap dan yang ia andalkan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya ternyata tidak banyak diminati orang, bahkan bisa terbilang sangat miskin pembeli.

Hal semacam ini bukan hanya menjadi beban berat wanita pedagang itu saja. Tapi ini juga menjadi tanggung jawab beban kita, yang terkadang juga menjadi pelaku pilih-pilih penjual ketika ingin membeli nasi kuning di sana ataupun di tempat lain.

Memang, kita boleh-boleh saja memiliki selera makan yang beragam. Tapi jangan pula kita miskin kesadaran untuk menunjukkan rasa kepedulian. Karena pedagang-pedagang seperti mereka yang jarang dilirik banyak orang sangat membutuhkan kepedulian kita, meskipun hanya sebagai pembeli. Tapi setidaknya hal yang kita lakukan sudah cukup untuk menghapus keringat mereka yang sedari malam, sampai dini, bahkan larut pagi hanya untuk menunggu kita yang sebagai pembeli dan bisa jadi—bahkan menjadi yang pertama.

Sungguh itu menjadi hal yang berharga bagi mereka. Meski terkadang kita sering mengabaikannya dan lebih mementingkan gengsi dan selera pada pedagang-pedagang yang memang ramai diminati ‘kadang juga hanya ikut-ikutan’. Padahal semestinya kita tidak dilema dalam hal ikut-ikutan itu, justru yang harus dilakukan adalah meratakan dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di sana.

Misal nih, ketika dagangan Ibu Nur sangat ramai. Sedangkan keadaan dagangan Ibu Atik sangat sepi, perlulah kita sadar agar membeli dagangan Ibu Atik—bukan malah justru ikut-ikutan beramai-ramai dan antri pada dagangan Ibu Nur— dan tak acuh terhadap dagangan Ibu Atik.

***

Dalam tulisan ini tidak ada kesimpulan yang akan tertera untuk melengkapi uraiannya. Tetapi suatu hal yang perlu kita petik ialah ketergoncangan hati kita—serta mencoba menyadarkan diri sendiri. Yang sering melakukan tindakan-tindakan atau hal-hal yang sedari tadi berusaha dikemukakan melalui narasi-narasi sederhana yang ada di dalam tulisan ini.

Kita juga perlu untuk menegur diri kita yang terlampau sering menuruti kemauan dan porsi ego yang tak berbatas, sehingga seringkali sikap apatis keluar dan menimbulkan hilangnya rasa kepedulian yang seharusnya menjadi hal utama dalam diri manusia. [T]

Tags: kulinernasi kuningSingaraja
Share78TweetSendShareSend
Previous Post

Rambut dan Rezim Ketakutan Dalam Sejarah Indonesia

Next Post

“Majalah Batur: Kata Penyambung Peradaban” – Butuh Penajaman Vista Historis

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
“Majalah Batur: Kata Penyambung Peradaban” –  Butuh Penajaman Vista Historis

“Majalah Batur: Kata Penyambung Peradaban” - Butuh Penajaman Vista Historis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co